Categories
Obat

Kenali Obat Dumolid dan Penggunaan yang Tepat

Dumolid adalah salah satu jenis obat-obatan medis yang sering disalah artikan serupa narkoba karena memiliki efek menenangkan penderita. Hal tersebut membuat banyak orang menyalahgunakan dumolid sebagai obat penenang seperti narkotika. Obat ini sendiri sebenarnya ditujukan untuk mengatasi penyakit kejang karena memiliki efek menenangkan dan untuk obat mereka yang sulit tidur atau insomnia. 

baca juga: Fungsi Ciprofloxacin

Kandungan Obat Dumolid

Di dalam obat dumolid terkandung zat nitrazepam. Kandungan di dalam obat dumolid berfungsi sebagai obat tidur bagi mereka yang mengalami kesulitan tidur (insomnia) berat. Hanya saja, obat dumolid tidak ditujukan untuk penggunaan jangka panjang karena bisa memberikan efek ketergantungan pada pasien serupa narkotika. Selain itu, penggunaan obat dumolid jangka panjang akan menurunkan efektivitas obat. Pada akhirnya, pasien akan terus menambah dosis hingga bisa menyebabkan kerusakan di kemudian hari. 

gambar dumolid

Penyalahgunaan obat dumolid terjadi ketika seseorang mengkonsumsi obat ini tanpa menggunakan resep dari dokter. Obat dumolid sendiri masuk ke dalam golongan obat benzodiazepine yang akan mempengaruhi senyawa kimia dalam otak. Pengaruh dumolid di dalam otak akan membuat kemampuan kerja otak menjadi berkurang. 

Penggunaan Dumolid yang Benar

Penggunaan obat dumolid yang benar tentu saja harus mengikuti resep dari dokter. Jumlah dosis yang akan diberikan oleh dokter tentu saja mulai dari yang sekecil mungkin selama dosisnya sudah dapat memberikan efek. Pasalnya, pemberian dosis pertama dalam jumlah besar akan membuat pasien harus menaikkan dosis di penggunaan selanjutnya, bisa dibutuhkan. 

Hal ini karena obat dumolid memiliki karakteristik toleransi. Karakteristik ini membuat obat dumolid harus dinaikkan dosisnya untuk penggunaan berikutnya karena efektivitasnya pada tubuh akan berkurang. Obat dumolid juga dapat menyebabkan gejala serupa putus obat meskipun pengugnaan hanya dalam jangka pendek saja. Oleh karena itu, sebelum menghentikan penggunaan, maka konsumsi akan diturunkan sedikit demi sedikit. 

Untuk konsumsi obat dumolid biasanya di waktu malam mengingat obat ini memiliki efek sebagai penenang dan obat tidur. Obat ini bisa Anda konsumsi meski perut dalam keadaan kosong maupun sehabis makan. Obat dumolid sebaiknya dikonsumsi tidak lebih dari 2 minggu. Oleh sebab itu jika dalam waktu 2 minggu Anda tidak merasakan perubahan segera hubungi dokter. 

Efek Samping Penggunaan Obat Dumolid

Konsumsi obat dumolid memiliki efek samping dari mulai mengantuk, gangguan pada sistem koordinasi tubuh, gelisah hingga pusing berlebihan. Sementara pada penggunaan jangka panjang yang dilakukan oleh mereka yang menyalahgunakan obat dumolid maka efek samping yang dirasakan bisa seperti gejala overdosis atau keracunan seperti berikut:

  • Hilang kesadaran dalam jangka panjang atau koma
  • Kesulitan untuk bernapas
  • Hipotensi atau tekanan darah rendah hingga menyebabkan rasa lelah yang amat sangat
  • Denyut jantung semakin melambat
  • Anoreksia berkaitan erat dengan gangguan makan yang menyerang kejiwaan seseorang. Gangguan makan ini akan menyebabkan penderita ingin terus menurunkan berat badan meski ia sudah kehilangan banyak berat badan. 
  • Insomnia atau kesulitan tidur. Pada awal penggunaan obat dumolid akan memberikan efek agar mudah tidur. Namun penggunaan jangka panjang justru menyebabkan penderita kembali insomnia karena dosis awal sudah tidak berfungsi. Oleh sebab itu penderita akan terus menambah dosis yang dikonsumsi. 
  • Pada efek yang lebih parah bisa menyebabkan kematian
  • Mengingat obat dumolid bukan merupakan obat bebas dan memiliki efek samping yang cukup berbahaya apabila salah digunakan, sangat penting agar pasien mengikuti dengan ketat anjuran dokter. Apabila merasakan efek samping maka segera hubungi dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *