Categories
Tips Sehat

Waspadai Efek Onani Sebelum Menyesal

Teruntuk para pria, apakah selama ini suka melakukan kegiatan onani? Jika iya, coba pikir-pikir apabila hendak melakukannya. Mengapa? Karena ternyata efek onani sangat tidak baik untuk tubuh dan kesehatan, terutama untuk pria muda.

Onani merupakan kegiatan mengeluarkan sel sperma pada pria secara paksa hanya untuk memenuhi kesenangannya sendiri. Biasanya cenderung dilakukan oleh orang yang gila akan seks serta tidak kuat menahan hasrat nafsunya.

Baca: Tips Tahu Gejala Kanker Payudara

Perlu diketahui bahwa akibat dari seringnya melakukan kegiatan tersebut dapat menyebabkan berbagai efek samping dikemudian hari. Sehingga sangat perlu kiranya agar terlebih dahulu mengetahui apa saja efek onani bagi tubuh sebelum menyesal nantinya, berikut diantaranya:

1. Penurunan Kualitas Sperma

Akibat terlalu seringnya mengeluarkan sperma secara paksa (onani) dampak yang bisa dirasakan adalah menurunnya kualitas pada sperma. Mengapa dikatakan demikian? sebab ketika melakukan onani secara berlebih, maka sel sperma yang mulanya belum siap diproduksi, akhirnya keluar secara paksa. Atau bisa jadi sel sperma tidak lagi bisa membuahi ovum.

2. Mengalami Impotensi

Efek onani berikutnya adalah berupa gangguan impotensi. Hal tersebut berupa adanya gangguan pada saraf parasimpatik yang mengganggu sampainya rangsangan seksual dari otak. Sehingga seorang pria tidak bisa ereksi alat vitalnya sekalipun telah terangsang.

3. Kebocoran Katup Air Mani

Akibat terlalu seringnya melakukan onani mengakibatkan rusaknya saraf. Sehingga kemudian mempengaruhi katup yang mengatur saluran keluar masuknya air mani. Kerusakan tersebut membuat cairan mani keluar tiba-tiba sekalipun penis tidak sedang ereksi.

4. Menyebabkan Rasa Nyeri Punggung Dan Selangkangan

Tidak mengherankan jika seorang pria kerap kali merasakan rasa nyeri di bagian punggung atau selangkangan adalah yang gemar melakukan onani. Efek tersebut bisa dirasakan apabila terlalu sering melakukannya, bahkan hampir setiap harinya.

5. Kebotakan

Apabila tidak ingin rambut cepat rontok maka sebaiknya hindari onani apabila tidak dibutuhkan. Efek onani paling umum dan banyak dirasakan oleh pria muda maupun dewasa adalah botak di usia dini. Hal ini disebabkan karena kegiatan tersebut sangat berpengaruh pada hormon rambut.

6. Mudah Merasa Letih

Pengalaman orgasme memang menjadi suatu hal yang ditunggu-tunggu dalam hubungan seksual, sehingga terkadang diperlukan onani untuk membantu memunculkannya. Akan tetapi, jika onani terlalu sering dilakukan dampaknya adalah otot-otot akan mudah lelah sekalipun tidak melakukan pekerjaan berat.

7. Ejakulasi Dini

Salah satu penyebab terjadinya ejakulasi dini pada pria adalah karena otot-otot pada penis tidak bisa menstimulasi respon sentuhan dengan baik. Sehingga apabila pasangan menyentuhnya, sekalipun hasrat seksual berkata ingin, namun Mr. P tidak bisa terangsang.

8. Dihantui Rasa Bersalah

Sangat perlu diketahui bahwa dalam agama mana saja onani sangat keras ditentang apabila tidak dilandasi dengan sebab-musabab yang kuat. Mengapa? karena kegiatan tersebut lebih banyak memberikan dampak negatif daripada positifnya. Setelah mengetahuinya, maka seorang pria akan merasa berdosa dan bersalah.

9. Masturbasi Kronis

Masturbasi kronis merupakan akibat lain dari kegiatan onani secara berlebihan. Dimana Masturbasi kronis membuat pelaku onani mendapatkan senyawa kimia dari otak yang mengakibatkan penyakit-penyakit kronis dengan mudah dapat menyerang tubuh.

10. Varikokel

Efek dari melakukan onani yang terakhir dan cukup bahaya adalah pria akan mengalami gangguan varikokel. Gejalanya seperti varises yang muncul pada penis. Hal ini diakibatkan pelaku onani terlalu bergairan menjepitkan penisnya secara ekstrim.

Baca: Kok Bisa Mens Tidak Teratur?

10 efek onani di atas semoga bisa menjadikan para pria sadar dan sebisa mungkin menghindarinya. Apalagi yang masih berusia muda, jangan sampai gagal memiliki keturunan karena sel sperma melemah akibat terlalu sering melakukan onani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *