Categories
Tips Sehat

Waspadai Tanda-tanda Kurang Tidur dan Bahayanya

penirumasliusa com – Tidur adalah salah satu aktivitas yang menyenangkan. Coba saja perhatikan apa saja yang Anda lakukan selama liburan, pasti kebanyakan tiduran di kamar hingga terlelap bukan? Bahkan, ada juga yang mencoba melampiaskan permasalahannya dengan tidur supaya lupa, meski sebenarnya tidaklah demikian. 

Tahukah Anda, apakah yang terjadi selama tidur? Ya, selama Anda tertidur, korteks (bagian otak yang berfungsi menyimpan memori pikiran/ bahasa/ dan lain-lain) akan melepaskan diri dari indra, kemudian masuk pada mode pemulihan. Jadi, tak heran jika setelah tidur, tubuh Anda akan kembali berenergi untuk menjalankan aktivitas kembali. Maka dari itu, setiap orang disarankan untuk tidur yang cukup supaya tubuh dan pikiran bisa di-refresh sehingga bisa melakukan fungsi terbaiknya setelahnya.

Setiap orang memiliki waktu efektif tidur yang berbeda-beda berdasarkan usianya. Pada orang dewasa, umumnya membutuhkan waktu tidur selama 7 hingga 8 jam per hari. Jika Anda berhasil memenuhi kebutuhan waktu tidur tersebut, maka tubuh tidak akan bermasalah. Namun, faktanya seringkali seseorang, mungkin termasuk Anda, mengorbankan waktu tidur efektif demi menyelesaikan tugas atau pekerjaan, bahkan hanya sekedar bermain smartphone untuk menjelajah dunia maya atau gaming. Padahal, apabila waktu tidur kurang atau tidak terpenuhi, akan berdampak pada kesehatan tubuh.

Berdasarkan hasil studi yang meneliti tentang waktu tidur yang tidak terpenuhi akan menyebabkan terjadinya tekanan psikologis dan risiko penyakit jantung/diabetes tipe 2 lebih besar. Biar lebih jelas, yuk kita cermati apa saja tanda-tanda seseorang yang kurang tidur berikut ini!

Mudah Lupa 

Tahukah Anda, tidur yang cukup akan mampu mengembalikan energi Anda sekaligus berperan dalam proses belajar. Nah, apabila Anda kurang tidur, akan berpengaruh terhadap kemampuan kognitif, termasuk proses belajar, berpikir, dan memecahkan masalah. Tak heran, ketika seseorang kurang tidur akan mengalami kesulitan dalam belajar secara efektif. Bahkan, waktu tidur yang tidak cukup akan menyebabkan seseorang mengalami kesulitan dalam mengingat sesuatu yang sudah dipelajari. Jadi, jangan harap Anda lembur belajar supaya bisa menguasai materi apabila waktu tidur tidak terpenuhi, malah sebaliknya.

Berat Badan Bertambah

Efek lain yang terjadi apabila waktu tidur Anda tidak terpenuhi adalah bertambahnya berat badan. Bagaimana bisa? Secara ilmiah, ketika Anda kurang tidur, maka tubuh akan cenderung memproduksi hormon ghrelin lebih banyak, yaitu hormon yang berfungsi menimbulkan rasa lapar. Disisi lain, hormon leptin yang dihasilkan justru sedikit, yaitu hormon yang berfungsi menimbulkan rasa kenyang.

Kurang tidur juga akan menyebabkan Anda merasa lelah. Akibatnya, ketika tubuh Anda lelah, kecenderungan seseorang tidak memerhatikan apa yang dimakan. Apapun akan dimakan supaya perut kembali kenyang dan beraktivitas seperti sedia kala. Inilah faktor lain yang memicu naiknya berat badan ketika seseorang kurang tidur.

Bahayanya, kurang tidur tidak hanya membuat Anda terus lapar, tetapi keinginan untuk makan makanan yang tinggi lemak dan karbohidrat. Hasil studi pun menunjukkan bahwa seseorang tidur kurang dari 6 jam per hari, akan lebih berisiko mengalami obesitas dibandingkan mereka yang tidur lebih dari 6 jam per harinya.

Lebih Mudah Terjangkit Penyakit

Tidur yang cukup disarankan bagi setiap orang karena memang baik bagi tubuh dan pikiran. Salah satunya memicu sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi sitokinin, yaitu protein yang membantu melindungi tubuh dari infeksi. Namun, apabila waktu tidur seseorang kurang, akan berdampak buruk pada sistem kekebalan tubuh terutama produksi sitokinin tersebut. Jadi, seseorang yang kurang tidur cenderung lebih mudah mengalami sakit.

Pernyataan di atas didukung oleh hasil studi yang menemukan bahwa seseorang yang tidur kurang dari 7 jam  per hari, memiliki risiko mengalami demam atau flu tiga kali lebih besar, dibandingkan seseorang yang tidur lebih dari 8 jam per harinya.

Risiko Stress, Emosi, dan Depresi

Bahaya kurang tidur dan tandanya juga ditunjukkan dari kecenderungan seseorang yang mudah stress, emosi, dan depresi. Hal ini pun sesuai dengan hasil studi yang menemukan bahwa seseorang yang kurang tidur lebih mudah stress dan emosi secara tidak terkendali. Emosi yang tidak terkendali seringkali membuat seseorang bertindak tanpa pikir panjang dan dikhawatirkan akan melakukan sesuatu yang buruk tanpa bermaksud melakukannya. Selain itu, kesulitan tidur yang diakibatkan oleh depresi dan dampak kurang tidur membuat Anda lebih mudah depresi adalah dua hal yang saling berkaitan. Jadi, berusahalah untuk mengatasi waktu tidur Anda yang kurang efektif dan penyebabnya.

Kulit Nampak Lebih Kusam dan Berjerawat

Tanda lain dari kurang tidur adalah kulit yang nampak lebih kusam dan berjerawat. Perlu Anda tahu, waktu tidur yang efektif akan membuat kulit melakukan regenerasi secara optimal. Maka, dampak kesehatan kulit akan terganggu apabila waktu tidur kurang seperti mata yang terlihat lelah, munculnya jerawat pada kulit, bahkan kulit Anda yang mudah keriput dan terlihat lebih tua.

Baca juga: Apa Saja Gejala Psoriosis?

Jadi, usahakan untuk penuhi waktu tidur efektif Anda per harinya supaya terhindar dari hal-hal buruk di atas ya! Cek juga ya Ciri Kulit Sensitif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *