Categories
Makanan Tips Sehat

Dada atau Paha Ayam, Lebih Sehat yang Mana?

penirumasliusa.com – Ayam adalah salah satu menu favorit yang disukai oleh banyak orang. Berbagai menu olahan ayam pun tersedia, mulai dari fried chicken, steak ayam, skin, dan masih banyak lagi. Jika Anda pergi ke restoran pun, pasti akan ditanyai hendak memesan menu masakan ayam bagian apa, dada atau paha ayam? 

baca: Makanan yang Bagus untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ada sebagian orang yang tidak mempermasalahkan bagian dada atau ayam yang hendak disajikan, namun ada juga yang merasa keberatan sehingga memilih bagian tertentu. Nah, sebenarnya manakah bagian ayam yang lebih sehat? Yuk kita cari tahu nilai perbandingan gizi antara paha dan dada ayam berikut ini!

Perbandingan Gizi Antara Paha dan Dada Ayam

Jika Anda ditawari hendak makan dada atau paha ayam, apakah yang Anda pertimbangkan? Umumnya, paha ayam lebih disukai orang karena lebih murah dan lebih mudah diolah daripada dada ayam. Namun, disisi lain, dada ayam lebih ekonomis karena bisa mendapatkan lebih banyak daging dan sedikit kulit. Lalu, bagaimanakah jika ditinjau dari sisi kesehatan? Yuk kita kupas satu per satu pada ulasan berikut.

Protein

Dada dan paha ayam merupakan makanan dengan sumber protein hewani yang baik. Dalam satu potong paha ayam panggang dengan berat 85 gram, kandungan proteinnya sebesar 21 gram. Sementara itu, dalam dada ayam yang dengan ukuran serupa, jumlah protein yang dikandungnya lebih tinggi yaitu 25 gram. Itu artinya, kandungan protein dada ayam lebih banyak daripada kandungan protein di paha ayam. 

Perhatikan pula kebutuhan protein tiap harinya. Asupan protein bagi wanita adalah 46 gram per hari, sedangkan bagi pria adalah 56 gram tiap hari. Artinya, Anda bisa memperhitungkan sendiri manakah yang akan Anda pilih antara dada atau paha ayam dan seberapa banyak yang harus dikonsumsi. Asupan protein yang cukup ini penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh, pertumbuhan sel, dan pembentukan massa otot.

Lemak 

Perbandingan yang paling jelas bisa Anda lihat pada kandungan lemak antara paha dan dada ayam. Ya, ternyata dada ayam mengandung lemak lebih rendah daripada paha ayam. Hal ini ditunjukkan pada tiap 85 gram dada ayam panggang yang mengandung 7 gram lemak total dan 2 gram lemak jenuh. Jika dikalkulasi, jumlah ini 10 persen dan 9 persen asupan harian lemak yang disarankan. Berbeda dengan paha ayam dengan porsi yang sama mengandung 13 gram lemak total dan 3.5 gram lemak jenuh. Jika dihitung, jumlah tersebut setara dengan 20 persen asupan harian lemak total dan 18 persen lemak jenuh yang disarankan. 

Dengan kata lain, Anda bisa mengonsumsi dada ayam dengan lemak yang rendah dalam jumlah yang lebih banyak daripada paha ayam. Meski demikian, Anda bisa menyingkirkan bagian kulit pada dada dan paha ayam sebelum dikonsumsi untuk menurunkan kandungan lemaknya.

Kalori

Ditinjau dari kandungan kalori, perbedaan antara dada ayam dan paha ayam cukup timpang. Hal ini ditunjukkan per 85 gram dada ayam mentah yang mengandung 170 kalori, sedangkan pada paha ayam mengandung 210 kalori pada ukuran yang sama. Dari data tersebut, dapat terlihat bahwa paha ayam mengandung paha ayam dengan jumlah kalori yang lebih tinggi daripada dada ayam.

Kolesterol

Perbedaan kolesterol antara dada dan paha ayam tergolong sedang. Setiap 85 gram dada ayam, kandungan kolesterolnya 70 miligram atau 24 persen dari asupan kolesterol harian yang disarankan. Sedangkan dengan porsi yang sama, kandungan kolesterol pada paha ayam adalah 80 miligram atau 26 persen asupan harian yang disarankan.

Terlalu banyak mengonsumsi kolesterol dan lemak jenuh tidak baik bagi kesehatan karena mampu meningkatkan risiko penumpukan plak di pembuluh darah sehingga menimbulkan penyakit jantung. Untuk itu, disarankan untuk membatasi asupan kolesterol harian sebanyak 200 miligram, terutama bagi penderita jantung koroner.

Perhatikan Cara Pengolahan yang Memengaruhi Nilai Gizinya

Angka perkiraan nilai gizi di atas dilihat dari daging mentahnya. Teknik memasak dan penambahan bumbu tertentu akan mengubah nilai gizi, terlepas dari bagian ayam mana yang Anda pilih. Baik dada ayam maupun paha ayam tidak mengandung karbohidrat. Namun, apabila ditambahkan saus barbeque, tepung, madu, maka karbohidrat akan bertambah. Jika Anda tidak ingin mengonsumsi karbohidrat, sebaiknya hindari tambahan saus maupun lapisan tepung. Begitupula dengan kulit ayam yang bisa meningkatkan kalori dan lemak.

Simak: Banyak Masalah? Pertimbangkan Cuti Dulu

Teknik memasak dengan menggoreng dan ungkep bisa menambah nilai kalori dari makanan. Maka dari itu, disarankan untuk mengolahnya dengan cara memanggang, mengukus, dan merebus supaya lebih sehat dan mengurangi jumlah kalori maupun lemak. Sebelum diolah, pastikan untuk membersihkannya terlebih dulu untuk mengurangi perpindahan bakteri dari daging ayam mentah. Cuci tangan dengan sabun juga penting baik sebelum maupun sesudah mengolah daging ayam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *