Categories
Tips Sehat

Pentingnya Mencuci Tangan Setelah Keluar dari Toilet

Apakah Anda termasuk orang yang selalu mencuci tangan setelah keluar dari toilet? Jika iya, apakah Anda yakin sudah mencuci tangan dengan benar? Dilansir dari situs populer, hampir 60 persen masyarakat tidak mencuci tangan setelah keluar dari kamar mandi atau toilet. Sementara itu, 40 persen sisanya mencuci tangan, namun hanya 10-15 persennya saja yang menggunakan sabun. Padahal, mencuci tangan dengan benar setelah keluar dari kamar mandi atau toilet sangat penting bagi kesehatan.Apalagi langkah mencuci tangan adalah upaya paling efektif supaya Anda terhindar dari berbagai penyakit menular. 

Baca Tips Sehat Lainnya

Biar lebih jelas, yuk kita simak pentingnya mencuci tangan usai dari kamar mandi atau toilet pada ulasan berikut!

Fungsi Mencuci Tangan Setelah Keluar dari Toilet untuk Mencegah Penyebaran Penyakit

Penularan penyakit bisa terjadi melalui berbagai cara. Salah satunya yang paling mudah adalah melalui sentuhan. Padahal, tangan merupakan rumah ternyaman bagi bakteri bahkan virus yang menyebabkan penyakit menular. Tahukah Anda, ada sekitar lima ribu bakteri yang menghuni kedua tangan Anda setiap waktu. Maka, apabila Anda melakukan sentuhan tangan, baik secara langsung dengan kulit orang lain ataupun menyentuh benda, menjadi salah satu sarana penyebaran bakteri baik dari maupun ke tubuh Anda.

Sarana penyebaran bakteri menular juga bisa terjadi ketika Anda tidak mencuci tangan setelah keluar dari kamar mandi. Sayangnya, kebiasaan ini sering tidak disadari oleh kebanyakan orang. Coba perhatikan ilustrasinya berikut ini. Misalnya saja Anda mengidap penyakit diare, lalu buang air besar di toilet. Setelah itu, Anda tidak mencuci tangan setelah keluar dari toilet. Selanjutnya, Anda bersalaman dengan orang lain. Kemudian, orang tersebut secara tak sengaja mengucek kedua mata ataupun makan menggunakan tangan tanpa mencuci tangan terlebih dulu. Jika sudah demikian, maka besar kemungkinan orang yang Anda ajak salaman tersebut mengalami infeksi yang sama ataupun infeksi di bagian lain akibat perpindahan bakteri dari Anda melalui sentuhan tangan.

Tahukah Anda, feses (kotoran) manusia atau hewan merupakan ladang dari bakteri berbahaya? Ya, di dalam feses tersebut terdapat bakteri berbahaya seperti Salmonella, E. Coli, dan norovirus yang menyebabkan diare. Tidak hanya itu saja, feses manusia juga bisa menyebarkan beberapa infeksi pada sistem pernapasan seperti adenovirus dan penyakit tangan-kaki-mulut. Saking berbahayanya, ada banyak patogen lain yang bisa ditularkan melalui tangan yang tidak dicuci setelah keluar dari toilet, misalnya hepatitis A, flu, bronkiolitis, dan meningitis.

Apabila digambarkan, dalam satu gram kotoran manusia berisi satu triliun bakteri. Nah, bisa dibayangkan bukan, berapakah bakteri tersebut dapat merambat ke tangan setelah Anda bersih-bersih popok bayi ataupun usai buang air besar? Sudah pasti, ada banyak bakteri yang akan bergabung dengan bakteri lain pada tangan Anda. Selain menjijikkan, hal ini sangat berbahaya lho!

Orang-orang sekitar akan berisiko mengalami penularan penyakit hanya karena Anda enggan mencuci tangan setelah keluar dari toilet. Mekanisme penularannya pun bisa melalui cara tidak langsung. Sebagai contoh, Anda menyentuh beberapa benda di kamar mandi atau toilet seperti gagang pintu kamar mandi, bilik toilet, gagang flush, tutup kloset, selang, dan kran wastafel. Jika tidak segera mencuci tangan setelah keluar kamar mandi, Anda berisiko tertular penyakit ataupun menularkan penyakit. Pasalnya, benda-benda tersebut sudah lebih dulu disentuh oleh orang lain yang mungkin sedang sakit sehingga membawa bakteri atau virus di tangannya.

Masa Hidup Bakteri Dapat Bertahan Lama di Permukaan Benda Sekitar

Beberapa jenis bakteri dan virus yang ada di kamar mandi memiliki masa hidup yang berbeda-beda. Salah satunya, ada yang dapat hidup hingga dua jam di permukaan benda yang mereka hinggapi. Jadi, meskipun Anda dalam kondisi sehat sekalipun, apabila orang sebelum Anda yang menggunakan kamar mandi sakit, dapat meninggalkan bakteri penyakitnya dan kemungkinan ditangkap oleh Anda. Apalagi, makhluk berupa bakteri dan virus tersebut termasuk mikroskopis alias tidak bisa dilihat secara kasat mata. Oleh karena itu, Anda tetap tidak bisa tahu siapa saja yang sedang sakit dan membawa bakteri berbahaya atau tidak.

Berdasarkan penjelasan di atas, penyakit dapat menyebar di satu area tertutup apabila penghuninya tidak rajin mencuci tangan setelah menggunakan toilet ataupun setelah bersin dan batuk. Ditambah lagi, suatu bakteri dan virus dapat berkembang biak dengan pesat apabila berada di lingkungan lembab dan minim sirkulasi udara. Nah, kamar mandi adalah lingkungan yang cocok untuk bakteri tersebut.

Kapan Saja Waktu yang Tepat untuk Mencuci Tangan?

Tidak hanya setelah keluar dari kamar mandi, Anda dianjurkan untuk mencuci tangan sebelum makan, setelah beraktivitas di luar rumah, setelah memegang hewan peliharaan, sebelum dan setelah mengunjungi orang sakit, serta setelah batuk dan bersin supaya tidak menularkannya ke orang lain.

Lakukan cara mencuci tangan yang benar supaya bakteri dan virus yang menempel di tangan benar-benar hilang ya!

referensi:

https://www.cdc.gov/handwashing/when-how-handwashing.html
https://ngovee.com/gaya-hidup/coronavirus-cara-cuci-tangan-yang-baik-dan-benar/
https://www.nhs.uk/live-well/healthy-body/best-way-to-wash-your-hands/

Categories
Tips Sehat

Waspadai Tanda-tanda Kurang Tidur dan Bahayanya

penirumasliusa com – Tidur adalah salah satu aktivitas yang menyenangkan. Coba saja perhatikan apa saja yang Anda lakukan selama liburan, pasti kebanyakan tiduran di kamar hingga terlelap bukan? Bahkan, ada juga yang mencoba melampiaskan permasalahannya dengan tidur supaya lupa, meski sebenarnya tidaklah demikian. 

Tahukah Anda, apakah yang terjadi selama tidur? Ya, selama Anda tertidur, korteks (bagian otak yang berfungsi menyimpan memori pikiran/ bahasa/ dan lain-lain) akan melepaskan diri dari indra, kemudian masuk pada mode pemulihan. Jadi, tak heran jika setelah tidur, tubuh Anda akan kembali berenergi untuk menjalankan aktivitas kembali. Maka dari itu, setiap orang disarankan untuk tidur yang cukup supaya tubuh dan pikiran bisa di-refresh sehingga bisa melakukan fungsi terbaiknya setelahnya.

Setiap orang memiliki waktu efektif tidur yang berbeda-beda berdasarkan usianya. Pada orang dewasa, umumnya membutuhkan waktu tidur selama 7 hingga 8 jam per hari. Jika Anda berhasil memenuhi kebutuhan waktu tidur tersebut, maka tubuh tidak akan bermasalah. Namun, faktanya seringkali seseorang, mungkin termasuk Anda, mengorbankan waktu tidur efektif demi menyelesaikan tugas atau pekerjaan, bahkan hanya sekedar bermain smartphone untuk menjelajah dunia maya atau gaming. Padahal, apabila waktu tidur kurang atau tidak terpenuhi, akan berdampak pada kesehatan tubuh.

Berdasarkan hasil studi yang meneliti tentang waktu tidur yang tidak terpenuhi akan menyebabkan terjadinya tekanan psikologis dan risiko penyakit jantung/diabetes tipe 2 lebih besar. Biar lebih jelas, yuk kita cermati apa saja tanda-tanda seseorang yang kurang tidur berikut ini!

Mudah Lupa 

Tahukah Anda, tidur yang cukup akan mampu mengembalikan energi Anda sekaligus berperan dalam proses belajar. Nah, apabila Anda kurang tidur, akan berpengaruh terhadap kemampuan kognitif, termasuk proses belajar, berpikir, dan memecahkan masalah. Tak heran, ketika seseorang kurang tidur akan mengalami kesulitan dalam belajar secara efektif. Bahkan, waktu tidur yang tidak cukup akan menyebabkan seseorang mengalami kesulitan dalam mengingat sesuatu yang sudah dipelajari. Jadi, jangan harap Anda lembur belajar supaya bisa menguasai materi apabila waktu tidur tidak terpenuhi, malah sebaliknya.

Berat Badan Bertambah

Efek lain yang terjadi apabila waktu tidur Anda tidak terpenuhi adalah bertambahnya berat badan. Bagaimana bisa? Secara ilmiah, ketika Anda kurang tidur, maka tubuh akan cenderung memproduksi hormon ghrelin lebih banyak, yaitu hormon yang berfungsi menimbulkan rasa lapar. Disisi lain, hormon leptin yang dihasilkan justru sedikit, yaitu hormon yang berfungsi menimbulkan rasa kenyang.

Kurang tidur juga akan menyebabkan Anda merasa lelah. Akibatnya, ketika tubuh Anda lelah, kecenderungan seseorang tidak memerhatikan apa yang dimakan. Apapun akan dimakan supaya perut kembali kenyang dan beraktivitas seperti sedia kala. Inilah faktor lain yang memicu naiknya berat badan ketika seseorang kurang tidur.

Bahayanya, kurang tidur tidak hanya membuat Anda terus lapar, tetapi keinginan untuk makan makanan yang tinggi lemak dan karbohidrat. Hasil studi pun menunjukkan bahwa seseorang tidur kurang dari 6 jam per hari, akan lebih berisiko mengalami obesitas dibandingkan mereka yang tidur lebih dari 6 jam per harinya.

Lebih Mudah Terjangkit Penyakit

Tidur yang cukup disarankan bagi setiap orang karena memang baik bagi tubuh dan pikiran. Salah satunya memicu sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi sitokinin, yaitu protein yang membantu melindungi tubuh dari infeksi. Namun, apabila waktu tidur seseorang kurang, akan berdampak buruk pada sistem kekebalan tubuh terutama produksi sitokinin tersebut. Jadi, seseorang yang kurang tidur cenderung lebih mudah mengalami sakit.

Pernyataan di atas didukung oleh hasil studi yang menemukan bahwa seseorang yang tidur kurang dari 7 jam  per hari, memiliki risiko mengalami demam atau flu tiga kali lebih besar, dibandingkan seseorang yang tidur lebih dari 8 jam per harinya.

Risiko Stress, Emosi, dan Depresi

Bahaya kurang tidur dan tandanya juga ditunjukkan dari kecenderungan seseorang yang mudah stress, emosi, dan depresi. Hal ini pun sesuai dengan hasil studi yang menemukan bahwa seseorang yang kurang tidur lebih mudah stress dan emosi secara tidak terkendali. Emosi yang tidak terkendali seringkali membuat seseorang bertindak tanpa pikir panjang dan dikhawatirkan akan melakukan sesuatu yang buruk tanpa bermaksud melakukannya. Selain itu, kesulitan tidur yang diakibatkan oleh depresi dan dampak kurang tidur membuat Anda lebih mudah depresi adalah dua hal yang saling berkaitan. Jadi, berusahalah untuk mengatasi waktu tidur Anda yang kurang efektif dan penyebabnya.

Kulit Nampak Lebih Kusam dan Berjerawat

Tanda lain dari kurang tidur adalah kulit yang nampak lebih kusam dan berjerawat. Perlu Anda tahu, waktu tidur yang efektif akan membuat kulit melakukan regenerasi secara optimal. Maka, dampak kesehatan kulit akan terganggu apabila waktu tidur kurang seperti mata yang terlihat lelah, munculnya jerawat pada kulit, bahkan kulit Anda yang mudah keriput dan terlihat lebih tua.

Baca juga: Apa Saja Gejala Psoriosis?

Jadi, usahakan untuk penuhi waktu tidur efektif Anda per harinya supaya terhindar dari hal-hal buruk di atas ya! Cek juga ya Ciri Kulit Sensitif.

Categories
Penyakit

Kenali Berbagai Gejala Psoriasis yang Umum Terjadi

Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit psoriasis? Ya, psoriasis ini merupakan salah satu jenis penyakit kulit yang terjadi dalam waktu lama hingga bertahun-tahun dan tidak menular. Terkait penyebab psoriasis sebenarnya belum dapat diketahui secara pasti. Tapi, apabila dilihat dari gejala kemunculan psoriasis, penyakit ini melibatkan kondisi autoimun dimana sistem kekebalan tubuh penderita terganggu dan menyerang tubuhnya sendiri. 

Nah, seperti apakah gejala yang ditimbulkan oleh psoriasis ini? Yuk simak lebih jelasnya pada ulasan dibawah ini!

Gejala Psoriasis Umum yang Muncul

Penderita psoriasis ini mengalami permasalahan pada kulitnya. Jadi, sel kulit penderita psoriasis ini mengalami pembelahan secara terus menerus atau abnormal. Jika pada kulit orang normal, sel kulit yang mati akan mengelupas dan diganti dengan sel kulit yang baru dalam waktu yang tidak lama. Namun, berbeda dengan penderita psoriasis yang terus membelah. Bahkan, psoriasis ini menyebabkan sel kulitnya menggandakan diri hingga 10 kali lebih cepat dari sel kulit normal. Akibatnya, sel kulit baru terus tumbuh dalam hitungan hari. Inilah yang mengakibatkan gejala psoriasis yang ditandai dengan permukaan kulit yang menebal dan nampak tertumpuk pada bagian-bagian tertentu.

Baca: Tanda Darah Rendah dan Darah Tinggi

Tidak hanya itu saja, gejala psoriasis juga ditunjukkan dengan adanya bercak kulit warna putih atau kemerahan yang bersisik tebal. Ciri-ciri tersebut biasanya ditemukan pada permukaan kulit bagian kaki, punggung, lutut, siku, tangan, dan kulit kepala. Pertanyaannya, siapakah yang berisiko mengalami penyakit psoriasis? Rupanya, gejala psoriasis bisa dialami oleh siapa saja, baik laki-laki ataupun perempuan yang berusia produktif sekitar 15 hingga 35 tahun. Jadi, pastikan untuk meningkatkan kewaspadaan apabila muncul tanda-tanda atau gejala penyakit psoriasis supaya bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat. 

Secara umum, gejala yang timbul akibat psoriasis adalah sebagai berikut. Pertama, bagian kulit yang memerah, terasa tebal, kering, dan bersisik. Kedua, kulit pecah-pecah dan terkadang bisa berdarah. Ketiga, kuku yang menebal dengan tekstur yang tidak merata. Terakhir, sendi-sendi yang membengkak dan kaku.

Gejala Psoriasis Sesuai Jenisnya

Gejala psoriasis di atas adalah gejala yang umum terjadi. Namun, ciri-cirinya bisa berubah tergantung dari tingkat keparahan penyakit psoriasis. Bahkan, antara satu penderita dengan penderita yang lain, gejala psoriasis bisa berbeda karena mungkin jenis psoriasis yang dialami berbeda. Nah, untuk lebih jelasnya, yuk kita cari tahu jenis psoriasis yang secara umum sering dialami dan masing-masing gejala khususnya.

Gejala Psoriasis Plak

Dilansir dari situs kesehatan terpercaya, penyakit psoriasis jenis plak ini hampir dialami oleh 90 persen orang. Gejala yang ditunjukkan oleh psoriasis plak diantaranya adalah munculnya bercak merah pada kulit dengan sisik yang tebal berwarna perak. Adanya lapisan kering, tipis, dan berwarna putih keperakan yang menutupi plak tersebut. Gejala ini biasanya muncul di area kulit seperti kulit kepala, siku, lutut, dan punggung bawah. Kulit kering dan pecah sampai berdarah. Kemudian, timbul rasa gatal dan terbakar di area yang terkena.

Tanda psoriasis ini juga bisa ditemui di area kuku yang ditunjukkan dengan adanya perubahan warna, kuku mudah hancur, dan menebal. Gejala lain berupa munculnya lubang-lubang pada kuku dan bengkak pada sendi. Apabila sudah menyebar ke kuku, gejala yang muncul seperti lekukan kecil di kuku, kuku cenderung mudah rusak, kasar, dan menebal, munculnya tumpukan sel kulit di bagian bawah kuku disertai munculnya warna putih, kuning, dan cokelat di bagian bawah kuku.

Psoriasis plak juga bisa ditemui di area kepala yang sering dianggap ketombe berlebih dan penebalan kulit kepala, sehingga diabaikan oleh sebagian orang. Ciri-ciri psoriasis plak di kulit kepala ini ditunjukkan dengan kemunculan sisik penebalan berwarna putih.

Gejala  Psoriasis Guttata

Jenis lain yaitu psoriasis guttata yang muncul berupa bercak kecil bersisik merah pada setiap bagian tubuh. Penderita yang mengalami psoriasis guttata akan ditandai dengan munculnya benjolan kecil di area kulit secara tiba-tiba. Kemudian, benjolan tersebut menutupi sebagian besar tubuh, kaki, hingga lengan. Bahkan, benjolan juga muncul di area wajah, kulit kepala, dan telinga. Adapun ciri-ciri benjolan tersebut yaitu berukuran kecil dan bersisik serta berwarna merah muda.

Kondisi psoriasis guttata sering dialami oleh anak-anak dan usia dewasa muda. Biasanya, psoriasis guttata dipicu oleh infeksi bakteri radang tenggorokan. Gejala psoriasis ini bisa datang dan pergi pada tubuh seseorang, namun juga bisa hanya muncul sekali seumur hidup.

Selain dua jenis psoriasis di atas, waspadai juga gejala psoriasis lain seperti inversa, pustular, dan eritrodermik. Nah, setelah mengetahui gejala-gejala psoriasis diatas, segera konsultasi dengan dokter apabila mengalaminya. Kemudian, dokter akan memberikan perawatan baik melalui obat psoriasis maupun bentuk pengobatan psoriasis lainnya. Jangan sampai mengabaikannya karena dikhawatirkan akan tambah parah dan memengaruhi sendi.

references:
https://www.healthline.com/health/psoriasis
https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/psoriasis/understanding-psoriasis-basics
https://www.psoriasis.org/about-psoriasis

Categories
Kecantikan Tips Sehat

Kenali Ciri-ciri Payudara yang Sehat (Bentuk, Ukuran, dan Jenis Puting)

Bagi sebagian orang, pasti menganggap pembahasan mengenai payudara ini adalah hal yang tabu. Padahal, mengetahui ciri payudara yang sehat adalah pengetahuan penting bagi setiap wanita. Pasalnya, tidak semua wanita tahu apakah payudaranya sehat atau tidak. Tak sedikit pula yang bertanya-tanya apakah ukuran payudaranya normal. 

Baca juga: Tips Merawat Kulit Sensitif

Nah, tidak perlu malu karena pertanyaan tersebut penting untuk mengetahui kondisi payudara Anda. Untuk itu, mari kita kenali ciri-ciri payudara yang sehat dan kondisi seperti apa yang perlu diwaspadai dengan membaca ulasannya dibawah ini.

Ukuran Payudara Anda Besar Sebelah, Normal atau Tidak?

Bagi Anda yang telah memasuki usia remaja dan mendapati bentuk tubuhnya mengalami perubahan fisik, salah satunya payudara yang membesar, maka akan bertanya-tanya mengapa ukuran payudara kiri dan kanannya berbeda? Apakah hal tersebut normal? Tenang, jawabannya adalah sangat normal, terutama bagi Anda para wanita yang tengah berada pada masa pubertas.

Baca: Tips Mengetahui Gejala Kanker Payudara

Tidak hanya saat usia pubertas, perbedaan ukuran payudara juga bisa muncul ketika usia Anda 20-an. Fakta ini pun didukung oleh suatu penelitian yang menyatakan bahwa 44 persen wanita mengatakan satu payudaranya lebih kecil daripada payudara satunya. Kondisi ini secara umum terjadi ketika anak perempuan mulai pubertas dan payudara mulai berkembang yang ditandai dengan sedikit pembengkakan pada bagian bawah puting susu atau lebih dikenal dengan istilah breast budding. Pada saat ini, Anda akan menyadari bahwa salah satu payudara Anda mulai berkembang, sebelum payudara yang lain atau tumbuh lebih cepat.

Dari penjelasan di atas, Anda tidak perlu khawatir apabila ukuran payudaranya berbeda, terutama saat remaja. Namun, apabila Anda tetap khawatir dan ingin tahu lebih detailnya, bisa berkonsultasi dengan dokter atau ginekologi untuk meyakinkan diri bahwa payudaranya normal.

Puting Payudara Anda Masuk ke Dalam, Apakah Normal?

Selain ukurannya yang beda sebelah, ada satu lagi bagian payudara yang sering menimbulkan tanda tanya yaitu puting payudara yang masuk ke dalam. Apakah kondisi tersebut normal? Secara umum, kita mengetahui bahwa puting payudara selalu menonjol keluar karena berfungsi untuk menyusui bayi. Meski demikian, ada pula bentuk puting payudara wanita yang tidak menonjol atau masuk ke dalam. Berdasarkan hasil studi menunjukkan bahwa sekitar 10 persen wanita memiliki puting susu yang tidak menonjol bahkan masuk ke dalam (inverted nipple).

Secara ilmiah, hal ini bisa saja terjadi karena jaringan yang menghubungkan puting payudara Anda menjadi lebih pendek. Namun, Anda tidak perlu khawatir memiliki puting payudara yang tidak menonjol karena tetap bisa berfungsi untuk menyusui si kecil. Hanya saja, yang perlu diwaspadai adalah ketika puting Anda semula menonjol, kemudian menjadi tidak menonjol lagi. Jika hal tersebut terjadi, segera konsultasi dengan dokter karena menjadi indikasi kanker.

Di sekitar Aerola Anda Muncul Rambut Kecil, Normalkah?

Mungkin, Anda juga bertanya-tanya kenapa disekitar aerola atau kulit gelap di area puting susu muncul rambut kecil. Apakah hal tersebut normal atau tidak? Lagi-lagi, Anda tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut karena masih dianggap normal. Namun, apabila Anda merasa risih dengan kemunculan rambut kecil, diperbolehkan untuk mengguntingnya. Yang perlu diperhatikan, jangan sekali-kali mencabut rambut kecil karena bisa berpotensi menyebabkan infeksi dan rambut tumbuh ke dalam.

Lalu, Kapan Harus Periksa ke Dokter Terkait Kondisi Payudara Anda yang Tidak Beres?

Nipple Discharge

Salah satu kondisi yang perlu Anda waspadai terkait payudara yang tidak normal adalah nipple discharge. Kondisi ini biasanya terjadi sebelum menopause, keluar cairan berwarna kehijauan, jernih, bahkan merah (berdarah), dan ada benjolan. Apabila hal tersebut terjadi pada Anda, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Benjolan di Payudara

Apabila Anda menemukan adanya benjolan pada sekitar payudara atau ketiak, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis. Sebab, bisa jadi tanda tersebut merupakan indikasi tumor atau kanker.

Perubahan Warna dan Tekstur

Ketika mandi, pasti Anda mengamati seluruh bagian tubuh Anda, termasuk payudara. Nah, apabila Anda menemukan kulit sekitar payudara Anda terasa gatal, bersisik, bahkan kemerahan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah payudara Anda normal atau tidak.

Payudara Terasa Sakit

Sebenarnya, payudara terasa sakit wajar saja dialami oleh setiap wanita ketika menjelang menstruasi. Hal tersebut normal karena rasa sakitnya dapat hilang dengan sendirinya. Namun, yang perlu Anda waspadai ketika rasa sakit tersebut tidak kunjung hilang, maka segera periksakan diri ke dokter guna memastikan apakah payudara Anda baik-baik saja atau tidak.

Perubahan Ukuran dan Bentuk

Ukuran dan bentuk payudara dapat berubah seiring bertambahnya usia dan kondisi tertentu seperti saat menstruasi, hamil, serta menopause. Namun, ketika perubahan payudara Anda terjadi di luar waktu tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisinya baik-baik saja.

Baca: Waspadai Level Kanker

Nah, setelah membaca ciri-ciri payudara sehat di atas, sudahkah Anda memeriksa kondisi payudara Anda secara mandiri?

Categories
Kecantikan Tips Sehat

Kulit Sensitif: Ciri dan Cara Merawat

Apakah kulit Anda pernah mengalami reaksi gatal-gatal susudah menggunakan produk wewangian atau produk perawatan kulit, besar kemungkinan, Anda mempunyai kulit yang sensitif. Untuk mengetahui penanganannya, Anda harus mengenal terlebih dulu apa ciri kulit yang sensitif serta apa yang menyebabkan iritasi agar tak terulang. Berikut ini penjelasan dari penirumasliusa

Penyebab Kulit Sensitif

Kulit sensitif merupakan sebuah kondisi kulit yang memberikan reaksi berlebihan karena faktor lingkungan. Reaksi yang berlebihan ini sering dialami ketika menggunakan sabun, sampo hingga kosmetik. Kondisi kulit yang sensitif dapat memburuk ketika terpapar udara yang dingin dan kering. Walaupun tanda dari iritasi tak terdeteksi, rasa tersengat, gatal dan perih biasanya selalu ada.

Baca: Aneka Manfaat Lidah Buaya untuk Kesehatan

Setiap orang mempunyai pemicu reaksi kulit sensitif berbeda antara satu dengan yang lain. Contohnya, dapat disebabkan oleh perubahan suhu dan paparan polusi. Tak jarang juga bisa dipicu oleh kebiasaan seseorang menjalankan diet yang menyebabkan penurunan berat badan. 

Penyebab lain kulit menjadi sensitif ialah terlalu sering bergantung produk perawatan kulit secara berlebihan. Penggantian produk secara terus menerus dan terlalu sering menyebabkan pengelupasan kulit serta merusak pertahanannya. Sehingga, penggunaan produk ini bukannya membangun perlindungan untuk kulit, namun malah membuat kulit menjadi semakin lemah.

Sejumlah kondisi tersebut dapat melemahkan daya tahan kulit paling luar, sehingga kulit akan mengalami iritasi, mengelupas dan terasa panas. Oleh sebab itu, sangat disarankan menghindari suhu ekstrem, jika ingin melakukan pengelupasan kulit, lakukan sekali dalam seminggu.

Apa Saja Ciri Kulit Sensitif? 

Benda-benda yang sudah bersentuhan secara langsung dengan kulit dapat mempengaruhi kondisinya, gunakan produk yang lembut dan dapat menjaga kelembaban kulit. Berikut beberapa ciri kulit yang sensitif, antara lain:

  1. Ruam timbul dengan mudah

Jika kulit Anda mudah berubah menjadi ruam dan bercak karena menggunakan produk tertentu, bisa berarti ini menjadi tanda Anda memiliki kulit yang sensitif.

  1. Kulit tak bisa menyerap wewangian dengan maksimal

Produk yang mengandung wewangian biasanya tak bereaksi baik pada kulit sensitif wewangian yang kuat dapat membuat kulit berubah menjadi iritasi.

  1. Beberapa produk membuat wajah menjadi sakit menyengat atau memerah

Kulit yang berubah berwarna merah serta panas dapat menjadi ciri kulit sensitif karena reaksi alergi dari bahan kimia di dalam produk kecantikan. 

  1. Munculnya alergi

Ada kaitan yang kuat antara kulit sensitif dan alergi. Hin dari terburu-buru dalam mengganti produk perawatan wajah, apalagi jika wajah masih iritasi. Lebih baik hentikan terlebih dahulu penggunaan sama sekali beberapa saat. Bila kulit masih kering atau merah sesudah melakukan perawatan yang sama. Lebih baik Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter untuk memastikan jika ini adalah tanda reaksi alergi.

  1. Kulit mengelupas

Kulit yang mengelupas memberi tanda keganjilan pada kelembaban kulit, pengelupasan yang berlebihan bisa dikarenakan terlalu sering melakukan scrub. Tak hanya itu, kulit mengelupas dapat dikarenakan oleh kekeringan kulit yang parah. Anda bisa menggunakan pelembab yang memiliki kandungan hyluronic agar dapat mengatasinya.  

  1. Kulit terasa gatal

Kulit yang terasa gatal adalah gejala kulit kering yang sudah parah. Anda harus mengembalikan kelembaban kulit dengan menggunakan produk perawatan yang menghidrasi dan lembut untuk mengisi kelembaban.

  1. Kulit memerah

Bila kulit yang Anda miliki terus menerus memerah, ini bisa menjadi pertanda Anda memiliki rosacea. Ciri kulit ini dikarenakan peradangan serta benjolan kecil. Saat memperoleh kondisi kulit ini diskusikan kembali dengan dokter untuk memperoleh perawatan terbaik. 

Tips Merawat Kulit Sensitif Agar Tetap Cantik

Berikut beberapa cara untuk merawat kulit sensitif agar tetap terlihat cantik:

  1. Lakukan tes produk kecantikan sebelum melakukan pembelian

Jika Anda melakukan pembelian produk perawatan kulit di pusat perbelanjaan, hindari langsung melakukan pembelian. Anda dapat menguji produk perawatan kulit yang Anda beli terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian. 

  1. Gunakan tabir surya

Kulit sensitif begitu rentan dengan sinar matahari dan kerusakan. Sinar matahari dapat membuat kulit menjadi radang serta muncul bercak berwarna merah. Agar bisa menghindari hal ini, pastikan kembali jika kulit sudah dioles tabir surya terlebih dulu sesudah mandi pagi. Usahakan menggunakan SPF 15 sehingga kulit bisa terhindar dari pancaran matahari secara maksimal.

  1. Gunakan toner

Toner dapat memberi efek menenangkan sehingga bagi Anda yang memiliki kulit sensitif harus menggunakannya. Manfaat dari toner yang adalah dapat memberi dorongan hidrasi untuk kulit sehingga kulit tak akan merasa kekeringan.

  1. Perlakukan kulit secara lembut

Sebenarnya, bukan hanya untuk si pemilik kulit sensitif yang harus memperlakukan kulitnya dengan lembut, namun semua jenis kulit juga harus diperlakukan dengan lembut. Anda dapat mengoleskan produk kecantikan secara lembut hingga ke seluruh wajah, karena bila Anda melakukannya secara kasar, kulit malah menjadi memerah dan gatal.

Oh Ini Ternyata Penyebab Siklus Mens Tidak Teratur

Categories
Tips Sehat

5 Ciri-Ciri Darah Rendah dan Darah tinggi

penirumasliusa.com – Masih banyak orang menganggap tekanan darah rendah dibawah 90/60 mmHg dan darah tinggi diatas 120/80 mmHg merupakan hal yang sangat diremehkan pada setiap orang. Akan tetapi bila dibiarkan begitu saja tanpa adanya pengobatan dan pencegahan tentunya dapat menimbulkan penyakit tertentu dan efek yang ditimbulkan bisa sangat berbahaya dan mengancam nyawa seseorang. Tentunya Anda tidak ingin terjadi seperti itu bukan?.

Anda harus mengetahui ciri-ciri orang yang memiliki tekanan darah rendah dan darah tinggi, serta tips yang dapat Anda lakukan untuk menghindarinya sebagai berikut :

  1. Ciri-ciri tekanan darah rendah
  2. Sering sakit kepala (pusing).
  3. Sering mengalami kebingungan dan sering menguap.
  4. Penglihatan kadang-kadang kabur ( berkunang-kunang) dan tampak pucat.
  5. Cepat merasa lelah saat beraktivitas dan denyut nadi lemah.
  6. Berkeringat dingin ( di telapak kaki dan tangan ).

Tips yang dapat Anda lakukan untuk menghindari dan mengatasi hipotensi atau tekanan darah rendah, yaitu :

  • Banyak minum air mineral

Bila Anda memiliki tekanan darah rendah sangat disarankan untuk minum 2-3 liter air per hari, bahkan perlu banyak saat cuaca panas. Cara ini bertujuan agar tubuh terhindar dari dehidrasi dan aliran darah mencadi lancar.

  • Perbanyak konsumsi sodium

Kandungan sodium banyak ditemukan pada makanan asin, khususnya garam. Cara ini bertujuan untuk menaikan tekanan darah dan menambah volume darah.

  • Jangan lewatkan sarapan

Sarapanlah dengan secukupnya untuk memberi energi yang cukup hingga siang hari, jangan sampai berlebihan karena tekanan darah akan turun saat proses pencernaan.

  • Hindari cuaca panas

Cuaca panas akan membuat kepala pusing untuk yang memiliki tekanan darah rendah, sehingga Anda harus menggunakan penutup kepala untuk menghindarinya.

  • Jangan konsumsi alkohol

Alkohol juga perlu dihindari oleh penderita darah rendah karena akan membuat dehidrasi dan juga menjadi penyebab tekanan darah rendah.

  • Lakukan gerakan ringan saat bangun

Saat Anda bangun tidur, jangan pernah langsung berdiri. Lakukanlah gerakan-gerakan ringan di tempat tidur untuk memperlancar tekanan darah di seluruh anggota tubuh.

  • Diet seimbang

Jika Anda merada punya tanda-tanda darah rendah, jangan pernah melakukan diet ketat karena tubuh akan kekurangan nutrisi. Lakukanlah diet seimbang untuk memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup.

  • Ciri-ciri tekanan  darah tinggi
  • Sakit kepala atau pusing
  • Mual dan mutah
  • Mimisan
  • Mati rasa dan kesemutan
  • Terdapat titik darah pada mata

Tips yang dapat Anda lakukan untuk menghindari dan mengatasi hipertensi atau tekanan darah tinggi, yaitu :

  • Perbaiki dan mulailah pola hidup sehat sejak dini, olahraga secara teratur.
  • Senantiasa menjaga pola makan, hindari menggunakan garam secara berlebih, pemanis (terutama pemanis buatan), lemak jenuh, dan lain-lain.
  • Berhentilah merokok dan minum alkohol.
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal, karena hipertensi lebih sering terjadi pada seseorang yang obesitas.
  • Jagalah kondisi pikiran agar tetap tenang dan hindari kondisi stress.
  • Hindari mengkonsumsi secara berlebihan segala jenis minuman dan makanan yang mengandung kafein.

Setelah mengetahui berbagai macam ciri-ciri tekanan darah rendah dan tekanan darah tinggi, serta beberapa tips untuk menghindari dan cara mengatasinya. Kami berharap Anda dapat lebih bisa mewaspadai penyakit ini sejak dini. Dan jika Anda merasa sudah mengalami beberapa gejala seperti diatas dan semakin memburuk, sebaiknya sekarang segera periksakan kesehatan Anda ke dokter.

Baca: Waspadai Kanker Payudara

Dan semoga informasi yang kami sampaikan dapat bermanfaat untuk Anda.

Categories
Penyakit

Apa itu Hipotensi?

Hipotensi yang biasa disebut dengan tekanan darah rendah yaitu ketika kondisi tekanan darah berada dibawah 90/60 mmHg. Saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri, tekanan itulah yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah atau disebut dengan tekanan darah. (Referensi Hipotensi baca di sini)

Bila tekanan darah terlalu rendah, kondisi tersebut bisa menyebabkan aliran darah ke otak dan ke organ vilal lainnya seperti ginjal menjadi terhambat atau berkurang. Sehingga orang yang mengalami tekanan darah rendah gejalanya akan pusing, lemas, dan tubuh akan terasa tidak stabil bahkan bisa membuat kehilangan kesadaran.

Baca: Jenis Stadium Kanker

Tekanan darah ada dalam dua angka, yaitu sistolik (bilangan atas) dan tekanan diastolik (bilangan bawah). Untuk ukuran tekanan darah normal berkisar antara 90/60 mmHg dan 120/80 mmHg. Bila bilangan mencapai lebih dari 120/80 mmHG itu bisa disebut Hipertensi orang yang memiliki tekanan darah tinggi.

Ciri-ciri darah rendah

Jika Anda mengalami tekanan darah rendah maka akan menunjukan ciri seperti berikut ini :

  • Lemah dan kepala melayang
  • Pusing
  • Sesak nafas
  • Mengalami nyeri dada
  • Kehilangan keseimbagan atau merasa goyah
  • Pandangan buram
  • Pucat dan badan dingin

Penanganan awal yang dapat Anda lakukan yaitu sebaiknya Anda duduk atau berbaring terlebih dahulu, minumair putih, dan hentikan kegiatan yang sedang Anda lakukan. Gejala ini akan segera hilang setelah beberapa saat, bila Anda sudah merasa baikan lebih baik Anda hubungi dokter bila sudah sering mengalami hipotensi.

Penyebab hipotensi

Umumnya tekanan darah rendah terjadi seperti berikut ini :

  • Kehamilan.
  • Riwayat penyakit jantung.
  • Kekurangan cairan tubuh.
  • Anemia.
  • Infeksi berat.
  • Reaksi alergi berat .
  • Kekurangan vitamin.
  • Ganguan endokrin seperti diabetes dan penyakit tiroid.
  • Efek samping obat seperti obat golongan diuretik, betabloker dan nitrogliserin.
  • Kehilangan banyak darah akibat kondisi tertentu seperti cedera dan syok yang menyebabkan pendarahan hebat.
  • Kekurangan nutrisi. Vitamin B12 dan asam folat berperan dalam produksi sel darag merah, jika kekurangan salah satu atau keduanya dapat menyebabkan hipotensi.
  • Usia 65 tahun keatas.

Diagnosis Hipotensi

Hipotensi akan diketahui melalui pemeriksaan tekanan darah oleh dokter, seperti :

  1. Tes darah

Pemeriksaan ini dilakukan dokter untuk memeriksa kadar gula dan kadar hormon di dalam darah pasien.

  • Elektrokardiografi (EKG)

Elektrokardiografi bertujuan untuk mendeteksi struktur jantung yang tidak normal dan detak jantung yang tidak beraturan.

  • Ekokardiogram

Tes ini dilakukan untuk memeriksa fungsi jantung dan mendeteksi kelainan yang terjadi pada jantung.

  • Uji latih jantung ( stress test)

Tes ini dilakukan untuk menilai fungsi jantung saat melakukan aktivitas, dengan cara mmbuat jantung bekerja lebih keras, misalnya dengan meminta pasien berjalan atau berlari di atas treadmil atau memberikan obat tertentu yang meningkatkan kerja jantung.

  • Manuver valsalva

Tes ini dilakukan dengan meminta pasien mengambil napas panjang, kemudian menutup hidung dan membuang melalui mulut. Bertujuan untuk meriksa kondisi saraf dalam sistem pernapasan.

  • Tilt table test

Untuk pasien hipotensi ortostatik untuk melihat perbedaan tekanan darah saat berbaring dan berdiri.

Pengobatan hipotensi

Penanganan hipotensi yang utama adalah merubah pola makan dan gaya hidup, seperti :

  • Mengonsumsi garam dengan kadar yang tinggi.
  • Memperbanyak minum air putih.
  • Berolahgara teratur.
  • Menggunakan stoking khusus (stoking kompresi) untuk memperlancar aliran darah.

Pencegahan hipotensi

Anda harus menghindari minuman yang berkafein pada malam hari dan minuman beralkohol, setelah menyelesaikan makan untuk tidak langsung berdiri, posisi tidur kepala lebih tinggi sekitar 15 cm, hindari mengangkat beban yang berat, dan berdiri secara perlahan saat Anda sedang berbaring atau duduk.

Categories
Penyakit

Ini Gejala dan Penyebab Epilepsi Yang Terjadi Pada Tubuh

penirumasliusa com – Penyakit epilepsi tentunya tidak asing bukan? Seringkali penyebab epilepsi adalah faktor dari genetik itu sendiri bahkan bisa jadi kondisi kesehatan tubuh sendiri. Penyakit ini dikenal oleh masyarakat melalui reaksi kejang pada seseorang yang terkena epilepsi yang terjadi secara tiba-tiba.

Baca: Tips Cepat Atasi Asam Lambung

Bisa juga seseorang yang terkena ini akan mengalami perilaku yang tidak seperti biasanya dan hilang sadar. Kejang ini tentunya menjadi tanda epilepsi yang bermula dari impuls listrik yang dimiliki otak menjadi kelebihan sehingga mengakibatkan reaksi ke otot tubuh dan menimbulkan kejang.

Gejala Penyakit Epilepsi

Dalam kasus ini terkadang reaksi yang ditimbulkan juga bisa jadi berbeda-beda seperti pandangan kosong maupun gerakan lengan maupun kaki. Untuk gejalanya sendiri dapat dilihat dari sebagai berikut :

1. Kondisi Kebingungan

Dalam hal ini seseorang yang mengalami gejala epilepsi akan terasa mengalami gejalanya yaitu menjadi kebingungan sementara. Sehingga tatapan menjadi kosong dan terdiam, seperti kehilangan arah.

2. Terjadi Kejang- Kejang

Dalam hal ini seseorang akan menjadi kejang-kejang serta menimbulkan gerakan pada lengan serta pergelangan pada kaki yang tidak terkendali kemudian menjadi kehilangan kesadaran setelah itu dan jatuh pingsan.

3. Mengalami Gangguan Gejala Psikologis

Perihal dalam kasus penyakit ini menjadikan seseorang mengalami rasa takut bahkan cemas yang berlebihan bahkan juga seseorang menjadi dejavu sebab penyakit epilepsi ini yang terjadi pada seseorang tersebut.

Penyebab Terjadinya Penyakit Epilepsi

Dalam hal ini akan dibahas apa saja penyebab epilepsi sehingga bisa terjadi pada tubuh manusia. Berikut Penjelasannya :

1. Genetik Pada Seseorang

Pada pernyataan ini penyebab terjadinya epilepsi bisa juga dipengaruhi oleh faktor genetik dalam tubuh seseorang. Hal ini menjadi sebagian penyebabnya, karena dengan terdapatnya gen tertentu dalam tubuh dapat menimbulkan keadaan dimana seseorang menjadi tingkat sensitif untuk kondisi lingkungan tertentu bahkan ada yang berasal dari keluarganya sendiri.

2. Trauma Maupun Cedera Di Bagian Kepala

Tentunya seorang yang pernah mengalami trauma di bagian kepala sebab jatuh dalam berkendara maupun terbentur sesuatu yang keras dapat menjadi penyebabnya. Dalam kasus ini diharapkan seseorang lebih berhati-hati dalam beraktifitas yang bisa jadi mencederai kepala. Contohnya saja saat berkendara maupun bermain ski dengan memakai helm.

3. Pengaruh Usia

Dalam hal ini dapat dilihat dari penyebab penyakit epilepsi, hal ini terjadi biasanya pada usia kanak-kanak maupun terjadi pada usia lansia. Namun tentunya penyakit ini tidak hanya pada anak-anak saja dan lansia, akan tetapi dalam kondisi tersebut penyakit epilepsi juga bisa menyerang di berbagai usia.

4. Mempunyai Penyakit Stroke dan Pembuluh Darah

Untuk seseorang yang memiliki riwayat kesehatan stroke dan pembuluh darah juga harus berhati-hati. Sebab penyakit yang dapat menjadi kerusakan otak dan bisa juga menjadi penyakit epilepsi. Oleh sebab itu yang memiliki penyakit ini diharapkan bisa tidak mengkonsumsi seperti alkohol dan tidak merokok serta melakukan rutinitas olahraga yang baik.

Dari penyebab epilepsi ini masih ada penyebab lainnya seperti terdapat infeksi serta adanya gangguan yang terjadi pada otak, demensia maupun gangguan perkembangan pada tubuh seseorang. Namun dalam kebanyakan kasus epilepsi ini akan mengalami kejang yang sama sehingga terlihat serupa dalam kejadiannya.

Baca: Jenis Tingkatan Kanker Tubuh

Sehingga dalam kasus ini diperlukan penanganan yang tepat dalam menghadapi kondisi tersebut. Sehingga penyebab epilepsi ini bisa ditangani secara baik. Karena hal ini bisa terjadi oleh siapapun tanpa membedakan ras maupun latar belakangnya sendiri.

Categories
Penyakit

Kenali Tingkatan Kanker dan Kondisi Stadiumnya

https://penirumasliusa.com/– Penyakit kanker memiliki tingkatan (grade) dan stadium (stage). Kalau tingkatan kanker diketahui dari penilaian terhadap sifat sel kanker. Sementara itu, stadium sebagai gambaran yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan dan penyebaran sel kanker sejauh mana. Pemahaman tentang keduanya sangat penting karena dapat membantu deteksi kanker sejak dini.

Tingkatan Sel Kanker

Dai triliunan sel dalam tubuh manusia, terdapat kondisi tertentu dimana sel tumbuh secara abnormal (sel yang tidak teratur, sel baru yang tidak dibutuhkan, sel lama yang masih bertahan, dan sel yang membelah tak terkendali). Sel dalam kategori abnormal ini dapat membentuk jaringan tumor/benjolan, baik tumor jinak maupun tumor ganas (kanker).

Baca: Cara Tahu Gejala Kanker Payudara

Dalam menilai tingkatan sel kanker, harus dilakukan pemeriksaan kondisi sel kanker di bawah mikroskop. Apabila pertumbuhan sel kanker lebih lambat, tingkatannya juga lebih rendah. Sebaliknya, apabila pertumbuhan sel kanker semakin cepat, artinya berada pada tingkatan yang lebih tinggi. Penjelasan lebih lanjut, simak tingkatan sel kanker yang perlu diketahui berikut ini.

  • Tingkat 1 – Pada kondisi ini, sel kanker masih tampak seperti sel dengan pertumbuhan sel yang masih normal. Disini, belum tampak tanda-tanda sel kanker seperti sel abnormal.
  • Tingkat 2 – Sel kanker pada tingkat ini mulai menunjukkan tanda-tanda yang berbeda. Sel kanker tumbuh lebih cepat daripada pertumbuhan sel normal.
  • Tingkat 3 – Disini sudah lebih jelas bahwa sel kanker itu sel abnormal. Kemungkinan tumbuh dan menyebar juga sangat tinggi, apalagi sel ini termasuk sel aktif.

Stadium Kanker

Pertumbuhan sel abnormal tentu saja dapat membuat fungsi kerja organ-organ tubuh manusia menjadi terganggu. Dengan begitu, pemeriksaan terhadap tingkat sel kanker, ukuran tumor dan penyebarannya perlu dilakukan untuk mengetahui gambaran stadium kanker.

Bagi dokter, gambaran stadium kanker akan sangat membantu dalam mengetahui seberapa parah kanker yang diderita dan juga peluang hidupnya. Tidak hanya itu, hal ini juga berkaitan pada pertimbangan dokter dalam upaya penanganan terbaik dan tepat. Diantara tahapan atau stadium kanker yang perlu diketahui adalah sebagai berikut.

1. Stadium 0

Kondisinya masih berada di tempat awal kemunculannya, itu berarti belum ada penyebaran ke jaringan tubuh lain. Pada tahap awal, peluang keberhasilan dalam pengobatan bisa dibilang cukup efektif. Itulah mengapa deteksi kanker sejak dini memang sangat penting. Tindakan medis yang bisa dilakukan yaitu operasi pengangkatan jaringan sel kanker.

2. Stadium 1

Pada tahap ini seringkali disebut kanker stadium awal karena jaringan kanker masih berada di satu area dan berukuran kecil. Diantara upaya pengobatan yang bisa dilakukan adalah operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Namun sayangnya terkadang stadium 1 tidak terdeteksi padahal jika sejak awal terdeteksi tentunya akan lebih mudah untuk diobati.

3. Stadium 2

Tahap selanjutnya adalah stadium 2 yang tentu saja sudah harus menerima penanganan. Disini ukurannya tumbuh lebih besar dari kanker stadium 1. Pada tahap ini, kanker masih berada ditempat awal muncul dan belum ada penyebaran ke jaringan lain.

4. Stadium 3

Kalau tahap ini, sel kanker mulai menyebar ke jaringan tubuh lebih dalam dan rasa sakit akan lebih terasa sehingga lebih terdeteksi. Tetapi, tidak sampai menyebar pada bagian tubuh lainnya. Ada yang telah memulai persebarannya di sekitar kelenjar getah bening.

5. Stadium 4

Tahap selanjutnya, pertumbuhan dan penyebaran kanker telah sampai pada bagian tubuh yang lain. Setelah menyebar, pengendalian kanker akan lebih sulit. Upaya yang umumnya dilakukan paling tidak yaitu menghambat pertumbuhan sel kanker atau menghentikannya dan mengurangi keluhan yang dirasakan oleh penderita kanker.

Cari Obat Kanker Ampuh Sekaligus Konsultasi Online

Demikian pengenalan tingkatan kanker dan kondisi stadium. Berbagai upaya pengobatan kanker dapat dilakukan supaya bisa sembuh atau mengurangi rasa sakit yang diderita. Sebaiknya penanganan lebih awal segera dilakukan jika sudah didiagnosa kanker. Kalau penyakit kanker mencapai kondisi kritis atau stadium 4, pengendaliannya akan lebih sulit.

Categories
Tips Sehat

Waspadai Efek Onani Sebelum Menyesal

Teruntuk para pria, apakah selama ini suka melakukan kegiatan onani? Jika iya, coba pikir-pikir apabila hendak melakukannya. Mengapa? Karena ternyata efek onani sangat tidak baik untuk tubuh dan kesehatan, terutama untuk pria muda.

Onani merupakan kegiatan mengeluarkan sel sperma pada pria secara paksa hanya untuk memenuhi kesenangannya sendiri. Biasanya cenderung dilakukan oleh orang yang gila akan seks serta tidak kuat menahan hasrat nafsunya.

Baca: Tips Tahu Gejala Kanker Payudara

Perlu diketahui bahwa akibat dari seringnya melakukan kegiatan tersebut dapat menyebabkan berbagai efek samping dikemudian hari. Sehingga sangat perlu kiranya agar terlebih dahulu mengetahui apa saja efek onani bagi tubuh sebelum menyesal nantinya, berikut diantaranya:

1. Penurunan Kualitas Sperma

Akibat terlalu seringnya mengeluarkan sperma secara paksa (onani) dampak yang bisa dirasakan adalah menurunnya kualitas pada sperma. Mengapa dikatakan demikian? sebab ketika melakukan onani secara berlebih, maka sel sperma yang mulanya belum siap diproduksi, akhirnya keluar secara paksa. Atau bisa jadi sel sperma tidak lagi bisa membuahi ovum.

2. Mengalami Impotensi

Efek onani berikutnya adalah berupa gangguan impotensi. Hal tersebut berupa adanya gangguan pada saraf parasimpatik yang mengganggu sampainya rangsangan seksual dari otak. Sehingga seorang pria tidak bisa ereksi alat vitalnya sekalipun telah terangsang.

3. Kebocoran Katup Air Mani

Akibat terlalu seringnya melakukan onani mengakibatkan rusaknya saraf. Sehingga kemudian mempengaruhi katup yang mengatur saluran keluar masuknya air mani. Kerusakan tersebut membuat cairan mani keluar tiba-tiba sekalipun penis tidak sedang ereksi.

4. Menyebabkan Rasa Nyeri Punggung Dan Selangkangan

Tidak mengherankan jika seorang pria kerap kali merasakan rasa nyeri di bagian punggung atau selangkangan adalah yang gemar melakukan onani. Efek tersebut bisa dirasakan apabila terlalu sering melakukannya, bahkan hampir setiap harinya.

5. Kebotakan

Apabila tidak ingin rambut cepat rontok maka sebaiknya hindari onani apabila tidak dibutuhkan. Efek onani paling umum dan banyak dirasakan oleh pria muda maupun dewasa adalah botak di usia dini. Hal ini disebabkan karena kegiatan tersebut sangat berpengaruh pada hormon rambut.

6. Mudah Merasa Letih

Pengalaman orgasme memang menjadi suatu hal yang ditunggu-tunggu dalam hubungan seksual, sehingga terkadang diperlukan onani untuk membantu memunculkannya. Akan tetapi, jika onani terlalu sering dilakukan dampaknya adalah otot-otot akan mudah lelah sekalipun tidak melakukan pekerjaan berat.

7. Ejakulasi Dini

Salah satu penyebab terjadinya ejakulasi dini pada pria adalah karena otot-otot pada penis tidak bisa menstimulasi respon sentuhan dengan baik. Sehingga apabila pasangan menyentuhnya, sekalipun hasrat seksual berkata ingin, namun Mr. P tidak bisa terangsang.

8. Dihantui Rasa Bersalah

Sangat perlu diketahui bahwa dalam agama mana saja onani sangat keras ditentang apabila tidak dilandasi dengan sebab-musabab yang kuat. Mengapa? karena kegiatan tersebut lebih banyak memberikan dampak negatif daripada positifnya. Setelah mengetahuinya, maka seorang pria akan merasa berdosa dan bersalah.

9. Masturbasi Kronis

Masturbasi kronis merupakan akibat lain dari kegiatan onani secara berlebihan. Dimana Masturbasi kronis membuat pelaku onani mendapatkan senyawa kimia dari otak yang mengakibatkan penyakit-penyakit kronis dengan mudah dapat menyerang tubuh.

10. Varikokel

Efek dari melakukan onani yang terakhir dan cukup bahaya adalah pria akan mengalami gangguan varikokel. Gejalanya seperti varises yang muncul pada penis. Hal ini diakibatkan pelaku onani terlalu bergairan menjepitkan penisnya secara ekstrim.

Baca: Kok Bisa Mens Tidak Teratur?

10 efek onani di atas semoga bisa menjadikan para pria sadar dan sebisa mungkin menghindarinya. Apalagi yang masih berusia muda, jangan sampai gagal memiliki keturunan karena sel sperma melemah akibat terlalu sering melakukan onani.