Categories
Penyakit

6 Penyebab Pneumothorax yang Harus Anda Waspadai

Penyebab Pneumothorax

Pneumothorax merupakan kondisi dimana terjadinya penumpukan udara pada rongga pleura. Pleura sendiri terletak di celah antara lapisan pelindung paru-paru dan dinding dada yang ada di bagian dalam. Kondisi ini akan membuat paru-paru menjadi mengempis karena adanya dorongan udara. Lantas apa yang menjadi penyebab Pneumothorax tersebut? Berikut ini penjelasannya.

Penyebab Pneumothorax

Biasanya, penyakit ini disebabkan oleh cedera dada yang tumpul atau tembus, prosedur medis tertentu, atau kerusakan akibat penyakit paru-paru, dan terkadang dapat terjadi tanpa alasan yang jelas. Untuk lebih lengkapnya berikut ini penjelasan mengenai berbagai penyebab pneumothorax.

1. Penyakit Paru-Paru

Secara umum, jaringan paru-paru yang rusak cenderung lebih mudah untuk mengalami kolaps. Kerusakan ini bisa disebabkan oleh berbagai jenis penyakit yang bisa memicunya. Misalnya saja penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), pneumonia dan juga fibrosis kistik.

2. Cedera pada Dada

Cedera akibat benda tumpul atau yang tembus di dada, biasanya akan menyebabkan paru-paru menjadi kolaps. Umumnya, cedera bisa terjadi saat serangan fisik atau kecelakaan mobil. Akan tetapi cedera lain dapat terjadi secara tidak sengaja selama prosedur medis yang melibatkan penusukan jarum di dada.

3. Pecahnya Kantung Udara

Blebs (kantung udara yang kecil) yang terbentuk di bagian atas paru-paru. Terkadang kantung tersebut pecah. Sehingga menyebabkan udara bocor ke ruang di sekitar paru-paru.

4. Ventilasi Mekanis

Dalam kasus pneumotoraks berat, dapat terjadi pada orang yang membutuhkan alat bantu pernapasan. Alat bantu, seperti ventilator, dapat menyebabkan ketidakseimbangan tekanan udara di dalam dada, yang biasanya dapat menyebabkan paru-paru menjadi kolaps total.

5. Pecahnya Kavitas pada Paru-Paru

Kavitas adalah kantung abnormal yang biasa terbentuk dalam paru-paru. Umumnya, kavitas disebabkan oleh adanya infeksi seperti tuberkulosis atau tumor. Kantung ini bisa pecah kapan saja dan menyebabkan pneumothorax.

6. Asma

Asma merupakan penyakit yang disebabkan oleh peradangan pada saluran udara. Sehingga akan membuat saluran pernapasan menjadi bengkak dan lebih sensitif. Serta, akan membuat saluran pernapasan akan menyempit dan berakibat udara yang masuk ke paru-paru akan terbatas.

Faktor Resiko Pneumothorax

Selain mengetahui berbagai hal yang bisa menjadi faktor penyebab pneumothorax. Anda juga harus mengetahui beberapa faktor resiko yang bisa membuat seseorang lebih rentan untuk terserang pneumothorax. Berikut ini daftarnya.

1. Jenis Kelamin

Secara umum, pria lebih mudah untuk terserang pneumothorax jika dibandingkan dengan wanita.

2. Usia

Pneumothorax, yang disebabkan oleh gelembung udara yang meledak, lebih sering terjadi pada orang berusia antara 20 dan 40 tahun, terutama pada orang yang sangat tinggi dan kurus.

3. Merokok

Risiko dari pneumothorax akan meningkat seiring dengan waktu merokok yang lebih lama dan jumlah batang rokok yang Anda hisap.

4. Genetik

Beberapa jenis pneumothorax menimpa orang dengan riwayat keluarga yang juga mengalami pneumothorax.

5. Penyakit Paru-Paru

Ketika mempunyai kondisi penyakit paru-paru tertentu, seperti COPD, dapat menyebabkan paru-paru Anda mengalami kolaps lebih parah.

6. Ventilasi Mekanik

Pasien yang membutuhkan ventilasi mekanik atau alat bantu pernapasan untuk membantunya bernapas berisiko lebih tinggi terkena pneumothorax.

7. Pernah Menderita Pneumothorax

Seseorang yang pernah mengalami pneumothorax memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang lain yang belum pernah mengalami kondisi ini.

Seperti itulah penyebab pneumothorax dan faktor resiko yang bisa membuat Anda lebih mudah untuk terserang penyakit ini. Setelah Anda mengetahui hal ini, akan lebih baik untuk Anda menghindari pola hidup merokok agar mengurangi resiko terkena penyakit pneumothorax.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *