Categories
Penyakit

Agranulosit: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

gambar sel agranulosit

penirumasliusa.com – Agranulosit adalah jenis sel darah putih yang berisi granul mikroskopik, bentuknya seperti kantung kecil, berisi enzim. Enzim inilah yang digunakan oleh sel untuk “mengunyah” mikroorganisme. Bila terjadi infeksi, baik yang disebabkan oleh bakteri, virus, maupun parasit, enzim di dalam granulosit inilah yang melakukan perlawanan alias melakukan fungsi imunitas. Granulosit adalah sel imun pertama yang tiba di lokasi infeksi.

Dari penjelasan tersebut, kemudian mudah disimpulkan, apa itu agranulosit? Agranulosit adalah kondisi di mana pengurangan jumlah granulosit dalam tubuh terjadi. Bila granulosit di dalam tubuh berkurang, maka kekuatan tubuh untuk melawan infeksi menjadi lemah. Akibatnya, apabila tubuh diserang mikroorganisme, tubuh dapat mengalami serangan serius, sekali pun infeksi yang terjadi hanyalah infeksi kecil. Oleh sebab itu, agranulosit memicu terjadinya infeksi bakteri yang berulang. Infeksi bisa terjadi di kulit, paru-paru, tenggorokan, dan bagian tubuh lain. 

Penyebab terjadinya agranulositosis:

  • Konsumsi obat tertentu
  • Terpapar zat kimia berbahaya seperti Arsenik dan Merkuri
  • Penyakit kanker atau tumor
  • Infeksi parah
  • Terpapar radiasi
  • Penyakit autoimun
  • Kekurangan vitamin B-12 dan asam folat
  • Kemoterapi

Dikutip dari Healthline, sebagian besar kasus agranulositosis, sekitar 70 persen kasus,  terjadi disebabkan oleh konsumsi obat-obatan antitiroid, antiinflamasi, antipsikotik, dan antimalaria. Selain penyebab-penyebab di atas, agranulosit juga bisa disebabkan oleh faktor genetik atau bawaan, misalnya yang terjadi pada pasien leukemia. Agranulosit disebut lebih rentan terjadi pada wanita dibanding pria dan dapat dialami oleh semua umur. Khusus untuk kondisi agranulosit bawaan, lebih sering ditemukan pada anak-anak. 

Gejala-gejala agranulosit:

  • Demam
  • Kedinginan atau menggigil
  • Borok di mulut, tenggorokan, atau saluran pencernaan.
  • Infeksi kronis di gusi, tenggorokan, atau kulit.
  • Tekanan darah rendah
  • Lemas
  • Pusing
  • Sering batuk dan pilek
  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Mendiagnosa Agranulosit

Dokter mendiagnosis agranulosit dengan cara memeriksa riwayat pengobatan pasien. Dokter akan melihat apa saja perawatan atau pengobatan yang diberikan pada pasien, serta apa saja gejala penyakit yang dideritanya. Sampel darah dan urin diperiksa untuk mengetahui apakah ada infeksi dan untuk mengetahui jumlah sel darah putih dalam tubuh pasien. Apabila dokter mencurigai adanya masalah pada sumsum tulang, maka sampel sumsum tulang juga perlu diperiksa. Pemeriksaan gen juga dilakukan untuk melihat apakah ada bawaan agranulosit dalam tubuh pasien. Tidak jarang, pasien juga melakukan serangkaian tes untuk pemeriksaan penyakit autoimun demi diagnosis yang lebih akurat.

Waspadai Kanker Serviks Wanita

Agranulositosis Memicu Sepsis

Agranulositosis membuat pasien rentan terhadap segala jenis infeksi. Ini berbahaya jika infeksi tidak diobati atau dibiarkan terjadi berulang-ulang karena dapat menyebabkan komplikasi, salah satunya sepsis. Sepsis adalah infeksi yang terjadi di dalam darah. Bila tidak diobati, sepsis bisa berakibat fatal, bahkan menyebabkan kematian. Gejala sepsis diantaranya, detak jantung meningkat, napas cepat, dan kehilangan kesadaran.

Dengan pengobatan yang tepat dan tidak terlambat, harapan kesembuhan pasien agranulositosis menjadi lebih baik. Di banyak kasus, kondisi agranulositosis terhitung bisa dikendalikan. Pada pasies agranulositosis yang disebabkan oleh infeksi virus akan mengalami perbaikan kondisi atau pulih dengan sendirinya. 

Pengobatan Agranulositosis

  • Berhenti mengonsumsi obat pemicu agranulositosis.

Apabila kondisi agranulositosis pasien disebabkan oleh konsumsi obat tertentu, maka dokter yang bertanggung jawab akan kondisi pasien dan akan merekomendasikan obat lain sebagai alternatif. Dokter akan memonitor tes darah pada pasien untuk melihat apakah jumlah sel darah putih meningkat setelah perawatan dilakukan selama dua minggu. Jika mengganti obat bukanlah pilihan, maka dokter akan memeriksa dan mengawasi dengan ketat gejala-gejala awal infeksi pada pasien.

  • Antibiotik

Antibiotik diresepkan untuk mencegah terjadinya infeksi baru. Selain antibiotik, dokter juga meresepkan obat-obatan antivirus atau antijamur.

  • Injeksi G-CSF

Untuk menstimulasi produksi granulosit, pasien diberikan injeksi G-CSF (Granulocyte colony-stimulating factor). Injeksi ini berupa hormone yang berfungsi untuk merangsang sumsum tulang belakang untuk memproduksi lebih banyak sel darah putih. Injeksi ini biasanya diberikan pada pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi. 

  • Obat Penekan Imun

Obat ini diberikan kepada pasien dengan penyakit autoimun. Obat penekan imun berupa steroid, diberikan untuk mengurangi serangan imun pada sel darah putih dan sumsum tulang.

  • Infusi Granulosit

Pasien bisa diberikan transfusi granulosit. Meski jarang, namun kasus ini bisa terjadi. Sama seperti transfuse darah, sel pendonor harus cocok dengan sel darah pasien. Pendonor biasanya masih memiliki hubungan darah atau saudara dan diberikan injeksi G-CSF untuk menambah produksi granulosit dalam darah mereka. 

  • Transplantasi Sumsum Tulang Belakang

Apabila segala jenis pengobatan di atas tidak berhasil, dokter mungkin mempertimbangkan tindakan transplantasi sumsum tulang belakang. Dalam pengobatan ini, sumsum dari pendonor yang sehat menggantikan sumsum pasien. Sumsum yang baru akan memproduksi sel-sel darah putih yang sehat. Hanya saja, mendapatkan donor yang cocok untuk transplantasi sumsum tulang belakang tidaklah mudah. 

Ini Jenis Stadium Kanker

Agranulosit tidak bisa dicegah, karena kondisi ini muncul berkaitan dengan kondisi lain. Yang bisa dilakukan oleh pasien hanya mencegah terjadinya infeksi dengan pemenuhan gizi yang cukup, istirahat, dan menghindari kerumunan. Namun, dengan diagnosis yang tepat serta penanganan yang cepat, agranulosit bisa diatasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *