Categories
Makanan Tips Sehat

Dada atau Paha Ayam, Lebih Sehat yang Mana?

penirumasliusa.com – Ayam adalah salah satu menu favorit yang disukai oleh banyak orang. Berbagai menu olahan ayam pun tersedia, mulai dari fried chicken, steak ayam, skin, dan masih banyak lagi. Jika Anda pergi ke restoran pun, pasti akan ditanyai hendak memesan menu masakan ayam bagian apa, dada atau paha ayam? 

baca: Makanan yang Bagus untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ada sebagian orang yang tidak mempermasalahkan bagian dada atau ayam yang hendak disajikan, namun ada juga yang merasa keberatan sehingga memilih bagian tertentu. Nah, sebenarnya manakah bagian ayam yang lebih sehat? Yuk kita cari tahu nilai perbandingan gizi antara paha dan dada ayam berikut ini!

Perbandingan Gizi Antara Paha dan Dada Ayam

Jika Anda ditawari hendak makan dada atau paha ayam, apakah yang Anda pertimbangkan? Umumnya, paha ayam lebih disukai orang karena lebih murah dan lebih mudah diolah daripada dada ayam. Namun, disisi lain, dada ayam lebih ekonomis karena bisa mendapatkan lebih banyak daging dan sedikit kulit. Lalu, bagaimanakah jika ditinjau dari sisi kesehatan? Yuk kita kupas satu per satu pada ulasan berikut.

Protein

Dada dan paha ayam merupakan makanan dengan sumber protein hewani yang baik. Dalam satu potong paha ayam panggang dengan berat 85 gram, kandungan proteinnya sebesar 21 gram. Sementara itu, dalam dada ayam yang dengan ukuran serupa, jumlah protein yang dikandungnya lebih tinggi yaitu 25 gram. Itu artinya, kandungan protein dada ayam lebih banyak daripada kandungan protein di paha ayam. 

Perhatikan pula kebutuhan protein tiap harinya. Asupan protein bagi wanita adalah 46 gram per hari, sedangkan bagi pria adalah 56 gram tiap hari. Artinya, Anda bisa memperhitungkan sendiri manakah yang akan Anda pilih antara dada atau paha ayam dan seberapa banyak yang harus dikonsumsi. Asupan protein yang cukup ini penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh, pertumbuhan sel, dan pembentukan massa otot.

Lemak 

Perbandingan yang paling jelas bisa Anda lihat pada kandungan lemak antara paha dan dada ayam. Ya, ternyata dada ayam mengandung lemak lebih rendah daripada paha ayam. Hal ini ditunjukkan pada tiap 85 gram dada ayam panggang yang mengandung 7 gram lemak total dan 2 gram lemak jenuh. Jika dikalkulasi, jumlah ini 10 persen dan 9 persen asupan harian lemak yang disarankan. Berbeda dengan paha ayam dengan porsi yang sama mengandung 13 gram lemak total dan 3.5 gram lemak jenuh. Jika dihitung, jumlah tersebut setara dengan 20 persen asupan harian lemak total dan 18 persen lemak jenuh yang disarankan. 

Dengan kata lain, Anda bisa mengonsumsi dada ayam dengan lemak yang rendah dalam jumlah yang lebih banyak daripada paha ayam. Meski demikian, Anda bisa menyingkirkan bagian kulit pada dada dan paha ayam sebelum dikonsumsi untuk menurunkan kandungan lemaknya.

Kalori

Ditinjau dari kandungan kalori, perbedaan antara dada ayam dan paha ayam cukup timpang. Hal ini ditunjukkan per 85 gram dada ayam mentah yang mengandung 170 kalori, sedangkan pada paha ayam mengandung 210 kalori pada ukuran yang sama. Dari data tersebut, dapat terlihat bahwa paha ayam mengandung paha ayam dengan jumlah kalori yang lebih tinggi daripada dada ayam.

Kolesterol

Perbedaan kolesterol antara dada dan paha ayam tergolong sedang. Setiap 85 gram dada ayam, kandungan kolesterolnya 70 miligram atau 24 persen dari asupan kolesterol harian yang disarankan. Sedangkan dengan porsi yang sama, kandungan kolesterol pada paha ayam adalah 80 miligram atau 26 persen asupan harian yang disarankan.

Terlalu banyak mengonsumsi kolesterol dan lemak jenuh tidak baik bagi kesehatan karena mampu meningkatkan risiko penumpukan plak di pembuluh darah sehingga menimbulkan penyakit jantung. Untuk itu, disarankan untuk membatasi asupan kolesterol harian sebanyak 200 miligram, terutama bagi penderita jantung koroner.

Perhatikan Cara Pengolahan yang Memengaruhi Nilai Gizinya

Angka perkiraan nilai gizi di atas dilihat dari daging mentahnya. Teknik memasak dan penambahan bumbu tertentu akan mengubah nilai gizi, terlepas dari bagian ayam mana yang Anda pilih. Baik dada ayam maupun paha ayam tidak mengandung karbohidrat. Namun, apabila ditambahkan saus barbeque, tepung, madu, maka karbohidrat akan bertambah. Jika Anda tidak ingin mengonsumsi karbohidrat, sebaiknya hindari tambahan saus maupun lapisan tepung. Begitupula dengan kulit ayam yang bisa meningkatkan kalori dan lemak.

Simak: Banyak Masalah? Pertimbangkan Cuti Dulu

Teknik memasak dengan menggoreng dan ungkep bisa menambah nilai kalori dari makanan. Maka dari itu, disarankan untuk mengolahnya dengan cara memanggang, mengukus, dan merebus supaya lebih sehat dan mengurangi jumlah kalori maupun lemak. Sebelum diolah, pastikan untuk membersihkannya terlebih dulu untuk mengurangi perpindahan bakteri dari daging ayam mentah. Cuci tangan dengan sabun juga penting baik sebelum maupun sesudah mengolah daging ayam.

Categories
Tips Sehat

Stress Berat? Pertimbangkan untuk Cuti Kerja Dulu dengan Alasan Ini

Sekitar 6 persen masyarakat Indonesia mengalami gejala depresi dan kecemasan serta ada 400.000 penderita skizofrenia. Tentu saja, sebanyak 6 persen masyarakat Indonesia tersebut tidak semuanya mendapatkan perawatan intensif dari rumah sakit jiwa sebagai pasien. Bahkan, fakta menunjukkan bahwa ada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih terlihat beraktivitas rutin selayaknya orang normal lainnya, termasuk bekerja. Bekerja memberikan peran penting yang harus dipertahankan karena mampu memulihkan kondisi dengan menyediakan rutinitas sehari-hari, memberikan makna, serta tujuan hidup. Bahkan, dengan bekerja pula, segala dukungan sosial dan kestabilan finansial bisa terpenuhi. 

Baca: Hati-Hati Bahaya Kurang Tidur

Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan ketika bekerja yaitu kondisi badan dan pikiran harus fit. Seperti halnya ketika seorang karyawan sakit flu atau masuk angin yang dianjurkan istirahat di rumah, maka apabila ada karyawan yang memiliki masalah kesehatan mental berupa depresi, juga harus mendapatkan fasilitas cuti sakit. Seberapa pentingkah cuti sakit bagi karyawan yang sedang stress berat? Yuk simak ulasan selengkapnya dibawah ini!

Alasan Pentingnya Cuti Sakit bagi Karyawan yang Mengalami Gangguan Psikologis

Karyawan yang mengambil cuti kerja karena masalah kesehatan mental, biasanya dipicu oleh stres pekerjaan, kegelisahan deadline, dan depresi. Tahukah Anda, masalah kesehatan mental ini bisa memengaruhi cara berpikir seseorang, merasakan, hingga berperilaku. Bahkan, seseorang yang depresi seperti gangguan kecemasan, serangan panik, atau bipolar mudah mengalami beberapa hal berikut ini yaitu kelelahan, penurunan kepercayaan diri dan konsentrasi, berkurangnya minat bekerja dan beraktivitas, dan nafsu makan yang berkurang. Jadi, bisa dibayangkan bukan, bagaimana jadinya jika Anda sedang depresi, namun tetap memaksakan diri untuk berangkat bekerja?

Parahnya, gejala depresi dapat memakan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu tanpa menunjukkan gejala fisik yang berarti. Inilah yang mengakibatkan penderita gangguan mental sering mengabaikan tanda-tanda peringatan dan gejala sakit mental, hingga akhirnya penderita tersebut benar-benar sakit. Jadi, perlu dipertimbangkan dengan baik kondisi mental Anda supaya tidak bertambah parah dan memengaruhi performa fisik Anda.

Tahukah Anda, stres dan depresi rupanya juga berkaitan dengan sakit jantung lho? Sudah ada dua penelitian yang menunjukkan bahwa depresi meningkatkan potensi seseorang mengalami serangan jantung. Dengan kata lain, gangguan depresi ini secara lebih lanjut tidak hanya menghambat dirinya sendiri saja, namun secara tidak langsung juga mengganggu kehidupan lingkungan kerja, terutama saat fase depresifnya muncul. Seorang pengacara sekaligus editor hukum di XpertHR, Melisa Burdorf, mengungkapkan bahwa stress memengaruhi performa karyawannya saat bekerja dan menjadi awal mula munculnya masalah didalam maupun diluar kantor yang lebih besar. 

Disisi lain, untuk dapat hidup normal dan bekerja lebih efisien serta produktif, karyawan harus merasa sejahtera terlebih dulu, baik secara fisik maupun mentalnya. Maka dari itu, penting untuk cuti sakit ketika depresi demi memperbaiki kesehatan mental. Dengan demikian, karyawan tersebut bisa lebih optimal dalam mengisi ulang tenaga, menyegarkan, dan mengatur ulang perspektif, serta membiarkan tubuh dan pikiran Anda istirahat sejenak.

baca: Efek Jika Melakukan O*nani

Berbeda ketika Anda merasa lelah, maka ada kemungkinan akan hilang kesabaran dalam menghadapi masalah maupun cara pandang yang logis, sehingga menyebabkan kinerja dan komunikasi yang buruk. Dalam dunia kerja, apabila kedua hal ini terganggu, maka akan merugikan karir pekerja sebagai indivivual maupun bisnis kantor. 

Atas dasar itulah, maka Burdorf menyarankan pada para atasan maupun organisasi untuk memperbolehkan karyawannya yang rentan mengalami stres atau depresi supaya cuti sakit dan beristirahat di rumah supaya lebih handal dan kuat ketika kembali bekerja. 

Apa yang Harus Dilakukan Karyawan Ketika Ingin Cuti demi Memulihkan Kesehatan Mentalnya?

Jika Anda diperbolehkan untuk cuti sakit karena stress, maka Anda termasuk salah satu karyawan yang beruntung. Pasalnya, minta cuti sakit karena stress masih sulit dilakukan di Indonesia. Hal ini karena Indonesia belum memiliki aturan spesifik terkait diperbolehkkannya karyawan meninggalkan kantor untuk mendapatkan pengobatan mental. Di negara sekelas Inggris pun, hanya 7 dari 10 bos dan supervisor yang percaya bahwa stress bukanlah alasan yang tepat untuk cuti sakit.

Beruntungnya, di Indonesia terdapat peraturan pemerintah yang mengizinkan pekerja cuti sakit selama 1 hingga 14 hari dengan syarat harus melampirkan surat keterangan dokter. Dengan demikian, Anda bisa konsultasi ke dokter demi mendapatkan perawatan sekaligus surat keterangan harus istirahat di rumah. Kalaupun Anda tidak menyadari bahwa memiliki gangguan jiwa dan tidak berobat ke fasilitas kesehatan, sebaiknya gunakan alasan pribadi pada surat cuti Anda. Hanya saja, pastikan tidak menggunakan alasan pribadi secara berulang supaya tidak dicap buruk oleh bos. Sampaikan kepada bos dan atasan, alasan cuti Anda dengan cara yang baik dan tidak memicu perdebatan atau pertanyaan. 

baca: Tips Tepat Cuci Tangan

Ingat, jangan sampai berbohong jika Anda benar-benar membutuhkan waktu untuk cuti sakit demi kondisi fisik dan mental yang terjaga.

Categories
Tips Sehat

Pentingnya Mencuci Tangan Setelah Keluar dari Toilet

Apakah Anda termasuk orang yang selalu mencuci tangan setelah keluar dari toilet? Jika iya, apakah Anda yakin sudah mencuci tangan dengan benar? Dilansir dari situs populer, hampir 60 persen masyarakat tidak mencuci tangan setelah keluar dari kamar mandi atau toilet. Sementara itu, 40 persen sisanya mencuci tangan, namun hanya 10-15 persennya saja yang menggunakan sabun. Padahal, mencuci tangan dengan benar setelah keluar dari kamar mandi atau toilet sangat penting bagi kesehatan.Apalagi langkah mencuci tangan adalah upaya paling efektif supaya Anda terhindar dari berbagai penyakit menular. 

Baca Tips Sehat Lainnya

Biar lebih jelas, yuk kita simak pentingnya mencuci tangan usai dari kamar mandi atau toilet pada ulasan berikut!

Fungsi Mencuci Tangan Setelah Keluar dari Toilet untuk Mencegah Penyebaran Penyakit

Penularan penyakit bisa terjadi melalui berbagai cara. Salah satunya yang paling mudah adalah melalui sentuhan. Padahal, tangan merupakan rumah ternyaman bagi bakteri bahkan virus yang menyebabkan penyakit menular. Tahukah Anda, ada sekitar lima ribu bakteri yang menghuni kedua tangan Anda setiap waktu. Maka, apabila Anda melakukan sentuhan tangan, baik secara langsung dengan kulit orang lain ataupun menyentuh benda, menjadi salah satu sarana penyebaran bakteri baik dari maupun ke tubuh Anda.

Sarana penyebaran bakteri menular juga bisa terjadi ketika Anda tidak mencuci tangan setelah keluar dari kamar mandi. Sayangnya, kebiasaan ini sering tidak disadari oleh kebanyakan orang. Coba perhatikan ilustrasinya berikut ini. Misalnya saja Anda mengidap penyakit diare, lalu buang air besar di toilet. Setelah itu, Anda tidak mencuci tangan setelah keluar dari toilet. Selanjutnya, Anda bersalaman dengan orang lain. Kemudian, orang tersebut secara tak sengaja mengucek kedua mata ataupun makan menggunakan tangan tanpa mencuci tangan terlebih dulu. Jika sudah demikian, maka besar kemungkinan orang yang Anda ajak salaman tersebut mengalami infeksi yang sama ataupun infeksi di bagian lain akibat perpindahan bakteri dari Anda melalui sentuhan tangan.

Tahukah Anda, feses (kotoran) manusia atau hewan merupakan ladang dari bakteri berbahaya? Ya, di dalam feses tersebut terdapat bakteri berbahaya seperti Salmonella, E. Coli, dan norovirus yang menyebabkan diare. Tidak hanya itu saja, feses manusia juga bisa menyebarkan beberapa infeksi pada sistem pernapasan seperti adenovirus dan penyakit tangan-kaki-mulut. Saking berbahayanya, ada banyak patogen lain yang bisa ditularkan melalui tangan yang tidak dicuci setelah keluar dari toilet, misalnya hepatitis A, flu, bronkiolitis, dan meningitis.

Apabila digambarkan, dalam satu gram kotoran manusia berisi satu triliun bakteri. Nah, bisa dibayangkan bukan, berapakah bakteri tersebut dapat merambat ke tangan setelah Anda bersih-bersih popok bayi ataupun usai buang air besar? Sudah pasti, ada banyak bakteri yang akan bergabung dengan bakteri lain pada tangan Anda. Selain menjijikkan, hal ini sangat berbahaya lho!

Orang-orang sekitar akan berisiko mengalami penularan penyakit hanya karena Anda enggan mencuci tangan setelah keluar dari toilet. Mekanisme penularannya pun bisa melalui cara tidak langsung. Sebagai contoh, Anda menyentuh beberapa benda di kamar mandi atau toilet seperti gagang pintu kamar mandi, bilik toilet, gagang flush, tutup kloset, selang, dan kran wastafel. Jika tidak segera mencuci tangan setelah keluar kamar mandi, Anda berisiko tertular penyakit ataupun menularkan penyakit. Pasalnya, benda-benda tersebut sudah lebih dulu disentuh oleh orang lain yang mungkin sedang sakit sehingga membawa bakteri atau virus di tangannya.

Masa Hidup Bakteri Dapat Bertahan Lama di Permukaan Benda Sekitar

Beberapa jenis bakteri dan virus yang ada di kamar mandi memiliki masa hidup yang berbeda-beda. Salah satunya, ada yang dapat hidup hingga dua jam di permukaan benda yang mereka hinggapi. Jadi, meskipun Anda dalam kondisi sehat sekalipun, apabila orang sebelum Anda yang menggunakan kamar mandi sakit, dapat meninggalkan bakteri penyakitnya dan kemungkinan ditangkap oleh Anda. Apalagi, makhluk berupa bakteri dan virus tersebut termasuk mikroskopis alias tidak bisa dilihat secara kasat mata. Oleh karena itu, Anda tetap tidak bisa tahu siapa saja yang sedang sakit dan membawa bakteri berbahaya atau tidak.

Berdasarkan penjelasan di atas, penyakit dapat menyebar di satu area tertutup apabila penghuninya tidak rajin mencuci tangan setelah menggunakan toilet ataupun setelah bersin dan batuk. Ditambah lagi, suatu bakteri dan virus dapat berkembang biak dengan pesat apabila berada di lingkungan lembab dan minim sirkulasi udara. Nah, kamar mandi adalah lingkungan yang cocok untuk bakteri tersebut.

Kapan Saja Waktu yang Tepat untuk Mencuci Tangan?

Tidak hanya setelah keluar dari kamar mandi, Anda dianjurkan untuk mencuci tangan sebelum makan, setelah beraktivitas di luar rumah, setelah memegang hewan peliharaan, sebelum dan setelah mengunjungi orang sakit, serta setelah batuk dan bersin supaya tidak menularkannya ke orang lain.

Lakukan cara mencuci tangan yang benar supaya bakteri dan virus yang menempel di tangan benar-benar hilang ya!

referensi:

https://www.cdc.gov/handwashing/when-how-handwashing.html
https://ngovee.com/gaya-hidup/coronavirus-cara-cuci-tangan-yang-baik-dan-benar/
https://www.nhs.uk/live-well/healthy-body/best-way-to-wash-your-hands/

Categories
Tips Sehat

5 Ciri-Ciri Darah Rendah dan Darah tinggi

penirumasliusa.com – Masih banyak orang menganggap tekanan darah rendah dibawah 90/60 mmHg dan darah tinggi diatas 120/80 mmHg merupakan hal yang sangat diremehkan pada setiap orang. Akan tetapi bila dibiarkan begitu saja tanpa adanya pengobatan dan pencegahan tentunya dapat menimbulkan penyakit tertentu dan efek yang ditimbulkan bisa sangat berbahaya dan mengancam nyawa seseorang. Tentunya Anda tidak ingin terjadi seperti itu bukan?.

Anda harus mengetahui ciri-ciri orang yang memiliki tekanan darah rendah dan darah tinggi, serta tips yang dapat Anda lakukan untuk menghindarinya sebagai berikut :

  1. Ciri-ciri tekanan darah rendah
  2. Sering sakit kepala (pusing).
  3. Sering mengalami kebingungan dan sering menguap.
  4. Penglihatan kadang-kadang kabur ( berkunang-kunang) dan tampak pucat.
  5. Cepat merasa lelah saat beraktivitas dan denyut nadi lemah.
  6. Berkeringat dingin ( di telapak kaki dan tangan ).

Tips yang dapat Anda lakukan untuk menghindari dan mengatasi hipotensi atau tekanan darah rendah, yaitu :

  • Banyak minum air mineral

Bila Anda memiliki tekanan darah rendah sangat disarankan untuk minum 2-3 liter air per hari, bahkan perlu banyak saat cuaca panas. Cara ini bertujuan agar tubuh terhindar dari dehidrasi dan aliran darah mencadi lancar.

  • Perbanyak konsumsi sodium

Kandungan sodium banyak ditemukan pada makanan asin, khususnya garam. Cara ini bertujuan untuk menaikan tekanan darah dan menambah volume darah.

  • Jangan lewatkan sarapan

Sarapanlah dengan secukupnya untuk memberi energi yang cukup hingga siang hari, jangan sampai berlebihan karena tekanan darah akan turun saat proses pencernaan.

  • Hindari cuaca panas

Cuaca panas akan membuat kepala pusing untuk yang memiliki tekanan darah rendah, sehingga Anda harus menggunakan penutup kepala untuk menghindarinya.

  • Jangan konsumsi alkohol

Alkohol juga perlu dihindari oleh penderita darah rendah karena akan membuat dehidrasi dan juga menjadi penyebab tekanan darah rendah.

  • Lakukan gerakan ringan saat bangun

Saat Anda bangun tidur, jangan pernah langsung berdiri. Lakukanlah gerakan-gerakan ringan di tempat tidur untuk memperlancar tekanan darah di seluruh anggota tubuh.

  • Diet seimbang

Jika Anda merada punya tanda-tanda darah rendah, jangan pernah melakukan diet ketat karena tubuh akan kekurangan nutrisi. Lakukanlah diet seimbang untuk memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup.

  • Ciri-ciri tekanan  darah tinggi
  • Sakit kepala atau pusing
  • Mual dan mutah
  • Mimisan
  • Mati rasa dan kesemutan
  • Terdapat titik darah pada mata

Tips yang dapat Anda lakukan untuk menghindari dan mengatasi hipertensi atau tekanan darah tinggi, yaitu :

  • Perbaiki dan mulailah pola hidup sehat sejak dini, olahraga secara teratur.
  • Senantiasa menjaga pola makan, hindari menggunakan garam secara berlebih, pemanis (terutama pemanis buatan), lemak jenuh, dan lain-lain.
  • Berhentilah merokok dan minum alkohol.
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal, karena hipertensi lebih sering terjadi pada seseorang yang obesitas.
  • Jagalah kondisi pikiran agar tetap tenang dan hindari kondisi stress.
  • Hindari mengkonsumsi secara berlebihan segala jenis minuman dan makanan yang mengandung kafein.

Setelah mengetahui berbagai macam ciri-ciri tekanan darah rendah dan tekanan darah tinggi, serta beberapa tips untuk menghindari dan cara mengatasinya. Kami berharap Anda dapat lebih bisa mewaspadai penyakit ini sejak dini. Dan jika Anda merasa sudah mengalami beberapa gejala seperti diatas dan semakin memburuk, sebaiknya sekarang segera periksakan kesehatan Anda ke dokter.

Baca: Waspadai Kanker Payudara

Dan semoga informasi yang kami sampaikan dapat bermanfaat untuk Anda.

Categories
Penyakit

Apa itu Hipotensi?

Hipotensi yang biasa disebut dengan tekanan darah rendah yaitu ketika kondisi tekanan darah berada dibawah 90/60 mmHg. Saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri, tekanan itulah yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah atau disebut dengan tekanan darah. (Referensi Hipotensi baca di sini)

Bila tekanan darah terlalu rendah, kondisi tersebut bisa menyebabkan aliran darah ke otak dan ke organ vilal lainnya seperti ginjal menjadi terhambat atau berkurang. Sehingga orang yang mengalami tekanan darah rendah gejalanya akan pusing, lemas, dan tubuh akan terasa tidak stabil bahkan bisa membuat kehilangan kesadaran.

Baca: Jenis Stadium Kanker

Tekanan darah ada dalam dua angka, yaitu sistolik (bilangan atas) dan tekanan diastolik (bilangan bawah). Untuk ukuran tekanan darah normal berkisar antara 90/60 mmHg dan 120/80 mmHg. Bila bilangan mencapai lebih dari 120/80 mmHG itu bisa disebut Hipertensi orang yang memiliki tekanan darah tinggi.

Ciri-ciri darah rendah

Jika Anda mengalami tekanan darah rendah maka akan menunjukan ciri seperti berikut ini :

  • Lemah dan kepala melayang
  • Pusing
  • Sesak nafas
  • Mengalami nyeri dada
  • Kehilangan keseimbagan atau merasa goyah
  • Pandangan buram
  • Pucat dan badan dingin

Penanganan awal yang dapat Anda lakukan yaitu sebaiknya Anda duduk atau berbaring terlebih dahulu, minumair putih, dan hentikan kegiatan yang sedang Anda lakukan. Gejala ini akan segera hilang setelah beberapa saat, bila Anda sudah merasa baikan lebih baik Anda hubungi dokter bila sudah sering mengalami hipotensi.

Penyebab hipotensi

Umumnya tekanan darah rendah terjadi seperti berikut ini :

  • Kehamilan.
  • Riwayat penyakit jantung.
  • Kekurangan cairan tubuh.
  • Anemia.
  • Infeksi berat.
  • Reaksi alergi berat .
  • Kekurangan vitamin.
  • Ganguan endokrin seperti diabetes dan penyakit tiroid.
  • Efek samping obat seperti obat golongan diuretik, betabloker dan nitrogliserin.
  • Kehilangan banyak darah akibat kondisi tertentu seperti cedera dan syok yang menyebabkan pendarahan hebat.
  • Kekurangan nutrisi. Vitamin B12 dan asam folat berperan dalam produksi sel darag merah, jika kekurangan salah satu atau keduanya dapat menyebabkan hipotensi.
  • Usia 65 tahun keatas.

Diagnosis Hipotensi

Hipotensi akan diketahui melalui pemeriksaan tekanan darah oleh dokter, seperti :

  1. Tes darah

Pemeriksaan ini dilakukan dokter untuk memeriksa kadar gula dan kadar hormon di dalam darah pasien.

  • Elektrokardiografi (EKG)

Elektrokardiografi bertujuan untuk mendeteksi struktur jantung yang tidak normal dan detak jantung yang tidak beraturan.

  • Ekokardiogram

Tes ini dilakukan untuk memeriksa fungsi jantung dan mendeteksi kelainan yang terjadi pada jantung.

  • Uji latih jantung ( stress test)

Tes ini dilakukan untuk menilai fungsi jantung saat melakukan aktivitas, dengan cara mmbuat jantung bekerja lebih keras, misalnya dengan meminta pasien berjalan atau berlari di atas treadmil atau memberikan obat tertentu yang meningkatkan kerja jantung.

  • Manuver valsalva

Tes ini dilakukan dengan meminta pasien mengambil napas panjang, kemudian menutup hidung dan membuang melalui mulut. Bertujuan untuk meriksa kondisi saraf dalam sistem pernapasan.

  • Tilt table test

Untuk pasien hipotensi ortostatik untuk melihat perbedaan tekanan darah saat berbaring dan berdiri.

Pengobatan hipotensi

Penanganan hipotensi yang utama adalah merubah pola makan dan gaya hidup, seperti :

  • Mengonsumsi garam dengan kadar yang tinggi.
  • Memperbanyak minum air putih.
  • Berolahgara teratur.
  • Menggunakan stoking khusus (stoking kompresi) untuk memperlancar aliran darah.

Pencegahan hipotensi

Anda harus menghindari minuman yang berkafein pada malam hari dan minuman beralkohol, setelah menyelesaikan makan untuk tidak langsung berdiri, posisi tidur kepala lebih tinggi sekitar 15 cm, hindari mengangkat beban yang berat, dan berdiri secara perlahan saat Anda sedang berbaring atau duduk.