Categories
Sehat Mental

Mengenal Psikoterapi Untuk Mengatasi Masalah Gangguan Kesehatan Mental

penirumasliusa.com – Kita ketahui bersama kalau psikoterapi merupakan salah satu metode yang digunakan untuk penanganan berbagai masalah kejiwaan seseorang seperti depresi, stres berat dan berbagai gangguan kecemasan. Psikoterapi ini biasanya dilakukan oleh pihak perorangan atau secara berkelompok. Psikoterapi ini menjadi salah satu solusi yang paling banyak dilakukan oleh psikolog atau psikiater dalam mengatasi masalah emosi dan mental seorang pasien. 

Lihat Efek Buruk Depresi

Selain untuk mengatasi masalah kejiwaan, psikoterapi ini juga bisa digunakan untuk mengatasi masalah perilaku seperti tantrum, dan adiksi atau ketergantungan kepada sesuatu. Ketergantungan ini biasanya disebabkan oleh obat-obatan terlarang seperti narkoba, berjudi, pornografi, dan minum-minuman alkohol. Tentunya masalah kejiwaan ini harus segera ditangani agar seseorang bisa berkembang lebih baik lagi dan tidak ketergantungan dengan sesuatu. 

Dengan adanya metode psikoterapi maka seorang psikiater dan psikolog bisa membimbing dan melatih semua pasiennya agar bisa mengenal kondisi, pikiran, dan perasaan yang bisa menyebabkan terjadinya keluhan penyakit mental. Kemudian membantu para pasien untuk berusaha belajar kebiasaan baru yang lebih positif untuk mengatasi masalah pasien. Dengan melatih kebiasaan positif maka diharapkan para pasien mampu untuk mengendalikan diri. Kemudian bisa merespons segala situasi yang dianggapnya sulit bisa menjadi lebih baik lagi. 

Kenali Bahaya Pemakaian Ganja

Situasi dan Kondisi yang Membutuhkan Psikoterapi

Sampai saat ini banyak orang yang beranggapan salah tentang orang yang menjalani psikoterapi. Jadi banyak orang yang mengira kalau ada orang sedang menjalani psikoterapi itu orangnya sedang mengalami gangguan jiwa atau gila. Namun pada kenyataannya tidak seperti yang dianggap kebanyakan orang. 

Kita ketahui bersama kalau psikoterapi ini ditunjukkan untuk semua orang yang merasa dirinya sedang mengalami masalah psikologi. Kemudian beresiko tinggi untuk mengalami gangguan mental. Nah, datang ke psikoterapi ini bertujuan untuk mencari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah mental tersebut. 

Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai beberapa masalah atau keluhan kejiwaan yang sering dirasakan oleh seseorang. Masalah itu harus segera ditangani oleh psikoterapi agar tidak semakin parah. Penasaran ? berikut ini penjelasannya : 

  1. Seseorang akan sering mengalami rasa cemas, takut, dan rasa khawatir yang terlalu berlebihan. Hal inilah yang akhirnya membuat mereka merasa kesulitan untuk menjalani berbagai aktivitas dan pekerjaan secara maksimal. 
  2. Selalu merasa putus asa karena merasa kalah duluan. Kemudian merasa sedih yang sangat luar biasa selama waktu yang cukup lama. Hal ini terjadi karena pasien mengalami depresi. 
  3. Seseorang mengalami perubahan mood atau suasana perasaan yang terlalu cepat. Misalkan saja merasa semangat tinggi atau mengalami sedih yang terlalu dalam tanpa ada penyebab yang jelas. 
  4. Seseorang mulai menunjukkan berbagai perilaku negatif, seperti lebih mudah marah, berani menggunakan obat-obatan terlarang, makan yang berlebihan dan kecanduan minum-minuman keras. 
  5. Sering halusinasi, memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup dengan bunuh diri, dan ingin menyakiti orang lain. 
  6. Sulit untuk mengungkapkan isi hati atau perasaan. Kemudian pasien merasa kalau tidak ada orang lain yang mengerti dan memahami isi hatinya. 
  7. Memiliki obsesi yang sulit dihentikan seperti bolak-balik ke dapur untuk mengecek kompor gas berkali-kali, mencuci tangan berkali-kali dan terlalu sering merapikan dan membersihkan rumah. 

Berbagai macam keluhan diatas bisa saja terjadi pada seseorang yang sedang mengalami trauma atas suatu peristiwa atau tekanan batin. Seperti setelah mengalami perceraian, ada keluarga atau teman dekat yang meninggal dunia. Kemudian tekanan batin karena habis kehilangan pekerjaan atau mengalami menjadi korban kekerasan. Selain terjadi karena masalah traumatis, terdapat gejala-gejala yang disebabkan oleh adanya gangguan mental seperti gangguan kepribadian, depresi, dan gangguan cemas.

Mengenal jenis jenis Psikoterapi

Kita ketahui bersama kalau teknik dan metode dalam psikoterapi ini ada banyak sekali yang dilakukan oleh psikiater atau psikolog. Teknik atau metode terapi ini dilakukan sesuai dengan kondisi pasien. Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai beberapa psikoterapi yang sudah sering dilakukan. 

  1. Terapi perilaku kognitif

Terapi ini bertujuan untuk mengevaluasi emosi, pola pikir dan berbagai perilaku yang menjadi sumber masalah. Kemudian pihak psikiater akan melatih pasien untuk bisa mengatasi sumber masalah dengan cara positif. Misalkan kalau dulu pasien menggunakan obat atau minum alkohol untuk mengatasi stres maka akan dilatih mengatasi masalah dengan aktivitas positif seperti olahraga. 

  1. Terapi interpersonal

Terapi ini digunakan untuk membantu pasien untuk memahami cara yang tepat berhubungan dengan orang lain. Seperti kepada keluarga, rekan kerja, sahabat dan lainnya. Hal ini dilakukan agar pasien bisa menyelesaikan berbagai masalah dengan baik. 

  1. Terapi keluarga

Proses terapi ini melibatkan keluarga pasien ketika terjadi masalah di dalam rumah tangga. Hal ini bertujuan agar pasien bisa memperbaiki hubungan keluarga yang sebelumnya sempat retak antara pasien dan pihak keluarga. 

  1. Hipnoterapi

Teknik ini merupakan teknik hipnosis yang digunakan untuk membantu pasien dalam mengendalikan perilaku, pola pikir, dan emosi agar lebih baik lagi. Terapi ini memang sering digunakan agar pasien bisa lebih rileks, meredakan nyeri, dan bisa membantu untuk berhenti dari kebiasaan buruk. 

Bahaya Pemakaian Obat Kuat

Demikianlah penjelasan mengenai mengatasi masalah mental dan kejiwaan dengan metode psikoterapi. Semoga dengan adanya pembahasan ini bisa membantu anda dalam mengatasi masalah mental dan kejiwaan agar bisa hidup lebih baik lagi. 

Categories
Minuman Tips Sehat

Kopi Hitam Tanpa Gula dan Dengan Gula Apa Bedanya?

Meminum secangkir kopi hitam merupakan salah satu dari sekian banyak hal yang tak dapat dilepaskan dari kehidupan. Entah itu untuk membuat jiwa dan raga menjadi lebih semangat di pagi hari sebelum memulai untuk beraktivitas atau hanya sekadar sebagai teman untuk bersantai saat akhir pekan dan juga sebagai teman untuk begadang saat malam.

Bisa dikatakan, menurut blog kesehatan penirumasliusa, kopi hitam ini adalah minuman seduh favorit bagi semua orang. Terlebih lagi, kopi hitam ini juga memiliki segudang manfaat yang telah dikenal oleh masyarakat luas. Beberapa manfaat dari kopi hitam ini mulai dari dapat meningkatan energi dan konsentrasi hingga dapat membantu untuk menurunkan berat badan.

Selain itu, kopi hitam juga sering disebut sebagai sahabat dari jantung. Bukan tanpa alasan, kandungan antioksidan yang kuat di dalam kopi hitam dapat membantu untuk memelihara kesehatan jantung Anda dan juga irama detak jantung. Dengan demikian, minum kopi hitam secara rutin dapat membantu untuk mencegah semua jenis risiko penyakit jantung.

Hanya saja, saat ini banyak orang yang meminum kopi hitam dengan ditambah gula. Alasan mengapa ditambah gula ini adalah untuk meredakan rasa pahit dari kopi ini. Bahkan, tak jarang ada sebagian orang yang mengklaim bahwa manfaat dari kopi hitam ini dapat dirasakan lebih besar jika diminum tanpa gula. Lalu apa bedanya?

Minum Kopi Hitam Tanpa Gula

Hal pertama yang wajib Anda tahu terlebih dahulu adalah, secangkir kopi hitam umumnya bisa dibilang hampir memiliki nol kalori. Tapi, kopi hitam sendiri juga tidak memberikan nilai gizi yang cukup banyak untuk tubuh. Secangkir kopi hitam yang diminum tanpa gula tidak akan mengandung karbohidrat, lemak dan juga protein.

Selain itu, kopi hitam tanpa gula juga tidak memiliki sejumlah zat makronutrien penting lainnya. Zat ini sendiri seperti adanya kalsium dan serat. Kopi hitam merupakan salah satu penyumbang terbesar dari sumber kafein. Kafein ini adalah sebuah stimulan yang dapat membantu Anda untuk merasa lebih bersemangat atau mencegah Anda mengantuk.

Kafein yang terkandung dari secangkir kopi hitam sendiri dapat sangat cepat terserap ke dalam darah. Bahkan, kafein dapat masuk ke darah hanya dalam waktu sekitar 20 menit dan akan berada di dalam aliran darah Anda selama lebih dari 12 jam dalam sehari. Hal ini lah yang membuat seseorang akan tetap berenergi walau hanya minum secangkir kopi hitam.

Sudah tahu apa itu Diet Atkins?

Setelah itu, tubuh Anda nantinya akan mulai untuk memroduksi hormon adrenalin yang selanjutnya dapat meningkatkan produksi energi Anda dengan pesat. Peningkatan kadar hormon adrenalin ini akan menyebabkan pelebaran pada saluran pernapasan dan juga aliran darah yang nantinya akan membanjiri otot Anda.

Selain itu, minum kopi hitam juga dipercaya cukup ampuh untuk memerbaiki mood yang rusak. Hal itu sendiri karena otak Anda akan menjadi lebih sensitif terhadap hormon serotonin. Hormon ini sendiri merupakan sebuah neurotransmitter yang bertanggung jawab penuh untuk mengatur suasana hati atau mood Anda.

Hanya saja, sekitar tiga sampai empat jam setelah Anda minum cangkir kopi maka Anda akan mulai merasakan penurunan energi. Hal ini adalah efek samping dari penyemangat yang disebabkan dari kadar kafein yang makin berkurang. Sehingga, terkadang seseorang akan kembali meminum kopi jika hal ini sudah terjadi.

Minum Kopi Hitam Dengan Menggunakan Pemanis atau Gula

Selanjutnya adalah meminum kopi hitam dengan menggunakan gula. Sebenarnya, konsumsi gula dalam dosis yang kecil tidak harus terlalu Anda khawatirkan. Akan tetapi, masih ada kebanyakan dari beberapa orang yang mengonsumsi gula ini terlalu banyak. Bahkan, beberapa minuman kopi hitam pun saat ini telah banyak yang mengandung gula Anda.

Jika terjadi kelebihan gula, maka dapat memompa kadar hormon dopamin yang menjadi di luar batas. Nantinya, hal ini malah dapat membuat Anda kehilang kontrol dan terjadi peningkatan toleransi pada tubuh terhadap gula. Sehingga, nantinya Anda akan ingin mengonsumsi lebih banyak gula atau sesuatu yang manis.

Banyaknya kadar gula ini akan membanjiri aliran darah dan menciptakan peningkatan kadar gula darah secara mendadak. Hal ini yang nantinya akan menyebabkan tubuh memroduksi insulin dengan begitu cepat. Insulin ini akan memicu penggunaan glukosa yang tinggi oleh jaringan di dalam tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi.

Pada saat yang bersamaan, insulin akan memerkuat kelancaran komunikasi dari setiap sel otak. Jika hal ini terjadi, maka dapat membentuk ingatan yang kuat. Produksi energi ini lalu akan menyebabkan jatuhnya kadar glukosa pada tubuh lalu membuat Anda akan merasa lesu, sakit kepala, kelelahan dan timbul kecemasan tiba-tiba akibat turunnya kadar gula darah.

Ketika kadar insulin yang ada di otak ini diturunkan sebagai akibat dari konsumsi gula yang berlebih, maka proses pembelajaran dan ketajaman memori otak Anda pun juga bisa menjadi terganggu. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa seseorang akan cenderung lebih mudah gelisah dan sulit konsentrasi setelah mengonsumsi kopi hitam dengan banyak gula.

Baca Tips Kesehatan Lainnya

Categories
Dunia Kesehatan

Ini Bahaya Penggunaan Ganja Dalam Jangka Panjang

penirumasliusa.com – Siapa yang tak kenal dengan ganja? Pasti semua orang sudah mengenal yang namanya ganja ini. Bisa dikatakan, ganja adalah salah satu jenis narkoba yang cukup populer di Indonesia. Apalagi, ganja sendiri terkenal karena memiliki dampak yang cukup bahaya baik termasuk ringan atau berat untuk tubuh seseorang.

Awas Efek Samping Obat Kuat!

Bahkan perlu Anda ketahui, ganja ini dapat menyebabkan seseorang mengakamai sakau dan kecanduan yang berat. Hanya saja, untuk kasus sakau dan kecanduan ganja bisa dibilang sangat jarang terjadi jika dibandingkan dengan berbagai jenis narkoba lain yang pernah ada di Indonesia hingga saat ini.

Bagi mereka yang sudah kencaduan ganja, seringkali menyebut bahwa ganja dapat membuat lebih tenang. Padahal, efek dari ganja pada tubuh dapat berkembang dengan perlahan dan bertahan lama di dalam tubuh. Efek ini pun juga dapat tetap bekerja meskipun Anda sedang dalam keadaan sadar sekalipun.

Biasanya, mereka yang kecanduan atau sakau dengan ganja akan menggunakannya sebagai rokok. Rokok pada ganja ini dapat memberi sensasi halusinogen pada  tubuh pecandunya. Belum lagi, merokok dengan menggunakan ganja dalam jangka waktu panjang bahkan dapat menurunkan vitalitas seksual bagi pencandu khususnya pria dalam berbagai cara.

Efek Buruk dari Ganja Bagi Seksualitas Kaum Pria

Anda pun wajib mengetahui beberapa dampak buruk yang bisa didapatkan dari merokok menggunakan ganja untuk seksualitas pria. Efek negatif pertama dan yang cukup berbahaya adalah terjadinya disfungsi ereksi pada Anda. Disfungsi ereksi ini juga sering disebut dengan impotensi oleh kebanyakan orang dan dalam dunia medis.

Secara umum, disfungsi ereksi atau impotensi ini disebabkan oleh masalah psikologis yang muncul pada diri Anda, seperti mengalami stres berat hingga depresi dan gangguan kecemasan. Meski begitu, impotensi ini juga menjadi salah satu efek dari ganja pada tubuh pria yang sayangnya kerap sekali disepelekan dan diangap sebelah mata..

Padahal, zat aktif tetrahydracannabinol atau THC yang ada di dalam ganja dapat meningkatkan detak jantung Anda hingga 20%. Bahkan, efek ini akan langsung dirasakan pada isapan pertama ganja. Efek ini pun bisa bertahan hingga selama tiga jam, sehingga nantinya dapat menyebabkan tekanan darah meningkat serta irama jantung yang tidak stabil.

Otot jantung yang terus terus dipaksa untuk bekerja keras dalam mengalirkan darah ini dapat menyebabkan pembuluh arteri menjadi kurang fleksibel dan akhirnya menyempit. Sehingga, hal ini akan membuat aliran darah menuju penis menjadi berkurang. Bahkan, efek dari ganja di dalam tubuh dapat menghambat kerja reseptor saraf di otak.

Resepor saraf ke otak ini berfungsi untuk menyampaikan sinyal ke dalam jaringan penis Anda untuk menciptakan ereksi. Jika hal ini terjadi, akibatnya Anda pun bisa kesulitan ketikaereksi ataupun juga untuk memertahankan tingkat ereksi Anda. Apalagi, ereksi yang Anda capai pun mungkin juga akan menjadi kurang keras.

Terlebih lagi, penggunaan ganja dalam dosis yang tinggi akan meningkatkan risiko seseorang mengalami disfungsi ereksi secara lebih besar. Angka dari kejadian disfungsi ereksi ini bisa dikatakan tiga kali lebih besar bagi mereka para perokok ganja jika dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi ganja sama sekali.

Selanjutnya, efek buruk dari ganja yang tak boleh disepelekan adalah sulitnya Anda untuk orgasme. Sebenarnya, ada tiga faktor utama yang dapat membuat seorang pria susah untuk orgasme, yaitu kerusakan saraf, gangguan hormon dan kondisi psikologi orang itu. Ketiga hal ini lah yang dapat dipengaruhi oleh kebiasaan merokok ganja dalam waktu yang panjang.

Bahkan, pemakaian ganja dalam jangka waktu yang panjang ini juga dapat mengakibatkan kadar hormom testosteron Anda menurun. Sehingga, hal ini akan berimpas pada menurunnya kemampuan penis Anda untuk berereksi dan sulit untuk mengalami ejakulasi. Hal ini tentunya akan sangat berdampak besar pada kemampuan seksualitas Anda.

Sementara itu, pemakaian ganja dalam jangka panjang ini juga dapat membuat otak menghasilkan zat dopamin yang berlebihan, sehingga menyebabkan kecanduan. Jika sudah mengalami kenduan pada ganja ini, maka dipastikan orang tersebut akan mengalami kesulitan untuk orgasme yang labih besar.

Berikutnya, payudara Anda pun juga bisa membesar. Mungkin hal ini terdengar cukup langka. Tapi, efek ganja pada tubuh pria yang satu ini juga bisa menyebabkan payudara membesar. Hal ini terjadi akibat dari ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh. Kondisi ini sendiri sering disebut sebagai ginekomastia dan bisa memengaruhi kemampuan vitalitas pria.

Penggunaan ganja dalam waktu lama pun juga dapat menyebabkan ketergantungan viagra. Pasalnya, bagi para pengguna ganja jangka panjang akan jauh lebih memiliki kemungkinan untuk memakai viagra sebagai solusi dalam mengatasi masalah seksualnya dibanding dengan kelompok pria yang bukan pengguna ganja.

Dampak Buruk Onani Lihat Di Sini

Viagra sendiri mengandung zat sildenafil sitrat yang bekerja untuk memerlebar pembuluh darah. Hal ini berfungsi untuk memerlancar aliran darah agar darah yang mengalir ke penis dengan cepat. Akan tetapi, viagra ini sebenarnya tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara sembarangan tanpa resep karena dapat menyebabkan penyakit jantung.

Categories
Tips Sehat

Kenali Bahaya Duduk yang Terlalu Lama

penirumasliusa.com – Apakah Anda termasuk ke dalam kategori orang yang sering beraktivitas di depan komputer seharian? Atau justru Anda selalu asyik menonton televisi dengan rentang waktu duduk yang relatif dapat mencapai waktu berjam-jam? Nah jika iya, maka mulai sekarang Anda harus mengubah kebiasaan duduk berlama-lama ini jika tidak ingin terkena penyakit berbahaya.

Atasi Masalah Pencernaan dengan Makanan Ini

Bukan tanpa alasan, pasalnya duduk ini merupakan aktivitas yang paling banyak disukai oleh semua orang. Bahkan, jika sudah nyaman orang tersebut dapat menghabiskan waktu lama untuk duduk. Tentu saja, ada beragam risiko yang bisa Anda dapatkan jika terlalu sering duduk apalagi dalam waktu hingga berjam-jam.

Perlu Anda tahu, ternyata jika Anda duduk terlalu lama bisa meningkatkan risiko mengalami kematian. Bukan tanpa alasan, hampir 4% atau sekitar 433.000 per tahun kasus kematian di dunia ini, ternyata disebabkan oleh kebiasaan orang-orang yang sering menghabiskan waktunya lebih dari tiga jam untuk duduk tanpa melakukan aktivitas lain.

Alasan Duduk Terlalu Lama Dapat Membahayakan Kesehatan

Ada beberapa alasan yang dapat menjadikan duduk terlalu lama ini bisa berbahaya untu kesehatan Anda. Pertama, jika Anda terlalu banyak duduk dapat membuat tulang belakang khususnya tulang punggung mengalami yang namanya stres. Jika hal ini terjadi, tentu tidak akan bagus untuk kesehatan Anda.

Pasalnya, sebanyak hampir dari 30% beban tambahan akan dirasakan oleh tulang punggung saat Anda duduk, daripada ketika Anda berdiri. Bahkan, posisi duduk di kursi merupakan salah satu bentuk kurang natural ketika seseorang ingin beristirahat. Hal ini karena pada dasarnya, tubuh manusia kurang cocok untuk duduk di kursi, melainkan untuk jongkok.

Bisa dikatakan, masyarakat dari Asia dan Afrika hingga saat ini masih menggunakan metode jongkok ini sebagai bentuk relaksasi ketika dirinya merasa lelah. Selain itu, orang di Asia pun lebih memilih jongkok pada saat menanti kereta atau bus yang hendak mereka tumpangi. Uniknya lagi, posisi jongkok ini justru dapat mencegah timbulnya stres pada tulang belakang.

Hal ini artinya, ketika Anda menghabiskan lebih banyak waktu duduk di kursi, maka tubuh Anda pun akan beradaptasi dengan kebiasaan yang tidak sesuai dengan bentuk geometri tubuh. Ini lah yang nantinya dapat memicu terjadinya gangguan kesehatan seperti gangguan peredaran darah, penurunan kekuatan otot, mudah cedera hingga serangan kanker.

Tak hanya itu, duduk terlalu lama juga dapat menyebabkan pembekuan pembuluh vena dalam atau DVT bahkan hingga dua kali lipat. Hal ini sendiri cenderung kurang disadari oleh sebagian orang, apalagi jika sudah sangat nyaman dalam posisi duduk. Padahal, pembekuan DVT ini sangat penting untuk diperhatikan.

Untuk kasus DVT sendiri biasanya akan sering terjadi pada orang yang sedang dalam penerbangan jarak jauh dan memerlukan waktu lama hingga berjam-jam serta mengharuskannya untuk duduk terlalu lama. Pembekuan darah ini biasanya akan terjadi pada bagian pembuluh darah vena dan umumnya terjadi pada bagian betis.

Apabila pembekuan DVT ini tidak segera dicairkan dengan obat pengencer darah, maka biasanya akan membuatnya pecah dan akan terbawa ke paru-paru. Akibat jika pembuluh darah ini pecah dan masuk ke paru-paru adalah munculnya masalah pada emboli paru yang bisa sangat mematikan.

Apalagi bagi Anda pekerja kantoran, juga disarankan untuk melakukan aktivitas rutin dengan menerapkan gerakan peregangan otot untuk mempertahankan kelancaran dari aliran darah di tubuh Anda. Peregangan ini pun juga dapat berfungsi sebagai sarana untuk relaksasi tubuh agar Anda tidak mudah merasa lelah.

Duduk dalam waktu yang lama juga dapat meningkatkan risiko Anda akan terkena penyakit berat. Sejumlah risiko penyakit berat yang dapat menemui Anda, seperti misalnya serangan jantung, diabetes, bahkan yang paling parah adalah sampai kematian dini. Hal ini pun harus selalu Anda waspadai setiap saat.

Pasalnya, penyakit jantung dan diabetes sendiri berpeluang dapat diderita oleh orang yang sering duduk hingga mencapai lebih dari 8 jam setiap harinya. Bahkan, sekalipun Anda telah membiasakan diri dengan aktif melakukan berolahraga selama lebih dari 30 menit tiap hari. Tetap saja, risiko penyakit ini tetap dapat muncul dan menyerang Anda.

Risiko kematian pun juga dapat mengintai jika Anda terlalu lama duduk. Bahkan, jika Anda termasuk ke dalam kategori orang yang memiliki kebiasaan duduk selama 23 jam dalam kurun waktu seminggu, maka dapat menjadi alasan yang cukup kuat jika Anda dapat terkena penyakit jantung dengan risiko yang lebih tinggi dibanding yang lain.

Baca: Apa yang Dimaksud Hipotensi?

Maka dari itu, jika Anda tidak ingin terkena risiko penyakit ini, ada baiknya jika mulai sekarang Anda membiasakan diri untuk tidak duduk dalam waktu yang lama. Anda pun bisa memulai untuk memerbanyak aktivitas seperti olahraga walaupun setiap hari diharuskan bekerja dalam posisi duduk.

Categories
Pengobatan Penyakit Tips Sehat

Hubungan Cuaca Terhadap Penyakit Psoriasis

Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya masalah kulit. Salah satu masalah kulit yang mungkin pernah dialami adalah psoriasis. Psoriasis sendiri merupakan satu diantara macam masalah kulit yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Biasanya, perawatan pada psoriasis ini sangat perlu untuk dilakukan dengan rutin.

Baca Ragam Gejala Psoriasis

Pasalnya, perawatan ini adalah untuk membantu menenangkan dan mengurangi peradangan pada kulit Anda dan agar psoriasis tidak menjadi lebih parah. Anda pun juga wajib tahu, bahwa ada salah satu hal yang dapat memengaruhi psoriasis sekaligus juga bisa membantu penyembuhan atau dapat membuat psoriasis Anda menjadi memburuk, yaitu faktor cuaca.

Pengertian Psoriasis Secara Umum

Sebelum Anda mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana efek cuaca pada psoriasis, ada baiknya jika Anda mengenal terlebih dahulu tentang apa itu psoriasis yang sebenarnya. Bagi Anda yang mungkin belum tahu, psoriasis merupakan salah satu jenis penyakit autoimun yang dapat mengubah siklus hidup sel-sel pada kulit seseorang.

Orang yang mengalami psoriasis biasanya akan memiliki siklus pertumbuhan dan juga pergantian kulit yang lebih cepat dibanding orang biasa. Akibat dari siklus ini, sel-sel kulit akan menumpuk pada permukaan kulit dan membuat membuat kulit Anda menjadi lebih tebal serta timbul sisik yang berwarna keperakan.

Selain itu, terdapat juga bercak berwarna merah kering dan terkadang akan mati ketika disentuh. Bagian kulit yang biasanya sering terkena psoriasis adalah bagian siku luar, lutut, kulit kepala dan bahkan sampai kuku. Biasanya, psoriasis banyak diderita oleh orang dewasa, baik pria maupun juga wanita.

Hanya saja, untuk anak kecil terutama yang umurnya masih di bawah 10 tahun, biasanya tidak pernah mengalami psoriasis ini. Penderita bisa mengalami gejala ini selama beberapa hari atau bahkan sampai beberapa minggu. Lalu, gejala ini akan hilang untuk sementara waktu sampai akhirnya muncul kembali jika terpapar lagi dengan faktor pemicunya.

Seperti yang sudah disebutkan diawal, cuaca adalah salah satu faktor yang dapat membuat psoriasis Anda bertambah buruk atau sebaliknya dimana dapat membantu penyembuhan psoriasis Anda. Hal ini, juga berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh Anda pada saat itu karena sistem kekebalan tubuh ini sangat memengaruhi kondisi Anda.

Bukan tanpa alasan, sistem kekebalan tubuh Anda ini nantinya bisa menunjukkan reaksi yang berbeda terhadap cuaca, di mana tempat Anda tinggal. Jadi, Anda pun dapat dengan mudah mengetahui kondisi kesehatan tubuh Anda dari cuaca atau kondisi Anda saat ini termasuk juga untuk mengetahui psoriasis Anda.

Pengaruh Cuaca Panas dan Cuaca Dingin Pada Psoriasis

Cuaca yang cenderung panas sebenarnya bisa membantu untuk penyembuhan psoriasis Anda bila Anda memanfaatkannya dengan baik. Adanya sinar matahari alami yang mengandung sinar UV serta vitamin D dan cuaca yang lebih hangat ini dapat membantu untuk meringankan gejala psoriasis yang Anda alami.

Pasalnya, sinar matahari dapat berguna sebagai imunosupresif yang akan menekan kerja sistem imun di dalam tubuh Anda. Sehingga, nantinya pertumbuhan kulit akan menjadi sedikit jauh lebih lambat dan secara tak langsung dapat membantu untuk menghambat agar psoriasis ini muncul pada kulit Anda.

Namun perlu Anda ingat, bukan berarti Anda harus secara terus-menerus meletakkan kulit Anda ke arah sinar matahari langsung. Hal itu karena jika Anda terlalu lama menghabiskan waktu di bawah sinar matahari, justru malah dapat membuat kerusakan pada sel kulit Anda menjadi bertambah parah.

Pasalnya, sinar UVA yang terdapat pada sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan pada kulit seperti kulit keriput, kerusakan pembuluh darah, kulit yang tampak kendur dan muncul bercak pada kulit. Sedangkan untuk sinar UVB sendiri, dapat menyebabkan Anda mengalami kulit terbakar dan dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit melanoma.

Tentunya agar hal ini tidak terjadi, maka Anda pun disarankan untuk berjemur di bawah sinar matahari dalam waktu yang singkat setiap harinya. Cukup dengan waktu 5-10 menit saja sudah cukup untuk Anda lakukan dalam sehari. Jangan lupa juga untuk mengoleskan tabir surya di daerah kulit yang tidak terkena psoriasis sebelum Anda mulai untuk berjemur.

Hal ini dimaksudkan agar Anda terhindar dari berbagai macam kerusakan kulit lain dan juga kanker kulit. Selain itu, pakailah pakaian yang terbuat dari kain katun agar lebih mudah menyerap keringat dan mencegah Anda mengalami gatal pada kulit. Hindari memakai pakaian yang berwarna gelap agar tidak menyerap panas yang berlebihan.

Pada cuaca dingin sendiri, justru malah dapat membuat psoriasis Anda menjadi makin memburuk. Pada saat cuaca cenderung dingin, akan terjadi penurunan kelembaban dan suhu menjadi lebih dingin. Akibatnya, kulit Anda pun akan menjadi lebih kering. Hal ini lah yang dapat membuat psoriasis bisa menjadi makin memburuk.

Apa Ciri Kulit Sensitif?

Agar psoriasis Anda tidak menjadi semakin buruk pada saat cuaca dingin, maka sebaiknya Anda menjaga kelembaban kulit dengan baik. Pakailah krim pelembab kulit yang dapat bermanfaat untuk mencegah kulit Anda dari berbagai macam kekeringan. Kelembaban kulit ini akan sangat penting untuk menenangkan kulit yang mengalami psoriasis.

Referensi:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/psoriasis/symptoms-causes/syc-20355840
https://lifepack.id/psoriasis-penyakit-kulit-perlu-diwaspadai/
https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/psoriasis/understanding-psoriasis-basics

Categories
Tips Sehat

Waspadai Tanda-tanda Kurang Tidur dan Bahayanya

penirumasliusa com – Tidur adalah salah satu aktivitas yang menyenangkan. Coba saja perhatikan apa saja yang Anda lakukan selama liburan, pasti kebanyakan tiduran di kamar hingga terlelap bukan? Bahkan, ada juga yang mencoba melampiaskan permasalahannya dengan tidur supaya lupa, meski sebenarnya tidaklah demikian. 

Tahukah Anda, apakah yang terjadi selama tidur? Ya, selama Anda tertidur, korteks (bagian otak yang berfungsi menyimpan memori pikiran/ bahasa/ dan lain-lain) akan melepaskan diri dari indra, kemudian masuk pada mode pemulihan. Jadi, tak heran jika setelah tidur, tubuh Anda akan kembali berenergi untuk menjalankan aktivitas kembali. Maka dari itu, setiap orang disarankan untuk tidur yang cukup supaya tubuh dan pikiran bisa di-refresh sehingga bisa melakukan fungsi terbaiknya setelahnya.

Setiap orang memiliki waktu efektif tidur yang berbeda-beda berdasarkan usianya. Pada orang dewasa, umumnya membutuhkan waktu tidur selama 7 hingga 8 jam per hari. Jika Anda berhasil memenuhi kebutuhan waktu tidur tersebut, maka tubuh tidak akan bermasalah. Namun, faktanya seringkali seseorang, mungkin termasuk Anda, mengorbankan waktu tidur efektif demi menyelesaikan tugas atau pekerjaan, bahkan hanya sekedar bermain smartphone untuk menjelajah dunia maya atau gaming. Padahal, apabila waktu tidur kurang atau tidak terpenuhi, akan berdampak pada kesehatan tubuh.

Berdasarkan hasil studi yang meneliti tentang waktu tidur yang tidak terpenuhi akan menyebabkan terjadinya tekanan psikologis dan risiko penyakit jantung/diabetes tipe 2 lebih besar. Biar lebih jelas, yuk kita cermati apa saja tanda-tanda seseorang yang kurang tidur berikut ini!

Mudah Lupa 

Tahukah Anda, tidur yang cukup akan mampu mengembalikan energi Anda sekaligus berperan dalam proses belajar. Nah, apabila Anda kurang tidur, akan berpengaruh terhadap kemampuan kognitif, termasuk proses belajar, berpikir, dan memecahkan masalah. Tak heran, ketika seseorang kurang tidur akan mengalami kesulitan dalam belajar secara efektif. Bahkan, waktu tidur yang tidak cukup akan menyebabkan seseorang mengalami kesulitan dalam mengingat sesuatu yang sudah dipelajari. Jadi, jangan harap Anda lembur belajar supaya bisa menguasai materi apabila waktu tidur tidak terpenuhi, malah sebaliknya.

Berat Badan Bertambah

Efek lain yang terjadi apabila waktu tidur Anda tidak terpenuhi adalah bertambahnya berat badan. Bagaimana bisa? Secara ilmiah, ketika Anda kurang tidur, maka tubuh akan cenderung memproduksi hormon ghrelin lebih banyak, yaitu hormon yang berfungsi menimbulkan rasa lapar. Disisi lain, hormon leptin yang dihasilkan justru sedikit, yaitu hormon yang berfungsi menimbulkan rasa kenyang.

Kurang tidur juga akan menyebabkan Anda merasa lelah. Akibatnya, ketika tubuh Anda lelah, kecenderungan seseorang tidak memerhatikan apa yang dimakan. Apapun akan dimakan supaya perut kembali kenyang dan beraktivitas seperti sedia kala. Inilah faktor lain yang memicu naiknya berat badan ketika seseorang kurang tidur.

Bahayanya, kurang tidur tidak hanya membuat Anda terus lapar, tetapi keinginan untuk makan makanan yang tinggi lemak dan karbohidrat. Hasil studi pun menunjukkan bahwa seseorang tidur kurang dari 6 jam per hari, akan lebih berisiko mengalami obesitas dibandingkan mereka yang tidur lebih dari 6 jam per harinya.

Lebih Mudah Terjangkit Penyakit

Tidur yang cukup disarankan bagi setiap orang karena memang baik bagi tubuh dan pikiran. Salah satunya memicu sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi sitokinin, yaitu protein yang membantu melindungi tubuh dari infeksi. Namun, apabila waktu tidur seseorang kurang, akan berdampak buruk pada sistem kekebalan tubuh terutama produksi sitokinin tersebut. Jadi, seseorang yang kurang tidur cenderung lebih mudah mengalami sakit.

Pernyataan di atas didukung oleh hasil studi yang menemukan bahwa seseorang yang tidur kurang dari 7 jam  per hari, memiliki risiko mengalami demam atau flu tiga kali lebih besar, dibandingkan seseorang yang tidur lebih dari 8 jam per harinya.

Risiko Stress, Emosi, dan Depresi

Bahaya kurang tidur dan tandanya juga ditunjukkan dari kecenderungan seseorang yang mudah stress, emosi, dan depresi. Hal ini pun sesuai dengan hasil studi yang menemukan bahwa seseorang yang kurang tidur lebih mudah stress dan emosi secara tidak terkendali. Emosi yang tidak terkendali seringkali membuat seseorang bertindak tanpa pikir panjang dan dikhawatirkan akan melakukan sesuatu yang buruk tanpa bermaksud melakukannya. Selain itu, kesulitan tidur yang diakibatkan oleh depresi dan dampak kurang tidur membuat Anda lebih mudah depresi adalah dua hal yang saling berkaitan. Jadi, berusahalah untuk mengatasi waktu tidur Anda yang kurang efektif dan penyebabnya.

Kulit Nampak Lebih Kusam dan Berjerawat

Tanda lain dari kurang tidur adalah kulit yang nampak lebih kusam dan berjerawat. Perlu Anda tahu, waktu tidur yang efektif akan membuat kulit melakukan regenerasi secara optimal. Maka, dampak kesehatan kulit akan terganggu apabila waktu tidur kurang seperti mata yang terlihat lelah, munculnya jerawat pada kulit, bahkan kulit Anda yang mudah keriput dan terlihat lebih tua.

Baca juga: Apa Saja Gejala Psoriosis?

Jadi, usahakan untuk penuhi waktu tidur efektif Anda per harinya supaya terhindar dari hal-hal buruk di atas ya! Cek juga ya Ciri Kulit Sensitif.

Categories
Penyakit

Kenali Berbagai Gejala Psoriasis yang Umum Terjadi

Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit psoriasis? Ya, psoriasis ini merupakan salah satu jenis penyakit kulit yang terjadi dalam waktu lama hingga bertahun-tahun dan tidak menular. Terkait penyebab psoriasis sebenarnya belum dapat diketahui secara pasti. Tapi, apabila dilihat dari gejala kemunculan psoriasis, penyakit ini melibatkan kondisi autoimun dimana sistem kekebalan tubuh penderita terganggu dan menyerang tubuhnya sendiri. 

Nah, seperti apakah gejala yang ditimbulkan oleh psoriasis ini? Yuk simak lebih jelasnya pada ulasan dibawah ini!

Gejala Psoriasis Umum yang Muncul

Penderita psoriasis ini mengalami permasalahan pada kulitnya. Jadi, sel kulit penderita psoriasis ini mengalami pembelahan secara terus menerus atau abnormal. Jika pada kulit orang normal, sel kulit yang mati akan mengelupas dan diganti dengan sel kulit yang baru dalam waktu yang tidak lama. Namun, berbeda dengan penderita psoriasis yang terus membelah. Bahkan, psoriasis ini menyebabkan sel kulitnya menggandakan diri hingga 10 kali lebih cepat dari sel kulit normal. Akibatnya, sel kulit baru terus tumbuh dalam hitungan hari. Inilah yang mengakibatkan gejala psoriasis yang ditandai dengan permukaan kulit yang menebal dan nampak tertumpuk pada bagian-bagian tertentu.

Baca: Tanda Darah Rendah dan Darah Tinggi

Tidak hanya itu saja, gejala psoriasis juga ditunjukkan dengan adanya bercak kulit warna putih atau kemerahan yang bersisik tebal. Ciri-ciri tersebut biasanya ditemukan pada permukaan kulit bagian kaki, punggung, lutut, siku, tangan, dan kulit kepala. Pertanyaannya, siapakah yang berisiko mengalami penyakit psoriasis? Rupanya, gejala psoriasis bisa dialami oleh siapa saja, baik laki-laki ataupun perempuan yang berusia produktif sekitar 15 hingga 35 tahun. Jadi, pastikan untuk meningkatkan kewaspadaan apabila muncul tanda-tanda atau gejala penyakit psoriasis supaya bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat. 

Secara umum, gejala yang timbul akibat psoriasis adalah sebagai berikut. Pertama, bagian kulit yang memerah, terasa tebal, kering, dan bersisik. Kedua, kulit pecah-pecah dan terkadang bisa berdarah. Ketiga, kuku yang menebal dengan tekstur yang tidak merata. Terakhir, sendi-sendi yang membengkak dan kaku.

Gejala Psoriasis Sesuai Jenisnya

Gejala psoriasis di atas adalah gejala yang umum terjadi. Namun, ciri-cirinya bisa berubah tergantung dari tingkat keparahan penyakit psoriasis. Bahkan, antara satu penderita dengan penderita yang lain, gejala psoriasis bisa berbeda karena mungkin jenis psoriasis yang dialami berbeda. Nah, untuk lebih jelasnya, yuk kita cari tahu jenis psoriasis yang secara umum sering dialami dan masing-masing gejala khususnya.

Gejala Psoriasis Plak

Dilansir dari situs kesehatan terpercaya, penyakit psoriasis jenis plak ini hampir dialami oleh 90 persen orang. Gejala yang ditunjukkan oleh psoriasis plak diantaranya adalah munculnya bercak merah pada kulit dengan sisik yang tebal berwarna perak. Adanya lapisan kering, tipis, dan berwarna putih keperakan yang menutupi plak tersebut. Gejala ini biasanya muncul di area kulit seperti kulit kepala, siku, lutut, dan punggung bawah. Kulit kering dan pecah sampai berdarah. Kemudian, timbul rasa gatal dan terbakar di area yang terkena.

Tanda psoriasis ini juga bisa ditemui di area kuku yang ditunjukkan dengan adanya perubahan warna, kuku mudah hancur, dan menebal. Gejala lain berupa munculnya lubang-lubang pada kuku dan bengkak pada sendi. Apabila sudah menyebar ke kuku, gejala yang muncul seperti lekukan kecil di kuku, kuku cenderung mudah rusak, kasar, dan menebal, munculnya tumpukan sel kulit di bagian bawah kuku disertai munculnya warna putih, kuning, dan cokelat di bagian bawah kuku.

Psoriasis plak juga bisa ditemui di area kepala yang sering dianggap ketombe berlebih dan penebalan kulit kepala, sehingga diabaikan oleh sebagian orang. Ciri-ciri psoriasis plak di kulit kepala ini ditunjukkan dengan kemunculan sisik penebalan berwarna putih.

Gejala  Psoriasis Guttata

Jenis lain yaitu psoriasis guttata yang muncul berupa bercak kecil bersisik merah pada setiap bagian tubuh. Penderita yang mengalami psoriasis guttata akan ditandai dengan munculnya benjolan kecil di area kulit secara tiba-tiba. Kemudian, benjolan tersebut menutupi sebagian besar tubuh, kaki, hingga lengan. Bahkan, benjolan juga muncul di area wajah, kulit kepala, dan telinga. Adapun ciri-ciri benjolan tersebut yaitu berukuran kecil dan bersisik serta berwarna merah muda.

Kondisi psoriasis guttata sering dialami oleh anak-anak dan usia dewasa muda. Biasanya, psoriasis guttata dipicu oleh infeksi bakteri radang tenggorokan. Gejala psoriasis ini bisa datang dan pergi pada tubuh seseorang, namun juga bisa hanya muncul sekali seumur hidup.

Selain dua jenis psoriasis di atas, waspadai juga gejala psoriasis lain seperti inversa, pustular, dan eritrodermik. Nah, setelah mengetahui gejala-gejala psoriasis diatas, segera konsultasi dengan dokter apabila mengalaminya. Kemudian, dokter akan memberikan perawatan baik melalui obat psoriasis maupun bentuk pengobatan psoriasis lainnya. Jangan sampai mengabaikannya karena dikhawatirkan akan tambah parah dan memengaruhi sendi.

references:
https://www.healthline.com/health/psoriasis
https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/psoriasis/understanding-psoriasis-basics
https://www.psoriasis.org/about-psoriasis

Categories
Kecantikan Tips Sehat

Kenali Ciri-ciri Payudara yang Sehat (Bentuk, Ukuran, dan Jenis Puting)

Bagi sebagian orang, pasti menganggap pembahasan mengenai payudara ini adalah hal yang tabu. Padahal, mengetahui ciri payudara yang sehat adalah pengetahuan penting bagi setiap wanita. Pasalnya, tidak semua wanita tahu apakah payudaranya sehat atau tidak. Tak sedikit pula yang bertanya-tanya apakah ukuran payudaranya normal. 

Baca juga: Tips Merawat Kulit Sensitif

Nah, tidak perlu malu karena pertanyaan tersebut penting untuk mengetahui kondisi payudara Anda. Untuk itu, mari kita kenali ciri-ciri payudara yang sehat dan kondisi seperti apa yang perlu diwaspadai dengan membaca ulasannya dibawah ini.

Ukuran Payudara Anda Besar Sebelah, Normal atau Tidak?

Bagi Anda yang telah memasuki usia remaja dan mendapati bentuk tubuhnya mengalami perubahan fisik, salah satunya payudara yang membesar, maka akan bertanya-tanya mengapa ukuran payudara kiri dan kanannya berbeda? Apakah hal tersebut normal? Tenang, jawabannya adalah sangat normal, terutama bagi Anda para wanita yang tengah berada pada masa pubertas.

Baca: Tips Mengetahui Gejala Kanker Payudara

Tidak hanya saat usia pubertas, perbedaan ukuran payudara juga bisa muncul ketika usia Anda 20-an. Fakta ini pun didukung oleh suatu penelitian yang menyatakan bahwa 44 persen wanita mengatakan satu payudaranya lebih kecil daripada payudara satunya. Kondisi ini secara umum terjadi ketika anak perempuan mulai pubertas dan payudara mulai berkembang yang ditandai dengan sedikit pembengkakan pada bagian bawah puting susu atau lebih dikenal dengan istilah breast budding. Pada saat ini, Anda akan menyadari bahwa salah satu payudara Anda mulai berkembang, sebelum payudara yang lain atau tumbuh lebih cepat.

Dari penjelasan di atas, Anda tidak perlu khawatir apabila ukuran payudaranya berbeda, terutama saat remaja. Namun, apabila Anda tetap khawatir dan ingin tahu lebih detailnya, bisa berkonsultasi dengan dokter atau ginekologi untuk meyakinkan diri bahwa payudaranya normal.

Puting Payudara Anda Masuk ke Dalam, Apakah Normal?

Selain ukurannya yang beda sebelah, ada satu lagi bagian payudara yang sering menimbulkan tanda tanya yaitu puting payudara yang masuk ke dalam. Apakah kondisi tersebut normal? Secara umum, kita mengetahui bahwa puting payudara selalu menonjol keluar karena berfungsi untuk menyusui bayi. Meski demikian, ada pula bentuk puting payudara wanita yang tidak menonjol atau masuk ke dalam. Berdasarkan hasil studi menunjukkan bahwa sekitar 10 persen wanita memiliki puting susu yang tidak menonjol bahkan masuk ke dalam (inverted nipple).

Secara ilmiah, hal ini bisa saja terjadi karena jaringan yang menghubungkan puting payudara Anda menjadi lebih pendek. Namun, Anda tidak perlu khawatir memiliki puting payudara yang tidak menonjol karena tetap bisa berfungsi untuk menyusui si kecil. Hanya saja, yang perlu diwaspadai adalah ketika puting Anda semula menonjol, kemudian menjadi tidak menonjol lagi. Jika hal tersebut terjadi, segera konsultasi dengan dokter karena menjadi indikasi kanker.

Di sekitar Aerola Anda Muncul Rambut Kecil, Normalkah?

Mungkin, Anda juga bertanya-tanya kenapa disekitar aerola atau kulit gelap di area puting susu muncul rambut kecil. Apakah hal tersebut normal atau tidak? Lagi-lagi, Anda tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut karena masih dianggap normal. Namun, apabila Anda merasa risih dengan kemunculan rambut kecil, diperbolehkan untuk mengguntingnya. Yang perlu diperhatikan, jangan sekali-kali mencabut rambut kecil karena bisa berpotensi menyebabkan infeksi dan rambut tumbuh ke dalam.

Lalu, Kapan Harus Periksa ke Dokter Terkait Kondisi Payudara Anda yang Tidak Beres?

Nipple Discharge

Salah satu kondisi yang perlu Anda waspadai terkait payudara yang tidak normal adalah nipple discharge. Kondisi ini biasanya terjadi sebelum menopause, keluar cairan berwarna kehijauan, jernih, bahkan merah (berdarah), dan ada benjolan. Apabila hal tersebut terjadi pada Anda, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Benjolan di Payudara

Apabila Anda menemukan adanya benjolan pada sekitar payudara atau ketiak, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis. Sebab, bisa jadi tanda tersebut merupakan indikasi tumor atau kanker.

Perubahan Warna dan Tekstur

Ketika mandi, pasti Anda mengamati seluruh bagian tubuh Anda, termasuk payudara. Nah, apabila Anda menemukan kulit sekitar payudara Anda terasa gatal, bersisik, bahkan kemerahan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah payudara Anda normal atau tidak.

Payudara Terasa Sakit

Sebenarnya, payudara terasa sakit wajar saja dialami oleh setiap wanita ketika menjelang menstruasi. Hal tersebut normal karena rasa sakitnya dapat hilang dengan sendirinya. Namun, yang perlu Anda waspadai ketika rasa sakit tersebut tidak kunjung hilang, maka segera periksakan diri ke dokter guna memastikan apakah payudara Anda baik-baik saja atau tidak.

Perubahan Ukuran dan Bentuk

Ukuran dan bentuk payudara dapat berubah seiring bertambahnya usia dan kondisi tertentu seperti saat menstruasi, hamil, serta menopause. Namun, ketika perubahan payudara Anda terjadi di luar waktu tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisinya baik-baik saja.

Baca: Waspadai Level Kanker

Nah, setelah membaca ciri-ciri payudara sehat di atas, sudahkah Anda memeriksa kondisi payudara Anda secara mandiri?

Categories
Kecantikan Tips Sehat

Kulit Sensitif: Ciri dan Cara Merawat

Apakah kulit Anda pernah mengalami reaksi gatal-gatal susudah menggunakan produk wewangian atau produk perawatan kulit, besar kemungkinan, Anda mempunyai kulit yang sensitif. Untuk mengetahui penanganannya, Anda harus mengenal terlebih dulu apa ciri kulit yang sensitif serta apa yang menyebabkan iritasi agar tak terulang. Berikut ini penjelasan dari penirumasliusa

Penyebab Kulit Sensitif

Kulit sensitif merupakan sebuah kondisi kulit yang memberikan reaksi berlebihan karena faktor lingkungan. Reaksi yang berlebihan ini sering dialami ketika menggunakan sabun, sampo hingga kosmetik. Kondisi kulit yang sensitif dapat memburuk ketika terpapar udara yang dingin dan kering. Walaupun tanda dari iritasi tak terdeteksi, rasa tersengat, gatal dan perih biasanya selalu ada.

Baca: Aneka Manfaat Lidah Buaya untuk Kesehatan

Setiap orang mempunyai pemicu reaksi kulit sensitif berbeda antara satu dengan yang lain. Contohnya, dapat disebabkan oleh perubahan suhu dan paparan polusi. Tak jarang juga bisa dipicu oleh kebiasaan seseorang menjalankan diet yang menyebabkan penurunan berat badan. 

Penyebab lain kulit menjadi sensitif ialah terlalu sering bergantung produk perawatan kulit secara berlebihan. Penggantian produk secara terus menerus dan terlalu sering menyebabkan pengelupasan kulit serta merusak pertahanannya. Sehingga, penggunaan produk ini bukannya membangun perlindungan untuk kulit, namun malah membuat kulit menjadi semakin lemah.

Sejumlah kondisi tersebut dapat melemahkan daya tahan kulit paling luar, sehingga kulit akan mengalami iritasi, mengelupas dan terasa panas. Oleh sebab itu, sangat disarankan menghindari suhu ekstrem, jika ingin melakukan pengelupasan kulit, lakukan sekali dalam seminggu.

Apa Saja Ciri Kulit Sensitif? 

Benda-benda yang sudah bersentuhan secara langsung dengan kulit dapat mempengaruhi kondisinya, gunakan produk yang lembut dan dapat menjaga kelembaban kulit. Berikut beberapa ciri kulit yang sensitif, antara lain:

  1. Ruam timbul dengan mudah

Jika kulit Anda mudah berubah menjadi ruam dan bercak karena menggunakan produk tertentu, bisa berarti ini menjadi tanda Anda memiliki kulit yang sensitif.

  1. Kulit tak bisa menyerap wewangian dengan maksimal

Produk yang mengandung wewangian biasanya tak bereaksi baik pada kulit sensitif wewangian yang kuat dapat membuat kulit berubah menjadi iritasi.

  1. Beberapa produk membuat wajah menjadi sakit menyengat atau memerah

Kulit yang berubah berwarna merah serta panas dapat menjadi ciri kulit sensitif karena reaksi alergi dari bahan kimia di dalam produk kecantikan. 

  1. Munculnya alergi

Ada kaitan yang kuat antara kulit sensitif dan alergi. Hin dari terburu-buru dalam mengganti produk perawatan wajah, apalagi jika wajah masih iritasi. Lebih baik hentikan terlebih dahulu penggunaan sama sekali beberapa saat. Bila kulit masih kering atau merah sesudah melakukan perawatan yang sama. Lebih baik Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter untuk memastikan jika ini adalah tanda reaksi alergi.

  1. Kulit mengelupas

Kulit yang mengelupas memberi tanda keganjilan pada kelembaban kulit, pengelupasan yang berlebihan bisa dikarenakan terlalu sering melakukan scrub. Tak hanya itu, kulit mengelupas dapat dikarenakan oleh kekeringan kulit yang parah. Anda bisa menggunakan pelembab yang memiliki kandungan hyluronic agar dapat mengatasinya.  

  1. Kulit terasa gatal

Kulit yang terasa gatal adalah gejala kulit kering yang sudah parah. Anda harus mengembalikan kelembaban kulit dengan menggunakan produk perawatan yang menghidrasi dan lembut untuk mengisi kelembaban.

  1. Kulit memerah

Bila kulit yang Anda miliki terus menerus memerah, ini bisa menjadi pertanda Anda memiliki rosacea. Ciri kulit ini dikarenakan peradangan serta benjolan kecil. Saat memperoleh kondisi kulit ini diskusikan kembali dengan dokter untuk memperoleh perawatan terbaik. 

Tips Merawat Kulit Sensitif Agar Tetap Cantik

Berikut beberapa cara untuk merawat kulit sensitif agar tetap terlihat cantik:

  1. Lakukan tes produk kecantikan sebelum melakukan pembelian

Jika Anda melakukan pembelian produk perawatan kulit di pusat perbelanjaan, hindari langsung melakukan pembelian. Anda dapat menguji produk perawatan kulit yang Anda beli terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian. 

  1. Gunakan tabir surya

Kulit sensitif begitu rentan dengan sinar matahari dan kerusakan. Sinar matahari dapat membuat kulit menjadi radang serta muncul bercak berwarna merah. Agar bisa menghindari hal ini, pastikan kembali jika kulit sudah dioles tabir surya terlebih dulu sesudah mandi pagi. Usahakan menggunakan SPF 15 sehingga kulit bisa terhindar dari pancaran matahari secara maksimal.

  1. Gunakan toner

Toner dapat memberi efek menenangkan sehingga bagi Anda yang memiliki kulit sensitif harus menggunakannya. Manfaat dari toner yang adalah dapat memberi dorongan hidrasi untuk kulit sehingga kulit tak akan merasa kekeringan.

  1. Perlakukan kulit secara lembut

Sebenarnya, bukan hanya untuk si pemilik kulit sensitif yang harus memperlakukan kulitnya dengan lembut, namun semua jenis kulit juga harus diperlakukan dengan lembut. Anda dapat mengoleskan produk kecantikan secara lembut hingga ke seluruh wajah, karena bila Anda melakukannya secara kasar, kulit malah menjadi memerah dan gatal.

Oh Ini Ternyata Penyebab Siklus Mens Tidak Teratur

Categories
Penyakit

Ini Gejala dan Penyebab Epilepsi Yang Terjadi Pada Tubuh

penirumasliusa com – Penyakit epilepsi tentunya tidak asing bukan? Seringkali penyebab epilepsi adalah faktor dari genetik itu sendiri bahkan bisa jadi kondisi kesehatan tubuh sendiri. Penyakit ini dikenal oleh masyarakat melalui reaksi kejang pada seseorang yang terkena epilepsi yang terjadi secara tiba-tiba.

Baca: Tips Cepat Atasi Asam Lambung

Bisa juga seseorang yang terkena ini akan mengalami perilaku yang tidak seperti biasanya dan hilang sadar. Kejang ini tentunya menjadi tanda epilepsi yang bermula dari impuls listrik yang dimiliki otak menjadi kelebihan sehingga mengakibatkan reaksi ke otot tubuh dan menimbulkan kejang.

Gejala Penyakit Epilepsi

Dalam kasus ini terkadang reaksi yang ditimbulkan juga bisa jadi berbeda-beda seperti pandangan kosong maupun gerakan lengan maupun kaki. Untuk gejalanya sendiri dapat dilihat dari sebagai berikut :

1. Kondisi Kebingungan

Dalam hal ini seseorang yang mengalami gejala epilepsi akan terasa mengalami gejalanya yaitu menjadi kebingungan sementara. Sehingga tatapan menjadi kosong dan terdiam, seperti kehilangan arah.

2. Terjadi Kejang- Kejang

Dalam hal ini seseorang akan menjadi kejang-kejang serta menimbulkan gerakan pada lengan serta pergelangan pada kaki yang tidak terkendali kemudian menjadi kehilangan kesadaran setelah itu dan jatuh pingsan.

3. Mengalami Gangguan Gejala Psikologis

Perihal dalam kasus penyakit ini menjadikan seseorang mengalami rasa takut bahkan cemas yang berlebihan bahkan juga seseorang menjadi dejavu sebab penyakit epilepsi ini yang terjadi pada seseorang tersebut.

Penyebab Terjadinya Penyakit Epilepsi

Dalam hal ini akan dibahas apa saja penyebab epilepsi sehingga bisa terjadi pada tubuh manusia. Berikut Penjelasannya :

1. Genetik Pada Seseorang

Pada pernyataan ini penyebab terjadinya epilepsi bisa juga dipengaruhi oleh faktor genetik dalam tubuh seseorang. Hal ini menjadi sebagian penyebabnya, karena dengan terdapatnya gen tertentu dalam tubuh dapat menimbulkan keadaan dimana seseorang menjadi tingkat sensitif untuk kondisi lingkungan tertentu bahkan ada yang berasal dari keluarganya sendiri.

2. Trauma Maupun Cedera Di Bagian Kepala

Tentunya seorang yang pernah mengalami trauma di bagian kepala sebab jatuh dalam berkendara maupun terbentur sesuatu yang keras dapat menjadi penyebabnya. Dalam kasus ini diharapkan seseorang lebih berhati-hati dalam beraktifitas yang bisa jadi mencederai kepala. Contohnya saja saat berkendara maupun bermain ski dengan memakai helm.

3. Pengaruh Usia

Dalam hal ini dapat dilihat dari penyebab penyakit epilepsi, hal ini terjadi biasanya pada usia kanak-kanak maupun terjadi pada usia lansia. Namun tentunya penyakit ini tidak hanya pada anak-anak saja dan lansia, akan tetapi dalam kondisi tersebut penyakit epilepsi juga bisa menyerang di berbagai usia.

4. Mempunyai Penyakit Stroke dan Pembuluh Darah

Untuk seseorang yang memiliki riwayat kesehatan stroke dan pembuluh darah juga harus berhati-hati. Sebab penyakit yang dapat menjadi kerusakan otak dan bisa juga menjadi penyakit epilepsi. Oleh sebab itu yang memiliki penyakit ini diharapkan bisa tidak mengkonsumsi seperti alkohol dan tidak merokok serta melakukan rutinitas olahraga yang baik.

Dari penyebab epilepsi ini masih ada penyebab lainnya seperti terdapat infeksi serta adanya gangguan yang terjadi pada otak, demensia maupun gangguan perkembangan pada tubuh seseorang. Namun dalam kebanyakan kasus epilepsi ini akan mengalami kejang yang sama sehingga terlihat serupa dalam kejadiannya.

Baca: Jenis Tingkatan Kanker Tubuh

Sehingga dalam kasus ini diperlukan penanganan yang tepat dalam menghadapi kondisi tersebut. Sehingga penyebab epilepsi ini bisa ditangani secara baik. Karena hal ini bisa terjadi oleh siapapun tanpa membedakan ras maupun latar belakangnya sendiri.