Categories
Anak Sehat

4 Rekomendasi Obat Diare Anak Aman untuk Perut

Obat Diare Anak

Pada umumnya diare pada anak disebabkan oleh infeksi virus yang dapat membaik dengan sendirinya, namun tidak jarang juga disebabkan oleh infeksi bakteri atau infeksi parasit. Pada saat anak mengalami diare, biasanya disertai gejala lain seperti demam, tidak nafsu makan, mual bahkan muntah. Oleh karena itu sebelum anak mengalami dehidrasi hebat, Anda bisa memberikan pilihan obat diare anak sebagai berikut.

1. Diapet Anak

Diapet anak ukuran 10ml merupakan produk obat diare yang ditujukan untuk mengatasi diare non spesifik pada anak. Obat diare ini dapat bekerja dengan cara memadatkan tinja dan meredakan mulas yang berlebih yang dialami anak.

Obat diare ini memiliki kandungan bahan herbal yang relatif aman untuk perut anak dan bebas efek samping. Adapun bahan herbal itu adalah ekstrak daun jambu biji, rimpang kunyit, buah mojokeling, dan kulit buah delima.

Kandungan tersebut memiliki khasiatnya masing-masing terutama dalam mengurangi frekuensi air besar dan memadatkan tinja. Selain itu, kandungan ekstrak daun jambu biji dapat menghambat pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus yang menjadi penyebab umum diare pada anak.

Meskipun obat ini bisa Anda dapatkan secara bebas, penggunaan atau dosis obat ini juga perlu diminum sesuai dengan petunjuk dokter atau aturan pemakaian yang tertera pada kemasan.

2. Lacto B

Obat ini merupakan jenis probiotik yang dikemas dalam bentuk serbuk dan dapat digunakan untuk memperbaiki fungsi normal dari saluran pencernaan. Tidak hanya itu saja obat ini juga bisa memperbaiki kondisi seperti diare, konstipasi, dispepsia, diare akibat laktosa, maupun penggunaan antibiotika jangka panjang. Oabt ini juga bisa digunakan untuk mengatasi infeksi vagina dan infeksi saluran kencing.

Obat yang dapat dikonsumsi langsung dengan cara dilarutkan dalam air putih atau diberikan bersama makanan anak atau susu formula ini mengandung multivitamin. Yaitu vitamin C, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, niasin, protein maupun lemak. Selain itu ada juga bakteri yang baik untuk saluran pencernaan, yaitu Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium longum, dan Streptococcus thermophilus.

3. Interzinc

Interzinc adalah obat diare anak yang berisi zinc sulfate yang mengobati seseorang ketika mengalami diare. Pada umumnya, tubuh akan kehilangan banyak zink saat mengalami diare. Oleh karena itu tubuh memerlukan asupan zink dari luar tubuh. Selain memberikan obat ini, asupan rehidrasi oral juga perlu Anda berikan pada anak agar tidak mengalami dehidrasi berat.

Obat ini bisa Anda berikan kepada anak mulai usia 6 bulan sampai 5 tahun dengan dosis 1 tablet per hari. Sedangkan untuk bayi yang berusia dari 2 sampai 6 bulan dengan dosis setengah tablet per hari. Berikan obat ini selama 10 hari berturut-turut meskipun diare sudah berhenti atau sesuai dengan resep dokter.

4. L-Bio

Obat yang satu ini digunakan untuk melindungi sistem pencernaan dan memperbaiki fungsi normal saluran pencernaan terutama pada saat Anda mengalami diare, konstipasi dan penggunaan antibiotika jangka panjang.

Obat ini bisa digunakan pada bayi, anak-anak ataupun dewasa. L-Bio yang termasuk dalam obat bebas ini mengandung probiotik atau bakteri baik yang bagus untuk sistem pencernaan seperti salah satunya Lactobacillus Acidophilus, Lactobacillus Casei dan Lactococcus Lactis.

Itulah beberapa pilihan obat diare anak yang bisa Anda berikan pada anak saat mengalami diare. Jangan lupa untuk mengikuti aturan pemakaian atau dosis pada kemasan atau sesuai resep dokter. Apabila kondisi tubuh belum membaik, segera konsultasikan dengan dokter.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Categories
Anak Sehat Dunia Kesehatan

Sakit Saat Menyusui Pertama Kali? Ternyata Ini Lho Penyebabnya dan Cara Mengatasinya

Payudara seringkali merasakan sakit ketika pertama kali menyusui. Hal ini menurut penirumasliusa.com dan banyak orang dianggap sebagai hal yang wajar terjadi. Meskipun dianggap sebagai hal yang wajar, namun hal ini seringkali menimbulkan rasa yang tidak nyaman ketika sedang menyusui. Salah satu alasannya yaitu Anda mungkin belum paham mengenai tata cara dalam menyusui. Misalnya dari segi posisi sampai dengan teknik perlekatan antara mulut bayi dengan puting payudara.

Baca: Ciri Payudara yang Sehat

Kemunculan rasa nyeri dan sakit pada payudara seringkali disebabkan akibat kesalahan dalam menerapkan teknik  menyusui. Walaupun semakin sering Anda menyusui maka rasa sakit tersebut akan hilang dengan sendirinya. Jika rasa sakit tersebut tidak kunjung hilang maka Anda tidak boleh mengabaikan hal ini. Jika dibiarkan maka akan menimbulkan dampak buruk yang lebih parah. 

Penyebab Rasa Sakit Saat Menyusui

Saat pertama kali Anda menyusui dan merasakan sakit maka sebisa mungkin jangan pernah menghentikan pemberian ASI untuk bayi. Pada saat Anda merasakan sakit maka bisa beristirahat tidak menyusui terlebih dahulu kira-kira selama 24 jam sambil mencari tahu apa penyebab dari rasa sakit yang muncul tersebut.

Berikut ini ada beberapa daftar penyebab kemunculan rasa sakit ketika sedang menyusui, di antaranya: 

  1. Adanya Pembengkakan Pada Area Payudara

Di awal masa menyusui, pembengkakan pada bagian payudara memang dianggap sebagai hal yang wajar dan hal ini akan menjadikan diri Anda merasakan kencang pada area payudara. Dalam kondisi seperti ini maka akan menimbulkan rasa sakit ketika bayi menyusu. Jika sekiranya area payudara mengalami pembengkakan maka disarankan bagi Anda supaya mengompres bagian payudara supaya meminimalisir adanya pembengkakan.

  1. Posisi yang Tidak Tepat

Posisi menyusui ternyata juga sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dari ibu dan bayi selama menyusui. Bahkan posisi yang tidak tepat seringkali menimbulkan bagian puting terasa sakit. Pada posisi menyusui yang tepat yaitu dagu dan hidung bayi menyentuh bagian payudara dan untuk seluruh area payudara berwarna coklat tersebut akan masuk ke bagian mulut bayi.

  1. Puting Retak atau Kering

Penyebab rasa sakit selanjutnya yang tidak banyak diketahui oleh ibu yang baru menyusui pertama kalinya yaitu adanya puting yang retak ataupun kering. Kondisi ini sering kali disebabkan karena kulit terlalu kering dan hal ini seringkali menimbulkan kemunculan darah ketika menyusui pada pertama kali. Namun hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena darah hanya berjumlah sedikit saja.

  1. Adanya Infeksi Jamur

Pada biasanya payudara juga seringkali mengalami infeksi jamur yang ditimbulkan adanya penggunaan antibiotik dalam menangani jenis infeksi. Padahal adanya infeksi jamur yang terdapat pada payudara ataupun puting dapat meninggalkan rasa sakit ketika sang ibu menyusui. Untuk mengatasi hal ini maka Anda disarankan untuk menjaga kebersihan bagian puting supaya terhindar dari infeksi jamur.

  1. Mastitis

Kondisi mastitis juga seringkali disebut sebagai peradangan yang terjadi pada bagian payudara akibat adanya penyumbatan atau pembengkakan kelenjar payudara. Bagi ibu menyusui yang berada dalam kondisi ini tidak hanya merasakan sakit selama menyusui saja. akan tetapi juga seringkali mengalami demam dan bengkak pada area payudara.

Cara Mengatasi Rasa Sakit Saat Menyusui

Jika sekiranya Anda sudah mengetahui apa saja penyebab dari rasa sakit yang ditimbulkan selama masa menyusui, kini saatnya Anda mengetahui bagaimana cara yang bisa dilakukan supaya rasa sakit saat menyusui tersebut dapat diatasi dengan baik dan efektif. Berikut ini cara yang bisa Anda ikuti:

  1. Kompres dengan Air

Cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa sakit ketika menyusui yaitu dengan mengompres sebagian payudara menggunakan air dingin atau dengan air hangat. Lakukan cara ini selama payudara merasakan sakit saat menyusui. Dengan mengompres air maka bisa meredakan rasa sakit di bagian payudara.

  1. Konsumsi Banyak Air Mineral

Anda disarankan untuk mengkonsumsi air mineral dalam jumlah yang lebih banyak supaya rasa sakit tersebut dapat diminimalisir. Selain itu Anda juga disarankan untuk beristirahat lebih cukup. Cara ini memang sangat sederhana, namun Anda bisa merasakan sendiri perubahan yang terjadi pada rasa sakit di bagian payudara yang dapat diminimalisir.

  1. Perhatikan Posisi Menyusui

Saat menyusui tidak hanya memperhatikan dari segi kenyamanan sang bayi saja, akan tetapi untuk ibu menyusui juga harus memperhatikan dari segi posisi menyusuinya. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan rasa sakit yang ditimbulkan selama menyusui. Apabila posisi salah maka hal ini bisa berdampak rasa sakit yang dirasakan oleh ibu menyusui. 

Penting Vitamin B bagi Ibu Menyusui

Selain Itu Anda juga disarankan untuk menggunakan bra maupun pakaian khusus supaya tidak menekan bagian payudara. Ada baiknya jika menggunakan bra khusus menyusui dan gunakan pakaian yang longgar.

Walaupun rasa sakit selama menyusui dianggap sebagai hal yang wajar terjadi dan hampir semua ibu menyusui akan merasakannya, akan tetapi jika sekiranya rasa sakit tersebut tidak kunjung sembuh, maka silahkan mengkonsultasikannya kepada dokter. Dengan hal ini maka Anda bisa mengetahui apa saja yang menimbulkan rasa sakit tersebut. karena setiap orang mempunyai penyebab yang tidak sama.

Categories
Anak Sehat Tips Sehat

7 Cara Mengobati Radang Tenggorokan Anak Secara Alami

Sebagai orang tua tentu ingin selalu menjaga kesehatan buah hatinya. Akan khawatir apabila buah hati mulai rewel dan menunjukkan mulai susah makan. Hal ini perlu diwaspadai mungkin buah hati sedang mengalami radang tenggorokan. Penting bagi orang tua mengetahui cara mengobati radang tenggorokan pada anak di saat seperti itu.

Pergantian cuaca dari panas ke hujan yang sekarang kita alami cukup berpengaruh pada anak. Selain itu faktor makanan yang dikonsumsi juga sangat berpengaruh. Banyak makanan ringan dengan bahan pengawet dan pewarna buatan yang disukai anak-anak. Bila anak mengalami susah makan, mengeluh tenggorokan sakit saat menelan , itu bisa menjadi indikasi kalau anak mengalami radang tenggorokan.

baca: Yang Dimaksud Sakit Meningitis

Sebelum menjadi lebih parah kita bisa memberikan pertolongan pertama dengan memberikan asupan-asupan makanan yang  bisa meredakan radang tenggorokan. Inilah beberapa cara mengobati radang tenggorokan anak secara alami di rumah:

1. Perbanyak Minum Air Putih Hangat

Diperlukan sekali untuk banyak minum air putih hangat saat radang tenggorokan. Ini akan sedikit demi sedikit membantu mengurangi rasa sakit pada tenggorokan. Banyak minum air putih hangat berguna untuk membersihkan lendir , meredakan rasa nyeri, dan menjaga kelembaban di dalam tenggorokan. Dengan demikian bisa mempercepat proses  penyembuhan.

2. Berkumur Dengan Air Garam

Cara mengobati radang tenggorokan yang kedua adalah dengan melarutkan setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Gunakan untuk berkumur 3-4 kali dalam sehari. Air garam ini berguna untuk membunuh bakteri menyebabkan radang tenggorokan. Ingatkan anak untuk tidak menelan air garam tersebut. Lakukan secara kontinyu hingga merasa lebih baik.

3. Minumlah Perasan Lemon Plus Madu

Kombinasi lemon yang merupakan sumber vitamin C dan madu yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh bisa menjadi pilihan terbaik cara mengobati radang tenggorokan pada anak. Berikan satu sendok makan perasan lemon dicampur satu sendok makan madu 2-3 kali sehari. Bisa dicampur air hangat sedikit untuk mempermudah anak dalam meminumnya.

4. Minum Susu Kunyit Atau Perasan Kunyit Plus Madu

Campurkan setengah sendok teh bubuk kunyit pada segelas susu hangat. Kunyit berkhasiat mengurangi radang tenggorokan dan menghilangkan rasa sakit dan nyeri.  Selain itu kunyit bisa diparut lalu diperas, ambil sesendok makan dicampur garam sedikit dan satu sendok makan madu. Aduk hingga bercampur bisa ditambah air hangat sedikit, minumlah selagi hangat.

5. Minum Air Kencur

Minum perasan kencur merupakan cara mengobati radang tenggorokan yang ampuh. Ambil satu ruas kencur, kupas lalu bersihkan. Yang tahan baunya bisa langsung dimakan 2-3 kali sehari. Bagi yang tidak tahan baunya bisa diparut lalu diperas diambil airnya satu sendok makan dicampur dengan satu sendok makan madu. Minumlah 2-3 kali sehari sampai membaik.

6. Konsumsi Sup Ayam

Selera makan akan turun saat anak mengalami radang tenggorokan. Dengan memberikan sup ayam hangat bisa memberikan nutrisi bagi tubuh sekaligus menyembuhkan. Kandungan sup ayam yang terdiri dari kaldu ayam, sayuran, bawang putih yang kaya vitamin, mineral, serta antibiotik yang bisa menghilangkan bakteri dan virus dalam tenggorokan.

Dengan sup ayam, anak lebih berselera makan karena sensasi hangat dan enak dalam menelan. Ini merupakan salah satu cara mengobati radang pada tenggorokan anak yang paling mudah untuk dilakukan.

7. Makan Buah Pisang

Buah pisang merupakan pilihan yang tepat untuk dikonsumsi saat anak mengalami radang tenggorokan. Pisang mempunyai tekstur yang lembut yang mudah untuk ditelan saat tenggorokan sedang mengalami peradangan. Kandungan potasium dan kalium dalam buah pisang sangat bagus untuk kesehatan. Selain itu pisang juga mengandung vitamin C yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

Baca: Cara Membeli Obat Online yang Aman

Demikian 7 cara mengobati radang tenggorokan pada anak secara alami. Bagi yang suka pengobatan secara alami bisa dicoba dan dipraktekkan di rumah.. Semoga bisa bermanfaat.