Categories
Penyakit

Bisa Dipicu oleh Kurangnya Gerak, Ini 6 Penyebab Jantung Koroner

Penyebab Jantung Koroner

Jantung koroner merupakan penyakit yang terbilang horor di tengah masyarakat. Pasalnya penyakit satu ini terbilang berat dan bisa memicu kematian pada orang yang mengidapnya. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit jantung koroner adalah dengan menghindari penyebabnya. Oleh sebab itu, simak baik-baik penyebab jantung koroner berikut ini. 

1. Malas Berolahraga

Siapa di antara Anda yang malas berolahraga? Jika Anda salah satunya, maka sebaiknya Anda biasakan diri untuk berolahraga mulai dari sekarang. Pasalnya, kurangnya gerak tubuh atau malas berolahraga bisa meningkatkan risiko seseorang menderita penyakit jantung koroner. Setidaknya, berolahragalah 5 kali seminggu, dengan durasi 30 menit per sesinya.

Perlu diketahui bahwa saat Anda malas olahraga atau melakukan aktivitas fisik, maka lemak akan menumpuk di pembuluh arteri Anda. Penumpukan lemak itu pun membuat pembuluh arteri jadi tersumbat, sehingga fugsinya tak optimal dalam mengalirkan darah ke jantung. Tak lancarnya aliran darah ke jantung akibat pembuluh arteri tersumbat inilah yang memicu jantung koroner.

2. Kebiasaan Merokok

Bagi Anda yang merupakan perokok aktif, cobalah untuk berhenti merokok mulai dari sekarang. Pasalnya, perokok aktif merupakan golongan orang yang sangat rentan terkena jantung koroner. Kandungan rokok yang berupa nikotin dan karbon monoksida akan memicu ketegangan pada jantung, membuat detak atau denyut jantung menjadi lebih cepat dibandingkan dengan denyut normal.

Selain itu, senyawa kimia lain yang terkandung dalam rokok, akan menyebabkan kerusakan pada pembuluh arteri. Akibatnya, pembuluh arteri tak lagi optimal menjalankan fungsinya untuk mengalirkan darah ke jantung. Risiko seseorang yang merokok secara aktif untuk terkena penyakit jantung koroner sangat signifikan. Jika ingin terhindar dari sakit ini, stop merokok dari sekarang.

3. Tingginya Kadar Kolesterol dalam Darah

Hal selanjutnya yang jadi penyebab jantung koroner adalah kadar kolesterol yang tinggi dalam darah. Salah satu faktor yang membuat kolesterol tinggi adalah asupan makanan yang tak sehat, kaya akan lemak jahat yaitu lemak jenuh. Walu dibutuhkan dalam kadar yang normal, jika kadarnya begitu melimpah maka kolesterol akan bisa menyebabkan terjadinya jantung koroner.

4. Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi

Tingginya tekanan darah seseorang bisa menyebabkan penyakit jantung koroner. Tekanan darah yang tinggi akan memicu terjadinya ketegangan pada jantung. Jika ketegangan ini sering terjadi dan dalam kurun waktu yang lama, maka risiko jantung koroner pun semakin tinggi. Oleh sebab itu, sangat dianjurkan untuk menjaga tekanan darah agar tetap normal, misalnya dengan olahraga rutin.

5. Kadar Gula yang Tinggi dalam Darah atau Diabetes

Seseorang dengan kondisi tingginya kadar gula dalam darah atau menderita diabetes, membuat risikonya terkena jantung koroner semakin besar. Bahkan, penderita diabetes berisiko 2 kali lebih tinggi untuk menderita penyakit jantung koroner dibandingkan dengan yang tidak menderita diabetes. Tingginya kadar gula akan membuat lapisan di arteri menebal, sehingga menyumbat aliran darah.

6. Trombosis

Trombosis adalah kondisi di mana terjadi penggumpalan darah pada pembuluh vena atau pun pembuluh arteri. Jika penggumpalan darah tersebut terjadi pembuluh vena, secara otomatis akan menyumbat pembuluh arteri tersebut. Fungsi pembuluh arteri untuk mengalirkan darah ke jantung akan terganggu, sehingga jantung koroner pun rentan terjadi.

Itulah tadi setidaknya 6 hal yang bisa jadi penyebab jantung koroner. Menjalankan pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi dan olahraga teratur, akan bisa mengurangi risiko Anda terkena jantung koroner. Hal lain yang tak kalah penting adalah dengan menghentikan kebiasaan merokok bagi Anda yang merupakan perokok aktif.

Kami dapat membantu anda memenuhi kebutuhan dan beli obat untuk penyakit kronis. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google PlayStore maupun App Store sekarang.

Categories
Penyakit

Muncul Sebelum Serangan Jantung, Apa Itu Angina Pectoris?

Apa Itu Angina Pectoris

Jangan pernah anggap remeh rasa nyeri pada dada yang disertai dengan sesak nafas mual dan keringat berlebih. Sebab beberapa hal tersebut bisa menjadi pertanda angina pectoris pada tubuh Anda. Banyak orang awam yang menyebut kondisi ini sebagai angin duduk. Lalu sebenarnya apa itu angina pectoris? Ini dia beberapa penjelasan mengenai angina pectoris.

Apa Itu Angina Pectoris?

Angina pectoris atau angin duduk merupakan nyeri dada yang disebabkan karena kurangnya pasokan darah beroksigen yang menuju ke jantung. Pada umumnya nyeri dada yang disebabkan karena angina tidak bisa diprediksi. Selain itu angina juga bisa disebabkan karena kejang otot yang terjadi pada arteri koroner.

Seberapa Umumkah Kondisi Ini?

Angina memang merupakan salah satu penyakit yang cukup banyak terjadi di masyarakat. Siapa saja sebenarnya berisiko mengalami penyakit ini. Namun risiko penyakitnya akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Terlebih lagi pada pria yang berusia di atas 45 tahun dan wanita yang sudah berusia di atas 55 tahun.

Meski demikian tak perlu merasa khawatir, sebab Anda masih bisa mengurangi risiko terserang penyakit angina pectoris dengan mengurangi faktor risiko yang dimiliki. Selain itu jangan lupa konsultasikan dengan dokter guna mencari tahu lebih lanjut mengenai penyakit angina pectoris.

Terbagi Menjadi Dua Jenis

Secara garis besar ada dua macam angina yakni angina stabil dan tidak stabil. Faktor pemicu angina stabil antara lain seperti masalah pencernaan, stres, kondisi medis yang membuat jantung bekerja lebih keras dan melakukan olahraga berat. Umumnya gejala ini akan pulih dalam waktu 5 menit setelah beristirahat atau mengonsumsi obat.

Sedangkan gejala angina tidak stabil tidak akan langsung hilang meski sudah beristirahat dan mengonsumsi obat. Bahkan rasa nyeri yang dialami juga terbilang lebih lama, bisa mencapai 30 menit. Hal yang satu ini merupakan kondisi darurat yang membutuhkan penanganan medis dengan segera.

Lalu apa yang terjadi dengan angina pectoris? Kondisi ini umumnya ditandai dengan rasa nyeri pada dada yang menjalar ke bagian tubuh lainnya. Pada beberapa kasus penderitanya akan mengalami gejala sesak nafas, gelisah, pusing, keringat berlebih, mudah lelah hingga rasa nyeri seperti gejala penyakit asam lambung.

Tak hanya itu saja, kemungkinan juga timbul rasa nyeri yang terasa menusuk dan panas seperti terbakar. Sebagian penderitanya menggambarkan gejala ini seperti sedang dibekap atau dicengkeram.

Awasi Penyebab Angina Pectoris

Sudah barang tentu jika jantung membutuhkan asupan darah yang kaya oksigen yang cukup agar bisa bekerja dengan baik. Darah pada organ ini nantinya akan dialirkan melalui dua pembuluh darah besar. Angin duduk ini terjadi ketika pembuluh darah koroner mengalami penyumbatan atau penyempitan.

Pada dasarnya penyumbatan dan penyempitan pembuluh darah bisa disebabkan oleh banyak faktor. Mulai dari kebiasaan merokok, stres, makan secara berlebihan, udara dingin, timbunan lemak, kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes hingga pembekuan darah yang mengurangi atau menghalangi aliran darah menuju jantung.

Pencegahan Angina Pectoris

Sebenarnya ada beberapa langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan untuk mencegah angina pectoris. Mulai dari rutin berolahraga, menghindari makanan yang berbahaya bagi jantung, mengonsumsi makanan yang sehat untuk jantung, menjaga berat badan tetap ideal, berhenti merokok dan membatasi konsumsi minuman beralkohol.

Itu dia beberapa penjelasan yang perlu Anda ketahui seputar apa itu angina pectoris. Apabila memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai angina pectoris, konsultasikan dengan dokter guna mendapatkan solusi terbaik terkait dengan masalah tersebut.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antre. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Penyakit

6 Penyebab Pneumothorax yang Harus Anda Waspadai

Penyebab Pneumothorax

Pneumothorax merupakan kondisi dimana terjadinya penumpukan udara pada rongga pleura. Pleura sendiri terletak di celah antara lapisan pelindung paru-paru dan dinding dada yang ada di bagian dalam. Kondisi ini akan membuat paru-paru menjadi mengempis karena adanya dorongan udara. Lantas apa yang menjadi penyebab Pneumothorax tersebut? Berikut ini penjelasannya.

Penyebab Pneumothorax

Biasanya, penyakit ini disebabkan oleh cedera dada yang tumpul atau tembus, prosedur medis tertentu, atau kerusakan akibat penyakit paru-paru, dan terkadang dapat terjadi tanpa alasan yang jelas. Untuk lebih lengkapnya berikut ini penjelasan mengenai berbagai penyebab pneumothorax.

1. Penyakit Paru-Paru

Secara umum, jaringan paru-paru yang rusak cenderung lebih mudah untuk mengalami kolaps. Kerusakan ini bisa disebabkan oleh berbagai jenis penyakit yang bisa memicunya. Misalnya saja penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), pneumonia dan juga fibrosis kistik.

2. Cedera pada Dada

Cedera akibat benda tumpul atau yang tembus di dada, biasanya akan menyebabkan paru-paru menjadi kolaps. Umumnya, cedera bisa terjadi saat serangan fisik atau kecelakaan mobil. Akan tetapi cedera lain dapat terjadi secara tidak sengaja selama prosedur medis yang melibatkan penusukan jarum di dada.

3. Pecahnya Kantung Udara

Blebs (kantung udara yang kecil) yang terbentuk di bagian atas paru-paru. Terkadang kantung tersebut pecah. Sehingga menyebabkan udara bocor ke ruang di sekitar paru-paru.

4. Ventilasi Mekanis

Dalam kasus pneumotoraks berat, dapat terjadi pada orang yang membutuhkan alat bantu pernapasan. Alat bantu, seperti ventilator, dapat menyebabkan ketidakseimbangan tekanan udara di dalam dada, yang biasanya dapat menyebabkan paru-paru menjadi kolaps total.

5. Pecahnya Kavitas pada Paru-Paru

Kavitas adalah kantung abnormal yang biasa terbentuk dalam paru-paru. Umumnya, kavitas disebabkan oleh adanya infeksi seperti tuberkulosis atau tumor. Kantung ini bisa pecah kapan saja dan menyebabkan pneumothorax.

6. Asma

Asma merupakan penyakit yang disebabkan oleh peradangan pada saluran udara. Sehingga akan membuat saluran pernapasan menjadi bengkak dan lebih sensitif. Serta, akan membuat saluran pernapasan akan menyempit dan berakibat udara yang masuk ke paru-paru akan terbatas.

Faktor Resiko Pneumothorax

Selain mengetahui berbagai hal yang bisa menjadi faktor penyebab pneumothorax. Anda juga harus mengetahui beberapa faktor resiko yang bisa membuat seseorang lebih rentan untuk terserang pneumothorax. Berikut ini daftarnya.

1. Jenis Kelamin

Secara umum, pria lebih mudah untuk terserang pneumothorax jika dibandingkan dengan wanita.

2. Usia

Pneumothorax, yang disebabkan oleh gelembung udara yang meledak, lebih sering terjadi pada orang berusia antara 20 dan 40 tahun, terutama pada orang yang sangat tinggi dan kurus.

3. Merokok

Risiko dari pneumothorax akan meningkat seiring dengan waktu merokok yang lebih lama dan jumlah batang rokok yang Anda hisap.

4. Genetik

Beberapa jenis pneumothorax menimpa orang dengan riwayat keluarga yang juga mengalami pneumothorax.

5. Penyakit Paru-Paru

Ketika mempunyai kondisi penyakit paru-paru tertentu, seperti COPD, dapat menyebabkan paru-paru Anda mengalami kolaps lebih parah.

6. Ventilasi Mekanik

Pasien yang membutuhkan ventilasi mekanik atau alat bantu pernapasan untuk membantunya bernapas berisiko lebih tinggi terkena pneumothorax.

7. Pernah Menderita Pneumothorax

Seseorang yang pernah mengalami pneumothorax memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang lain yang belum pernah mengalami kondisi ini.

Seperti itulah penyebab pneumothorax dan faktor resiko yang bisa membuat Anda lebih mudah untuk terserang penyakit ini. Setelah Anda mengetahui hal ini, akan lebih baik untuk Anda menghindari pola hidup merokok agar mengurangi resiko terkena penyakit pneumothorax.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Obat Penyakit

Rekomendasi Obat Asam Urat Terbaik agar Lekas Sembuh

Obat Asam Urat Terbaik

Asam urat biasanya dialami oleh orang dewasa yang sudah berusia di atas 40 tahun. Gejala yang bisa terjadi pertama kalinya adalah rasa nyeri yang tiba-tiba saja datang beberapa kali dan sering terasanya di malam hari. Terkadang Anda juga bisa mengalami demam. Gunakan obat asam urat terbaik agar Anda bisa lekas sembuh.

1. Allopurinol

Obat asam urat ini akan membantu mengurangi penumpukan kadar asam urat di dalam darah. Dosis obat ini akan diberikan sekitar 100-300 mg setiap harinya. Jika kondisi asam urat setelah diperiksa masih tetap tinggi, dosisnya akan dinaikkan oleh dokter. Hanya saja setelah mengonsumsi obat Anda akan merasakan efek sampingnya berupa pusing atau sakit perut.

2. Febuxostat

Ada juga obat Febuxostat yang bisa digunakan untuk asam urat dengan manfaatnya untuk mengurangi produksi asam urat di dalam tubuh. Biasanya obat ini memang diperuntukkan oleh penderita asam urat di atas usia 40 tahun. Dosis terendah obat ini adalah 80 mg setiap harinya dan akan dinaikkan sesuai dengan kondisi asam urat Anda.

3. Probenecid

Rekomendasi obat asam urat terbaik adalah Probenecid yang bekerja untuk mengurangi jumlah asam urat di dalam darah. Obat ini dosis terendahnya adalah 250 mg yang diminum sebanyak 2 kali sehari. Kenaikan dosis sesuai kebutuhan tubuh yang akan diresepkan oleh dokter.

Obat ini akan mengeluarkan asam urat yang berlebihan di dalam tubuh melalui urin. Anda disarankan minum air putih sesuai kebutuhan yaitu 2 liter untuk mencegah terbentuknya kristal yang menjadi penyebab asam uratnya.

4. NSAID

Rekomendasi obat lainnya bisa mencoba obat NSAID yang bisa mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada sendi saat asam urat kambuh. Jenis obatnya adalah ibuprofen dan naproxen yang akan membuat Anda bisa istirahat tanpa merasakan sakit.

5. Colchicine

Obat Colchicine juga bisa menjadi solusi untuk mengurangi peradangan akibat asam urat. Obat ini juga bisa membantu mengobati gejala asam urat akut dan mencegah kambuhnya asam urat. Biasanya obat ini diminum saat Anda mengalami asam urat yang disertai dengan demam atau terjadi bengkak pada bagian sendi. Dosis minumnya 2 kali dalam satu hari.

6. Pegloticase

Asam urat juga merupakan jenis penyakit yang bisa berada pada status kronis. Anda direkomendasikan menggunakan obat ini jika sudah memiliki penyakit asam urat kronis melalui pembuluh darah. Obat ini dosisnya jauh lebih tinggi dan cepat untuk mengatasi asam urat Anda.

7. Kolkisin

Rekomendasi obat berikutnya adalah Kolkisin yang fungsinya untuk mencegah terjadinya bentrok antara sel darah putih saat melawan kristal urat. Obat ini direkomendasikan sebagai obat awal yang diberikan agar tubuh tidak mengalami resistensi dengan penyakit asam urat.

8. OAINS (Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid)

OAINS adalah obat dengan kandungan antiinflamasi. Pilihan obatnya yaitu indometasin yang bisa bekerja cepat selama 2 jam dengan manfaat untuk mengurangi nyeri akibat asam urat. Obat diminum sebanyak 2-3 kali sehari dan dosis totalnya adalah 150-300 mg.

9. Kortikosteroid

Anda bisa juga menggunakan obat kortikosteroid yang penggunaannya disuntikkan ke dalam sendi, sehingga efektif mengobati asam urat akut. Jadi, Anda bisa menggunakan obat ini dengan lebih mudah dan prosesnya lebih ampuh. Beberapa rekomendasi obat asam urat terbaik ini bisa Anda coba sesuai dengan kondisi asam urat. Anda harus menjaga kesehatan dengan mengonsumsi suplemen.

Kami menyediakan banyak paket suplemen dengan harga menarik. Lihat sekarang di aplikasi Jovee. Unduh melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

Categories
Penyakit

Pengertian HIV adalah, dan Gejala yang Harus Diwaspadai

HIV adalah

HIV adalah penyakit yang menular dan bisa mematikan. Namun, pengidap HIV tidak perlu dijauhi justru harus diberikan dukungan. Hal ini karena dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat sangat dibutuhkan oleh penderita HIV. Nah, penyakit seperti apakah HIV itu dan apa saja gejala yang perlu diwaspadai?

Pengertian HIV

HIV merupakan sebuah virus yang menyebabkan penyakit AIDS. Penyakit ini biasanya menular melalui hubungan seksual tanpa pengaman dengan mereka yang sudah mengidap penyakit ini atau berbagi jarum suntik dengan penderita HIV.

HIV menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh sehingga penderita HIV biasanya lebih mudah terserang penyakit, bakteri maupun virus lainnya. Jika Anda sudah terserang HIV, maka virus ini akan menginfeksi seumur hidup.

Gejala-Gejala HIV

Ada beberapa gejala HIV yang perlu Anda ketahui. Berikut ini informasi gejala HIV secara lengkap.

1. Tahap Pertama (Gejala Infeksi HIV Akut)

Beberapa orang tidak mengetahui secara langsung jika terinfeksi virus ini. Biasanya gejala akan muncul dalam waktu 2 hingga 6 minggu setelah virus mulai menyerang tubuh. Gejala-gejala yang timbul hampir sama dengan gejala flu, seperti :

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit perut
  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening
  • Ruam merah
  • Nyeri dan sakit otot persendian

Jika Anda memiliki beberapa gejala di atas, apalagi jika Anda sering berhubungan seksual dengan seseorang penderita penyakit ini dalam 2 hingga 6  minggu terakhir, segeralah pergi ke dokter dan lakukan tes HIV agar lebih pasti.

2. Tahap Kedua (Gejala Litensi Klinis)

Apabila Anda terinfeksi HIV dan pada tahap ini tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat, maka virus HIV akan membunuh sel CD4 dan membuat sistem kekebalan tubuh Anda hancur. Hal inilah yang membuat HIV adalah penyakit yang mematikan. Tanda-tanda HIV sudah menginfeksi pada tahap ini adalah.

  • Biasanya pada tahap ini, penderita HIV tidak muncul gejala lebih lanjut secara bertahun-tahun
  • Virus sudah menyebar dan merusak sistem kekebalan tubuh Anda, dan Anda mudah terserang penyakit
  • Dapat menularkan ke orang lain
  • Mengalami penurunan berat badan

3. Tahap Ketiga (Gejala Aids)

Pada tahap ini, biasanya seseorang yang terinfeksi HIV sudah mengalami kerusakan sistem kekebalan tubuh yang parah. Maka dari itu, pada tahap ini biasanya penderita HIV mudah terserang penyakit lain seperti kanker kulit dan pneumonia. Berikut tanda-tanda yang biasanya muncul pada tahap ini.

  • Sistem kekebalan tubuh semakin lemah
  • Demam lebih dari 10 hari
  • Cepat lelah dan kesulitan bernafas
  • Diare jangka panjang
  • Adanya infeksi jamur pada tenggorokan, mulut dan vagina
  • Penurunan berat badan

Cara Pengobatan HIV

Hingga saat ini memang belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit mematikan satu ini. Namun, gejala-gejala yang muncul bisa dikendalikan dan sistem kekebalan tubuh bisa ditingkatkan melalui berbagai cara seperti terapi antiretroviral (ARV). Obat ini memang tidak dapat menyembuhkan penyakit ini namun dapat digunakan untuk membantu penderita hidup lebih lama dan sehat.

Obat ini digunakan untuk mencegah dan mengurangi jumlah virus HIV dalam tubuh serta menghambat virus ini bereplika. Hal inilah yang nantinya membuat penderita HIV memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat untuk melawan infeksi dan juga kanker. Namun, biasanya penggunaan ARV ini akan berbeda-beda setiap orang dan akan menimbulkan efek samping.

Tak hanya mengonsumsi ARV, penderita HIV juga harus melakukan gaya hidup yang sehat seperti mengonumsi makanan yang bergizi dan seimbang, rajin berolahraga, memperbanyak istirahat, hindari mengonsumsi obat-obatan terlarang, hindari rokok, dan rajin mencuci tangan.

HIV adalah penyakit yang berbahaya dan mematikan. Maka dari itu, lindungi diri Anda dari virus ini dengan tidak berhubungan seksual secara bebas dan mengonsumsi obat-obatan terlarang. Jika Anda memiliki gejala-gejala di atas, segera konsultasi dengan dokter dan lakukan pemeriksaan HIV.

Penasaran dengan tips dan trik kesehatan lainnya? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

Categories
Penyakit Uncategorized

7 Bahaya Penyakit TBC yang Perlu Diketahui

Bahaya Penyakit TBC

Tuberkulosis (TB), juga dikenal dengan istilah TBC, adalah penyakit menular yang  disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis sendiri dapat menyerang bagian tubuh manapun, tetapi yang paling umum dan umum adalah tuberkulosis paru. Lalu seberapa bahaya penyakit TBC untuk tubuh manusia?

Cara Penularan TBC

Seseorang yang menderita TBC dapat menyebarkan kuman dahak melalui udara saat batuk atau bersin. Dalam satu kali batuk, penderita TBC dapat mengeluarkan sekitar 3.000 percikan dahak. Bakteri tuberkulosis di udara dapat bertahan hidup berjam-jam, terutama jika ruangan gelap dan lembab, sebelum terhirup oleh orang lain.

Penularan umumnya terjadi di ruangan dimana percikan dahak bertahan lama. Orang yang berisiko tinggi terkena tuberkulosis adalah orang yang sering bertemu atau tinggal di tempat yang sama dengan penderita tuberkulosis, misalnya keluarga, teman di tempat kerja, atau teman sekelas.

Namun pada dasarnya penularan tuberkulosis tidak semudah yang dibayangkan. Dalam kebanyakan kasus, bakteri yang Anda hirup tinggal di paru-paru tanpa menyebabkan penyakit. Bakteri tersebut tetap berada di dalam tubuh, menunggu waktu yang tepat untuk terinfeksi, yaitu saat sistem kekebalan tubuh sedang lemah.

Bahaya Penyakit TBC untuk Tubuh

TBC tergolong penyakit paling berbahaya nomor 2 di dunia tidak hanya karena penyebarannya saja yang mudah. Nyatanya penyakit ini juga bisa menyebabkan berbagai kondisi kritis untuk kesehatan tubuh, bahkan jika dibiarkan lebih parah bisa berakibat kematian. Untuk lebih lengkapnya berikut ini bahaya penyakit TBC yang harus Anda ketahui.

1. Meningitis

Meningitis merupakan inflamasi atau peradangan yang terjadi pada lapisan yang menyelubungi saraf tulang belakang dan otak atau yang biasa disebut meninges. Sistem imun yang lemah akibat terserang TBC bisa menjadi faktor penyebab dari meningitis. Untuk bisa mencegah penyakit ini, Anda bisa melakukan vaksinasi untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh.

2. Kerusakan Hati dan Ginjal

Secara umum TBC memang menyerang paru-paru. Namun dalam berbagai kondisi, TBC juga bisa menyebar ke berbagai organ yang ada dalam tubuh Anda, misalnya pada hati dan ginjal. Hati dan ginjal tidak akan mampu menyaring kotoran dalam aliran darah apabila kedua organ tersebut sudah terinfeksi TBC.

3. Kerusakan Sendi dan Tulang

Nyeri punggung dan kerusakan sendi dapat terjadi ketika infeksi tuberkulosis menyebar dari paru-paru ke jaringan tulang. Dalam banyak kasus, tulang rusuk juga bisa terinfeksi dan menyebabkan nyeri di area tersebut.

4. Kerusakan Otak

Bakteri tuberkulosis yang menyebar ke otak bisa menyebabkan meningitis atau radang selaput otak. Peradangan menyebabkan pembengkakan selaput otak dan seringkali berakibat fatal dan mematikan.

5. Kerusakan Jantung

Jaringan di sekitar jantung juga dapat terinfeksi bakteri tuberkulosis. Akibatnya bisa berupa peradangan dan penumpukan cairan atau cardiac tamponade. Sehingga membuat jantung tidak efektif dalam memompa darah, dan akibatnya bisa fatal.

6. Resistensi Bakteri

Pengobatan jangka panjang seringkali membuat pasien tidak disiplin, bahkan ada yang putus pengobatan karena merasa bosan. Pengobatan yang tidak tuntas atau tidak disiplin membuat bakteri akan kebal atau resisten. Sehingga harus diganti dengan obat lain yang lebih kuat dengan efek samping yang lebih parah.

7. Gangguan Mata

Bakteri tuberkulosis juga bisa menginfeksi bagian mata. Seringkali mata yang sudah terinfeksi bakteri ini akan menyebabkan iritasi pada retina mata. Sehingga retina akan membengkak dan terlihat merah.

Dengan mengetahui bagaimana penularan dan bahaya penyakit TBC. Anda bisa melakukan upaya untuk menghindari penyakit TBC. Bahkan, jika Anda sudah didiagnosa positif TBC, Anda bisa melakukan segala cara agar tidak menularkan ke orang-orang terdekat Anda. Misalnya saja dengan menggunakan masker saat beraktivitas.

Ingin tahu tips dan trik seputar kesehatan lainnya? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store untuk mendapatkan rekomendasi suplemen. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee

Categories
Penyakit

Leukemia adalah Kanker Darah Berbahaya, Wajib Diwaspadai!

leukemia adalah

Leukemia adalah kanker darah yang bisa terjadi akibat tubuh terlalu banyak memproduksi sel darah putih abnormal. leukemia juga bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Jadi penting bagi Anda untuk mengetahui gejala, penyebab dan cara mengatasinya agar bisa terhindar dari penyakit ini. Nah berikut merupakan beberapa penjelasan yang perlu Anda ketahui. 

Ciri-Ciri dan Gejala Leukemia

Pada dasarnya leukemia sering tidak menimbulkan tanda-tanda. Gejalanya baru akan muncul ketika sel kanker sudah semakin banyak dan mulai menyerang sel tubuh. Gejala yang timbul juga cukup bervariasi tergantung pada jenis leukemia yang diderita. Jadi penting bagi Anda untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan agar terhindar dari jenis penyakit ini. 

Beberapa gejala dan ciri-ciri leukemia yang sering dialami antara lain seperti demam dan menggigil, mimisan, tubuh mudah merasa lelah, bintik merah pada kulit, berat badan yang turun secara drastis, mudah berkeringat,  perut terasa tidak nyaman, munculnya benjolan pada leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening hingga mudah terkena infeksi. 

Kapan Harus Segera Pergi ke Dokter

Pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila muncul gejala seperti demam berulang dan berkepanjangan yang disertai dengan mimisan. Gejala penyakit leukemia hampir menyerupai gejala penyakit infeksi lain, misalnya flu. Jadi pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan guna mendeteksi dini kemungkinan kanker dan bisa mencegah perkembangan penyakit tersebut. 

Jika Anda merupakan seorang perokok aktif dan sulit menghentikan kebiasaan buruk yang satu ini, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai langkah yang bisa Anda lakukan untuk berhenti merokok. Terlebih lagi merokok merupakan salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko leukemia. 

Penyebab Leukemia

Pada umumnya penyakit leukemia disebabkan karena kelainan sel darah putih di dalam tubuh yang tumbuh secara tidak terkendali. Hingga saat ini belum diketahui penyebab dari perubahan yang terjadi. Namun ada beberapa faktor yang diduga menjadi saat penyebab penyakit leukemia. 

Faktor-faktor tersebut antara lain seperti menderita kelainan genetik (down syndrome), memiliki anggota keluarga yang pernah menderita leukemia, menderita kelainan darah (sindrom mielodisplasia, memiliki kebiasaan merokok, pernah bekerja di lingkungan yang terpapar bahan kimia, pernah menjalani pengobatan kanker dengan kemoterapi atau radioterapi. 

Jenis-Jenis Penyakit Leukemia

Pada umumnya penyakit leukemia dapat bersifat kronis dan akut. Pada leukemia kronis sel kanker berkembang secara perlahan dan gejala awal yang muncul tergolong ringan. Sedangkan pada leukemia akut, sel kanker berkembang sangat cepat dan gejala yang muncul dapat memburuk dalam waktu yang singkat leukemia akut terbilang lebih berbahaya dari leukemia kronis. 

Diagnosis Leukemia

Nantinya dokter akan menanyakan terkait gejala apa yang dialami penderita dan melakukan pemeriksaan fisik. Melalui pemeriksaan fisik yang dilakukan dokter akan bisa mendeteksi tanda-tanda leukemia apa saja yang muncul. Mulai dari pucat akibat anemia, memar pada kulit, hingga pembengkakan yang terjadi pada kelenjar getah bening, limfa dan hati. 

Meski demikian melalui pemeriksaan fisik tersebut diagnosis leukemia belum bisa dipastikan. Untuk itu dokter membutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis dan jenis leukemia yang dialami. Beberapa pemeriksaan tersebut meliputi tes darah dan aspirasi asumsi tulang. 

Di atas merupakan beberapa hal penting yang wajib Anda ketahui seputar penyakit leukemia. Leukemia adalah kanker darah yang bisa muncul tanpa gejala dan menyerang siapa saja. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin penting untuk dilakukan guna mendeteksi kanker sejak dini. Terlebih lagi jika Anda memiliki riwayat kanker dalam keluarga. 

Untuk tebus resep obat, Anda juga bisa mengunduh aplikasi Lifepack. Dengan Lifepack, Anda dapat menebus resep obat tanpa perlu antri di apotek. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Penyakit

Gejala TBC dan Cara Terbaik untuk Mengatasinya

TBC merupakan penyakit yang bisa berisiko bahaya bagi organ lainnya bahkan bisa berujung kematian. Penyebab utamanya bisa terkena penyakit TBC adalah tertular dari si penderitanya. Berikut gejala TBC dan cara terbaik untuk mengatasinya.

Gejala Penyakit TBC

1. Batuk Berlangsung Lama

Gejala yang dialami saat terkena TBC adalah batuk berlangsung lama lebih dari 21 hari secara terus menerus. Batuknya bisa mengandung dahak atau pun tidak. Gejala lebih buruk lagi saat Anda mengalami batuk berdarah yang terasa sakit dan tidak nyaman.

2. Demam

Tubuh yang terinfeksi TBC bisa mengalami demam secara tiba-tiba. Anda yang awalnya sehat-sehat saja mendadak demam dan ini cenderung terasa saat malam hari. Saat demam, Anda akan sekaligus merasa kedinginan dengan menggigil padahal cuaca sedang tidak dingin. Ini menjadi gejala yang jelas dan harus segera ditangani.

3. Berat Badan Menurun

Gejala lainnya yang akan diketahui dengan berat badan menurun terus menerus karena Anda merasa tidak selera untuk makan. Ini menandakan ada bakteri yang berkembang di dalam tubuh. Rasa mual membuat Anda semakin tidak ingin makan. Akibatnya tubuh terasa lemas dan tidak bisa beraktivitas sebagaimana mestinya yang terlihat dengan mudah kecapekkan.

4. Urine Kemerahan

Sering sekali warna urine menjadi salah satu cara untuk mengontrol kondisi tubuh. Anda bisa memperhatikannya dengan mudah dari segi warna. Jika tidak bening atau tidak berwarna kekuningan berarti ada masalah dengan tubuh. Gejala TBC membuat Anda mengeluarkan urine yang warnanya kemerahan atau kerus.

5. Nyeri di Paru-paru

Gejala lainnya akan terasa nyeri di paru-paru karena organ ini yang paling rentan terkena pengaruh dari TBC. Rasa nyeri ini semakin hari akan semakin terasa sakit saat Anda bernapas. Jangan dianggap sepele, Anda harus segera menanganinya sebelum semakin parah.  

6. Mengalami Infeksi

Seringnya saat kondisi sudah semakin parah baru Anda menyadari terkena TBC. Gejala yang akan dialami adalah terinfeksi di bagian organ lainnya. Misalnya Anda terkena infeksi organ hati, ginjal, atau pada bagian mata.

Pengobatan TBC

1. Konsumsi Obat

Pengobatan TBC dimulai dengan pemberian obat yang jangka waktunya berlangsung selama 6 bulan dan tak boleh ada obat yang terlewatkan. Obat yang diminum berdasarkan jenis TBC-nya. Jika Anda terkena TBC aten hanya satu jenis obat yang harus dikonsumsi.

Berbeda jika Anda mengalami TBC aktif maka jenis obatnya juga banyak untuk bisa membuat virus tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Jenis obat yang biasanya diberikan yaitu isoniazid, rifampisin (Rifadin, Rimactane), etambutol (Myambutol), dan pirazinamid. Anda harus mematuhi semua obat yang sudah diresepkan oleh dokter.

2. Pemeriksaan Lanjutan

Cara pengobatan TBC bisa dengan melakukan pemeriksaan lanjutan dari pemeriksaan dahaknya atau melakukan Rontgen dada, tes darah, atau tes kulit. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi sudah sejauh apa TBC menyerang organ di dalam tubuh.

3. Tindakan Pencegahan

Selama melakukan pengobatan TBC Anda harus menerapkan tindakan pencegahan agar TBC bisa segera sembut. Tindakan yang bisa dilakukan dengan mengenakan masker saat bepergian atau aktivitas di luar rumah. Jaga jarak saat sedang berbicara agar jika yang bersangkutan bersim atau batuk tidak menularkan virus dan bakteri ke Anda.

Saat Anda sudah merasakan mengalami gejala TBC maka segera lakukan pemeriksaan ke dokte agar tidak semakin parah. Ingin tahu tips dan trik seputar kesehatan lainnya? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store untuk mendapatkan rekomendasi suplemen. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee

Categories
Penyakit

6 Kebiasaan Sehat yang Bisa Mengurangi Risiko Penyumbatan Jantung

penyumbatan jantung

Mid-adult man clutching his chest in pain with a possible heart attack. He wears a blue, button down dress shirt. Heart disease.

Jantung koroner umumnya disebabkan karena penyumbatan pembuluh darah. Menghilangkan penyumbatan pembuluh darah memang membutuhkan perawatan yang intensif. Namun ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penyumbatan jantung. Ini dia kebiasaan sehat yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah pada. 

1. Konsumsi Asam Lemak Omega 3

Ternyata tidak semua lemak buruk untuk pembuluh darah arteri lo. Misalnya saja makanan yang mengandung asam lemak omega-3 terbilang cukup baik untuk mereka. Jenis lipid yang satu ini mampu meningkatkan kolesterol baik atau HDL sekaligus membantu menghilangkan kolesterol jahat atau LDL dan trigliserida dalam tubuh. 

Rutin mengonsumsi makanan yang kaya akan omega 3 juga ikut menurunkan risiko  hipertensi, penyumbatan pembuluh darah, dan serangan jantung. Omega 3 juga merupakan agen anti inflamasi yang baik untuk sistem peredaran darah dan otak Anda. Anda bisa mendapatkan asupan omega-3 dari minyak zaitun, kacang kedelai, ikan berminyak, alpukat dan kacang-kacangan. 

2. Rutin Berolahraga

Berolahraga secara teratur merupakan kebiasaan yang efektif untuk membantu mengurangi risiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Rutin berolahraga mampu menjaga arteri agar tetap sehat. Jenis aktivitas fisik sangat cocok untuk mencegah seperti kolesterol tinggi tekanan darah tinggi dan lain sebagainya. Meski demikian perlu diingat Jangan lakukan secara berlebihan ya. 

3. Konsumsi Diet Seimbang

Jangan sepelekan sayuran hijau pada menu makanan Anda sebelum ataupun sesudah mengandung. Mengapa demikian? Pasalnya menu makanan seimbang mampu menjaga arteri Anda agar tetap sehat sehingga mampu mempertahankan berat badan Anda agar tetap ideal. 

Rutin mengonsumsi makanan bergizi merupakan cara terbaik yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan berat badan dan menjaga kadar kolesterol Anda. Tak hanya itu saja, kebiasaan sehat yang satu ini juga mampu membatasi gula dan garam. Sebab jenis makanan ini mampu melakukan yang sebaliknya demi menjaga Arteri Anda tetap sehat. 

4. Kelola Stres

Jika kondisi tubuh Anda sedang mengalami stres terus-menerus atau berkembang jangan, reaksi kimia mungkin saja terjadi. Tanpa disadari reaksi-reaksi tersebut juga mampu menyebabkan masalah pada Arteri Anda. Detak jantung dan tekanan darah juga akan meningkat. Hal ini akan memberikan dampak negatif pada tubuh Anda. 

5. Hindari Mengonsumsi Makanan Berkolesterol

Tubuh memang membutuhkan kolesterol dalam jumlah kecil untuk melakukan proses tertentu. Namun jika terlalu banyak kolesterol akan menumpuk di dalam arteri dan menyebabkan penyakit jantung. Jadi jika Anda ingin mengurangi terjadinya risiko penyumbatan jantung pastikan untuk menjaga arteri tetap sehat dengan cara menghindari mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi. 

Berbagai jenis makanan berkolesterol tinggi yang wajib Anda hindari antara lain seperti daging merah dan jeroan, produk susu murni dan mentega, makanan gorengan dan keripik kentang, kue kering dan roti olahan, daging asap, dan sosis dan lain sebagainya. 

6. Batasi Minum Beralkohol dan Merokok 

Anggur merah ternyata juga banyak mengandung antioksidan lo. Rutin mengonsumsi sekelas kecil anggur merah setiap hari ternyata juga mampu memberikan antioksidan bagi tubuh  yang bisa membantu kesehatan jantung Anda. Namun jika mengonsumsi anggur merah atau minuman beralkohol juga kontraproduktif. 

Selain itu kebiasaan merokok juga mampu merusak arteri Anda.  merokok mampu menurunkan kolesterol baik dan meningkatkan risiko terjadinya hiperkolesterolemia. Jadi demi mengurangi risiko terjadinya penyumbatan pada jantung pastikan untuk membatasi kebiasaan minum minuman beralkohol dan merokok

Nah di atas merupakan beberapa kebiasaan sehat yang mampu membantu mengurangi risiko terjadinya penyumbatan jantung. Jadi sayangi tubuh Anda dengan mulai menerapkan pola hidup dan pola makan yang sehat ya. Meski terkesan sepele namun beberapa hal di atas mampu membantu Anda terhindar dari berbagai risiko penyakit jantung. 

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Pengobatan Penyakit Sehat Mental

Yang Perlu Diketahui tentang Agoraphobia

Agoraphobia adalah jenis gangguan kecemasan di mana penderita merasakan ketakutan dan menghindari tempat-tempat dan kondisi yang memicu kepanikan. Suatu tempat atau kondisi bisa membuat penderita merasa terjebak, tidak berdaya, dan gugup. Penderita merasa takut akan sesuatu yang tengah ia hadapi atau takut akan hal yang ia tunggu-tunggu, contoh takut saat sedang menunggu bus, kereta atau segala jenis transportasi umum, takut saat sedang berada di ruangan terbuka atau ruangan tertutup, takut saat sedang mengantre, atau takut saat sedang di dalam kerumunan. 

Penjelasan Mengenai Psikoterapi

Penderita agoraphobia merasa ketakutan karena ia tidak ada cara atau jalan untuk melarikan diri dari tempat tersebut. Penderita merasa di tempat tersebut ia tidak bisa melarikan diri, atau tidak bisa meminta bantuan saat serangan kecemasan semakin parah. Maka, yang biasa penderita agoraphobia lakukan adalah menghindari tempat dan kondisi tersebut agar serangan kecemasan tidak lagi terjadi. 

Ciri utama orang dengan agoraphobia adalah merasa tidak aman berada di tempat umum, terutama saat orang berkerumun. Penderita agoraphobia merasa butuh ditemani, misalnya oleh teman, saudara, atau keluarga. Rasa takut yang mereka alami bisa sangat berlebihan sehingga membuat mereka merasa tidak mampu pergi keluar rumah.

Gejala Agoraphobia

  • Takut keluar rumah sendirian
  • Takut berada dalam antrean atau di kerumunan orang
  • Takut masuk ke ruangan tertutup, seperti bioskop, elevator dan took yang sempit
  • Takut berada di ruangan terbuka, seperti tempat parker, jembatan atau pusat perbelanjaan dan pasar
  • Takut menggunakan transportasi umum.

Hubungan agoraphobia dan gangguan panik atau gangguan kecemasan

Banyak orang mengalami gangguan panik atau kecemasan. Namun, gangguan panik atau gangguan kecemasan bisa dipicu lebih banyak hal, bisa di luar gejala agoraphobia di atas. Orang dengan gangguan kecemasan bisa mengalami serangan panic dan ketakutan ekstrem yang tiba-tiba. Kepanikan atau kecemasan ini bisa memuncak dalam beberapa menit saja sehingga memicu gejala fisik yang intens. Saat mengalami serangan kecemasan, orang merasa kehilangan kendali seluruhnya atas dirinya, merasa sekarat dan bahkan merasa seperti sedang mengalami serangan jantung. 

Jika seorang agoraphobia mengalami serangan kecemasan karena tidak tahan berada di tempat-tempat dan kondisi yang ditakutinya, maka gejala yang ditimbulkan sama seperti orang-orang dengan gangguan kecemasan ini, yaitu:

  • Detak jantung meningkat cepat
  • Sulit bernapas atau sesak napas
  • Dada sakit 
  • Pusing
  • Berkeringat berlebihan
  • Gemetar, kaku atau kesemutan
  • Menggigil tiba-tiba
  • Mual atau diare
  • Takut mati

Orang dengan gangguan kecemasa sering kali juga menderita agoraphobia. Penyebab gangguan psikologis ini, menurut Mayo Clinic, bermacam-macam, di antaranya, faktor genetik atau bawaan, kondisi kesehatan atau mengalami penyakit tertentu, temperamen, lingkungan, dan stress atau depresi.

Faktor Risiko

Agoraphobia biasanya mulai terjadi di masa remaja akhir atau dewasa awal, sebelum usia 30-an. Namun, tidak jarang agoraphobia juga dialami oleh orang yang lebih tua. Wanita lebih rentang mengalami phobia ini dibanding pria. Di bawah ini, faktor risiko yang menambah kemungkinan seseorang mengalami agoraphobia.

  • Menderita gangguan kecemasan atau menderita phobia terhadap hal atau benda lain
  • Bila mengalami serangan panik, gejala yang ditunjukkan berlebihan
  • Mengalami fase kehidupan yang penuh tekanan, stres, trauma, dan penganiayaan
  • Memiliki sifat mudah gugup atau cemas
  • Memiliki saudara atau orang tua yang menderita agoraphobia.

Komplikasi

Merasa takut bepergian sendirian ke luar rumah tentu saja sangat menghambat aktivitas sekaligus membatasi pergerakan seseorang. Bagi penderita agoraphobia parah, ia bisa sama sekali tidak mampu meninggalkan rumah. Tanpa pengobatan dan terapi, penderita agoraphobia ini akan terkurung di dalam rumah selama bertahun-tahun atau bahkan selama hidupnya. Tidak akan ada kunjungan ke rumah saudara, teman, bahkan pergi sekolah atau bekerja. Bila phobia ini tidak diatasi, maka penderita bisa berakhir dengan:

  • Depresi
  • Ketergantungan pada alkohol dan narkoba
  • Gangguan mental dan gangguan kepribadian

Pencegahan dan Pengobatan

Tidak ada cara pasti untuk mencegah agoraphobia. Kecemasan akan semakin meningkat bila penderita terus menghindari tempat atau situasi yang ia takuti. Bila saat ini rasa cemas atau takut yang dialami masih tergolong ringan, lebih baik terus latih keberanian dengan rutin mengunjungi tempat-tempat tersebut. Ini satu-satunya cara yang bisa dilakukan agar ketakutan anda akan sebuah tempat atau situasi tidak semakin berlebihan. Bila hal itu sudah dilakukan namun kecemasan anda tidak berkurang atau justru semakin meningkat, segera cari bantuan profesional.

Pengobatan agoraphobia melibatkan psikoterapi dan obat-obatan. Namun intinya, penderita gangguan kecemasan ini perlu menantang dirinya untuk menaklukkan ketakutan agar dapat menjalani hidup yang lebih menyenangkan. Pengobatan secara medis biasanya berupa pemberian obat antidepresan dan anticemas, seperti Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) dan benzodiapines. Sementara, pengobatan secara psikoterapi melibatkan pertemuan rutin dengan terapis. Ada satu terapi yang umum diberikan, yaitu terapi perilaku kognitif yang berperan untuk mengubah pikiran-pikiran buruk yang menyebabkan penderita merasa ketakutan.