Categories
Pengobatan Penyakit Sehat Mental

Yang Perlu Diketahui tentang Agoraphobia

Agoraphobia adalah jenis gangguan kecemasan di mana penderita merasakan ketakutan dan menghindari tempat-tempat dan kondisi yang memicu kepanikan. Suatu tempat atau kondisi bisa membuat penderita merasa terjebak, tidak berdaya, dan gugup. Penderita merasa takut akan sesuatu yang tengah ia hadapi atau takut akan hal yang ia tunggu-tunggu, contoh takut saat sedang menunggu bus, kereta atau segala jenis transportasi umum, takut saat sedang berada di ruangan terbuka atau ruangan tertutup, takut saat sedang mengantre, atau takut saat sedang di dalam kerumunan. 

Penjelasan Mengenai Psikoterapi

Penderita agoraphobia merasa ketakutan karena ia tidak ada cara atau jalan untuk melarikan diri dari tempat tersebut. Penderita merasa di tempat tersebut ia tidak bisa melarikan diri, atau tidak bisa meminta bantuan saat serangan kecemasan semakin parah. Maka, yang biasa penderita agoraphobia lakukan adalah menghindari tempat dan kondisi tersebut agar serangan kecemasan tidak lagi terjadi. 

Ciri utama orang dengan agoraphobia adalah merasa tidak aman berada di tempat umum, terutama saat orang berkerumun. Penderita agoraphobia merasa butuh ditemani, misalnya oleh teman, saudara, atau keluarga. Rasa takut yang mereka alami bisa sangat berlebihan sehingga membuat mereka merasa tidak mampu pergi keluar rumah.

Gejala Agoraphobia

  • Takut keluar rumah sendirian
  • Takut berada dalam antrean atau di kerumunan orang
  • Takut masuk ke ruangan tertutup, seperti bioskop, elevator dan took yang sempit
  • Takut berada di ruangan terbuka, seperti tempat parker, jembatan atau pusat perbelanjaan dan pasar
  • Takut menggunakan transportasi umum.

Hubungan agoraphobia dan gangguan panik atau gangguan kecemasan

Banyak orang mengalami gangguan panik atau kecemasan. Namun, gangguan panik atau gangguan kecemasan bisa dipicu lebih banyak hal, bisa di luar gejala agoraphobia di atas. Orang dengan gangguan kecemasan bisa mengalami serangan panic dan ketakutan ekstrem yang tiba-tiba. Kepanikan atau kecemasan ini bisa memuncak dalam beberapa menit saja sehingga memicu gejala fisik yang intens. Saat mengalami serangan kecemasan, orang merasa kehilangan kendali seluruhnya atas dirinya, merasa sekarat dan bahkan merasa seperti sedang mengalami serangan jantung. 

Jika seorang agoraphobia mengalami serangan kecemasan karena tidak tahan berada di tempat-tempat dan kondisi yang ditakutinya, maka gejala yang ditimbulkan sama seperti orang-orang dengan gangguan kecemasan ini, yaitu:

  • Detak jantung meningkat cepat
  • Sulit bernapas atau sesak napas
  • Dada sakit 
  • Pusing
  • Berkeringat berlebihan
  • Gemetar, kaku atau kesemutan
  • Menggigil tiba-tiba
  • Mual atau diare
  • Takut mati

Orang dengan gangguan kecemasa sering kali juga menderita agoraphobia. Penyebab gangguan psikologis ini, menurut Mayo Clinic, bermacam-macam, di antaranya, faktor genetik atau bawaan, kondisi kesehatan atau mengalami penyakit tertentu, temperamen, lingkungan, dan stress atau depresi.

Faktor Risiko

Agoraphobia biasanya mulai terjadi di masa remaja akhir atau dewasa awal, sebelum usia 30-an. Namun, tidak jarang agoraphobia juga dialami oleh orang yang lebih tua. Wanita lebih rentang mengalami phobia ini dibanding pria. Di bawah ini, faktor risiko yang menambah kemungkinan seseorang mengalami agoraphobia.

  • Menderita gangguan kecemasan atau menderita phobia terhadap hal atau benda lain
  • Bila mengalami serangan panik, gejala yang ditunjukkan berlebihan
  • Mengalami fase kehidupan yang penuh tekanan, stres, trauma, dan penganiayaan
  • Memiliki sifat mudah gugup atau cemas
  • Memiliki saudara atau orang tua yang menderita agoraphobia.

Komplikasi

Merasa takut bepergian sendirian ke luar rumah tentu saja sangat menghambat aktivitas sekaligus membatasi pergerakan seseorang. Bagi penderita agoraphobia parah, ia bisa sama sekali tidak mampu meninggalkan rumah. Tanpa pengobatan dan terapi, penderita agoraphobia ini akan terkurung di dalam rumah selama bertahun-tahun atau bahkan selama hidupnya. Tidak akan ada kunjungan ke rumah saudara, teman, bahkan pergi sekolah atau bekerja. Bila phobia ini tidak diatasi, maka penderita bisa berakhir dengan:

  • Depresi
  • Ketergantungan pada alkohol dan narkoba
  • Gangguan mental dan gangguan kepribadian

Pencegahan dan Pengobatan

Tidak ada cara pasti untuk mencegah agoraphobia. Kecemasan akan semakin meningkat bila penderita terus menghindari tempat atau situasi yang ia takuti. Bila saat ini rasa cemas atau takut yang dialami masih tergolong ringan, lebih baik terus latih keberanian dengan rutin mengunjungi tempat-tempat tersebut. Ini satu-satunya cara yang bisa dilakukan agar ketakutan anda akan sebuah tempat atau situasi tidak semakin berlebihan. Bila hal itu sudah dilakukan namun kecemasan anda tidak berkurang atau justru semakin meningkat, segera cari bantuan profesional.

Pengobatan agoraphobia melibatkan psikoterapi dan obat-obatan. Namun intinya, penderita gangguan kecemasan ini perlu menantang dirinya untuk menaklukkan ketakutan agar dapat menjalani hidup yang lebih menyenangkan. Pengobatan secara medis biasanya berupa pemberian obat antidepresan dan anticemas, seperti Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) dan benzodiapines. Sementara, pengobatan secara psikoterapi melibatkan pertemuan rutin dengan terapis. Ada satu terapi yang umum diberikan, yaitu terapi perilaku kognitif yang berperan untuk mengubah pikiran-pikiran buruk yang menyebabkan penderita merasa ketakutan.

Categories
Penyakit

Agranulosit: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

gambar sel agranulosit

penirumasliusa.com – Agranulosit adalah jenis sel darah putih yang berisi granul mikroskopik, bentuknya seperti kantung kecil, berisi enzim. Enzim inilah yang digunakan oleh sel untuk “mengunyah” mikroorganisme. Bila terjadi infeksi, baik yang disebabkan oleh bakteri, virus, maupun parasit, enzim di dalam granulosit inilah yang melakukan perlawanan alias melakukan fungsi imunitas. Granulosit adalah sel imun pertama yang tiba di lokasi infeksi.

Dari penjelasan tersebut, kemudian mudah disimpulkan, apa itu agranulosit? Agranulosit adalah kondisi di mana pengurangan jumlah granulosit dalam tubuh terjadi. Bila granulosit di dalam tubuh berkurang, maka kekuatan tubuh untuk melawan infeksi menjadi lemah. Akibatnya, apabila tubuh diserang mikroorganisme, tubuh dapat mengalami serangan serius, sekali pun infeksi yang terjadi hanyalah infeksi kecil. Oleh sebab itu, agranulosit memicu terjadinya infeksi bakteri yang berulang. Infeksi bisa terjadi di kulit, paru-paru, tenggorokan, dan bagian tubuh lain. 

Penyebab terjadinya agranulositosis:

  • Konsumsi obat tertentu
  • Terpapar zat kimia berbahaya seperti Arsenik dan Merkuri
  • Penyakit kanker atau tumor
  • Infeksi parah
  • Terpapar radiasi
  • Penyakit autoimun
  • Kekurangan vitamin B-12 dan asam folat
  • Kemoterapi

Dikutip dari Healthline, sebagian besar kasus agranulositosis, sekitar 70 persen kasus,  terjadi disebabkan oleh konsumsi obat-obatan antitiroid, antiinflamasi, antipsikotik, dan antimalaria. Selain penyebab-penyebab di atas, agranulosit juga bisa disebabkan oleh faktor genetik atau bawaan, misalnya yang terjadi pada pasien leukemia. Agranulosit disebut lebih rentan terjadi pada wanita dibanding pria dan dapat dialami oleh semua umur. Khusus untuk kondisi agranulosit bawaan, lebih sering ditemukan pada anak-anak. 

Gejala-gejala agranulosit:

  • Demam
  • Kedinginan atau menggigil
  • Borok di mulut, tenggorokan, atau saluran pencernaan.
  • Infeksi kronis di gusi, tenggorokan, atau kulit.
  • Tekanan darah rendah
  • Lemas
  • Pusing
  • Sering batuk dan pilek
  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Mendiagnosa Agranulosit

Dokter mendiagnosis agranulosit dengan cara memeriksa riwayat pengobatan pasien. Dokter akan melihat apa saja perawatan atau pengobatan yang diberikan pada pasien, serta apa saja gejala penyakit yang dideritanya. Sampel darah dan urin diperiksa untuk mengetahui apakah ada infeksi dan untuk mengetahui jumlah sel darah putih dalam tubuh pasien. Apabila dokter mencurigai adanya masalah pada sumsum tulang, maka sampel sumsum tulang juga perlu diperiksa. Pemeriksaan gen juga dilakukan untuk melihat apakah ada bawaan agranulosit dalam tubuh pasien. Tidak jarang, pasien juga melakukan serangkaian tes untuk pemeriksaan penyakit autoimun demi diagnosis yang lebih akurat.

Waspadai Kanker Serviks Wanita

Agranulositosis Memicu Sepsis

Agranulositosis membuat pasien rentan terhadap segala jenis infeksi. Ini berbahaya jika infeksi tidak diobati atau dibiarkan terjadi berulang-ulang karena dapat menyebabkan komplikasi, salah satunya sepsis. Sepsis adalah infeksi yang terjadi di dalam darah. Bila tidak diobati, sepsis bisa berakibat fatal, bahkan menyebabkan kematian. Gejala sepsis diantaranya, detak jantung meningkat, napas cepat, dan kehilangan kesadaran.

Dengan pengobatan yang tepat dan tidak terlambat, harapan kesembuhan pasien agranulositosis menjadi lebih baik. Di banyak kasus, kondisi agranulositosis terhitung bisa dikendalikan. Pada pasies agranulositosis yang disebabkan oleh infeksi virus akan mengalami perbaikan kondisi atau pulih dengan sendirinya. 

Pengobatan Agranulositosis

  • Berhenti mengonsumsi obat pemicu agranulositosis.

Apabila kondisi agranulositosis pasien disebabkan oleh konsumsi obat tertentu, maka dokter yang bertanggung jawab akan kondisi pasien dan akan merekomendasikan obat lain sebagai alternatif. Dokter akan memonitor tes darah pada pasien untuk melihat apakah jumlah sel darah putih meningkat setelah perawatan dilakukan selama dua minggu. Jika mengganti obat bukanlah pilihan, maka dokter akan memeriksa dan mengawasi dengan ketat gejala-gejala awal infeksi pada pasien.

  • Antibiotik

Antibiotik diresepkan untuk mencegah terjadinya infeksi baru. Selain antibiotik, dokter juga meresepkan obat-obatan antivirus atau antijamur.

  • Injeksi G-CSF

Untuk menstimulasi produksi granulosit, pasien diberikan injeksi G-CSF (Granulocyte colony-stimulating factor). Injeksi ini berupa hormone yang berfungsi untuk merangsang sumsum tulang belakang untuk memproduksi lebih banyak sel darah putih. Injeksi ini biasanya diberikan pada pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi. 

  • Obat Penekan Imun

Obat ini diberikan kepada pasien dengan penyakit autoimun. Obat penekan imun berupa steroid, diberikan untuk mengurangi serangan imun pada sel darah putih dan sumsum tulang.

  • Infusi Granulosit

Pasien bisa diberikan transfusi granulosit. Meski jarang, namun kasus ini bisa terjadi. Sama seperti transfuse darah, sel pendonor harus cocok dengan sel darah pasien. Pendonor biasanya masih memiliki hubungan darah atau saudara dan diberikan injeksi G-CSF untuk menambah produksi granulosit dalam darah mereka. 

  • Transplantasi Sumsum Tulang Belakang

Apabila segala jenis pengobatan di atas tidak berhasil, dokter mungkin mempertimbangkan tindakan transplantasi sumsum tulang belakang. Dalam pengobatan ini, sumsum dari pendonor yang sehat menggantikan sumsum pasien. Sumsum yang baru akan memproduksi sel-sel darah putih yang sehat. Hanya saja, mendapatkan donor yang cocok untuk transplantasi sumsum tulang belakang tidaklah mudah. 

Ini Jenis Stadium Kanker

Agranulosit tidak bisa dicegah, karena kondisi ini muncul berkaitan dengan kondisi lain. Yang bisa dilakukan oleh pasien hanya mencegah terjadinya infeksi dengan pemenuhan gizi yang cukup, istirahat, dan menghindari kerumunan. Namun, dengan diagnosis yang tepat serta penanganan yang cepat, agranulosit bisa diatasi.

Categories
Pengobatan Penyakit Tips Sehat

Hubungan Cuaca Terhadap Penyakit Psoriasis

Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya masalah kulit. Salah satu masalah kulit yang mungkin pernah dialami adalah psoriasis. Psoriasis sendiri merupakan satu diantara macam masalah kulit yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Biasanya, perawatan pada psoriasis ini sangat perlu untuk dilakukan dengan rutin.

Baca Ragam Gejala Psoriasis

Pasalnya, perawatan ini adalah untuk membantu menenangkan dan mengurangi peradangan pada kulit Anda dan agar psoriasis tidak menjadi lebih parah. Anda pun juga wajib tahu, bahwa ada salah satu hal yang dapat memengaruhi psoriasis sekaligus juga bisa membantu penyembuhan atau dapat membuat psoriasis Anda menjadi memburuk, yaitu faktor cuaca.

Pengertian Psoriasis Secara Umum

Sebelum Anda mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana efek cuaca pada psoriasis, ada baiknya jika Anda mengenal terlebih dahulu tentang apa itu psoriasis yang sebenarnya. Bagi Anda yang mungkin belum tahu, psoriasis merupakan salah satu jenis penyakit autoimun yang dapat mengubah siklus hidup sel-sel pada kulit seseorang.

Orang yang mengalami psoriasis biasanya akan memiliki siklus pertumbuhan dan juga pergantian kulit yang lebih cepat dibanding orang biasa. Akibat dari siklus ini, sel-sel kulit akan menumpuk pada permukaan kulit dan membuat membuat kulit Anda menjadi lebih tebal serta timbul sisik yang berwarna keperakan.

Selain itu, terdapat juga bercak berwarna merah kering dan terkadang akan mati ketika disentuh. Bagian kulit yang biasanya sering terkena psoriasis adalah bagian siku luar, lutut, kulit kepala dan bahkan sampai kuku. Biasanya, psoriasis banyak diderita oleh orang dewasa, baik pria maupun juga wanita.

Hanya saja, untuk anak kecil terutama yang umurnya masih di bawah 10 tahun, biasanya tidak pernah mengalami psoriasis ini. Penderita bisa mengalami gejala ini selama beberapa hari atau bahkan sampai beberapa minggu. Lalu, gejala ini akan hilang untuk sementara waktu sampai akhirnya muncul kembali jika terpapar lagi dengan faktor pemicunya.

Seperti yang sudah disebutkan diawal, cuaca adalah salah satu faktor yang dapat membuat psoriasis Anda bertambah buruk atau sebaliknya dimana dapat membantu penyembuhan psoriasis Anda. Hal ini, juga berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh Anda pada saat itu karena sistem kekebalan tubuh ini sangat memengaruhi kondisi Anda.

Bukan tanpa alasan, sistem kekebalan tubuh Anda ini nantinya bisa menunjukkan reaksi yang berbeda terhadap cuaca, di mana tempat Anda tinggal. Jadi, Anda pun dapat dengan mudah mengetahui kondisi kesehatan tubuh Anda dari cuaca atau kondisi Anda saat ini termasuk juga untuk mengetahui psoriasis Anda.

Pengaruh Cuaca Panas dan Cuaca Dingin Pada Psoriasis

Cuaca yang cenderung panas sebenarnya bisa membantu untuk penyembuhan psoriasis Anda bila Anda memanfaatkannya dengan baik. Adanya sinar matahari alami yang mengandung sinar UV serta vitamin D dan cuaca yang lebih hangat ini dapat membantu untuk meringankan gejala psoriasis yang Anda alami.

Pasalnya, sinar matahari dapat berguna sebagai imunosupresif yang akan menekan kerja sistem imun di dalam tubuh Anda. Sehingga, nantinya pertumbuhan kulit akan menjadi sedikit jauh lebih lambat dan secara tak langsung dapat membantu untuk menghambat agar psoriasis ini muncul pada kulit Anda.

Namun perlu Anda ingat, bukan berarti Anda harus secara terus-menerus meletakkan kulit Anda ke arah sinar matahari langsung. Hal itu karena jika Anda terlalu lama menghabiskan waktu di bawah sinar matahari, justru malah dapat membuat kerusakan pada sel kulit Anda menjadi bertambah parah.

Pasalnya, sinar UVA yang terdapat pada sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan pada kulit seperti kulit keriput, kerusakan pembuluh darah, kulit yang tampak kendur dan muncul bercak pada kulit. Sedangkan untuk sinar UVB sendiri, dapat menyebabkan Anda mengalami kulit terbakar dan dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit melanoma.

Tentunya agar hal ini tidak terjadi, maka Anda pun disarankan untuk berjemur di bawah sinar matahari dalam waktu yang singkat setiap harinya. Cukup dengan waktu 5-10 menit saja sudah cukup untuk Anda lakukan dalam sehari. Jangan lupa juga untuk mengoleskan tabir surya di daerah kulit yang tidak terkena psoriasis sebelum Anda mulai untuk berjemur.

Hal ini dimaksudkan agar Anda terhindar dari berbagai macam kerusakan kulit lain dan juga kanker kulit. Selain itu, pakailah pakaian yang terbuat dari kain katun agar lebih mudah menyerap keringat dan mencegah Anda mengalami gatal pada kulit. Hindari memakai pakaian yang berwarna gelap agar tidak menyerap panas yang berlebihan.

Pada cuaca dingin sendiri, justru malah dapat membuat psoriasis Anda menjadi makin memburuk. Pada saat cuaca cenderung dingin, akan terjadi penurunan kelembaban dan suhu menjadi lebih dingin. Akibatnya, kulit Anda pun akan menjadi lebih kering. Hal ini lah yang dapat membuat psoriasis bisa menjadi makin memburuk.

Apa Ciri Kulit Sensitif?

Agar psoriasis Anda tidak menjadi semakin buruk pada saat cuaca dingin, maka sebaiknya Anda menjaga kelembaban kulit dengan baik. Pakailah krim pelembab kulit yang dapat bermanfaat untuk mencegah kulit Anda dari berbagai macam kekeringan. Kelembaban kulit ini akan sangat penting untuk menenangkan kulit yang mengalami psoriasis.

Referensi:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/psoriasis/symptoms-causes/syc-20355840
https://lifepack.id/psoriasis-penyakit-kulit-perlu-diwaspadai/
https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/psoriasis/understanding-psoriasis-basics

Categories
Penyakit

Kenali Berbagai Gejala Psoriasis yang Umum Terjadi

Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit psoriasis? Ya, psoriasis ini merupakan salah satu jenis penyakit kulit yang terjadi dalam waktu lama hingga bertahun-tahun dan tidak menular. Terkait penyebab psoriasis sebenarnya belum dapat diketahui secara pasti. Tapi, apabila dilihat dari gejala kemunculan psoriasis, penyakit ini melibatkan kondisi autoimun dimana sistem kekebalan tubuh penderita terganggu dan menyerang tubuhnya sendiri. 

Nah, seperti apakah gejala yang ditimbulkan oleh psoriasis ini? Yuk simak lebih jelasnya pada ulasan dibawah ini!

Gejala Psoriasis Umum yang Muncul

Penderita psoriasis ini mengalami permasalahan pada kulitnya. Jadi, sel kulit penderita psoriasis ini mengalami pembelahan secara terus menerus atau abnormal. Jika pada kulit orang normal, sel kulit yang mati akan mengelupas dan diganti dengan sel kulit yang baru dalam waktu yang tidak lama. Namun, berbeda dengan penderita psoriasis yang terus membelah. Bahkan, psoriasis ini menyebabkan sel kulitnya menggandakan diri hingga 10 kali lebih cepat dari sel kulit normal. Akibatnya, sel kulit baru terus tumbuh dalam hitungan hari. Inilah yang mengakibatkan gejala psoriasis yang ditandai dengan permukaan kulit yang menebal dan nampak tertumpuk pada bagian-bagian tertentu.

Baca: Tanda Darah Rendah dan Darah Tinggi

Tidak hanya itu saja, gejala psoriasis juga ditunjukkan dengan adanya bercak kulit warna putih atau kemerahan yang bersisik tebal. Ciri-ciri tersebut biasanya ditemukan pada permukaan kulit bagian kaki, punggung, lutut, siku, tangan, dan kulit kepala. Pertanyaannya, siapakah yang berisiko mengalami penyakit psoriasis? Rupanya, gejala psoriasis bisa dialami oleh siapa saja, baik laki-laki ataupun perempuan yang berusia produktif sekitar 15 hingga 35 tahun. Jadi, pastikan untuk meningkatkan kewaspadaan apabila muncul tanda-tanda atau gejala penyakit psoriasis supaya bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat. 

Secara umum, gejala yang timbul akibat psoriasis adalah sebagai berikut. Pertama, bagian kulit yang memerah, terasa tebal, kering, dan bersisik. Kedua, kulit pecah-pecah dan terkadang bisa berdarah. Ketiga, kuku yang menebal dengan tekstur yang tidak merata. Terakhir, sendi-sendi yang membengkak dan kaku.

Gejala Psoriasis Sesuai Jenisnya

Gejala psoriasis di atas adalah gejala yang umum terjadi. Namun, ciri-cirinya bisa berubah tergantung dari tingkat keparahan penyakit psoriasis. Bahkan, antara satu penderita dengan penderita yang lain, gejala psoriasis bisa berbeda karena mungkin jenis psoriasis yang dialami berbeda. Nah, untuk lebih jelasnya, yuk kita cari tahu jenis psoriasis yang secara umum sering dialami dan masing-masing gejala khususnya.

Gejala Psoriasis Plak

Dilansir dari situs kesehatan terpercaya, penyakit psoriasis jenis plak ini hampir dialami oleh 90 persen orang. Gejala yang ditunjukkan oleh psoriasis plak diantaranya adalah munculnya bercak merah pada kulit dengan sisik yang tebal berwarna perak. Adanya lapisan kering, tipis, dan berwarna putih keperakan yang menutupi plak tersebut. Gejala ini biasanya muncul di area kulit seperti kulit kepala, siku, lutut, dan punggung bawah. Kulit kering dan pecah sampai berdarah. Kemudian, timbul rasa gatal dan terbakar di area yang terkena.

Tanda psoriasis ini juga bisa ditemui di area kuku yang ditunjukkan dengan adanya perubahan warna, kuku mudah hancur, dan menebal. Gejala lain berupa munculnya lubang-lubang pada kuku dan bengkak pada sendi. Apabila sudah menyebar ke kuku, gejala yang muncul seperti lekukan kecil di kuku, kuku cenderung mudah rusak, kasar, dan menebal, munculnya tumpukan sel kulit di bagian bawah kuku disertai munculnya warna putih, kuning, dan cokelat di bagian bawah kuku.

Psoriasis plak juga bisa ditemui di area kepala yang sering dianggap ketombe berlebih dan penebalan kulit kepala, sehingga diabaikan oleh sebagian orang. Ciri-ciri psoriasis plak di kulit kepala ini ditunjukkan dengan kemunculan sisik penebalan berwarna putih.

Gejala  Psoriasis Guttata

Jenis lain yaitu psoriasis guttata yang muncul berupa bercak kecil bersisik merah pada setiap bagian tubuh. Penderita yang mengalami psoriasis guttata akan ditandai dengan munculnya benjolan kecil di area kulit secara tiba-tiba. Kemudian, benjolan tersebut menutupi sebagian besar tubuh, kaki, hingga lengan. Bahkan, benjolan juga muncul di area wajah, kulit kepala, dan telinga. Adapun ciri-ciri benjolan tersebut yaitu berukuran kecil dan bersisik serta berwarna merah muda.

Kondisi psoriasis guttata sering dialami oleh anak-anak dan usia dewasa muda. Biasanya, psoriasis guttata dipicu oleh infeksi bakteri radang tenggorokan. Gejala psoriasis ini bisa datang dan pergi pada tubuh seseorang, namun juga bisa hanya muncul sekali seumur hidup.

Selain dua jenis psoriasis di atas, waspadai juga gejala psoriasis lain seperti inversa, pustular, dan eritrodermik. Nah, setelah mengetahui gejala-gejala psoriasis diatas, segera konsultasi dengan dokter apabila mengalaminya. Kemudian, dokter akan memberikan perawatan baik melalui obat psoriasis maupun bentuk pengobatan psoriasis lainnya. Jangan sampai mengabaikannya karena dikhawatirkan akan tambah parah dan memengaruhi sendi.

references:
https://www.healthline.com/health/psoriasis
https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/psoriasis/understanding-psoriasis-basics
https://www.psoriasis.org/about-psoriasis

Categories
Penyakit

Apa itu Hipotensi?

Hipotensi yang biasa disebut dengan tekanan darah rendah yaitu ketika kondisi tekanan darah berada dibawah 90/60 mmHg. Saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri, tekanan itulah yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah atau disebut dengan tekanan darah. (Referensi Hipotensi baca di sini)

Bila tekanan darah terlalu rendah, kondisi tersebut bisa menyebabkan aliran darah ke otak dan ke organ vilal lainnya seperti ginjal menjadi terhambat atau berkurang. Sehingga orang yang mengalami tekanan darah rendah gejalanya akan pusing, lemas, dan tubuh akan terasa tidak stabil bahkan bisa membuat kehilangan kesadaran.

Baca: Jenis Stadium Kanker

Tekanan darah ada dalam dua angka, yaitu sistolik (bilangan atas) dan tekanan diastolik (bilangan bawah). Untuk ukuran tekanan darah normal berkisar antara 90/60 mmHg dan 120/80 mmHg. Bila bilangan mencapai lebih dari 120/80 mmHG itu bisa disebut Hipertensi orang yang memiliki tekanan darah tinggi.

Ciri-ciri darah rendah

Jika Anda mengalami tekanan darah rendah maka akan menunjukan ciri seperti berikut ini :

  • Lemah dan kepala melayang
  • Pusing
  • Sesak nafas
  • Mengalami nyeri dada
  • Kehilangan keseimbagan atau merasa goyah
  • Pandangan buram
  • Pucat dan badan dingin

Penanganan awal yang dapat Anda lakukan yaitu sebaiknya Anda duduk atau berbaring terlebih dahulu, minumair putih, dan hentikan kegiatan yang sedang Anda lakukan. Gejala ini akan segera hilang setelah beberapa saat, bila Anda sudah merasa baikan lebih baik Anda hubungi dokter bila sudah sering mengalami hipotensi.

Penyebab hipotensi

Umumnya tekanan darah rendah terjadi seperti berikut ini :

  • Kehamilan.
  • Riwayat penyakit jantung.
  • Kekurangan cairan tubuh.
  • Anemia.
  • Infeksi berat.
  • Reaksi alergi berat .
  • Kekurangan vitamin.
  • Ganguan endokrin seperti diabetes dan penyakit tiroid.
  • Efek samping obat seperti obat golongan diuretik, betabloker dan nitrogliserin.
  • Kehilangan banyak darah akibat kondisi tertentu seperti cedera dan syok yang menyebabkan pendarahan hebat.
  • Kekurangan nutrisi. Vitamin B12 dan asam folat berperan dalam produksi sel darag merah, jika kekurangan salah satu atau keduanya dapat menyebabkan hipotensi.
  • Usia 65 tahun keatas.

Diagnosis Hipotensi

Hipotensi akan diketahui melalui pemeriksaan tekanan darah oleh dokter, seperti :

  1. Tes darah

Pemeriksaan ini dilakukan dokter untuk memeriksa kadar gula dan kadar hormon di dalam darah pasien.

  • Elektrokardiografi (EKG)

Elektrokardiografi bertujuan untuk mendeteksi struktur jantung yang tidak normal dan detak jantung yang tidak beraturan.

  • Ekokardiogram

Tes ini dilakukan untuk memeriksa fungsi jantung dan mendeteksi kelainan yang terjadi pada jantung.

  • Uji latih jantung ( stress test)

Tes ini dilakukan untuk menilai fungsi jantung saat melakukan aktivitas, dengan cara mmbuat jantung bekerja lebih keras, misalnya dengan meminta pasien berjalan atau berlari di atas treadmil atau memberikan obat tertentu yang meningkatkan kerja jantung.

  • Manuver valsalva

Tes ini dilakukan dengan meminta pasien mengambil napas panjang, kemudian menutup hidung dan membuang melalui mulut. Bertujuan untuk meriksa kondisi saraf dalam sistem pernapasan.

  • Tilt table test

Untuk pasien hipotensi ortostatik untuk melihat perbedaan tekanan darah saat berbaring dan berdiri.

Pengobatan hipotensi

Penanganan hipotensi yang utama adalah merubah pola makan dan gaya hidup, seperti :

  • Mengonsumsi garam dengan kadar yang tinggi.
  • Memperbanyak minum air putih.
  • Berolahgara teratur.
  • Menggunakan stoking khusus (stoking kompresi) untuk memperlancar aliran darah.

Pencegahan hipotensi

Anda harus menghindari minuman yang berkafein pada malam hari dan minuman beralkohol, setelah menyelesaikan makan untuk tidak langsung berdiri, posisi tidur kepala lebih tinggi sekitar 15 cm, hindari mengangkat beban yang berat, dan berdiri secara perlahan saat Anda sedang berbaring atau duduk.

Categories
Penyakit

Ini Gejala dan Penyebab Epilepsi Yang Terjadi Pada Tubuh

penirumasliusa com – Penyakit epilepsi tentunya tidak asing bukan? Seringkali penyebab epilepsi adalah faktor dari genetik itu sendiri bahkan bisa jadi kondisi kesehatan tubuh sendiri. Penyakit ini dikenal oleh masyarakat melalui reaksi kejang pada seseorang yang terkena epilepsi yang terjadi secara tiba-tiba.

Baca: Tips Cepat Atasi Asam Lambung

Bisa juga seseorang yang terkena ini akan mengalami perilaku yang tidak seperti biasanya dan hilang sadar. Kejang ini tentunya menjadi tanda epilepsi yang bermula dari impuls listrik yang dimiliki otak menjadi kelebihan sehingga mengakibatkan reaksi ke otot tubuh dan menimbulkan kejang.

Gejala Penyakit Epilepsi

Dalam kasus ini terkadang reaksi yang ditimbulkan juga bisa jadi berbeda-beda seperti pandangan kosong maupun gerakan lengan maupun kaki. Untuk gejalanya sendiri dapat dilihat dari sebagai berikut :

1. Kondisi Kebingungan

Dalam hal ini seseorang yang mengalami gejala epilepsi akan terasa mengalami gejalanya yaitu menjadi kebingungan sementara. Sehingga tatapan menjadi kosong dan terdiam, seperti kehilangan arah.

2. Terjadi Kejang- Kejang

Dalam hal ini seseorang akan menjadi kejang-kejang serta menimbulkan gerakan pada lengan serta pergelangan pada kaki yang tidak terkendali kemudian menjadi kehilangan kesadaran setelah itu dan jatuh pingsan.

3. Mengalami Gangguan Gejala Psikologis

Perihal dalam kasus penyakit ini menjadikan seseorang mengalami rasa takut bahkan cemas yang berlebihan bahkan juga seseorang menjadi dejavu sebab penyakit epilepsi ini yang terjadi pada seseorang tersebut.

Penyebab Terjadinya Penyakit Epilepsi

Dalam hal ini akan dibahas apa saja penyebab epilepsi sehingga bisa terjadi pada tubuh manusia. Berikut Penjelasannya :

1. Genetik Pada Seseorang

Pada pernyataan ini penyebab terjadinya epilepsi bisa juga dipengaruhi oleh faktor genetik dalam tubuh seseorang. Hal ini menjadi sebagian penyebabnya, karena dengan terdapatnya gen tertentu dalam tubuh dapat menimbulkan keadaan dimana seseorang menjadi tingkat sensitif untuk kondisi lingkungan tertentu bahkan ada yang berasal dari keluarganya sendiri.

2. Trauma Maupun Cedera Di Bagian Kepala

Tentunya seorang yang pernah mengalami trauma di bagian kepala sebab jatuh dalam berkendara maupun terbentur sesuatu yang keras dapat menjadi penyebabnya. Dalam kasus ini diharapkan seseorang lebih berhati-hati dalam beraktifitas yang bisa jadi mencederai kepala. Contohnya saja saat berkendara maupun bermain ski dengan memakai helm.

3. Pengaruh Usia

Dalam hal ini dapat dilihat dari penyebab penyakit epilepsi, hal ini terjadi biasanya pada usia kanak-kanak maupun terjadi pada usia lansia. Namun tentunya penyakit ini tidak hanya pada anak-anak saja dan lansia, akan tetapi dalam kondisi tersebut penyakit epilepsi juga bisa menyerang di berbagai usia.

4. Mempunyai Penyakit Stroke dan Pembuluh Darah

Untuk seseorang yang memiliki riwayat kesehatan stroke dan pembuluh darah juga harus berhati-hati. Sebab penyakit yang dapat menjadi kerusakan otak dan bisa juga menjadi penyakit epilepsi. Oleh sebab itu yang memiliki penyakit ini diharapkan bisa tidak mengkonsumsi seperti alkohol dan tidak merokok serta melakukan rutinitas olahraga yang baik.

Dari penyebab epilepsi ini masih ada penyebab lainnya seperti terdapat infeksi serta adanya gangguan yang terjadi pada otak, demensia maupun gangguan perkembangan pada tubuh seseorang. Namun dalam kebanyakan kasus epilepsi ini akan mengalami kejang yang sama sehingga terlihat serupa dalam kejadiannya.

Baca: Jenis Tingkatan Kanker Tubuh

Sehingga dalam kasus ini diperlukan penanganan yang tepat dalam menghadapi kondisi tersebut. Sehingga penyebab epilepsi ini bisa ditangani secara baik. Karena hal ini bisa terjadi oleh siapapun tanpa membedakan ras maupun latar belakangnya sendiri.

Categories
Penyakit

Kenali Tingkatan Kanker dan Kondisi Stadiumnya

https://penirumasliusa.com/– Penyakit kanker memiliki tingkatan (grade) dan stadium (stage). Kalau tingkatan kanker diketahui dari penilaian terhadap sifat sel kanker. Sementara itu, stadium sebagai gambaran yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan dan penyebaran sel kanker sejauh mana. Pemahaman tentang keduanya sangat penting karena dapat membantu deteksi kanker sejak dini.

Tingkatan Sel Kanker

Dai triliunan sel dalam tubuh manusia, terdapat kondisi tertentu dimana sel tumbuh secara abnormal (sel yang tidak teratur, sel baru yang tidak dibutuhkan, sel lama yang masih bertahan, dan sel yang membelah tak terkendali). Sel dalam kategori abnormal ini dapat membentuk jaringan tumor/benjolan, baik tumor jinak maupun tumor ganas (kanker).

Baca: Cara Tahu Gejala Kanker Payudara

Dalam menilai tingkatan sel kanker, harus dilakukan pemeriksaan kondisi sel kanker di bawah mikroskop. Apabila pertumbuhan sel kanker lebih lambat, tingkatannya juga lebih rendah. Sebaliknya, apabila pertumbuhan sel kanker semakin cepat, artinya berada pada tingkatan yang lebih tinggi. Penjelasan lebih lanjut, simak tingkatan sel kanker yang perlu diketahui berikut ini.

  • Tingkat 1 – Pada kondisi ini, sel kanker masih tampak seperti sel dengan pertumbuhan sel yang masih normal. Disini, belum tampak tanda-tanda sel kanker seperti sel abnormal.
  • Tingkat 2 – Sel kanker pada tingkat ini mulai menunjukkan tanda-tanda yang berbeda. Sel kanker tumbuh lebih cepat daripada pertumbuhan sel normal.
  • Tingkat 3 – Disini sudah lebih jelas bahwa sel kanker itu sel abnormal. Kemungkinan tumbuh dan menyebar juga sangat tinggi, apalagi sel ini termasuk sel aktif.

Stadium Kanker

Pertumbuhan sel abnormal tentu saja dapat membuat fungsi kerja organ-organ tubuh manusia menjadi terganggu. Dengan begitu, pemeriksaan terhadap tingkat sel kanker, ukuran tumor dan penyebarannya perlu dilakukan untuk mengetahui gambaran stadium kanker.

Bagi dokter, gambaran stadium kanker akan sangat membantu dalam mengetahui seberapa parah kanker yang diderita dan juga peluang hidupnya. Tidak hanya itu, hal ini juga berkaitan pada pertimbangan dokter dalam upaya penanganan terbaik dan tepat. Diantara tahapan atau stadium kanker yang perlu diketahui adalah sebagai berikut.

1. Stadium 0

Kondisinya masih berada di tempat awal kemunculannya, itu berarti belum ada penyebaran ke jaringan tubuh lain. Pada tahap awal, peluang keberhasilan dalam pengobatan bisa dibilang cukup efektif. Itulah mengapa deteksi kanker sejak dini memang sangat penting. Tindakan medis yang bisa dilakukan yaitu operasi pengangkatan jaringan sel kanker.

2. Stadium 1

Pada tahap ini seringkali disebut kanker stadium awal karena jaringan kanker masih berada di satu area dan berukuran kecil. Diantara upaya pengobatan yang bisa dilakukan adalah operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Namun sayangnya terkadang stadium 1 tidak terdeteksi padahal jika sejak awal terdeteksi tentunya akan lebih mudah untuk diobati.

3. Stadium 2

Tahap selanjutnya adalah stadium 2 yang tentu saja sudah harus menerima penanganan. Disini ukurannya tumbuh lebih besar dari kanker stadium 1. Pada tahap ini, kanker masih berada ditempat awal muncul dan belum ada penyebaran ke jaringan lain.

4. Stadium 3

Kalau tahap ini, sel kanker mulai menyebar ke jaringan tubuh lebih dalam dan rasa sakit akan lebih terasa sehingga lebih terdeteksi. Tetapi, tidak sampai menyebar pada bagian tubuh lainnya. Ada yang telah memulai persebarannya di sekitar kelenjar getah bening.

5. Stadium 4

Tahap selanjutnya, pertumbuhan dan penyebaran kanker telah sampai pada bagian tubuh yang lain. Setelah menyebar, pengendalian kanker akan lebih sulit. Upaya yang umumnya dilakukan paling tidak yaitu menghambat pertumbuhan sel kanker atau menghentikannya dan mengurangi keluhan yang dirasakan oleh penderita kanker.

Cari Obat Kanker Ampuh Sekaligus Konsultasi Online

Demikian pengenalan tingkatan kanker dan kondisi stadium. Berbagai upaya pengobatan kanker dapat dilakukan supaya bisa sembuh atau mengurangi rasa sakit yang diderita. Sebaiknya penanganan lebih awal segera dilakukan jika sudah didiagnosa kanker. Kalau penyakit kanker mencapai kondisi kritis atau stadium 4, pengendaliannya akan lebih sulit.

Categories
Penyakit

Cara Mengenali Gejala Kanker Payudara Sejak Dini

Cara mengenali gejala kanker payudara masih banyak wanita yang belum mengetahuinya. Padahal penyakit tersebut sudah termasuk dalam penyakit pembunuh wanita kedua setelah  kanker serviks. Kanker payudara ini sudah banyak dialami oleh wanita-wanita bahkan terkadang yang masih remaja pun bisa terkena.

Resiko yang dimiliki penyakit ini sangatlah besar. Untuk itu sangat penting untuk wanita tahu gejala-gejalanya. Setidaknya, ada satu tanda atau gejala yang bisa dikenali dan bisa dilakukan tindakan untuk mengurangi resiko kematian. Bagaimana cara mengenali gejala kanker payudara  secara dini? Simak ulasan berikut ini:

1. Adanya Benjolan yang Tumbuh di Payudara

Terkadang wanita menyepelekan yang namanya benjolan pada payudara. Bahkan terlintas pikiran bahwa itu hanya berupa benjolan biasa yang tidak berdampak bahaya bagi tubuh. Biasanya ini merupakan pertanda utama kanker payudara, meskipun benjolan tersebut tidak menimbulkan rasa sakit.

Meski tak semua benjolan bisa dikatakan gejala awal payudara, tapi kalau sudah berada di area sekitar payudara, ama wanita patut waspada. Sebaiknya , sekecil apapun benjolannya segera periksakan diri ke dokter. Ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan dini sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi.

2. Terasa Nyeri Pada Bagian Payudara Utama

Nyeri pada bagian utama payudara bisa menjadi pertanda bahwa kemungkinan terkena kanker payudara. Terkadang nyeri pada bagian payudara terjadi saat perempuan akan mengalami menstruasi. Apabila rasa nyeri itu berlangsung setiap bulan dan durasi dan rasa sakitnya berlebihan segera periksa ke dokter.

Baca: Siklus Mens pada Remaja

Jangan anggap sepele rasa nyeri pada payudara, terlebih lagi jika ada benjolan dan membuat seseorang merasa terganggu akan kehadirannya. Pasalnya, benjolan ini semakin lama akan semakin berkembang ukurannya. Tak hanya itu saja, benjolan ini juga sering kali berpindah tempat dari sisi kanan ke sisi kiri payudara.

3. Adanya Perubahan Pada Warna Payudara

Warna payudara biasanya tergantung pada warna kulit masing-masing wanita. Perubahan warna terkadang diartikan sebagai iritasi. Namun, perlu di ketahui  bahwa selain adanya benjolan sekitar payudara, perubahan warna payudara juga menjadi pertanda bahwa ini merupakan benar kanker payudara.

Perbedaan warna yang terjadi yaitu berubah menjadi kemerah-merahan, seperti saat iritasi memakai bra yang tidak cocok bahannya. Perbedaan warna antara iritasi dan gejala kanker  adalah saat warna berubah juga ditandai dengan tekstur yang bisa dikatakan seperti kulit jeruk. Area yang terkena kanker akan terlihat seperti berlekuk-lekuk dan kulit terlihat lebih tambah tebal.

4. Terasa Nyeri Pada Bagian Puting

Selain gejala di atas, cara mengenali gejala kanker payudara yang menyerang wanita adalah saat puting payudara  terasa nyeri saat disentuh. Tanda ini terkadang terjadi saat wanita akan mengalami menstruasi. Apabila kedua tanda diatas sudah jelas dan putting pun juga sudah terasa sakit, maka sudah bisa dipastikan ini merupakan kanker payudara yang berbahaya.

Disamping rasa nyeri yang dirasakan pada puting,  juga mengeluarkan cairan yang bukan seperti susu. Putting juga akan cenderung melesak ke dalam. Gejala tersebut sudah patut diwaspadai dan segera di periksakan diri ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

5. Munculnya Benjolan di Area Ketiak

Tidak hanya benjolan pada area payudara saja, benjolan yang muncul bisa juga pada area ketiak wanita. Meskipun  dinamakan kanker payudara tetapi jaringan kanker itu bisa melebar sampai ke bagian ketik. Jadi, bukan berarti benjolan pada ketiak bukan merupakan kanker payudara. Benjolan ini dapat menyerang kelenjar getah bening yang ada pada ketiak.

Guna mengetahui lebih lanjut kebenaran terjangkit kanker payudara atau bukan, sebaiknya lakukan pengecekan pada diri sendiri setiap satu bulan sekali. Rajinlah mengenali bagaimana jaringan dan tekstur payudara diri sendiri. Jika terjadi perubahan akan mudah untuk  mengenalinya.

Baca: Mudah Beli Obat Online

Itulah tadi beberapa cara mengenali gejala kanker payudara yang secara umum dan mudah untuk di cek secara mandiri. Sebagai wanita, sebaiknya lebih berhati-hati dan lebih teliti, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati. Jaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat.

Categories
Penyakit

Pengertian Radang Selaput Otak (Meningitis)

Radang Selaput Otak atau disebut juga Meningitis adalah penyakit yang menyebabkan selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang mengalami radang. Radang Selaput Otak disebabkan oleh virus dan bakteri jamur, tetapi paling sering disebabkan oleh virus.

baca: Cara Mudah Atasi Asam Lambung

Jika radang selaput otak yang disebabkan oleh virus, radang tersebut tidak terlalu parah dan dapat sembuh sepenuhnya tanpa pengobatan. Sedangkan radang selaput otak yang disebabkan oleh jamur termasuk dalam jenis langka, ini biasanya terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Radang selaput otak dapat terjadi pada setiap usia. Tetapi, lebih sering menyerang orang dengan sistem imun yang rendah seperti anak – anak, orang tua, dan orang dengan HIV/AIDS.

Gejala

Gejala awal dari radang selapt otak mirip dengan flu atau influenza, kemudian gejala tersebut dapat berkembang dalam watu beberapa jam atau hari. Untuk gejala radang selaput otak yang biasanya muncul adalah demam dan menggigil terutama pada bayi baru lahir dan anak – anak. terjadi perubahan kondisi mental, mual dan muntah, sensitive terhadap cahaya, leher kaku, dan sering pingsan.

Gejala Radang selaput otak yang disebabkan oleh virus memiliki kemiripan dengan gejala radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri. Akan tetapi, radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri lebih parah dan menyebabkan kompilasi khusus, seperti kerusakan otak, gangguan pendengaran, dan ketidakmampuan belajar.

Penyebab

  • Bakteri.

Radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri dapat menyebar melalui pernapasan dan sekresi tenggorokan. Ditularkan lewat batuk, bahkan melalui ciuman. Bakteri ini dapat masuk melalui aliran darah di sinus, telinga., atau tenggorokan.

  • Virus.

Radang selaput otak ini disebabkan oleh virus influenza, virus herpes simplex, virus varicellar zoster, virus west Nile, virus limfositik koriomeningitis, dan virus campak.

  • Jamur.

Disebabkan oleh jamur yang menginfeksi dan menyebar melalui darah dan mengalir ke otak atau saraf tulang belakang, jamur yang biasanya menyebabkan radang selaput otak adalah cyptococcus, blastomyces, histoplasma, coccidioides

Faktor Risiko

Faktor yang meningkatkan risiko mengalami radang selaput otak adalah usia, sistem kekebalan tubuh yang lemah, orang yang baru menjalani transplantasi sumsum tulang, diabetes, hamil.

Kapan harus ke dokter ?

Anda harus segera ke dokter jika memiliki atau mengalami gejala yang mirip dengan radang selaput otak, karena anda tidak akan tahu juka tidak dikonsultasikan ke dokter. Jika anda sibuk dan belum sempat untuk segera ke dokter anda dapat menggunakan jasa dokter konsultasi di lifepack.id. dokter lifepack tersedia 24 jam.

Pengobatan

Pengobatan yang dilakukan tergantung dari penyebab radang selaput otak tersebut. seperti, untuk yang terinfeksi oleh bakteri harus di rawat dirumah sakit agar dokter dapat memantau. Untuk obat umumnya dengan antibiotic intravera, minim banyak cairan, dan istirahat.

Pencegahan

Mencegah terserang dari penyakit radang selaput otak kalian bisa lakukan dengan memahami pentingnya radang selaput otak akibat bakteri. hal itu karena radang selaput otak yang diakibatkan oleh bakteri merupakan kondisi keadaan darurat medis dan membutuhkan perawatan segera. Kemudian langkah selanjutnya untuk pencegahan adalah dengan mencuci tangan untuk menghindari paparan dari infeksi, jika anda sedang dalam kondisi hamil selalu pastikan bahwa makanan yang anda konsumsi adalah makanan yang sudah dimasak dengan matang dan hindari keju lunak yang terbuat dari susu yang tidak dipasteurisasi.

Lebih baik mulai sekarang sebagai langkah untuk melakukan pencegahan bisa mengunjungi lifepack.id.

Categories
Penyakit

Kenali Penyebab Herpes dan Cara Mengobati

Penyakit herpes adalah penyakit yang memiliki gejala berupa munculnya lapisan kulit kering ataupun lepuhan di bagian kulit. Seringnya sakit ini terjadi pada organ reproduksi. Penyakit herpes sendiri timbul akibat infeksi virus yang dikenal dengan nama herpes simplex virus atau disebut HSV. Infeksi akibat virus HSV sendiri bisa menyerang beberapa bagian tubuh seperti kelamin yang dikenal dengan herpes genitalia, mulut dan juga wajah. 

baca juga: Mengenal Obat Dumolid

Cara Penularan Herpes

Herpes dapat menular secara langsung dari orang yang memang sudah memiliki virus herpes atau penderita herpes ke orang yang sehat. Cara penularannya tidak melalui udara melainkan melalui cairan dari tubuh penderita ke orang sehat.

  • Virus HSV Tipe 1

Virus herpes tipe 1 merupakan virus yang paling cepat menyebar dibandingkan tipe lainnya. Virus ini menyerang bagian mulut penderita atau dikenal herpes oral. Meski begitu, herpes tipe 1 juga bisa muncul pada bagian genital apabila melakukan hubungan seksual oral dari mulut ke alat kelamin. Selain menular melalui hubungan seksual, aktivitas berciuman juga bisa menularkan virus. Bahkan berbagi peralatan minum, makan hingga kosmetik yang terkena cairan seperti lipstik bisa turut menularkan virus herpes.

  • Virus HSV Tipe 2

Virus herpes tipe 2 adalah penyebab utama dari herpes daerah kelamin atau herpes genital. Herpes ini bisa menular dari luka penderita herpes yang kemudian mengalami kontak dengan orang lain. Selain dapat ditularkan melalui hubungan seksual, herpes tipe 2 juga bisa menular ke bayi dari ibu yang menderita herpes ketika persalinan. 

Virus herpes tipe 2 bisa menyerang orang lebih mudah kepada mereka yang sudah melakukan hubungan seksual di usia dini. Orang dengan jenis kelamin wanita dan memiliki sistem imun rendah lebih berisiko tertular herpes tipe 2. Sering berganti pasangan seksual juga meningkatkan risiko tertular herpes. 

  • Varicella-zoster Virus

Varicella-zoster virus atau VZV termasuk ke dalam virus herpes berjenis alfa herpesviridae yang menyebabkan cacar ular dan cacar air. Cacar ular sendiri merupakan cacar yang diakibatkan oleh virus varicella zoster yang aktif kembali di dalam tubuh seseorang yang dulunya pernah menderita cacar air. Penularan virus ini bisa melalui percikan ludah dan kontak langsung penderita.

Baca juga: Dexamethasone apa sih?

Cara Mengobati Penyakit Herpes

Pengobatan penyakit herpes tidaklah bertujuan untuk mematikan seluruh virus herpes yang ada di dalam tubuh. Pengobatannya sendiri bertujuan untuk menurunkan komplikasi yang timbul akibat virus herpes serta menekan virus herpes menyebar lebih luas di dalam tubuh. Untuk jenis obat antivirusnya yang biasa diberikan oleh dokter seperti famciclovir, acyclovir serta valacyclovir. 

Selain mengkonsumsi obat-obatan di atas, Anda juga disarankan melakukan hal berikut ini untuk mengurangi rasa sakit akibat virus herpes.

  • Mengenakan pakaian yang longgar dan terbuat dari bahan katun. Tujuannya adalah agar pakaian tidak mudah bergesekan dengan luka dari infeksi virus herpes. Selain itu pakaian berbahan katun cenderung lebih dingin dan lebih lembut untuk mengurangi risiko gesekan.
  • Mengkonsumsi obat pereda nyeri. Obat pereda nyeri yang bisa dikonsumsi seperti ibuprofen dan paracetamol.
  • Kompres menggunakan air dingin ataupun air hangat pada area kulit yang mengalami luka akibat herpes.
  • Jauhi area luka yang sudah mengering dan menjadi koreng dari kotoran. Pastikan pula agar koreng dalam keadaan kering untuk mempercepat penyembuhan. 

Anda harus segera mengunjungi dokter ketika terkena virus herpes. Terutama bagi ibu yang tengah hamil, apabila sebelumnya pernah menderita herpes maka hal ini harus diberitahukan ke dokter. Pasalnya, dikhawatirkan virus bisa menular ke bayi ketika bersalin.