Categories
Penyakit Uncategorized

7 Bahaya Penyakit TBC yang Perlu Diketahui

Bahaya Penyakit TBC

Tuberkulosis (TB), juga dikenal dengan istilah TBC, adalah penyakit menular yang  disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis sendiri dapat menyerang bagian tubuh manapun, tetapi yang paling umum dan umum adalah tuberkulosis paru. Lalu seberapa bahaya penyakit TBC untuk tubuh manusia?

Cara Penularan TBC

Seseorang yang menderita TBC dapat menyebarkan kuman dahak melalui udara saat batuk atau bersin. Dalam satu kali batuk, penderita TBC dapat mengeluarkan sekitar 3.000 percikan dahak. Bakteri tuberkulosis di udara dapat bertahan hidup berjam-jam, terutama jika ruangan gelap dan lembab, sebelum terhirup oleh orang lain.

Penularan umumnya terjadi di ruangan dimana percikan dahak bertahan lama. Orang yang berisiko tinggi terkena tuberkulosis adalah orang yang sering bertemu atau tinggal di tempat yang sama dengan penderita tuberkulosis, misalnya keluarga, teman di tempat kerja, atau teman sekelas.

Namun pada dasarnya penularan tuberkulosis tidak semudah yang dibayangkan. Dalam kebanyakan kasus, bakteri yang Anda hirup tinggal di paru-paru tanpa menyebabkan penyakit. Bakteri tersebut tetap berada di dalam tubuh, menunggu waktu yang tepat untuk terinfeksi, yaitu saat sistem kekebalan tubuh sedang lemah.

Bahaya Penyakit TBC untuk Tubuh

TBC tergolong penyakit paling berbahaya nomor 2 di dunia tidak hanya karena penyebarannya saja yang mudah. Nyatanya penyakit ini juga bisa menyebabkan berbagai kondisi kritis untuk kesehatan tubuh, bahkan jika dibiarkan lebih parah bisa berakibat kematian. Untuk lebih lengkapnya berikut ini bahaya penyakit TBC yang harus Anda ketahui.

1. Meningitis

Meningitis merupakan inflamasi atau peradangan yang terjadi pada lapisan yang menyelubungi saraf tulang belakang dan otak atau yang biasa disebut meninges. Sistem imun yang lemah akibat terserang TBC bisa menjadi faktor penyebab dari meningitis. Untuk bisa mencegah penyakit ini, Anda bisa melakukan vaksinasi untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh.

2. Kerusakan Hati dan Ginjal

Secara umum TBC memang menyerang paru-paru. Namun dalam berbagai kondisi, TBC juga bisa menyebar ke berbagai organ yang ada dalam tubuh Anda, misalnya pada hati dan ginjal. Hati dan ginjal tidak akan mampu menyaring kotoran dalam aliran darah apabila kedua organ tersebut sudah terinfeksi TBC.

3. Kerusakan Sendi dan Tulang

Nyeri punggung dan kerusakan sendi dapat terjadi ketika infeksi tuberkulosis menyebar dari paru-paru ke jaringan tulang. Dalam banyak kasus, tulang rusuk juga bisa terinfeksi dan menyebabkan nyeri di area tersebut.

4. Kerusakan Otak

Bakteri tuberkulosis yang menyebar ke otak bisa menyebabkan meningitis atau radang selaput otak. Peradangan menyebabkan pembengkakan selaput otak dan seringkali berakibat fatal dan mematikan.

5. Kerusakan Jantung

Jaringan di sekitar jantung juga dapat terinfeksi bakteri tuberkulosis. Akibatnya bisa berupa peradangan dan penumpukan cairan atau cardiac tamponade. Sehingga membuat jantung tidak efektif dalam memompa darah, dan akibatnya bisa fatal.

6. Resistensi Bakteri

Pengobatan jangka panjang seringkali membuat pasien tidak disiplin, bahkan ada yang putus pengobatan karena merasa bosan. Pengobatan yang tidak tuntas atau tidak disiplin membuat bakteri akan kebal atau resisten. Sehingga harus diganti dengan obat lain yang lebih kuat dengan efek samping yang lebih parah.

7. Gangguan Mata

Bakteri tuberkulosis juga bisa menginfeksi bagian mata. Seringkali mata yang sudah terinfeksi bakteri ini akan menyebabkan iritasi pada retina mata. Sehingga retina akan membengkak dan terlihat merah.

Dengan mengetahui bagaimana penularan dan bahaya penyakit TBC. Anda bisa melakukan upaya untuk menghindari penyakit TBC. Bahkan, jika Anda sudah didiagnosa positif TBC, Anda bisa melakukan segala cara agar tidak menularkan ke orang-orang terdekat Anda. Misalnya saja dengan menggunakan masker saat beraktivitas.

Ingin tahu tips dan trik seputar kesehatan lainnya? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store untuk mendapatkan rekomendasi suplemen. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee

Categories
Penyakit

Leukemia adalah Kanker Darah Berbahaya, Wajib Diwaspadai!

leukemia adalah

Leukemia adalah kanker darah yang bisa terjadi akibat tubuh terlalu banyak memproduksi sel darah putih abnormal. leukemia juga bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Jadi penting bagi Anda untuk mengetahui gejala, penyebab dan cara mengatasinya agar bisa terhindar dari penyakit ini. Nah berikut merupakan beberapa penjelasan yang perlu Anda ketahui. 

Ciri-Ciri dan Gejala Leukemia

Pada dasarnya leukemia sering tidak menimbulkan tanda-tanda. Gejalanya baru akan muncul ketika sel kanker sudah semakin banyak dan mulai menyerang sel tubuh. Gejala yang timbul juga cukup bervariasi tergantung pada jenis leukemia yang diderita. Jadi penting bagi Anda untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan agar terhindar dari jenis penyakit ini. 

Beberapa gejala dan ciri-ciri leukemia yang sering dialami antara lain seperti demam dan menggigil, mimisan, tubuh mudah merasa lelah, bintik merah pada kulit, berat badan yang turun secara drastis, mudah berkeringat,  perut terasa tidak nyaman, munculnya benjolan pada leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening hingga mudah terkena infeksi. 

Kapan Harus Segera Pergi ke Dokter

Pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila muncul gejala seperti demam berulang dan berkepanjangan yang disertai dengan mimisan. Gejala penyakit leukemia hampir menyerupai gejala penyakit infeksi lain, misalnya flu. Jadi pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan guna mendeteksi dini kemungkinan kanker dan bisa mencegah perkembangan penyakit tersebut. 

Jika Anda merupakan seorang perokok aktif dan sulit menghentikan kebiasaan buruk yang satu ini, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai langkah yang bisa Anda lakukan untuk berhenti merokok. Terlebih lagi merokok merupakan salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko leukemia. 

Penyebab Leukemia

Pada umumnya penyakit leukemia disebabkan karena kelainan sel darah putih di dalam tubuh yang tumbuh secara tidak terkendali. Hingga saat ini belum diketahui penyebab dari perubahan yang terjadi. Namun ada beberapa faktor yang diduga menjadi saat penyebab penyakit leukemia. 

Faktor-faktor tersebut antara lain seperti menderita kelainan genetik (down syndrome), memiliki anggota keluarga yang pernah menderita leukemia, menderita kelainan darah (sindrom mielodisplasia, memiliki kebiasaan merokok, pernah bekerja di lingkungan yang terpapar bahan kimia, pernah menjalani pengobatan kanker dengan kemoterapi atau radioterapi. 

Jenis-Jenis Penyakit Leukemia

Pada umumnya penyakit leukemia dapat bersifat kronis dan akut. Pada leukemia kronis sel kanker berkembang secara perlahan dan gejala awal yang muncul tergolong ringan. Sedangkan pada leukemia akut, sel kanker berkembang sangat cepat dan gejala yang muncul dapat memburuk dalam waktu yang singkat leukemia akut terbilang lebih berbahaya dari leukemia kronis. 

Diagnosis Leukemia

Nantinya dokter akan menanyakan terkait gejala apa yang dialami penderita dan melakukan pemeriksaan fisik. Melalui pemeriksaan fisik yang dilakukan dokter akan bisa mendeteksi tanda-tanda leukemia apa saja yang muncul. Mulai dari pucat akibat anemia, memar pada kulit, hingga pembengkakan yang terjadi pada kelenjar getah bening, limfa dan hati. 

Meski demikian melalui pemeriksaan fisik tersebut diagnosis leukemia belum bisa dipastikan. Untuk itu dokter membutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis dan jenis leukemia yang dialami. Beberapa pemeriksaan tersebut meliputi tes darah dan aspirasi asumsi tulang. 

Di atas merupakan beberapa hal penting yang wajib Anda ketahui seputar penyakit leukemia. Leukemia adalah kanker darah yang bisa muncul tanpa gejala dan menyerang siapa saja. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin penting untuk dilakukan guna mendeteksi kanker sejak dini. Terlebih lagi jika Anda memiliki riwayat kanker dalam keluarga. 

Untuk tebus resep obat, Anda juga bisa mengunduh aplikasi Lifepack. Dengan Lifepack, Anda dapat menebus resep obat tanpa perlu antri di apotek. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Penyakit

Gejala TBC dan Cara Terbaik untuk Mengatasinya

TBC merupakan penyakit yang bisa berisiko bahaya bagi organ lainnya bahkan bisa berujung kematian. Penyebab utamanya bisa terkena penyakit TBC adalah tertular dari si penderitanya. Berikut gejala TBC dan cara terbaik untuk mengatasinya.

Gejala Penyakit TBC

1. Batuk Berlangsung Lama

Gejala yang dialami saat terkena TBC adalah batuk berlangsung lama lebih dari 21 hari secara terus menerus. Batuknya bisa mengandung dahak atau pun tidak. Gejala lebih buruk lagi saat Anda mengalami batuk berdarah yang terasa sakit dan tidak nyaman.

2. Demam

Tubuh yang terinfeksi TBC bisa mengalami demam secara tiba-tiba. Anda yang awalnya sehat-sehat saja mendadak demam dan ini cenderung terasa saat malam hari. Saat demam, Anda akan sekaligus merasa kedinginan dengan menggigil padahal cuaca sedang tidak dingin. Ini menjadi gejala yang jelas dan harus segera ditangani.

3. Berat Badan Menurun

Gejala lainnya yang akan diketahui dengan berat badan menurun terus menerus karena Anda merasa tidak selera untuk makan. Ini menandakan ada bakteri yang berkembang di dalam tubuh. Rasa mual membuat Anda semakin tidak ingin makan. Akibatnya tubuh terasa lemas dan tidak bisa beraktivitas sebagaimana mestinya yang terlihat dengan mudah kecapekkan.

4. Urine Kemerahan

Sering sekali warna urine menjadi salah satu cara untuk mengontrol kondisi tubuh. Anda bisa memperhatikannya dengan mudah dari segi warna. Jika tidak bening atau tidak berwarna kekuningan berarti ada masalah dengan tubuh. Gejala TBC membuat Anda mengeluarkan urine yang warnanya kemerahan atau kerus.

5. Nyeri di Paru-paru

Gejala lainnya akan terasa nyeri di paru-paru karena organ ini yang paling rentan terkena pengaruh dari TBC. Rasa nyeri ini semakin hari akan semakin terasa sakit saat Anda bernapas. Jangan dianggap sepele, Anda harus segera menanganinya sebelum semakin parah.  

6. Mengalami Infeksi

Seringnya saat kondisi sudah semakin parah baru Anda menyadari terkena TBC. Gejala yang akan dialami adalah terinfeksi di bagian organ lainnya. Misalnya Anda terkena infeksi organ hati, ginjal, atau pada bagian mata.

Pengobatan TBC

1. Konsumsi Obat

Pengobatan TBC dimulai dengan pemberian obat yang jangka waktunya berlangsung selama 6 bulan dan tak boleh ada obat yang terlewatkan. Obat yang diminum berdasarkan jenis TBC-nya. Jika Anda terkena TBC aten hanya satu jenis obat yang harus dikonsumsi.

Berbeda jika Anda mengalami TBC aktif maka jenis obatnya juga banyak untuk bisa membuat virus tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Jenis obat yang biasanya diberikan yaitu isoniazid, rifampisin (Rifadin, Rimactane), etambutol (Myambutol), dan pirazinamid. Anda harus mematuhi semua obat yang sudah diresepkan oleh dokter.

2. Pemeriksaan Lanjutan

Cara pengobatan TBC bisa dengan melakukan pemeriksaan lanjutan dari pemeriksaan dahaknya atau melakukan Rontgen dada, tes darah, atau tes kulit. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi sudah sejauh apa TBC menyerang organ di dalam tubuh.

3. Tindakan Pencegahan

Selama melakukan pengobatan TBC Anda harus menerapkan tindakan pencegahan agar TBC bisa segera sembut. Tindakan yang bisa dilakukan dengan mengenakan masker saat bepergian atau aktivitas di luar rumah. Jaga jarak saat sedang berbicara agar jika yang bersangkutan bersim atau batuk tidak menularkan virus dan bakteri ke Anda.

Saat Anda sudah merasakan mengalami gejala TBC maka segera lakukan pemeriksaan ke dokte agar tidak semakin parah. Ingin tahu tips dan trik seputar kesehatan lainnya? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store untuk mendapatkan rekomendasi suplemen. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee

Categories
Penyakit

6 Kebiasaan Sehat yang Bisa Mengurangi Risiko Penyumbatan Jantung

penyumbatan jantung

Mid-adult man clutching his chest in pain with a possible heart attack. He wears a blue, button down dress shirt. Heart disease.

Jantung koroner umumnya disebabkan karena penyumbatan pembuluh darah. Menghilangkan penyumbatan pembuluh darah memang membutuhkan perawatan yang intensif. Namun ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penyumbatan jantung. Ini dia kebiasaan sehat yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah pada. 

1. Konsumsi Asam Lemak Omega 3

Ternyata tidak semua lemak buruk untuk pembuluh darah arteri lo. Misalnya saja makanan yang mengandung asam lemak omega-3 terbilang cukup baik untuk mereka. Jenis lipid yang satu ini mampu meningkatkan kolesterol baik atau HDL sekaligus membantu menghilangkan kolesterol jahat atau LDL dan trigliserida dalam tubuh. 

Rutin mengonsumsi makanan yang kaya akan omega 3 juga ikut menurunkan risiko  hipertensi, penyumbatan pembuluh darah, dan serangan jantung. Omega 3 juga merupakan agen anti inflamasi yang baik untuk sistem peredaran darah dan otak Anda. Anda bisa mendapatkan asupan omega-3 dari minyak zaitun, kacang kedelai, ikan berminyak, alpukat dan kacang-kacangan. 

2. Rutin Berolahraga

Berolahraga secara teratur merupakan kebiasaan yang efektif untuk membantu mengurangi risiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Rutin berolahraga mampu menjaga arteri agar tetap sehat. Jenis aktivitas fisik sangat cocok untuk mencegah seperti kolesterol tinggi tekanan darah tinggi dan lain sebagainya. Meski demikian perlu diingat Jangan lakukan secara berlebihan ya. 

3. Konsumsi Diet Seimbang

Jangan sepelekan sayuran hijau pada menu makanan Anda sebelum ataupun sesudah mengandung. Mengapa demikian? Pasalnya menu makanan seimbang mampu menjaga arteri Anda agar tetap sehat sehingga mampu mempertahankan berat badan Anda agar tetap ideal. 

Rutin mengonsumsi makanan bergizi merupakan cara terbaik yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan berat badan dan menjaga kadar kolesterol Anda. Tak hanya itu saja, kebiasaan sehat yang satu ini juga mampu membatasi gula dan garam. Sebab jenis makanan ini mampu melakukan yang sebaliknya demi menjaga Arteri Anda tetap sehat. 

4. Kelola Stres

Jika kondisi tubuh Anda sedang mengalami stres terus-menerus atau berkembang jangan, reaksi kimia mungkin saja terjadi. Tanpa disadari reaksi-reaksi tersebut juga mampu menyebabkan masalah pada Arteri Anda. Detak jantung dan tekanan darah juga akan meningkat. Hal ini akan memberikan dampak negatif pada tubuh Anda. 

5. Hindari Mengonsumsi Makanan Berkolesterol

Tubuh memang membutuhkan kolesterol dalam jumlah kecil untuk melakukan proses tertentu. Namun jika terlalu banyak kolesterol akan menumpuk di dalam arteri dan menyebabkan penyakit jantung. Jadi jika Anda ingin mengurangi terjadinya risiko penyumbatan jantung pastikan untuk menjaga arteri tetap sehat dengan cara menghindari mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi. 

Berbagai jenis makanan berkolesterol tinggi yang wajib Anda hindari antara lain seperti daging merah dan jeroan, produk susu murni dan mentega, makanan gorengan dan keripik kentang, kue kering dan roti olahan, daging asap, dan sosis dan lain sebagainya. 

6. Batasi Minum Beralkohol dan Merokok 

Anggur merah ternyata juga banyak mengandung antioksidan lo. Rutin mengonsumsi sekelas kecil anggur merah setiap hari ternyata juga mampu memberikan antioksidan bagi tubuh  yang bisa membantu kesehatan jantung Anda. Namun jika mengonsumsi anggur merah atau minuman beralkohol juga kontraproduktif. 

Selain itu kebiasaan merokok juga mampu merusak arteri Anda.  merokok mampu menurunkan kolesterol baik dan meningkatkan risiko terjadinya hiperkolesterolemia. Jadi demi mengurangi risiko terjadinya penyumbatan pada jantung pastikan untuk membatasi kebiasaan minum minuman beralkohol dan merokok

Nah di atas merupakan beberapa kebiasaan sehat yang mampu membantu mengurangi risiko terjadinya penyumbatan jantung. Jadi sayangi tubuh Anda dengan mulai menerapkan pola hidup dan pola makan yang sehat ya. Meski terkesan sepele namun beberapa hal di atas mampu membantu Anda terhindar dari berbagai risiko penyakit jantung. 

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Pengobatan Penyakit Sehat Mental

Yang Perlu Diketahui tentang Agoraphobia

Agoraphobia adalah jenis gangguan kecemasan di mana penderita merasakan ketakutan dan menghindari tempat-tempat dan kondisi yang memicu kepanikan. Suatu tempat atau kondisi bisa membuat penderita merasa terjebak, tidak berdaya, dan gugup. Penderita merasa takut akan sesuatu yang tengah ia hadapi atau takut akan hal yang ia tunggu-tunggu, contoh takut saat sedang menunggu bus, kereta atau segala jenis transportasi umum, takut saat sedang berada di ruangan terbuka atau ruangan tertutup, takut saat sedang mengantre, atau takut saat sedang di dalam kerumunan. 

Penjelasan Mengenai Psikoterapi

Penderita agoraphobia merasa ketakutan karena ia tidak ada cara atau jalan untuk melarikan diri dari tempat tersebut. Penderita merasa di tempat tersebut ia tidak bisa melarikan diri, atau tidak bisa meminta bantuan saat serangan kecemasan semakin parah. Maka, yang biasa penderita agoraphobia lakukan adalah menghindari tempat dan kondisi tersebut agar serangan kecemasan tidak lagi terjadi. 

Ciri utama orang dengan agoraphobia adalah merasa tidak aman berada di tempat umum, terutama saat orang berkerumun. Penderita agoraphobia merasa butuh ditemani, misalnya oleh teman, saudara, atau keluarga. Rasa takut yang mereka alami bisa sangat berlebihan sehingga membuat mereka merasa tidak mampu pergi keluar rumah.

Gejala Agoraphobia

  • Takut keluar rumah sendirian
  • Takut berada dalam antrean atau di kerumunan orang
  • Takut masuk ke ruangan tertutup, seperti bioskop, elevator dan took yang sempit
  • Takut berada di ruangan terbuka, seperti tempat parker, jembatan atau pusat perbelanjaan dan pasar
  • Takut menggunakan transportasi umum.

Hubungan agoraphobia dan gangguan panik atau gangguan kecemasan

Banyak orang mengalami gangguan panik atau kecemasan. Namun, gangguan panik atau gangguan kecemasan bisa dipicu lebih banyak hal, bisa di luar gejala agoraphobia di atas. Orang dengan gangguan kecemasan bisa mengalami serangan panic dan ketakutan ekstrem yang tiba-tiba. Kepanikan atau kecemasan ini bisa memuncak dalam beberapa menit saja sehingga memicu gejala fisik yang intens. Saat mengalami serangan kecemasan, orang merasa kehilangan kendali seluruhnya atas dirinya, merasa sekarat dan bahkan merasa seperti sedang mengalami serangan jantung. 

Jika seorang agoraphobia mengalami serangan kecemasan karena tidak tahan berada di tempat-tempat dan kondisi yang ditakutinya, maka gejala yang ditimbulkan sama seperti orang-orang dengan gangguan kecemasan ini, yaitu:

  • Detak jantung meningkat cepat
  • Sulit bernapas atau sesak napas
  • Dada sakit 
  • Pusing
  • Berkeringat berlebihan
  • Gemetar, kaku atau kesemutan
  • Menggigil tiba-tiba
  • Mual atau diare
  • Takut mati

Orang dengan gangguan kecemasa sering kali juga menderita agoraphobia. Penyebab gangguan psikologis ini, menurut Mayo Clinic, bermacam-macam, di antaranya, faktor genetik atau bawaan, kondisi kesehatan atau mengalami penyakit tertentu, temperamen, lingkungan, dan stress atau depresi.

Faktor Risiko

Agoraphobia biasanya mulai terjadi di masa remaja akhir atau dewasa awal, sebelum usia 30-an. Namun, tidak jarang agoraphobia juga dialami oleh orang yang lebih tua. Wanita lebih rentang mengalami phobia ini dibanding pria. Di bawah ini, faktor risiko yang menambah kemungkinan seseorang mengalami agoraphobia.

  • Menderita gangguan kecemasan atau menderita phobia terhadap hal atau benda lain
  • Bila mengalami serangan panik, gejala yang ditunjukkan berlebihan
  • Mengalami fase kehidupan yang penuh tekanan, stres, trauma, dan penganiayaan
  • Memiliki sifat mudah gugup atau cemas
  • Memiliki saudara atau orang tua yang menderita agoraphobia.

Komplikasi

Merasa takut bepergian sendirian ke luar rumah tentu saja sangat menghambat aktivitas sekaligus membatasi pergerakan seseorang. Bagi penderita agoraphobia parah, ia bisa sama sekali tidak mampu meninggalkan rumah. Tanpa pengobatan dan terapi, penderita agoraphobia ini akan terkurung di dalam rumah selama bertahun-tahun atau bahkan selama hidupnya. Tidak akan ada kunjungan ke rumah saudara, teman, bahkan pergi sekolah atau bekerja. Bila phobia ini tidak diatasi, maka penderita bisa berakhir dengan:

  • Depresi
  • Ketergantungan pada alkohol dan narkoba
  • Gangguan mental dan gangguan kepribadian

Pencegahan dan Pengobatan

Tidak ada cara pasti untuk mencegah agoraphobia. Kecemasan akan semakin meningkat bila penderita terus menghindari tempat atau situasi yang ia takuti. Bila saat ini rasa cemas atau takut yang dialami masih tergolong ringan, lebih baik terus latih keberanian dengan rutin mengunjungi tempat-tempat tersebut. Ini satu-satunya cara yang bisa dilakukan agar ketakutan anda akan sebuah tempat atau situasi tidak semakin berlebihan. Bila hal itu sudah dilakukan namun kecemasan anda tidak berkurang atau justru semakin meningkat, segera cari bantuan profesional.

Pengobatan agoraphobia melibatkan psikoterapi dan obat-obatan. Namun intinya, penderita gangguan kecemasan ini perlu menantang dirinya untuk menaklukkan ketakutan agar dapat menjalani hidup yang lebih menyenangkan. Pengobatan secara medis biasanya berupa pemberian obat antidepresan dan anticemas, seperti Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) dan benzodiapines. Sementara, pengobatan secara psikoterapi melibatkan pertemuan rutin dengan terapis. Ada satu terapi yang umum diberikan, yaitu terapi perilaku kognitif yang berperan untuk mengubah pikiran-pikiran buruk yang menyebabkan penderita merasa ketakutan.

Categories
Penyakit

Agranulosit: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

gambar sel agranulosit

penirumasliusa.com – Agranulosit adalah jenis sel darah putih yang berisi granul mikroskopik, bentuknya seperti kantung kecil, berisi enzim. Enzim inilah yang digunakan oleh sel untuk “mengunyah” mikroorganisme. Bila terjadi infeksi, baik yang disebabkan oleh bakteri, virus, maupun parasit, enzim di dalam granulosit inilah yang melakukan perlawanan alias melakukan fungsi imunitas. Granulosit adalah sel imun pertama yang tiba di lokasi infeksi.

Dari penjelasan tersebut, kemudian mudah disimpulkan, apa itu agranulosit? Agranulosit adalah kondisi di mana pengurangan jumlah granulosit dalam tubuh terjadi. Bila granulosit di dalam tubuh berkurang, maka kekuatan tubuh untuk melawan infeksi menjadi lemah. Akibatnya, apabila tubuh diserang mikroorganisme, tubuh dapat mengalami serangan serius, sekali pun infeksi yang terjadi hanyalah infeksi kecil. Oleh sebab itu, agranulosit memicu terjadinya infeksi bakteri yang berulang. Infeksi bisa terjadi di kulit, paru-paru, tenggorokan, dan bagian tubuh lain. 

Penyebab terjadinya agranulositosis:

  • Konsumsi obat tertentu
  • Terpapar zat kimia berbahaya seperti Arsenik dan Merkuri
  • Penyakit kanker atau tumor
  • Infeksi parah
  • Terpapar radiasi
  • Penyakit autoimun
  • Kekurangan vitamin B-12 dan asam folat
  • Kemoterapi

Dikutip dari Healthline, sebagian besar kasus agranulositosis, sekitar 70 persen kasus,  terjadi disebabkan oleh konsumsi obat-obatan antitiroid, antiinflamasi, antipsikotik, dan antimalaria. Selain penyebab-penyebab di atas, agranulosit juga bisa disebabkan oleh faktor genetik atau bawaan, misalnya yang terjadi pada pasien leukemia. Agranulosit disebut lebih rentan terjadi pada wanita dibanding pria dan dapat dialami oleh semua umur. Khusus untuk kondisi agranulosit bawaan, lebih sering ditemukan pada anak-anak. 

Gejala-gejala agranulosit:

  • Demam
  • Kedinginan atau menggigil
  • Borok di mulut, tenggorokan, atau saluran pencernaan.
  • Infeksi kronis di gusi, tenggorokan, atau kulit.
  • Tekanan darah rendah
  • Lemas
  • Pusing
  • Sering batuk dan pilek
  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Mendiagnosa Agranulosit

Dokter mendiagnosis agranulosit dengan cara memeriksa riwayat pengobatan pasien. Dokter akan melihat apa saja perawatan atau pengobatan yang diberikan pada pasien, serta apa saja gejala penyakit yang dideritanya. Sampel darah dan urin diperiksa untuk mengetahui apakah ada infeksi dan untuk mengetahui jumlah sel darah putih dalam tubuh pasien. Apabila dokter mencurigai adanya masalah pada sumsum tulang, maka sampel sumsum tulang juga perlu diperiksa. Pemeriksaan gen juga dilakukan untuk melihat apakah ada bawaan agranulosit dalam tubuh pasien. Tidak jarang, pasien juga melakukan serangkaian tes untuk pemeriksaan penyakit autoimun demi diagnosis yang lebih akurat.

Waspadai Kanker Serviks Wanita

Agranulositosis Memicu Sepsis

Agranulositosis membuat pasien rentan terhadap segala jenis infeksi. Ini berbahaya jika infeksi tidak diobati atau dibiarkan terjadi berulang-ulang karena dapat menyebabkan komplikasi, salah satunya sepsis. Sepsis adalah infeksi yang terjadi di dalam darah. Bila tidak diobati, sepsis bisa berakibat fatal, bahkan menyebabkan kematian. Gejala sepsis diantaranya, detak jantung meningkat, napas cepat, dan kehilangan kesadaran.

Dengan pengobatan yang tepat dan tidak terlambat, harapan kesembuhan pasien agranulositosis menjadi lebih baik. Di banyak kasus, kondisi agranulositosis terhitung bisa dikendalikan. Pada pasies agranulositosis yang disebabkan oleh infeksi virus akan mengalami perbaikan kondisi atau pulih dengan sendirinya. 

Pengobatan Agranulositosis

  • Berhenti mengonsumsi obat pemicu agranulositosis.

Apabila kondisi agranulositosis pasien disebabkan oleh konsumsi obat tertentu, maka dokter yang bertanggung jawab akan kondisi pasien dan akan merekomendasikan obat lain sebagai alternatif. Dokter akan memonitor tes darah pada pasien untuk melihat apakah jumlah sel darah putih meningkat setelah perawatan dilakukan selama dua minggu. Jika mengganti obat bukanlah pilihan, maka dokter akan memeriksa dan mengawasi dengan ketat gejala-gejala awal infeksi pada pasien.

  • Antibiotik

Antibiotik diresepkan untuk mencegah terjadinya infeksi baru. Selain antibiotik, dokter juga meresepkan obat-obatan antivirus atau antijamur.

  • Injeksi G-CSF

Untuk menstimulasi produksi granulosit, pasien diberikan injeksi G-CSF (Granulocyte colony-stimulating factor). Injeksi ini berupa hormone yang berfungsi untuk merangsang sumsum tulang belakang untuk memproduksi lebih banyak sel darah putih. Injeksi ini biasanya diberikan pada pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi. 

  • Obat Penekan Imun

Obat ini diberikan kepada pasien dengan penyakit autoimun. Obat penekan imun berupa steroid, diberikan untuk mengurangi serangan imun pada sel darah putih dan sumsum tulang.

  • Infusi Granulosit

Pasien bisa diberikan transfusi granulosit. Meski jarang, namun kasus ini bisa terjadi. Sama seperti transfuse darah, sel pendonor harus cocok dengan sel darah pasien. Pendonor biasanya masih memiliki hubungan darah atau saudara dan diberikan injeksi G-CSF untuk menambah produksi granulosit dalam darah mereka. 

  • Transplantasi Sumsum Tulang Belakang

Apabila segala jenis pengobatan di atas tidak berhasil, dokter mungkin mempertimbangkan tindakan transplantasi sumsum tulang belakang. Dalam pengobatan ini, sumsum dari pendonor yang sehat menggantikan sumsum pasien. Sumsum yang baru akan memproduksi sel-sel darah putih yang sehat. Hanya saja, mendapatkan donor yang cocok untuk transplantasi sumsum tulang belakang tidaklah mudah. 

Ini Jenis Stadium Kanker

Agranulosit tidak bisa dicegah, karena kondisi ini muncul berkaitan dengan kondisi lain. Yang bisa dilakukan oleh pasien hanya mencegah terjadinya infeksi dengan pemenuhan gizi yang cukup, istirahat, dan menghindari kerumunan. Namun, dengan diagnosis yang tepat serta penanganan yang cepat, agranulosit bisa diatasi.

Categories
Pengobatan Penyakit Tips Sehat

Hubungan Cuaca Terhadap Penyakit Psoriasis

Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya masalah kulit. Salah satu masalah kulit yang mungkin pernah dialami adalah psoriasis. Psoriasis sendiri merupakan satu diantara macam masalah kulit yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Biasanya, perawatan pada psoriasis ini sangat perlu untuk dilakukan dengan rutin.

Baca Ragam Gejala Psoriasis

Pasalnya, perawatan ini adalah untuk membantu menenangkan dan mengurangi peradangan pada kulit Anda dan agar psoriasis tidak menjadi lebih parah. Anda pun juga wajib tahu, bahwa ada salah satu hal yang dapat memengaruhi psoriasis sekaligus juga bisa membantu penyembuhan atau dapat membuat psoriasis Anda menjadi memburuk, yaitu faktor cuaca.

Pengertian Psoriasis Secara Umum

Sebelum Anda mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana efek cuaca pada psoriasis, ada baiknya jika Anda mengenal terlebih dahulu tentang apa itu psoriasis yang sebenarnya. Bagi Anda yang mungkin belum tahu, psoriasis merupakan salah satu jenis penyakit autoimun yang dapat mengubah siklus hidup sel-sel pada kulit seseorang.

Orang yang mengalami psoriasis biasanya akan memiliki siklus pertumbuhan dan juga pergantian kulit yang lebih cepat dibanding orang biasa. Akibat dari siklus ini, sel-sel kulit akan menumpuk pada permukaan kulit dan membuat membuat kulit Anda menjadi lebih tebal serta timbul sisik yang berwarna keperakan.

Selain itu, terdapat juga bercak berwarna merah kering dan terkadang akan mati ketika disentuh. Bagian kulit yang biasanya sering terkena psoriasis adalah bagian siku luar, lutut, kulit kepala dan bahkan sampai kuku. Biasanya, psoriasis banyak diderita oleh orang dewasa, baik pria maupun juga wanita.

Hanya saja, untuk anak kecil terutama yang umurnya masih di bawah 10 tahun, biasanya tidak pernah mengalami psoriasis ini. Penderita bisa mengalami gejala ini selama beberapa hari atau bahkan sampai beberapa minggu. Lalu, gejala ini akan hilang untuk sementara waktu sampai akhirnya muncul kembali jika terpapar lagi dengan faktor pemicunya.

Seperti yang sudah disebutkan diawal, cuaca adalah salah satu faktor yang dapat membuat psoriasis Anda bertambah buruk atau sebaliknya dimana dapat membantu penyembuhan psoriasis Anda. Hal ini, juga berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh Anda pada saat itu karena sistem kekebalan tubuh ini sangat memengaruhi kondisi Anda.

Bukan tanpa alasan, sistem kekebalan tubuh Anda ini nantinya bisa menunjukkan reaksi yang berbeda terhadap cuaca, di mana tempat Anda tinggal. Jadi, Anda pun dapat dengan mudah mengetahui kondisi kesehatan tubuh Anda dari cuaca atau kondisi Anda saat ini termasuk juga untuk mengetahui psoriasis Anda.

Pengaruh Cuaca Panas dan Cuaca Dingin Pada Psoriasis

Cuaca yang cenderung panas sebenarnya bisa membantu untuk penyembuhan psoriasis Anda bila Anda memanfaatkannya dengan baik. Adanya sinar matahari alami yang mengandung sinar UV serta vitamin D dan cuaca yang lebih hangat ini dapat membantu untuk meringankan gejala psoriasis yang Anda alami.

Pasalnya, sinar matahari dapat berguna sebagai imunosupresif yang akan menekan kerja sistem imun di dalam tubuh Anda. Sehingga, nantinya pertumbuhan kulit akan menjadi sedikit jauh lebih lambat dan secara tak langsung dapat membantu untuk menghambat agar psoriasis ini muncul pada kulit Anda.

Namun perlu Anda ingat, bukan berarti Anda harus secara terus-menerus meletakkan kulit Anda ke arah sinar matahari langsung. Hal itu karena jika Anda terlalu lama menghabiskan waktu di bawah sinar matahari, justru malah dapat membuat kerusakan pada sel kulit Anda menjadi bertambah parah.

Pasalnya, sinar UVA yang terdapat pada sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan pada kulit seperti kulit keriput, kerusakan pembuluh darah, kulit yang tampak kendur dan muncul bercak pada kulit. Sedangkan untuk sinar UVB sendiri, dapat menyebabkan Anda mengalami kulit terbakar dan dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit melanoma.

Tentunya agar hal ini tidak terjadi, maka Anda pun disarankan untuk berjemur di bawah sinar matahari dalam waktu yang singkat setiap harinya. Cukup dengan waktu 5-10 menit saja sudah cukup untuk Anda lakukan dalam sehari. Jangan lupa juga untuk mengoleskan tabir surya di daerah kulit yang tidak terkena psoriasis sebelum Anda mulai untuk berjemur.

Hal ini dimaksudkan agar Anda terhindar dari berbagai macam kerusakan kulit lain dan juga kanker kulit. Selain itu, pakailah pakaian yang terbuat dari kain katun agar lebih mudah menyerap keringat dan mencegah Anda mengalami gatal pada kulit. Hindari memakai pakaian yang berwarna gelap agar tidak menyerap panas yang berlebihan.

Pada cuaca dingin sendiri, justru malah dapat membuat psoriasis Anda menjadi makin memburuk. Pada saat cuaca cenderung dingin, akan terjadi penurunan kelembaban dan suhu menjadi lebih dingin. Akibatnya, kulit Anda pun akan menjadi lebih kering. Hal ini lah yang dapat membuat psoriasis bisa menjadi makin memburuk.

Apa Ciri Kulit Sensitif?

Agar psoriasis Anda tidak menjadi semakin buruk pada saat cuaca dingin, maka sebaiknya Anda menjaga kelembaban kulit dengan baik. Pakailah krim pelembab kulit yang dapat bermanfaat untuk mencegah kulit Anda dari berbagai macam kekeringan. Kelembaban kulit ini akan sangat penting untuk menenangkan kulit yang mengalami psoriasis.

Referensi:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/psoriasis/symptoms-causes/syc-20355840
https://lifepack.id/psoriasis-penyakit-kulit-perlu-diwaspadai/
https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/psoriasis/understanding-psoriasis-basics

Categories
Penyakit

Kenali Berbagai Gejala Psoriasis yang Umum Terjadi

Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit psoriasis? Ya, psoriasis ini merupakan salah satu jenis penyakit kulit yang terjadi dalam waktu lama hingga bertahun-tahun dan tidak menular. Terkait penyebab psoriasis sebenarnya belum dapat diketahui secara pasti. Tapi, apabila dilihat dari gejala kemunculan psoriasis, penyakit ini melibatkan kondisi autoimun dimana sistem kekebalan tubuh penderita terganggu dan menyerang tubuhnya sendiri. 

Nah, seperti apakah gejala yang ditimbulkan oleh psoriasis ini? Yuk simak lebih jelasnya pada ulasan dibawah ini!

Gejala Psoriasis Umum yang Muncul

Penderita psoriasis ini mengalami permasalahan pada kulitnya. Jadi, sel kulit penderita psoriasis ini mengalami pembelahan secara terus menerus atau abnormal. Jika pada kulit orang normal, sel kulit yang mati akan mengelupas dan diganti dengan sel kulit yang baru dalam waktu yang tidak lama. Namun, berbeda dengan penderita psoriasis yang terus membelah. Bahkan, psoriasis ini menyebabkan sel kulitnya menggandakan diri hingga 10 kali lebih cepat dari sel kulit normal. Akibatnya, sel kulit baru terus tumbuh dalam hitungan hari. Inilah yang mengakibatkan gejala psoriasis yang ditandai dengan permukaan kulit yang menebal dan nampak tertumpuk pada bagian-bagian tertentu.

Baca: Tanda Darah Rendah dan Darah Tinggi

Tidak hanya itu saja, gejala psoriasis juga ditunjukkan dengan adanya bercak kulit warna putih atau kemerahan yang bersisik tebal. Ciri-ciri tersebut biasanya ditemukan pada permukaan kulit bagian kaki, punggung, lutut, siku, tangan, dan kulit kepala. Pertanyaannya, siapakah yang berisiko mengalami penyakit psoriasis? Rupanya, gejala psoriasis bisa dialami oleh siapa saja, baik laki-laki ataupun perempuan yang berusia produktif sekitar 15 hingga 35 tahun. Jadi, pastikan untuk meningkatkan kewaspadaan apabila muncul tanda-tanda atau gejala penyakit psoriasis supaya bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat. 

Secara umum, gejala yang timbul akibat psoriasis adalah sebagai berikut. Pertama, bagian kulit yang memerah, terasa tebal, kering, dan bersisik. Kedua, kulit pecah-pecah dan terkadang bisa berdarah. Ketiga, kuku yang menebal dengan tekstur yang tidak merata. Terakhir, sendi-sendi yang membengkak dan kaku.

Gejala Psoriasis Sesuai Jenisnya

Gejala psoriasis di atas adalah gejala yang umum terjadi. Namun, ciri-cirinya bisa berubah tergantung dari tingkat keparahan penyakit psoriasis. Bahkan, antara satu penderita dengan penderita yang lain, gejala psoriasis bisa berbeda karena mungkin jenis psoriasis yang dialami berbeda. Nah, untuk lebih jelasnya, yuk kita cari tahu jenis psoriasis yang secara umum sering dialami dan masing-masing gejala khususnya.

Gejala Psoriasis Plak

Dilansir dari situs kesehatan terpercaya, penyakit psoriasis jenis plak ini hampir dialami oleh 90 persen orang. Gejala yang ditunjukkan oleh psoriasis plak diantaranya adalah munculnya bercak merah pada kulit dengan sisik yang tebal berwarna perak. Adanya lapisan kering, tipis, dan berwarna putih keperakan yang menutupi plak tersebut. Gejala ini biasanya muncul di area kulit seperti kulit kepala, siku, lutut, dan punggung bawah. Kulit kering dan pecah sampai berdarah. Kemudian, timbul rasa gatal dan terbakar di area yang terkena.

Tanda psoriasis ini juga bisa ditemui di area kuku yang ditunjukkan dengan adanya perubahan warna, kuku mudah hancur, dan menebal. Gejala lain berupa munculnya lubang-lubang pada kuku dan bengkak pada sendi. Apabila sudah menyebar ke kuku, gejala yang muncul seperti lekukan kecil di kuku, kuku cenderung mudah rusak, kasar, dan menebal, munculnya tumpukan sel kulit di bagian bawah kuku disertai munculnya warna putih, kuning, dan cokelat di bagian bawah kuku.

Psoriasis plak juga bisa ditemui di area kepala yang sering dianggap ketombe berlebih dan penebalan kulit kepala, sehingga diabaikan oleh sebagian orang. Ciri-ciri psoriasis plak di kulit kepala ini ditunjukkan dengan kemunculan sisik penebalan berwarna putih.

Gejala  Psoriasis Guttata

Jenis lain yaitu psoriasis guttata yang muncul berupa bercak kecil bersisik merah pada setiap bagian tubuh. Penderita yang mengalami psoriasis guttata akan ditandai dengan munculnya benjolan kecil di area kulit secara tiba-tiba. Kemudian, benjolan tersebut menutupi sebagian besar tubuh, kaki, hingga lengan. Bahkan, benjolan juga muncul di area wajah, kulit kepala, dan telinga. Adapun ciri-ciri benjolan tersebut yaitu berukuran kecil dan bersisik serta berwarna merah muda.

Kondisi psoriasis guttata sering dialami oleh anak-anak dan usia dewasa muda. Biasanya, psoriasis guttata dipicu oleh infeksi bakteri radang tenggorokan. Gejala psoriasis ini bisa datang dan pergi pada tubuh seseorang, namun juga bisa hanya muncul sekali seumur hidup.

Selain dua jenis psoriasis di atas, waspadai juga gejala psoriasis lain seperti inversa, pustular, dan eritrodermik. Nah, setelah mengetahui gejala-gejala psoriasis diatas, segera konsultasi dengan dokter apabila mengalaminya. Kemudian, dokter akan memberikan perawatan baik melalui obat psoriasis maupun bentuk pengobatan psoriasis lainnya. Jangan sampai mengabaikannya karena dikhawatirkan akan tambah parah dan memengaruhi sendi.

references:
https://www.healthline.com/health/psoriasis
https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/psoriasis/understanding-psoriasis-basics
https://www.psoriasis.org/about-psoriasis

Categories
Penyakit

Apa itu Hipotensi?

Hipotensi yang biasa disebut dengan tekanan darah rendah yaitu ketika kondisi tekanan darah berada dibawah 90/60 mmHg. Saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri, tekanan itulah yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah atau disebut dengan tekanan darah. (Referensi Hipotensi baca di sini)

Bila tekanan darah terlalu rendah, kondisi tersebut bisa menyebabkan aliran darah ke otak dan ke organ vilal lainnya seperti ginjal menjadi terhambat atau berkurang. Sehingga orang yang mengalami tekanan darah rendah gejalanya akan pusing, lemas, dan tubuh akan terasa tidak stabil bahkan bisa membuat kehilangan kesadaran.

Baca: Jenis Stadium Kanker

Tekanan darah ada dalam dua angka, yaitu sistolik (bilangan atas) dan tekanan diastolik (bilangan bawah). Untuk ukuran tekanan darah normal berkisar antara 90/60 mmHg dan 120/80 mmHg. Bila bilangan mencapai lebih dari 120/80 mmHG itu bisa disebut Hipertensi orang yang memiliki tekanan darah tinggi.

Ciri-ciri darah rendah

Jika Anda mengalami tekanan darah rendah maka akan menunjukan ciri seperti berikut ini :

  • Lemah dan kepala melayang
  • Pusing
  • Sesak nafas
  • Mengalami nyeri dada
  • Kehilangan keseimbagan atau merasa goyah
  • Pandangan buram
  • Pucat dan badan dingin

Penanganan awal yang dapat Anda lakukan yaitu sebaiknya Anda duduk atau berbaring terlebih dahulu, minumair putih, dan hentikan kegiatan yang sedang Anda lakukan. Gejala ini akan segera hilang setelah beberapa saat, bila Anda sudah merasa baikan lebih baik Anda hubungi dokter bila sudah sering mengalami hipotensi.

Penyebab hipotensi

Umumnya tekanan darah rendah terjadi seperti berikut ini :

  • Kehamilan.
  • Riwayat penyakit jantung.
  • Kekurangan cairan tubuh.
  • Anemia.
  • Infeksi berat.
  • Reaksi alergi berat .
  • Kekurangan vitamin.
  • Ganguan endokrin seperti diabetes dan penyakit tiroid.
  • Efek samping obat seperti obat golongan diuretik, betabloker dan nitrogliserin.
  • Kehilangan banyak darah akibat kondisi tertentu seperti cedera dan syok yang menyebabkan pendarahan hebat.
  • Kekurangan nutrisi. Vitamin B12 dan asam folat berperan dalam produksi sel darag merah, jika kekurangan salah satu atau keduanya dapat menyebabkan hipotensi.
  • Usia 65 tahun keatas.

Diagnosis Hipotensi

Hipotensi akan diketahui melalui pemeriksaan tekanan darah oleh dokter, seperti :

  1. Tes darah

Pemeriksaan ini dilakukan dokter untuk memeriksa kadar gula dan kadar hormon di dalam darah pasien.

  • Elektrokardiografi (EKG)

Elektrokardiografi bertujuan untuk mendeteksi struktur jantung yang tidak normal dan detak jantung yang tidak beraturan.

  • Ekokardiogram

Tes ini dilakukan untuk memeriksa fungsi jantung dan mendeteksi kelainan yang terjadi pada jantung.

  • Uji latih jantung ( stress test)

Tes ini dilakukan untuk menilai fungsi jantung saat melakukan aktivitas, dengan cara mmbuat jantung bekerja lebih keras, misalnya dengan meminta pasien berjalan atau berlari di atas treadmil atau memberikan obat tertentu yang meningkatkan kerja jantung.

  • Manuver valsalva

Tes ini dilakukan dengan meminta pasien mengambil napas panjang, kemudian menutup hidung dan membuang melalui mulut. Bertujuan untuk meriksa kondisi saraf dalam sistem pernapasan.

  • Tilt table test

Untuk pasien hipotensi ortostatik untuk melihat perbedaan tekanan darah saat berbaring dan berdiri.

Pengobatan hipotensi

Penanganan hipotensi yang utama adalah merubah pola makan dan gaya hidup, seperti :

  • Mengonsumsi garam dengan kadar yang tinggi.
  • Memperbanyak minum air putih.
  • Berolahgara teratur.
  • Menggunakan stoking khusus (stoking kompresi) untuk memperlancar aliran darah.

Pencegahan hipotensi

Anda harus menghindari minuman yang berkafein pada malam hari dan minuman beralkohol, setelah menyelesaikan makan untuk tidak langsung berdiri, posisi tidur kepala lebih tinggi sekitar 15 cm, hindari mengangkat beban yang berat, dan berdiri secara perlahan saat Anda sedang berbaring atau duduk.

Categories
Penyakit

Ini Gejala dan Penyebab Epilepsi Yang Terjadi Pada Tubuh

penirumasliusa com – Penyakit epilepsi tentunya tidak asing bukan? Seringkali penyebab epilepsi adalah faktor dari genetik itu sendiri bahkan bisa jadi kondisi kesehatan tubuh sendiri. Penyakit ini dikenal oleh masyarakat melalui reaksi kejang pada seseorang yang terkena epilepsi yang terjadi secara tiba-tiba.

Baca: Tips Cepat Atasi Asam Lambung

Bisa juga seseorang yang terkena ini akan mengalami perilaku yang tidak seperti biasanya dan hilang sadar. Kejang ini tentunya menjadi tanda epilepsi yang bermula dari impuls listrik yang dimiliki otak menjadi kelebihan sehingga mengakibatkan reaksi ke otot tubuh dan menimbulkan kejang.

Gejala Penyakit Epilepsi

Dalam kasus ini terkadang reaksi yang ditimbulkan juga bisa jadi berbeda-beda seperti pandangan kosong maupun gerakan lengan maupun kaki. Untuk gejalanya sendiri dapat dilihat dari sebagai berikut :

1. Kondisi Kebingungan

Dalam hal ini seseorang yang mengalami gejala epilepsi akan terasa mengalami gejalanya yaitu menjadi kebingungan sementara. Sehingga tatapan menjadi kosong dan terdiam, seperti kehilangan arah.

2. Terjadi Kejang- Kejang

Dalam hal ini seseorang akan menjadi kejang-kejang serta menimbulkan gerakan pada lengan serta pergelangan pada kaki yang tidak terkendali kemudian menjadi kehilangan kesadaran setelah itu dan jatuh pingsan.

3. Mengalami Gangguan Gejala Psikologis

Perihal dalam kasus penyakit ini menjadikan seseorang mengalami rasa takut bahkan cemas yang berlebihan bahkan juga seseorang menjadi dejavu sebab penyakit epilepsi ini yang terjadi pada seseorang tersebut.

Penyebab Terjadinya Penyakit Epilepsi

Dalam hal ini akan dibahas apa saja penyebab epilepsi sehingga bisa terjadi pada tubuh manusia. Berikut Penjelasannya :

1. Genetik Pada Seseorang

Pada pernyataan ini penyebab terjadinya epilepsi bisa juga dipengaruhi oleh faktor genetik dalam tubuh seseorang. Hal ini menjadi sebagian penyebabnya, karena dengan terdapatnya gen tertentu dalam tubuh dapat menimbulkan keadaan dimana seseorang menjadi tingkat sensitif untuk kondisi lingkungan tertentu bahkan ada yang berasal dari keluarganya sendiri.

2. Trauma Maupun Cedera Di Bagian Kepala

Tentunya seorang yang pernah mengalami trauma di bagian kepala sebab jatuh dalam berkendara maupun terbentur sesuatu yang keras dapat menjadi penyebabnya. Dalam kasus ini diharapkan seseorang lebih berhati-hati dalam beraktifitas yang bisa jadi mencederai kepala. Contohnya saja saat berkendara maupun bermain ski dengan memakai helm.

3. Pengaruh Usia

Dalam hal ini dapat dilihat dari penyebab penyakit epilepsi, hal ini terjadi biasanya pada usia kanak-kanak maupun terjadi pada usia lansia. Namun tentunya penyakit ini tidak hanya pada anak-anak saja dan lansia, akan tetapi dalam kondisi tersebut penyakit epilepsi juga bisa menyerang di berbagai usia.

4. Mempunyai Penyakit Stroke dan Pembuluh Darah

Untuk seseorang yang memiliki riwayat kesehatan stroke dan pembuluh darah juga harus berhati-hati. Sebab penyakit yang dapat menjadi kerusakan otak dan bisa juga menjadi penyakit epilepsi. Oleh sebab itu yang memiliki penyakit ini diharapkan bisa tidak mengkonsumsi seperti alkohol dan tidak merokok serta melakukan rutinitas olahraga yang baik.

Dari penyebab epilepsi ini masih ada penyebab lainnya seperti terdapat infeksi serta adanya gangguan yang terjadi pada otak, demensia maupun gangguan perkembangan pada tubuh seseorang. Namun dalam kebanyakan kasus epilepsi ini akan mengalami kejang yang sama sehingga terlihat serupa dalam kejadiannya.

Baca: Jenis Tingkatan Kanker Tubuh

Sehingga dalam kasus ini diperlukan penanganan yang tepat dalam menghadapi kondisi tersebut. Sehingga penyebab epilepsi ini bisa ditangani secara baik. Karena hal ini bisa terjadi oleh siapapun tanpa membedakan ras maupun latar belakangnya sendiri.