Categories
Penyakit

Penjelasan Lengkap Tentang Gejala Diabetes Tipe 1 dan 2

Gejala Diabetes

Saat ini, manusia seringkali mengalami penyakit karena pola hidup yang sehat dan aktivitas fisik yang semakin berkurang. Salah satu penyakit yang paling sering ditemui adalah diabetes atau di Indonesia sendiri sering disebut sebagai penyakit gula. Ada banyak sekali gejala diabetes yang tidak banyak orang sadari hingga sering mengalami keterlambatan perawatan.

Dua Tipe Diabetes

Secara istilah kesehatan, ada dua tipe diabetes yakni diabetes tipe satu dan juga tipe dua. Nama tersebut muncul berdasarkan kondisi dari penderita diabetes sendiri apakah mengalami masalah di hormon insulin atau tidak. Hal ini juga biasa disebut dengan diabetes yang menyerang remaja ataupun diabetes yang menyerang orang dewasa.

1. Diabetes Tipe 1

Penyakit diabetes yang satu ini biasanya menjadi penyakit turunan dari orang tua dan bisa menyerang manusia di bawah umur 30. Diabetes tipe satu bisa terjadi karena beta sel yang ada dalam pranceas mengalami kerusakan. Beta sel sendiri memiliki fungsi vital yakni memproduksi hormon insulin yang bisa mengatur kadar gula darah.

2. Diabetes Tipe 2

Berbeda dengan tipe 1 yang disebabkan oleh kerusakan sel, diabetes tipe 2 ini terjadi akibat menurunnya fungsi insulin. Biasanya diabetes tipe ini cenderung menyerang orang tua dengan umur lebih dari 40 tahun. Pada beberapa kasus, penderita diabetes tipe 2 bahkan tidak bisa memproduksi jumlah insulin yang dibutuhkan oleh tubuh.

Gejala yang Dialami

Ada beberapa gejala yang bisa dijadikan sebagai diagnose awal ketika seseorang menjjadi penderita diabetes. Gejala ini biasa muncul di awal-awal terkena diabetes dan beberapa orang mungkin tidak akan menyadarinya sebelum periksa ke dokter. Ini dia beberapa gejaladiabetesyang terjadi pada penderita diabetes tipe 1 dan 2lengkap dengan penjelasannya:

1. Kandungan Gula Darah

Ketika diabetes sudah menyerang, dalam tubuh penderitanya khususnya dalam darah akan ada kenaikan kandungan gula. Penderita juga akan memiliki kandungan glukosa di dalam urin yang seharusnya tidak terjadi. Glukosa di dalam urin akan mengakibatkan respon tubuh berupa sering buang air kecil sehingga dalam waktu tertentu sering menyebabkan dehidrasi.

2. Mengalami Dehidrasi

Dehidrasi terjadi akibat kurangnya cairan dalam tubuh dan dalam kasus diabetes terjadi akibat buang air kecil berlebih. Gejala dehidrasi ini bisa terasa dari perasaan haus yang tidak kunjung berakhir dan keinginan untuk konsumsi air terus menerus. Padahal kalau diperhatikan, seorang penderita diabetes sudah mengkonsumsi air dengan jumlah yang cukup.

3. Penurunan Berat Badan

Hormon insulin di dalam tubuh bertugas menjadi zat yang merangsang pengolahan gula menjadi energi. Ketika hormon insulin tidak bekerja dengan benar atau mengalami kekurangan, maka gula yang ada menjadi tidak bisa diolah. Akibatnya tubuh tidak lagi mendapatkan hasil olahan gula sehingga dalam waktu tertentu terjadilah penurunan berat badan.

4. Infeksi yang Semakin Sering

Orang dengan diabetes, akan sering mengalami infeksi khususnya pada bagian kulit yang terluka. Luka cenderung menjadi lebih lama sembuh apalagi jika diabetes yang diderita tidak mendapatkan perawatan yang baik. Infeksi juga bisa menyerang area kandung kemih ataupun area vagina jadi penderita diabetes memang butuh perawatan lebih.

Gejala diabetes seringkali terjadi akibat pola makan yang salah utamanya juga pada orang dengan obesitas atau berat badan berlebih. Jika sudah terjadi gejala seperti di atas, lebih baik jika segera berkonsultasi dengan dokter agar perawatan bisa dilakukan dengan segera.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Penyakit

5 Jenis Penyakit Hernia dan Gejalanya Masing-masing

Jenis Penyakit Hernia

Hernia atau turun berok merupakan jenis penyakit yang terjadi ketika ada organ yang ada di dalam tubuh keluar melalui jaringan otot. Keluarnya organ dari otot ini dikarenakan otot mengalami kelemahan sehingga menyebabkan timbulnya benjolan pada permukaan tubuh. Jenis penyakit hernia juga terdapat beberapa macam, berikut adalah penjelasan lengkapnya.

1. Hernia Inguinalis

Hernia inguinalis merupakan salah satu jenis penyakit hernia. Yang mana jenis hernia inguinalis ini paling sering dialami oleh laki-laki. Untuk mengetahui jenis penyakit hernia satu ini tidak sulit karena akan timbul benjolan pada tubuh bagian perut atau selengkangan. Timbulnya hernia inguinalis disebabkan oleh beberapa hal yaitu obesitas, batuk, dan angkat beban berat.

Gejala dari hernia jenis ini adalah timbul benjolan, timbul rasa nyeri pada benjolan, bagian selengkangan terasa lemas atau tertekan, dan muncul rasa sakit. Untuk memastikan gejala ini, sebaiknya cepat periksa ke dokter. Jika hasilnya positif, operasi harus dijalankan untuk memperbaikinya.

2. Hernia Femoralis

Jenis penyakit hernia kedua yang harus diketahui adalah hernia femoralis. Untuk jenis ini sama halnya dengan di atas tapi sebaliknya. Kalau, hernia inguinalis paling sering dialami pria sedangkan hernia femoralis paling banyak dialami wanita dibandingkan pria.

Penyebab penyakit ini sama yaitu adanya turun berok yang membuat usus keluar. Penyebabnya sendiri adalah kehamilan, kelebihan berat badan, batuk-batu, mengangkat beban berat, dan sembelit.

Gejala umun hernia femoralis adalah bagian selengkangan Anda akan muncul benjolan. Bagi wanita yang mengalami benjolan pada bagian selengkangan segera mungkin lakukan pemeriksaan untuk memastikan benjolan Anda ini. Ingat hernia jenis ini bisa terjadi pada wanita usia berapa saja.

3. Hernia Umbilikus

Jenis penyakit hernia selanjutnya adalah hernia umbilikus. Penyakit hernia ternyata tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja tapi bayi juga bisa. Adapun jenis hernia yang dapat menimpa bayi adalah hernia umbilikus. Yang mambuat bayi mengalami penyakit hernia jenis ini karena lubang besar pada tali pusat bayi tidak tertutup dengan baik setelah bayi lahir.

Maka dari itulah, akhirnya menyebabkan pusat pada bayi muncul benjolan. Oleh karena itu, jika menemukan benjolan pada anggota tubuh bayi Anda khususnya dibagian pusat jangan dibiarkan saja. Segera mungkin ajak bayi Anda periksa karena penyakit hernia berbahaya tapi tidak menular.

4. Hernia Insisional

Jenis hernia selanjutnya yang harus Anda ketahui adalah hernia insisional. Hernia jenis ini dapat terjadi pada Anda yang sebelumnya sudah pernah menjalankan operasi. Adapun bagian operasi yang dijalankan adalah di bagian perut.

Untuk hernia ini dapat membuat bagian bekas operasi timbul benjolan akibat efek dari pembedahan yang dilakukan dan juga akibat penjahitan yang tidak benar. Masalah hernia insisional ini lebih banyak dialami orang tua. Untuk menyembuhkan hernia jenis ini salah satu jalan yang harus dilakukan operasi. Dokter akan mengembalikan posisi hernia tadi.

5. Hernia Hiatus

Hernia hiatus merupakan jenis hernia yang terjadi dibagian atas lambung. Yang mana dibagian atas lambung mencul benjolan. Penyebab dari jenis hernia ini belum tahu pasti tapi mengalami luka atau robekan di area diafragma, terlahir dengan ukuran hiatus yang lebih besar, dan muntah bisa jadi faktor penyebabnya.

Gejala dari hernia hiatus, sulit menelan, bersendawa, sulit bernafas, muntah darah, merasa kenyang sehabis makan, dll. Jika Anda mulai mengalami gejala-gelaja ini, segeralah untuk mengkonsultasikannya ke dokter.

Itulah tadi beberapa jenis penyakit hernia yang penting untuk diketahui. Perlu diingat, penanganan dari masing-masing penyakit hernia tersebut tentu berbeda, oleh karena selalu konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Categories
Penyakit

Pertanyaan Tentang Pneumonia yang Sering dikeluhkan Pasien

Pertanyaan Tentang Pneumonia

Jika Anda mengalami rasa nyeri pada dada, demam, batuk, sakit kepala, serta kesulitan bernapas. Anda perlu berhati-hati, ada kemungkinan Anda mengalami penyakit pneumonia. Lalu, seberapa berbahayanya pneumonia untuk tubuh? Berikut ini beberapa pertanyaan tentang pneumonia yang sering dikeluhkan oleh masyarakat.

1. Apa itu Penyakit Pneumonia?

Penyakit ini merupakan infeksi yang menyerang paru-paru dan dapat disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur. Pneumonia menyebabkan peradangan pada jaringan dan kantung udara di paru-paru sehingga kantung udara tersebut terisi cairan atau nanah. Penyakit ini bahkan disebut dengan Forgotten Killer yang mengakibatkan kematian balita nomor 2 di Indonesia.

Penyakit ini biasanya menyerang semua orang, berapapun usianya. Namun yang paling rentan terserang penyakit ini adalah lansia (usia diatas 65 tahun), anak-anak dan orang dengan imunitas rendah. Meski begitu, Anda wajib mewaspadai penyakit yang satu ini. Jika penyakit ini tidak segera diobati maka akan berakibat fatal dan berujung pada kematian.

2. Apa Saja Gejala Pneumonia?

Setiap jenis pneumonia memiliki gejala yang berbeda. Gejala ini mungkin muncul tiba-tiba dalam waktu 24 jam hingga 48 jam. Secara umum gejala yang biasanya muncul adalah:

  • Nyeri dada saat bernapas atau batuk
  • Batuk yang menyebabkan produksi dahak dan lendir
  • Kesulitan bernapas
  • Kehilangan selera makan
  • Denyut jantung meningkat
  • Demam tinggi dan berkeringat
  • Mual dan diare

Beberapa orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah mungkin mengalami kebingungan dan perubahan mental. Selain itu, Anda juga bisa memiliki suhu tubuh yang jauh lebih rendah dari biasanya. Sedangkan gejala pneumonia pada bayi dan anak lebih sulit dikenali karena umumnya tidak terlihat.

Beberapa gejala pneumonia lain yang kadang muncul, diantara sebagai berikut:

  • Batuk berdarah
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi dan otot
  • Kelelahan

3. Hal Apa Saja yang Bisa Menyebabkan Pneumonia?

Pneumonia umumnya disebabkan oleh bakteri, virus dan juga jamur yang masuk ke paru-paru. Ini kemudian menyebabkan peradangan di paru-paru. Beberapa jenis bakteri yang dapat menyebabkan kondisi ini adalah Streptococcus sp., Mycoplasma sp., Staphylococcus sp., Haemophilus sp., dan Legionella sp.

4. Apa Saja Faktor Resiko Penyakit Pneumonia?

faktor risiko seseorang yang rentan terserang pneumonia, antara lain:

  • Bayi dan anak di bawah usia 2 tahun tersebut karena masih memiliki sistem imun yang masih berkembang
  • Orang yang lebih tua
  • Perokok, karena mengganggu fungsi paru-paru dan merusak sistem kekebalan tubuh
  • Penyakit kronis seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik serta penyakit jantung
  • Sistem kekebalan yang lemah akibat HIV / AIDS, transplantasi organ, kemoterapi untuk kanker, atau penggunaan steroid jangka panjang.

5. Apakah Pneumonia itu Menular?

Pneumonia adalah penyakit yang bisa menular. Hal tersebut karena penyakit ini disebabkan oleh bakteri. Akan tetapi, tingkat penularannya sangat lambat.

6. Bagaimana Pengobatan Penyakit Pneumonia?

Pengobatan pneumonia biasanya akan disesuaikan dengan penyebabnya. Jika bakteri yang menjadi penyebabnya, dokter Anda akan memberi Anda antibiotik. Meskipun pneumonia Anda tampaknya sudah sembuh, jangan berhenti minum antibiotik sampai habis.

Secara keseluruhan, penderita pneumonia menunjukkan respons yang lebih baik setelah mengonsumsi antibiotik selama 1-3 hari. Selain antibiotik, pereda nyeri seperti paracetamol juga dapat membantu meredakan demam yang disebabkan gejala pneumonia dan mengurangi nyeri.

Orang dengan pneumonia yang parah membutuhkan lebih dari sekedar istirahat dan antibiotik yang cukup. Perlu mengkonsumsi lebih banyak obat, dan jika timbul komplikasi atau timbul penyakit baru akibat penyakit yang sudah ada sebelumnya, dokter akan merekomendasikan pasien untuk menjalani perawatan di rumah sakit.

7. Bagaimana Upaya Mencegah Pneumonia?

Pertanyaan tentang pneumonia yang paling sering dikeluhkan, tentunya mengenai cara yang tepat untuk mencegah kondisi ini. Secara umum beberapa hal ini bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit pneumonia.

  • Melakukan vaksinasi flu, pertusis dan juga pneumokokus
  • Selalu mencuci tangan setelah beraktivitas
  • Menghindari asap rokok
  • Menjaga daya tahan tubuh dengan cara olahraga secara rutin, istirahat yang cukup dan juga mengonsumsi makanan yang bernutrisi.

Itulah beberapa pertanyaan tentang pneumonia yang sering dikeluhkan oleh masyarakat. Selain pertanyaan-pertanyaan di atas, sering juga terdapat pertanyaan mengenai biaya yang perlu dikeluarkan untuk mengobati penyakit pneumonia. Untuk masalah ini sudah pasti hanya dokter dan tenaga medis yang bisa menjawabnya.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Categories
Penyakit

4 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus yang Harus Dihindari

Penyakit yang Disebabkan oleh Virus

Tubuh yang memiliki sistem imunitas lemah, dapat menyebabkan berbagai macam serangan dan mengakibatkan sakit. Benda asing-benda asing yang menyebabkan sakit ini bisa karena virus, bakteri, ataupun parasit. Nah, berikut ini ada beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus yang harus Anda waspadai agar Anda tidak terserang olehnya.

1. Flu

Penyakit ini sudah tidak asing bukan bagi Anda? Penyakit yang disebabkan oleh virus influenza ini cepat sekali dalam penyebarannya. Apabila Anda yang terserang terlebih dahulu, orang terdekat yang di rumah misalnya, juga akan ikut tertular. Pada umumnya penyakit ini ditandai dengan berbagai macam gejala.

Gejalanya yaitu nyeri pada otot dibeberapa bagian tubuh, kelelahan, demam yang juga disertai sakit kepala, meriang, terasa ingin mual dan muntah. Penyakit ini lebih banyak dialami terutama pada musim hujan dikarenakan iklim yang terasa lembap sehingga penyebarannya cukup masif.

2. Demam Berdarah

Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dangue yang ditularkan dari gigitan nyamuk aedes aegypti. Biasanya nyamuk yang membawa virus ini menggigit siapapun, baik itu anak-anak maupun orang dewasa, pada pagi hari hingga menjelang petang. Oleh karena itu, usahakan jangan tidur di waktu-waktu tersebut. Apabila Anda terpaksa harus beristirahat di jam tersebut, usahakan Anda mendapatkan sirkulasi udara yang bagus.

Bila Anda mengalami penyakit ini segera larikan ke fasilitas terdekat. Pasalnya penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi yang dapat membahayakan tubuh. Oleh karena itu patut Anda kenali gejalanya agar cepat mendapatkan penanganan.

Adapun gejalanya adalah terasa nyeri berat pada kepala, nyeri sendi, otot, tulang bahkan pada bagian mata. Selain itu, gejala yang dirasakan adalah demam yang dapat mencapai 40 derajat celcius sekaligus. Tidak hanya itu, virus ini membuat nafsu makan menurun bahkan dapat menyebabkan rasa ingin mual dan muntah. Dalam 2 sampai 5 hari setelah deman, akan timbul ruam kemerahan. Jika tidak segera dibawa ke rumah sakit, perdarahan dari hidung, gusi, kerusakan pembuluh darah dan getah bening maka tidak bisa terhindarkan.

3. Rabies

Penyakit yang disebabkan oleh virus lainnya adalah rabies. Virus yang ada pada penyakit ini ditularkan melalui air liur, gigitan, maupun cakaran dari anjing, kucing, kera, musang bahkan kelinci. Apabila Anda mengalami gejala demam, otot melemah, kesemutan, dan sakit kepala, terasa mual dan ingin muntah, Anda harus waspada. Hal ini dapat menjadi diagnosis Anda terjangkit virus rabies.

Tidak hanya itu saja, gejala lain juga harus Anda waspadai. Misalnya terasa gelisah dan tidak nyaman, merasa cemas yang berlebihan, kebingungan, bersikap hiperaktif, sulit menelan, air liur menjadi banyak, takut kepada air, halusinasi, insomnia bahkan kelumpuhan sebagian anggota gerak, Anda harus segera konsultasi dengan tenaga medis.

4. Rubella

Virus rubella yang menyebabkan penyakit rubella ini menginfeksi tubuh melalui sistem pernapasan seperti hidung dan tenggorokan. Penyakit yang bisa dialami oleh orang dewasa dan anak-anak ini sering kali menular lewat udara. Oleh karena itu, penyakit ini termasuk berbahaya apabila sudah menyerang pada ibu hamil. Pasalnya, virus ini bisa ditularkan kepada ibu hamil dan menyebabkan bahaya bagi janin yang dikandungnya.

Adapun gejala yang harus Anda waspadai adalah adanya ruam merah yang bermula di wajah, lalu menyebar ke badan dan tungkai. Selain itu munculnya demam yang diikuti sakit kepala. Wapadai juga apabila Anda merasakan pilek dan hidung tersumbat, tidak nafsu makan, mata merah, nyeri sendi, muncul benjolan di sekitar telinga dan leher yang diakibatkan adanya pembengkakan kelenjar getah bening.

Demikianlah beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus yang harus Anda waspadai. Jaga selalu kesehatan Anda dari berbagai macam benda asing yang ingin merusak pertahanan sistem imun tubuh. Jauhi hal-hal yang sekiranya dapat memicu timbulnya penyakit tersebut. Apabila Anda mengalami gejalanya, segera konsultasikan kondisi Anda kepada tenaga medis.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Penyakit

Bisa Dipicu oleh Kurangnya Gerak, Ini 6 Penyebab Jantung Koroner

Penyebab Jantung Koroner

Jantung koroner merupakan penyakit yang terbilang horor di tengah masyarakat. Pasalnya penyakit satu ini terbilang berat dan bisa memicu kematian pada orang yang mengidapnya. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit jantung koroner adalah dengan menghindari penyebabnya. Oleh sebab itu, simak baik-baik penyebab jantung koroner berikut ini. 

1. Malas Berolahraga

Siapa di antara Anda yang malas berolahraga? Jika Anda salah satunya, maka sebaiknya Anda biasakan diri untuk berolahraga mulai dari sekarang. Pasalnya, kurangnya gerak tubuh atau malas berolahraga bisa meningkatkan risiko seseorang menderita penyakit jantung koroner. Setidaknya, berolahragalah 5 kali seminggu, dengan durasi 30 menit per sesinya.

Perlu diketahui bahwa saat Anda malas olahraga atau melakukan aktivitas fisik, maka lemak akan menumpuk di pembuluh arteri Anda. Penumpukan lemak itu pun membuat pembuluh arteri jadi tersumbat, sehingga fugsinya tak optimal dalam mengalirkan darah ke jantung. Tak lancarnya aliran darah ke jantung akibat pembuluh arteri tersumbat inilah yang memicu jantung koroner.

2. Kebiasaan Merokok

Bagi Anda yang merupakan perokok aktif, cobalah untuk berhenti merokok mulai dari sekarang. Pasalnya, perokok aktif merupakan golongan orang yang sangat rentan terkena jantung koroner. Kandungan rokok yang berupa nikotin dan karbon monoksida akan memicu ketegangan pada jantung, membuat detak atau denyut jantung menjadi lebih cepat dibandingkan dengan denyut normal.

Selain itu, senyawa kimia lain yang terkandung dalam rokok, akan menyebabkan kerusakan pada pembuluh arteri. Akibatnya, pembuluh arteri tak lagi optimal menjalankan fungsinya untuk mengalirkan darah ke jantung. Risiko seseorang yang merokok secara aktif untuk terkena penyakit jantung koroner sangat signifikan. Jika ingin terhindar dari sakit ini, stop merokok dari sekarang.

3. Tingginya Kadar Kolesterol dalam Darah

Hal selanjutnya yang jadi penyebab jantung koroner adalah kadar kolesterol yang tinggi dalam darah. Salah satu faktor yang membuat kolesterol tinggi adalah asupan makanan yang tak sehat, kaya akan lemak jahat yaitu lemak jenuh. Walu dibutuhkan dalam kadar yang normal, jika kadarnya begitu melimpah maka kolesterol akan bisa menyebabkan terjadinya jantung koroner.

4. Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi

Tingginya tekanan darah seseorang bisa menyebabkan penyakit jantung koroner. Tekanan darah yang tinggi akan memicu terjadinya ketegangan pada jantung. Jika ketegangan ini sering terjadi dan dalam kurun waktu yang lama, maka risiko jantung koroner pun semakin tinggi. Oleh sebab itu, sangat dianjurkan untuk menjaga tekanan darah agar tetap normal, misalnya dengan olahraga rutin.

5. Kadar Gula yang Tinggi dalam Darah atau Diabetes

Seseorang dengan kondisi tingginya kadar gula dalam darah atau menderita diabetes, membuat risikonya terkena jantung koroner semakin besar. Bahkan, penderita diabetes berisiko 2 kali lebih tinggi untuk menderita penyakit jantung koroner dibandingkan dengan yang tidak menderita diabetes. Tingginya kadar gula akan membuat lapisan di arteri menebal, sehingga menyumbat aliran darah.

6. Trombosis

Trombosis adalah kondisi di mana terjadi penggumpalan darah pada pembuluh vena atau pun pembuluh arteri. Jika penggumpalan darah tersebut terjadi pembuluh vena, secara otomatis akan menyumbat pembuluh arteri tersebut. Fungsi pembuluh arteri untuk mengalirkan darah ke jantung akan terganggu, sehingga jantung koroner pun rentan terjadi.

Itulah tadi setidaknya 6 hal yang bisa jadi penyebab jantung koroner. Menjalankan pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi dan olahraga teratur, akan bisa mengurangi risiko Anda terkena jantung koroner. Hal lain yang tak kalah penting adalah dengan menghentikan kebiasaan merokok bagi Anda yang merupakan perokok aktif.

Kami dapat membantu anda memenuhi kebutuhan dan beli obat untuk penyakit kronis. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google PlayStore maupun App Store sekarang.

Categories
Penyakit

Muncul Sebelum Serangan Jantung, Apa Itu Angina Pectoris?

Apa Itu Angina Pectoris

Jangan pernah anggap remeh rasa nyeri pada dada yang disertai dengan sesak nafas mual dan keringat berlebih. Sebab beberapa hal tersebut bisa menjadi pertanda angina pectoris pada tubuh Anda. Banyak orang awam yang menyebut kondisi ini sebagai angin duduk. Lalu sebenarnya apa itu angina pectoris? Ini dia beberapa penjelasan mengenai angina pectoris.

Apa Itu Angina Pectoris?

Angina pectoris atau angin duduk merupakan nyeri dada yang disebabkan karena kurangnya pasokan darah beroksigen yang menuju ke jantung. Pada umumnya nyeri dada yang disebabkan karena angina tidak bisa diprediksi. Selain itu angina juga bisa disebabkan karena kejang otot yang terjadi pada arteri koroner.

Seberapa Umumkah Kondisi Ini?

Angina memang merupakan salah satu penyakit yang cukup banyak terjadi di masyarakat. Siapa saja sebenarnya berisiko mengalami penyakit ini. Namun risiko penyakitnya akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Terlebih lagi pada pria yang berusia di atas 45 tahun dan wanita yang sudah berusia di atas 55 tahun.

Meski demikian tak perlu merasa khawatir, sebab Anda masih bisa mengurangi risiko terserang penyakit angina pectoris dengan mengurangi faktor risiko yang dimiliki. Selain itu jangan lupa konsultasikan dengan dokter guna mencari tahu lebih lanjut mengenai penyakit angina pectoris.

Terbagi Menjadi Dua Jenis

Secara garis besar ada dua macam angina yakni angina stabil dan tidak stabil. Faktor pemicu angina stabil antara lain seperti masalah pencernaan, stres, kondisi medis yang membuat jantung bekerja lebih keras dan melakukan olahraga berat. Umumnya gejala ini akan pulih dalam waktu 5 menit setelah beristirahat atau mengonsumsi obat.

Sedangkan gejala angina tidak stabil tidak akan langsung hilang meski sudah beristirahat dan mengonsumsi obat. Bahkan rasa nyeri yang dialami juga terbilang lebih lama, bisa mencapai 30 menit. Hal yang satu ini merupakan kondisi darurat yang membutuhkan penanganan medis dengan segera.

Lalu apa yang terjadi dengan angina pectoris? Kondisi ini umumnya ditandai dengan rasa nyeri pada dada yang menjalar ke bagian tubuh lainnya. Pada beberapa kasus penderitanya akan mengalami gejala sesak nafas, gelisah, pusing, keringat berlebih, mudah lelah hingga rasa nyeri seperti gejala penyakit asam lambung.

Tak hanya itu saja, kemungkinan juga timbul rasa nyeri yang terasa menusuk dan panas seperti terbakar. Sebagian penderitanya menggambarkan gejala ini seperti sedang dibekap atau dicengkeram.

Awasi Penyebab Angina Pectoris

Sudah barang tentu jika jantung membutuhkan asupan darah yang kaya oksigen yang cukup agar bisa bekerja dengan baik. Darah pada organ ini nantinya akan dialirkan melalui dua pembuluh darah besar. Angin duduk ini terjadi ketika pembuluh darah koroner mengalami penyumbatan atau penyempitan.

Pada dasarnya penyumbatan dan penyempitan pembuluh darah bisa disebabkan oleh banyak faktor. Mulai dari kebiasaan merokok, stres, makan secara berlebihan, udara dingin, timbunan lemak, kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes hingga pembekuan darah yang mengurangi atau menghalangi aliran darah menuju jantung.

Pencegahan Angina Pectoris

Sebenarnya ada beberapa langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan untuk mencegah angina pectoris. Mulai dari rutin berolahraga, menghindari makanan yang berbahaya bagi jantung, mengonsumsi makanan yang sehat untuk jantung, menjaga berat badan tetap ideal, berhenti merokok dan membatasi konsumsi minuman beralkohol.

Itu dia beberapa penjelasan yang perlu Anda ketahui seputar apa itu angina pectoris. Apabila memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai angina pectoris, konsultasikan dengan dokter guna mendapatkan solusi terbaik terkait dengan masalah tersebut.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antre. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Penyakit

6 Penyebab Pneumothorax yang Harus Anda Waspadai

Penyebab Pneumothorax

Pneumothorax merupakan kondisi dimana terjadinya penumpukan udara pada rongga pleura. Pleura sendiri terletak di celah antara lapisan pelindung paru-paru dan dinding dada yang ada di bagian dalam. Kondisi ini akan membuat paru-paru menjadi mengempis karena adanya dorongan udara. Lantas apa yang menjadi penyebab Pneumothorax tersebut? Berikut ini penjelasannya.

Penyebab Pneumothorax

Biasanya, penyakit ini disebabkan oleh cedera dada yang tumpul atau tembus, prosedur medis tertentu, atau kerusakan akibat penyakit paru-paru, dan terkadang dapat terjadi tanpa alasan yang jelas. Untuk lebih lengkapnya berikut ini penjelasan mengenai berbagai penyebab pneumothorax.

1. Penyakit Paru-Paru

Secara umum, jaringan paru-paru yang rusak cenderung lebih mudah untuk mengalami kolaps. Kerusakan ini bisa disebabkan oleh berbagai jenis penyakit yang bisa memicunya. Misalnya saja penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), pneumonia dan juga fibrosis kistik.

2. Cedera pada Dada

Cedera akibat benda tumpul atau yang tembus di dada, biasanya akan menyebabkan paru-paru menjadi kolaps. Umumnya, cedera bisa terjadi saat serangan fisik atau kecelakaan mobil. Akan tetapi cedera lain dapat terjadi secara tidak sengaja selama prosedur medis yang melibatkan penusukan jarum di dada.

3. Pecahnya Kantung Udara

Blebs (kantung udara yang kecil) yang terbentuk di bagian atas paru-paru. Terkadang kantung tersebut pecah. Sehingga menyebabkan udara bocor ke ruang di sekitar paru-paru.

4. Ventilasi Mekanis

Dalam kasus pneumotoraks berat, dapat terjadi pada orang yang membutuhkan alat bantu pernapasan. Alat bantu, seperti ventilator, dapat menyebabkan ketidakseimbangan tekanan udara di dalam dada, yang biasanya dapat menyebabkan paru-paru menjadi kolaps total.

5. Pecahnya Kavitas pada Paru-Paru

Kavitas adalah kantung abnormal yang biasa terbentuk dalam paru-paru. Umumnya, kavitas disebabkan oleh adanya infeksi seperti tuberkulosis atau tumor. Kantung ini bisa pecah kapan saja dan menyebabkan pneumothorax.

6. Asma

Asma merupakan penyakit yang disebabkan oleh peradangan pada saluran udara. Sehingga akan membuat saluran pernapasan menjadi bengkak dan lebih sensitif. Serta, akan membuat saluran pernapasan akan menyempit dan berakibat udara yang masuk ke paru-paru akan terbatas.

Faktor Resiko Pneumothorax

Selain mengetahui berbagai hal yang bisa menjadi faktor penyebab pneumothorax. Anda juga harus mengetahui beberapa faktor resiko yang bisa membuat seseorang lebih rentan untuk terserang pneumothorax. Berikut ini daftarnya.

1. Jenis Kelamin

Secara umum, pria lebih mudah untuk terserang pneumothorax jika dibandingkan dengan wanita.

2. Usia

Pneumothorax, yang disebabkan oleh gelembung udara yang meledak, lebih sering terjadi pada orang berusia antara 20 dan 40 tahun, terutama pada orang yang sangat tinggi dan kurus.

3. Merokok

Risiko dari pneumothorax akan meningkat seiring dengan waktu merokok yang lebih lama dan jumlah batang rokok yang Anda hisap.

4. Genetik

Beberapa jenis pneumothorax menimpa orang dengan riwayat keluarga yang juga mengalami pneumothorax.

5. Penyakit Paru-Paru

Ketika mempunyai kondisi penyakit paru-paru tertentu, seperti COPD, dapat menyebabkan paru-paru Anda mengalami kolaps lebih parah.

6. Ventilasi Mekanik

Pasien yang membutuhkan ventilasi mekanik atau alat bantu pernapasan untuk membantunya bernapas berisiko lebih tinggi terkena pneumothorax.

7. Pernah Menderita Pneumothorax

Seseorang yang pernah mengalami pneumothorax memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang lain yang belum pernah mengalami kondisi ini.

Seperti itulah penyebab pneumothorax dan faktor resiko yang bisa membuat Anda lebih mudah untuk terserang penyakit ini. Setelah Anda mengetahui hal ini, akan lebih baik untuk Anda menghindari pola hidup merokok agar mengurangi resiko terkena penyakit pneumothorax.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Obat Penyakit

Rekomendasi Obat Asam Urat Terbaik agar Lekas Sembuh

Obat Asam Urat Terbaik

Asam urat biasanya dialami oleh orang dewasa yang sudah berusia di atas 40 tahun. Gejala yang bisa terjadi pertama kalinya adalah rasa nyeri yang tiba-tiba saja datang beberapa kali dan sering terasanya di malam hari. Terkadang Anda juga bisa mengalami demam. Gunakan obat asam urat terbaik agar Anda bisa lekas sembuh.

1. Allopurinol

Obat asam urat ini akan membantu mengurangi penumpukan kadar asam urat di dalam darah. Dosis obat ini akan diberikan sekitar 100-300 mg setiap harinya. Jika kondisi asam urat setelah diperiksa masih tetap tinggi, dosisnya akan dinaikkan oleh dokter. Hanya saja setelah mengonsumsi obat Anda akan merasakan efek sampingnya berupa pusing atau sakit perut.

2. Febuxostat

Ada juga obat Febuxostat yang bisa digunakan untuk asam urat dengan manfaatnya untuk mengurangi produksi asam urat di dalam tubuh. Biasanya obat ini memang diperuntukkan oleh penderita asam urat di atas usia 40 tahun. Dosis terendah obat ini adalah 80 mg setiap harinya dan akan dinaikkan sesuai dengan kondisi asam urat Anda.

3. Probenecid

Rekomendasi obat asam urat terbaik adalah Probenecid yang bekerja untuk mengurangi jumlah asam urat di dalam darah. Obat ini dosis terendahnya adalah 250 mg yang diminum sebanyak 2 kali sehari. Kenaikan dosis sesuai kebutuhan tubuh yang akan diresepkan oleh dokter.

Obat ini akan mengeluarkan asam urat yang berlebihan di dalam tubuh melalui urin. Anda disarankan minum air putih sesuai kebutuhan yaitu 2 liter untuk mencegah terbentuknya kristal yang menjadi penyebab asam uratnya.

4. NSAID

Rekomendasi obat lainnya bisa mencoba obat NSAID yang bisa mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada sendi saat asam urat kambuh. Jenis obatnya adalah ibuprofen dan naproxen yang akan membuat Anda bisa istirahat tanpa merasakan sakit.

5. Colchicine

Obat Colchicine juga bisa menjadi solusi untuk mengurangi peradangan akibat asam urat. Obat ini juga bisa membantu mengobati gejala asam urat akut dan mencegah kambuhnya asam urat. Biasanya obat ini diminum saat Anda mengalami asam urat yang disertai dengan demam atau terjadi bengkak pada bagian sendi. Dosis minumnya 2 kali dalam satu hari.

6. Pegloticase

Asam urat juga merupakan jenis penyakit yang bisa berada pada status kronis. Anda direkomendasikan menggunakan obat ini jika sudah memiliki penyakit asam urat kronis melalui pembuluh darah. Obat ini dosisnya jauh lebih tinggi dan cepat untuk mengatasi asam urat Anda.

7. Kolkisin

Rekomendasi obat berikutnya adalah Kolkisin yang fungsinya untuk mencegah terjadinya bentrok antara sel darah putih saat melawan kristal urat. Obat ini direkomendasikan sebagai obat awal yang diberikan agar tubuh tidak mengalami resistensi dengan penyakit asam urat.

8. OAINS (Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid)

OAINS adalah obat dengan kandungan antiinflamasi. Pilihan obatnya yaitu indometasin yang bisa bekerja cepat selama 2 jam dengan manfaat untuk mengurangi nyeri akibat asam urat. Obat diminum sebanyak 2-3 kali sehari dan dosis totalnya adalah 150-300 mg.

9. Kortikosteroid

Anda bisa juga menggunakan obat kortikosteroid yang penggunaannya disuntikkan ke dalam sendi, sehingga efektif mengobati asam urat akut. Jadi, Anda bisa menggunakan obat ini dengan lebih mudah dan prosesnya lebih ampuh. Beberapa rekomendasi obat asam urat terbaik ini bisa Anda coba sesuai dengan kondisi asam urat. Anda harus menjaga kesehatan dengan mengonsumsi suplemen.

Kami menyediakan banyak paket suplemen dengan harga menarik. Lihat sekarang di aplikasi Jovee. Unduh melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

Categories
Penyakit

Pengertian HIV adalah, dan Gejala yang Harus Diwaspadai

HIV adalah

HIV adalah penyakit yang menular dan bisa mematikan. Namun, pengidap HIV tidak perlu dijauhi justru harus diberikan dukungan. Hal ini karena dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat sangat dibutuhkan oleh penderita HIV. Nah, penyakit seperti apakah HIV itu dan apa saja gejala yang perlu diwaspadai?

Pengertian HIV

HIV merupakan sebuah virus yang menyebabkan penyakit AIDS. Penyakit ini biasanya menular melalui hubungan seksual tanpa pengaman dengan mereka yang sudah mengidap penyakit ini atau berbagi jarum suntik dengan penderita HIV.

HIV menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh sehingga penderita HIV biasanya lebih mudah terserang penyakit, bakteri maupun virus lainnya. Jika Anda sudah terserang HIV, maka virus ini akan menginfeksi seumur hidup.

Gejala-Gejala HIV

Ada beberapa gejala HIV yang perlu Anda ketahui. Berikut ini informasi gejala HIV secara lengkap.

1. Tahap Pertama (Gejala Infeksi HIV Akut)

Beberapa orang tidak mengetahui secara langsung jika terinfeksi virus ini. Biasanya gejala akan muncul dalam waktu 2 hingga 6 minggu setelah virus mulai menyerang tubuh. Gejala-gejala yang timbul hampir sama dengan gejala flu, seperti :

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit perut
  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening
  • Ruam merah
  • Nyeri dan sakit otot persendian

Jika Anda memiliki beberapa gejala di atas, apalagi jika Anda sering berhubungan seksual dengan seseorang penderita penyakit ini dalam 2 hingga 6  minggu terakhir, segeralah pergi ke dokter dan lakukan tes HIV agar lebih pasti.

2. Tahap Kedua (Gejala Litensi Klinis)

Apabila Anda terinfeksi HIV dan pada tahap ini tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat, maka virus HIV akan membunuh sel CD4 dan membuat sistem kekebalan tubuh Anda hancur. Hal inilah yang membuat HIV adalah penyakit yang mematikan. Tanda-tanda HIV sudah menginfeksi pada tahap ini adalah.

  • Biasanya pada tahap ini, penderita HIV tidak muncul gejala lebih lanjut secara bertahun-tahun
  • Virus sudah menyebar dan merusak sistem kekebalan tubuh Anda, dan Anda mudah terserang penyakit
  • Dapat menularkan ke orang lain
  • Mengalami penurunan berat badan

3. Tahap Ketiga (Gejala Aids)

Pada tahap ini, biasanya seseorang yang terinfeksi HIV sudah mengalami kerusakan sistem kekebalan tubuh yang parah. Maka dari itu, pada tahap ini biasanya penderita HIV mudah terserang penyakit lain seperti kanker kulit dan pneumonia. Berikut tanda-tanda yang biasanya muncul pada tahap ini.

  • Sistem kekebalan tubuh semakin lemah
  • Demam lebih dari 10 hari
  • Cepat lelah dan kesulitan bernafas
  • Diare jangka panjang
  • Adanya infeksi jamur pada tenggorokan, mulut dan vagina
  • Penurunan berat badan

Cara Pengobatan HIV

Hingga saat ini memang belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit mematikan satu ini. Namun, gejala-gejala yang muncul bisa dikendalikan dan sistem kekebalan tubuh bisa ditingkatkan melalui berbagai cara seperti terapi antiretroviral (ARV). Obat ini memang tidak dapat menyembuhkan penyakit ini namun dapat digunakan untuk membantu penderita hidup lebih lama dan sehat.

Obat ini digunakan untuk mencegah dan mengurangi jumlah virus HIV dalam tubuh serta menghambat virus ini bereplika. Hal inilah yang nantinya membuat penderita HIV memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat untuk melawan infeksi dan juga kanker. Namun, biasanya penggunaan ARV ini akan berbeda-beda setiap orang dan akan menimbulkan efek samping.

Tak hanya mengonsumsi ARV, penderita HIV juga harus melakukan gaya hidup yang sehat seperti mengonumsi makanan yang bergizi dan seimbang, rajin berolahraga, memperbanyak istirahat, hindari mengonsumsi obat-obatan terlarang, hindari rokok, dan rajin mencuci tangan.

HIV adalah penyakit yang berbahaya dan mematikan. Maka dari itu, lindungi diri Anda dari virus ini dengan tidak berhubungan seksual secara bebas dan mengonsumsi obat-obatan terlarang. Jika Anda memiliki gejala-gejala di atas, segera konsultasi dengan dokter dan lakukan pemeriksaan HIV.

Penasaran dengan tips dan trik kesehatan lainnya? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

Categories
Penyakit Uncategorized

7 Bahaya Penyakit TBC yang Perlu Diketahui

Bahaya Penyakit TBC

Tuberkulosis (TB), juga dikenal dengan istilah TBC, adalah penyakit menular yang  disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis sendiri dapat menyerang bagian tubuh manapun, tetapi yang paling umum dan umum adalah tuberkulosis paru. Lalu seberapa bahaya penyakit TBC untuk tubuh manusia?

Cara Penularan TBC

Seseorang yang menderita TBC dapat menyebarkan kuman dahak melalui udara saat batuk atau bersin. Dalam satu kali batuk, penderita TBC dapat mengeluarkan sekitar 3.000 percikan dahak. Bakteri tuberkulosis di udara dapat bertahan hidup berjam-jam, terutama jika ruangan gelap dan lembab, sebelum terhirup oleh orang lain.

Penularan umumnya terjadi di ruangan dimana percikan dahak bertahan lama. Orang yang berisiko tinggi terkena tuberkulosis adalah orang yang sering bertemu atau tinggal di tempat yang sama dengan penderita tuberkulosis, misalnya keluarga, teman di tempat kerja, atau teman sekelas.

Namun pada dasarnya penularan tuberkulosis tidak semudah yang dibayangkan. Dalam kebanyakan kasus, bakteri yang Anda hirup tinggal di paru-paru tanpa menyebabkan penyakit. Bakteri tersebut tetap berada di dalam tubuh, menunggu waktu yang tepat untuk terinfeksi, yaitu saat sistem kekebalan tubuh sedang lemah.

Bahaya Penyakit TBC untuk Tubuh

TBC tergolong penyakit paling berbahaya nomor 2 di dunia tidak hanya karena penyebarannya saja yang mudah. Nyatanya penyakit ini juga bisa menyebabkan berbagai kondisi kritis untuk kesehatan tubuh, bahkan jika dibiarkan lebih parah bisa berakibat kematian. Untuk lebih lengkapnya berikut ini bahaya penyakit TBC yang harus Anda ketahui.

1. Meningitis

Meningitis merupakan inflamasi atau peradangan yang terjadi pada lapisan yang menyelubungi saraf tulang belakang dan otak atau yang biasa disebut meninges. Sistem imun yang lemah akibat terserang TBC bisa menjadi faktor penyebab dari meningitis. Untuk bisa mencegah penyakit ini, Anda bisa melakukan vaksinasi untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh.

2. Kerusakan Hati dan Ginjal

Secara umum TBC memang menyerang paru-paru. Namun dalam berbagai kondisi, TBC juga bisa menyebar ke berbagai organ yang ada dalam tubuh Anda, misalnya pada hati dan ginjal. Hati dan ginjal tidak akan mampu menyaring kotoran dalam aliran darah apabila kedua organ tersebut sudah terinfeksi TBC.

3. Kerusakan Sendi dan Tulang

Nyeri punggung dan kerusakan sendi dapat terjadi ketika infeksi tuberkulosis menyebar dari paru-paru ke jaringan tulang. Dalam banyak kasus, tulang rusuk juga bisa terinfeksi dan menyebabkan nyeri di area tersebut.

4. Kerusakan Otak

Bakteri tuberkulosis yang menyebar ke otak bisa menyebabkan meningitis atau radang selaput otak. Peradangan menyebabkan pembengkakan selaput otak dan seringkali berakibat fatal dan mematikan.

5. Kerusakan Jantung

Jaringan di sekitar jantung juga dapat terinfeksi bakteri tuberkulosis. Akibatnya bisa berupa peradangan dan penumpukan cairan atau cardiac tamponade. Sehingga membuat jantung tidak efektif dalam memompa darah, dan akibatnya bisa fatal.

6. Resistensi Bakteri

Pengobatan jangka panjang seringkali membuat pasien tidak disiplin, bahkan ada yang putus pengobatan karena merasa bosan. Pengobatan yang tidak tuntas atau tidak disiplin membuat bakteri akan kebal atau resisten. Sehingga harus diganti dengan obat lain yang lebih kuat dengan efek samping yang lebih parah.

7. Gangguan Mata

Bakteri tuberkulosis juga bisa menginfeksi bagian mata. Seringkali mata yang sudah terinfeksi bakteri ini akan menyebabkan iritasi pada retina mata. Sehingga retina akan membengkak dan terlihat merah.

Dengan mengetahui bagaimana penularan dan bahaya penyakit TBC. Anda bisa melakukan upaya untuk menghindari penyakit TBC. Bahkan, jika Anda sudah didiagnosa positif TBC, Anda bisa melakukan segala cara agar tidak menularkan ke orang-orang terdekat Anda. Misalnya saja dengan menggunakan masker saat beraktivitas.

Ingin tahu tips dan trik seputar kesehatan lainnya? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store untuk mendapatkan rekomendasi suplemen. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee