Categories
Minuman Tips Sehat

Kopi Hitam Tanpa Gula dan Dengan Gula Apa Bedanya?

Meminum secangkir kopi hitam merupakan salah satu dari sekian banyak hal yang tak dapat dilepaskan dari kehidupan. Entah itu untuk membuat jiwa dan raga menjadi lebih semangat di pagi hari sebelum memulai untuk beraktivitas atau hanya sekadar sebagai teman untuk bersantai saat akhir pekan dan juga sebagai teman untuk begadang saat malam.

Bisa dikatakan, menurut blog kesehatan penirumasliusa, kopi hitam ini adalah minuman seduh favorit bagi semua orang. Terlebih lagi, kopi hitam ini juga memiliki segudang manfaat yang telah dikenal oleh masyarakat luas. Beberapa manfaat dari kopi hitam ini mulai dari dapat meningkatan energi dan konsentrasi hingga dapat membantu untuk menurunkan berat badan.

Selain itu, kopi hitam juga sering disebut sebagai sahabat dari jantung. Bukan tanpa alasan, kandungan antioksidan yang kuat di dalam kopi hitam dapat membantu untuk memelihara kesehatan jantung Anda dan juga irama detak jantung. Dengan demikian, minum kopi hitam secara rutin dapat membantu untuk mencegah semua jenis risiko penyakit jantung.

Hanya saja, saat ini banyak orang yang meminum kopi hitam dengan ditambah gula. Alasan mengapa ditambah gula ini adalah untuk meredakan rasa pahit dari kopi ini. Bahkan, tak jarang ada sebagian orang yang mengklaim bahwa manfaat dari kopi hitam ini dapat dirasakan lebih besar jika diminum tanpa gula. Lalu apa bedanya?

Minum Kopi Hitam Tanpa Gula

Hal pertama yang wajib Anda tahu terlebih dahulu adalah, secangkir kopi hitam umumnya bisa dibilang hampir memiliki nol kalori. Tapi, kopi hitam sendiri juga tidak memberikan nilai gizi yang cukup banyak untuk tubuh. Secangkir kopi hitam yang diminum tanpa gula tidak akan mengandung karbohidrat, lemak dan juga protein.

Selain itu, kopi hitam tanpa gula juga tidak memiliki sejumlah zat makronutrien penting lainnya. Zat ini sendiri seperti adanya kalsium dan serat. Kopi hitam merupakan salah satu penyumbang terbesar dari sumber kafein. Kafein ini adalah sebuah stimulan yang dapat membantu Anda untuk merasa lebih bersemangat atau mencegah Anda mengantuk.

Kafein yang terkandung dari secangkir kopi hitam sendiri dapat sangat cepat terserap ke dalam darah. Bahkan, kafein dapat masuk ke darah hanya dalam waktu sekitar 20 menit dan akan berada di dalam aliran darah Anda selama lebih dari 12 jam dalam sehari. Hal ini lah yang membuat seseorang akan tetap berenergi walau hanya minum secangkir kopi hitam.

Sudah tahu apa itu Diet Atkins?

Setelah itu, tubuh Anda nantinya akan mulai untuk memroduksi hormon adrenalin yang selanjutnya dapat meningkatkan produksi energi Anda dengan pesat. Peningkatan kadar hormon adrenalin ini akan menyebabkan pelebaran pada saluran pernapasan dan juga aliran darah yang nantinya akan membanjiri otot Anda.

Selain itu, minum kopi hitam juga dipercaya cukup ampuh untuk memerbaiki mood yang rusak. Hal itu sendiri karena otak Anda akan menjadi lebih sensitif terhadap hormon serotonin. Hormon ini sendiri merupakan sebuah neurotransmitter yang bertanggung jawab penuh untuk mengatur suasana hati atau mood Anda.

Hanya saja, sekitar tiga sampai empat jam setelah Anda minum cangkir kopi maka Anda akan mulai merasakan penurunan energi. Hal ini adalah efek samping dari penyemangat yang disebabkan dari kadar kafein yang makin berkurang. Sehingga, terkadang seseorang akan kembali meminum kopi jika hal ini sudah terjadi.

Minum Kopi Hitam Dengan Menggunakan Pemanis atau Gula

Selanjutnya adalah meminum kopi hitam dengan menggunakan gula. Sebenarnya, konsumsi gula dalam dosis yang kecil tidak harus terlalu Anda khawatirkan. Akan tetapi, masih ada kebanyakan dari beberapa orang yang mengonsumsi gula ini terlalu banyak. Bahkan, beberapa minuman kopi hitam pun saat ini telah banyak yang mengandung gula Anda.

Jika terjadi kelebihan gula, maka dapat memompa kadar hormon dopamin yang menjadi di luar batas. Nantinya, hal ini malah dapat membuat Anda kehilang kontrol dan terjadi peningkatan toleransi pada tubuh terhadap gula. Sehingga, nantinya Anda akan ingin mengonsumsi lebih banyak gula atau sesuatu yang manis.

Banyaknya kadar gula ini akan membanjiri aliran darah dan menciptakan peningkatan kadar gula darah secara mendadak. Hal ini yang nantinya akan menyebabkan tubuh memroduksi insulin dengan begitu cepat. Insulin ini akan memicu penggunaan glukosa yang tinggi oleh jaringan di dalam tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi.

Pada saat yang bersamaan, insulin akan memerkuat kelancaran komunikasi dari setiap sel otak. Jika hal ini terjadi, maka dapat membentuk ingatan yang kuat. Produksi energi ini lalu akan menyebabkan jatuhnya kadar glukosa pada tubuh lalu membuat Anda akan merasa lesu, sakit kepala, kelelahan dan timbul kecemasan tiba-tiba akibat turunnya kadar gula darah.

Ketika kadar insulin yang ada di otak ini diturunkan sebagai akibat dari konsumsi gula yang berlebih, maka proses pembelajaran dan ketajaman memori otak Anda pun juga bisa menjadi terganggu. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa seseorang akan cenderung lebih mudah gelisah dan sulit konsentrasi setelah mengonsumsi kopi hitam dengan banyak gula.

Baca Tips Kesehatan Lainnya

Categories
Tips Sehat

Kenali Bahaya Duduk yang Terlalu Lama

penirumasliusa.com – Apakah Anda termasuk ke dalam kategori orang yang sering beraktivitas di depan komputer seharian? Atau justru Anda selalu asyik menonton televisi dengan rentang waktu duduk yang relatif dapat mencapai waktu berjam-jam? Nah jika iya, maka mulai sekarang Anda harus mengubah kebiasaan duduk berlama-lama ini jika tidak ingin terkena penyakit berbahaya.

Atasi Masalah Pencernaan dengan Makanan Ini

Bukan tanpa alasan, pasalnya duduk ini merupakan aktivitas yang paling banyak disukai oleh semua orang. Bahkan, jika sudah nyaman orang tersebut dapat menghabiskan waktu lama untuk duduk. Tentu saja, ada beragam risiko yang bisa Anda dapatkan jika terlalu sering duduk apalagi dalam waktu hingga berjam-jam.

Perlu Anda tahu, ternyata jika Anda duduk terlalu lama bisa meningkatkan risiko mengalami kematian. Bukan tanpa alasan, hampir 4% atau sekitar 433.000 per tahun kasus kematian di dunia ini, ternyata disebabkan oleh kebiasaan orang-orang yang sering menghabiskan waktunya lebih dari tiga jam untuk duduk tanpa melakukan aktivitas lain.

Alasan Duduk Terlalu Lama Dapat Membahayakan Kesehatan

Ada beberapa alasan yang dapat menjadikan duduk terlalu lama ini bisa berbahaya untu kesehatan Anda. Pertama, jika Anda terlalu banyak duduk dapat membuat tulang belakang khususnya tulang punggung mengalami yang namanya stres. Jika hal ini terjadi, tentu tidak akan bagus untuk kesehatan Anda.

Pasalnya, sebanyak hampir dari 30% beban tambahan akan dirasakan oleh tulang punggung saat Anda duduk, daripada ketika Anda berdiri. Bahkan, posisi duduk di kursi merupakan salah satu bentuk kurang natural ketika seseorang ingin beristirahat. Hal ini karena pada dasarnya, tubuh manusia kurang cocok untuk duduk di kursi, melainkan untuk jongkok.

Bisa dikatakan, masyarakat dari Asia dan Afrika hingga saat ini masih menggunakan metode jongkok ini sebagai bentuk relaksasi ketika dirinya merasa lelah. Selain itu, orang di Asia pun lebih memilih jongkok pada saat menanti kereta atau bus yang hendak mereka tumpangi. Uniknya lagi, posisi jongkok ini justru dapat mencegah timbulnya stres pada tulang belakang.

Hal ini artinya, ketika Anda menghabiskan lebih banyak waktu duduk di kursi, maka tubuh Anda pun akan beradaptasi dengan kebiasaan yang tidak sesuai dengan bentuk geometri tubuh. Ini lah yang nantinya dapat memicu terjadinya gangguan kesehatan seperti gangguan peredaran darah, penurunan kekuatan otot, mudah cedera hingga serangan kanker.

Tak hanya itu, duduk terlalu lama juga dapat menyebabkan pembekuan pembuluh vena dalam atau DVT bahkan hingga dua kali lipat. Hal ini sendiri cenderung kurang disadari oleh sebagian orang, apalagi jika sudah sangat nyaman dalam posisi duduk. Padahal, pembekuan DVT ini sangat penting untuk diperhatikan.

Untuk kasus DVT sendiri biasanya akan sering terjadi pada orang yang sedang dalam penerbangan jarak jauh dan memerlukan waktu lama hingga berjam-jam serta mengharuskannya untuk duduk terlalu lama. Pembekuan darah ini biasanya akan terjadi pada bagian pembuluh darah vena dan umumnya terjadi pada bagian betis.

Apabila pembekuan DVT ini tidak segera dicairkan dengan obat pengencer darah, maka biasanya akan membuatnya pecah dan akan terbawa ke paru-paru. Akibat jika pembuluh darah ini pecah dan masuk ke paru-paru adalah munculnya masalah pada emboli paru yang bisa sangat mematikan.

Apalagi bagi Anda pekerja kantoran, juga disarankan untuk melakukan aktivitas rutin dengan menerapkan gerakan peregangan otot untuk mempertahankan kelancaran dari aliran darah di tubuh Anda. Peregangan ini pun juga dapat berfungsi sebagai sarana untuk relaksasi tubuh agar Anda tidak mudah merasa lelah.

Duduk dalam waktu yang lama juga dapat meningkatkan risiko Anda akan terkena penyakit berat. Sejumlah risiko penyakit berat yang dapat menemui Anda, seperti misalnya serangan jantung, diabetes, bahkan yang paling parah adalah sampai kematian dini. Hal ini pun harus selalu Anda waspadai setiap saat.

Pasalnya, penyakit jantung dan diabetes sendiri berpeluang dapat diderita oleh orang yang sering duduk hingga mencapai lebih dari 8 jam setiap harinya. Bahkan, sekalipun Anda telah membiasakan diri dengan aktif melakukan berolahraga selama lebih dari 30 menit tiap hari. Tetap saja, risiko penyakit ini tetap dapat muncul dan menyerang Anda.

Risiko kematian pun juga dapat mengintai jika Anda terlalu lama duduk. Bahkan, jika Anda termasuk ke dalam kategori orang yang memiliki kebiasaan duduk selama 23 jam dalam kurun waktu seminggu, maka dapat menjadi alasan yang cukup kuat jika Anda dapat terkena penyakit jantung dengan risiko yang lebih tinggi dibanding yang lain.

Baca: Apa yang Dimaksud Hipotensi?

Maka dari itu, jika Anda tidak ingin terkena risiko penyakit ini, ada baiknya jika mulai sekarang Anda membiasakan diri untuk tidak duduk dalam waktu yang lama. Anda pun bisa memulai untuk memerbanyak aktivitas seperti olahraga walaupun setiap hari diharuskan bekerja dalam posisi duduk.

Categories
Pengobatan Penyakit Tips Sehat

Hubungan Cuaca Terhadap Penyakit Psoriasis

Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya masalah kulit. Salah satu masalah kulit yang mungkin pernah dialami adalah psoriasis. Psoriasis sendiri merupakan satu diantara macam masalah kulit yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Biasanya, perawatan pada psoriasis ini sangat perlu untuk dilakukan dengan rutin.

Baca Ragam Gejala Psoriasis

Pasalnya, perawatan ini adalah untuk membantu menenangkan dan mengurangi peradangan pada kulit Anda dan agar psoriasis tidak menjadi lebih parah. Anda pun juga wajib tahu, bahwa ada salah satu hal yang dapat memengaruhi psoriasis sekaligus juga bisa membantu penyembuhan atau dapat membuat psoriasis Anda menjadi memburuk, yaitu faktor cuaca.

Pengertian Psoriasis Secara Umum

Sebelum Anda mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana efek cuaca pada psoriasis, ada baiknya jika Anda mengenal terlebih dahulu tentang apa itu psoriasis yang sebenarnya. Bagi Anda yang mungkin belum tahu, psoriasis merupakan salah satu jenis penyakit autoimun yang dapat mengubah siklus hidup sel-sel pada kulit seseorang.

Orang yang mengalami psoriasis biasanya akan memiliki siklus pertumbuhan dan juga pergantian kulit yang lebih cepat dibanding orang biasa. Akibat dari siklus ini, sel-sel kulit akan menumpuk pada permukaan kulit dan membuat membuat kulit Anda menjadi lebih tebal serta timbul sisik yang berwarna keperakan.

Selain itu, terdapat juga bercak berwarna merah kering dan terkadang akan mati ketika disentuh. Bagian kulit yang biasanya sering terkena psoriasis adalah bagian siku luar, lutut, kulit kepala dan bahkan sampai kuku. Biasanya, psoriasis banyak diderita oleh orang dewasa, baik pria maupun juga wanita.

Hanya saja, untuk anak kecil terutama yang umurnya masih di bawah 10 tahun, biasanya tidak pernah mengalami psoriasis ini. Penderita bisa mengalami gejala ini selama beberapa hari atau bahkan sampai beberapa minggu. Lalu, gejala ini akan hilang untuk sementara waktu sampai akhirnya muncul kembali jika terpapar lagi dengan faktor pemicunya.

Seperti yang sudah disebutkan diawal, cuaca adalah salah satu faktor yang dapat membuat psoriasis Anda bertambah buruk atau sebaliknya dimana dapat membantu penyembuhan psoriasis Anda. Hal ini, juga berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh Anda pada saat itu karena sistem kekebalan tubuh ini sangat memengaruhi kondisi Anda.

Bukan tanpa alasan, sistem kekebalan tubuh Anda ini nantinya bisa menunjukkan reaksi yang berbeda terhadap cuaca, di mana tempat Anda tinggal. Jadi, Anda pun dapat dengan mudah mengetahui kondisi kesehatan tubuh Anda dari cuaca atau kondisi Anda saat ini termasuk juga untuk mengetahui psoriasis Anda.

Pengaruh Cuaca Panas dan Cuaca Dingin Pada Psoriasis

Cuaca yang cenderung panas sebenarnya bisa membantu untuk penyembuhan psoriasis Anda bila Anda memanfaatkannya dengan baik. Adanya sinar matahari alami yang mengandung sinar UV serta vitamin D dan cuaca yang lebih hangat ini dapat membantu untuk meringankan gejala psoriasis yang Anda alami.

Pasalnya, sinar matahari dapat berguna sebagai imunosupresif yang akan menekan kerja sistem imun di dalam tubuh Anda. Sehingga, nantinya pertumbuhan kulit akan menjadi sedikit jauh lebih lambat dan secara tak langsung dapat membantu untuk menghambat agar psoriasis ini muncul pada kulit Anda.

Namun perlu Anda ingat, bukan berarti Anda harus secara terus-menerus meletakkan kulit Anda ke arah sinar matahari langsung. Hal itu karena jika Anda terlalu lama menghabiskan waktu di bawah sinar matahari, justru malah dapat membuat kerusakan pada sel kulit Anda menjadi bertambah parah.

Pasalnya, sinar UVA yang terdapat pada sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan pada kulit seperti kulit keriput, kerusakan pembuluh darah, kulit yang tampak kendur dan muncul bercak pada kulit. Sedangkan untuk sinar UVB sendiri, dapat menyebabkan Anda mengalami kulit terbakar dan dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit melanoma.

Tentunya agar hal ini tidak terjadi, maka Anda pun disarankan untuk berjemur di bawah sinar matahari dalam waktu yang singkat setiap harinya. Cukup dengan waktu 5-10 menit saja sudah cukup untuk Anda lakukan dalam sehari. Jangan lupa juga untuk mengoleskan tabir surya di daerah kulit yang tidak terkena psoriasis sebelum Anda mulai untuk berjemur.

Hal ini dimaksudkan agar Anda terhindar dari berbagai macam kerusakan kulit lain dan juga kanker kulit. Selain itu, pakailah pakaian yang terbuat dari kain katun agar lebih mudah menyerap keringat dan mencegah Anda mengalami gatal pada kulit. Hindari memakai pakaian yang berwarna gelap agar tidak menyerap panas yang berlebihan.

Pada cuaca dingin sendiri, justru malah dapat membuat psoriasis Anda menjadi makin memburuk. Pada saat cuaca cenderung dingin, akan terjadi penurunan kelembaban dan suhu menjadi lebih dingin. Akibatnya, kulit Anda pun akan menjadi lebih kering. Hal ini lah yang dapat membuat psoriasis bisa menjadi makin memburuk.

Apa Ciri Kulit Sensitif?

Agar psoriasis Anda tidak menjadi semakin buruk pada saat cuaca dingin, maka sebaiknya Anda menjaga kelembaban kulit dengan baik. Pakailah krim pelembab kulit yang dapat bermanfaat untuk mencegah kulit Anda dari berbagai macam kekeringan. Kelembaban kulit ini akan sangat penting untuk menenangkan kulit yang mengalami psoriasis.

Referensi:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/psoriasis/symptoms-causes/syc-20355840
https://lifepack.id/psoriasis-penyakit-kulit-perlu-diwaspadai/
https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/psoriasis/understanding-psoriasis-basics

Categories
Tips Sehat

Resiko dan Cara Penanganan Kuku Kuning Akibat Diabetes

Kondisi kuku pada diri seseorang memang tidak sama. Tidak hanya dari segi bentuk, namun juga dari segi warna. Tentunya Anda akan seringkali menjumpai diri seseorang yang mempunyai warna kuku kuning. Namun tahukah Anda? bahwa penyebab dari kuku kuning sangatlah beragam. Salah satunya yaitu adanya penyakit diabetes yang diderita oleh pemilik kuku kuning.

Baca: Warna Kuku Ditinjau dari Sisi Kesehatan

Hal ini dikarenakan penderita diabetes tidak mempunyai kemampuan dalam memproduksi hormon insulin secara cukup. Dengan hal ini, maka tidak dapat memecah gula darah secara sempurna. Oleh karena itulah yang menimbulkan kadar gula di dalam darah bagi penderita diabetes selalu tinggi. Jika berada pada kondisi seperti ini, maka sudah bisa dipastikan akan berdampak pada bagian produksi kolagen.

Collagen inilah yang menjadi protein sebagai pembentuk kuku. Apabila produksi kolagen yang terdapat pada kuku berkurang, tentunya akan menjadikan tampilan kuku berwarna kusam kekuningan, mudah patah dan lebih kering. Selain itu penderita diabetes mempunyai kuku kuning akibat adanya komplikasi yang menjadi efek sampingnya.

Mengapa Diabetes Dapat Merubah Kuku Menjadi Kuning?

Secara umum, kuku kuning memang tidaklah membahayakan, sehingga tidak perlu diobati. Akan tetapi pening dapat dijadikan sebagai sinyal atau pendeteksi adanya infeksi dari komplikasi penyakit diabetes. Ditambah lagi jika kuku tebal dan rapuh, maka hal ini tidak hanya sebagai tanda penyakit diabetes saja, namun juga adanya infeksi jamur.

Sebagian dari orang yang mempunyai penyakit diabetes sering kali mengalami perubahan pada bagian kuku yang cenderung berwarna kuning. Hal ini dikarenakan adanya pemecahan gula serta adanya efek di bagian collagen kuku. Meskipun kondisi ini tidak membahayakan dan tidak membutuhkan perawatan secara khusus, namun setidaknya Anda disarankan untuk tetap menjaga pola gaya hidup dan pola makan yang sehat.

Selain sebagai pendeteksi adanya penyakit diabetes, warna kuku kuning juga menjadi suatu tanda adanya infeksi pada bagian kuku. Anda bisa membedakan antara penderita diabetes dan orang yang sehat dari segi kukunya. Sementara jenis infeksi yang akan mempengaruhi pada bagian warna kuku yaitu infeksi onikomikosis. 

Resiko dan Cara Penanganan Kuku Kuning Akibat Diabetes

Untuk resiko yang ditimbulkan dari adanya kuku berwarna kuning yaitu bisa menimbulkan kesulitan, rasa sakit ketika digunakan untuk berjalan, bahkan menimbulkan rasa yang tidak nyaman. Bakteri yang tidak segera diobati bisa menimbulkan infeksi dan infeksi tersebut bisa merusak bagian kaki. Jika kondisinya sudah parah, tentunya tim medis akan melakukan tindakan amputasi.

Ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk Anda yang memiliki kuku kuning, diantaranya seperti berikut:

  1. Menggunakan Krim Kuku

Perawatan pertama yang bisa dilakukan untuk menghilangkan kuku warna kuning yaitu dengan menggunakan krim khusus kuku. Anda bisa menemukannya di beberapa toko obat atau toko kecantikan yang mana pada biasanya krim ini akan menggabungkan antara obat topikal dengan obat oral. Cara penggunaannya cukup dengan menggosokkannya di bagian kuku dan hal ini dapat menyembuhkan infeksi pada kuku.

  1. Gunakan Terbinafine dan Itraconazole

Penggunaan kedua obat tersebut dianggap jauh lebih aman, terutama bagi para penderita penyakit diabetes. Anda bisa mendapatkannya dengan mudah di apotek atau bisa juga dengan meminta resep dari dokter. Meskipun kedua obat Ini aman digunakan, akan tetapi ada efek samping yang ditimbulkan. Untuk efek samping tersebut tergolong ringan, karena Anda hanya akan merasakan hidung tersumbat, ruam dan sakit kepala.

Akan tetapi tidak semua orang akan merasakan efek samping yang ditimbulkan tersebut karena tergantung bagaimana kondisi kesehatan diri seseorang. Oleh karena itu, Anda bisa menggunakan salah satu diantara kedua obat tersebut untuk menghilangkan kuku warna kuning. Khususnya bagi Anda yang sudah dinyatakan sebagai penderita diabetes.

  1. Menggunakan Serbuk Bubuk Anti Jamur

Supaya dapat menghentikan infeksi yang terjadi pada kuku kuning, maka Anda pun juga disarankan untuk melakukan perawatan menggunakan serbuk bubuk anti jamur. Untuk serbuk anti jamur ini sangat direkomendasikan oleh para dokter dan dapat digunakan setiap hari supaya infeksi jamur benar-benar terhentikan. 

Cara yang bisa dilakukan memang sangatlah mudah dan praktis karena Anda hanya cukup mengoleskannya pada bagian kuku tangan dan kuku kaki saja. Lihat perubahan yang terjadi setelah beberapa kali pemakaian serbuk bubuk anti jamur.

  1. Melakukan Terapi Fotodinamik dan Laser

Perawatan selanjutnya yang bisa dilakukan dalam mengatasi masalah kuku kuning yaitu dengan melakukan terapi fotodinamik dan laser. Selama menjalankan terapi fotodinamik, maka Anda akan diberikan obat yang akan membuat kuku cenderung lebih sensitif, terutama pada efek cahaya. Setelah itu dokter akan menyorotkan sinar secara khusus di bagian kuku. Tujuannya yaitu supaya bisa menghilangkan infeksi.

Baca: Tips Mudah Merawat Kulit Sensitif

Kuku yang berwarna kuning memang dianggap sebagai hal yang yang wajar terjadi. Banyak orang yang tidak mengetahui bahaya di balik dari warna kuku kuning. Perlu diketahui dengan baik, bahwa warna kuku bisa menjadi pendeteksi atau tanda adanya gangguan pada kesehatan diri seseorang. Termasuk penyakit diabetes yang ditunjukkan dengan warna kuku kuning.

Categories
Tips Sehat

Yuk Cari Tahu Kesehatan Tubuh Melalui Warna Kuku

penirumasliusa.com – Kuku ternyata tidak hanya dijadikan sebagai penunjang penampilan saja. Akan tetapi ternyata melalui kuku, Anda bisa melakukan pengecekan bagaimana kondisi tubuh. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa untuk setiap orang akan mempunyai warna kuku yang berbeda. Ternyata hal ini bisa berpengaruh terhadap kesehatan diri seseorang.

Jangan Lupa Cuci Tangan Setelah dari Toilet

Laju dari pertumbuhan kuku dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi kesehatan diri seseorang. Secara umum, kuku jemari mempunyai pertumbuhan 3,5 mm untuk setiap bulannya. Hal ini tergantung pada asupan nutrisi, penyakit obat-obatan yang dikonsumsi, ataupun proses penuaan tubuh.

Warna Kuku Pendeteksi Kesehatan Tubuh

Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa ternyata warna kuku sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh. Oleh karena itu sangat penting sekali bagi Anda untuk bisa mengetahui kondisi kesehatan tubuh melalui warna kuku yang dimiliki, diantaranya seperti berikut:

  1. Kuku Kuning

Ciri seseorang yang mempunyai kuku berwarna kuning secara umum disebabkan pada beberapa faktor. Misalnya penggunaan kuteks yang secara rutin, maupun adanya faktor penuaan. Selain itu bagi perokok juga cenderung mempunyai kuku berwarna kuning di bagian permukaan kuku jari. Apabila kondisi kuku Anda berwarna kuning, rapuh dan tebal, maka salah satu penyebabnya yaitu adanya infeksi jamur.

  1. Terdapat Bercak Putih

Permukaan kuku yang memiliki noda putih atau bercak berwarna putih memang umum terjadi karena adanya reaksi trauma ringan dan hal ini bukan diakibatkan defisiensi kalsium. Dalam dunia medis kondisi seperti ini memang tidak membahayakan dan akan menghilang dengan sendirinya. Jika sekiranya bercak putih tersebut tidak kunjung hilang, berkemungkinan hal ini dikarenakan adanya infeksi jamur.

  1. Terdapat Garis Putih Horizontal

Selain terdapat bercak putih, ternyata bagian permukaan kuku juga terdapat garis putih horizontal. Selain disebabkan karena adanya trauma, ternyata kondisi seperti ini juga seringkali terjadi akibat penyakit seperti pneumonia, demam tinggi dan scarlet fever. Apabila diri seseorang mempunyai kuku seperti ini, maka dapat menimbulkan pertumbuhan kuku terhambat.

  1. Terdapat Garis Vertikal

Cobalah untuk memperhatikan pada bagian kuku Anda. Apabila terdapat garis vertikal maka hal ini menunjukkan adanya tanda penuaan dan hal ini terjadi sebagai tanda alami. Dengan bertambahnya usia, maka garis vertikal tersebut akan semakin terlihat jelas. Oleh karena itu Anda tidak perlu merasa khawatir, karena yang terdapat garis vertikal bukan tanda adanya kondisi medis yang mengancam tubuh seseorang.

  1. Kuku Menghitam

Kuku orang yang berwarna hitam dikarenakan adanya darah pada area kulit dibawahnya dan hal ini seringkali terjadi akibat trauma ataupun luka yang menimbulkan cedera. Ternyata kuku yang mempunyai warna menghitam bisa menjadi tanda adanya penyakit kanker kulit dan melanoma. Jika sekiranya warna hitam tersebut semakin lebar, maka sebaiknya Anda segera mengkonsultasikannya kepada dokter.

  1. Kuku Putih Kecoklatan

Warna kuku putih kecoklatan ini menjadi tanda adanya penyakit gagal ginjal. Hal ini dikarenakan untuk penyakit gagal ginjal tersebut bisa menimbulkan adanya perubahan kimiawi yang terdapat pada darah dan mendorong melamin dilepaskan ke bagian dasar kuku. Selain itu, gagal ginjal juga menimbulkan adanya peningkatan pembuluh darah kecil yang semakin banyak pada bagian kuku.

  1. Kuku Lembek

Kondisi kuku yang lembek dan mudah rapuh dikarenakan adanya lempeng kuku yang kering. Hal ini seringkali terjadi akibat penggunaan aseton secara rutin, sering berenang atau seringkali berada pada lingkungan yang kering. Selain itu, kuku yang lembek atau rapuh juga dikarenakan Anda kekurangan asupan vitamin seperti A, B dan vitamin C.

Masih ada penyebab lain, misalnya saja penggunaan produk pembersih cuci baju, cuci piring ataupun adanya faktor penuaan. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya yaitu dengan mengaplikasikannya menggunakan krim pelembab tangan.

  1. Kuku Putih

Kuku putih dapat terjadi adanya infeksi jamur ataupun tanda diri seseorang yang kekurangan asupan darah. Terutama pada bagian ujung-ujung jari, hal ini disebut sebagai Terry’s nails. Kondisi inilah yang menyebabkan kuku berwarna putih susu dan pada bagian ujungnya berwarna gelap atau kemerahan.

Tidak hanya itu saja, karena seseorang yang mempunyai warna kuku putih susu juga disebabkan adanya gangguan kesehatan seperti mengalami gagal jantung, ginjal, hati, diabetes, sirosis hati, anemia, defisiensi, reaksi kemoterapi, malnutrisi, bahkan sampai hipertiroidisme. 

Jangan menganggap sepele mengenai warna kuku putih susu ini. Sehingga Anda disarankan untuk segera menghubungi dokter untuk berkonsultasi lebih jauh. Terlebih lagi jika Anda juga merasakan adanya perubahan pada kesehatan dalam tubuh.

  1. Clubbing

Untuk kuku clubbing ini berada pada kondisi jaringan yang ada di bawah kuku menebal dan bagian ujung kaki berbentuk bulat atau pun bengkak. Pada biasanya ujung kuku akan tumbuh ke arah mengikuti bentuk ujung jari. Kuku clubbing ini hasil dari adanya peningkatan aliran darah ke bagian ujung jari dan hal ini tidak membahayakan pemilik kuku.

Baca: Akibat Jika Alami Depresi

Semua orang tentunya menginginkan kondisi kuku yang bersih meskipun terkadang bagian tubuh yang satu ini seringkali diabaikan. Cukup dengan melihat bagian kuku dan warnanya, maka diri seseorang bisa mengetahui bagaimana kondisi kesehatan tubuhnya, seperti pada penjelasan yang ada di atas.

Categories
Tips Sehat

Waspadai 5 Dampak Buruk Jika Anda Mengalami Depresi

Kaum remaja memang cenderung mudah mengalami depresi yang disebabkan karena beberapa hal. Ternyata depresi dapat menimbulkan dampak buruk, terutama bagi tubuh yang tidak ideal. Tidak hanya remaja wanita saja yang seringkali mengalami depresi. Namun untuk remaja pria pun juga dapat mengalaminya. Akan tetapi untuk tingkat dan pengaruh dari depresi antara pria dan wanita tidaklah sama.

Wanita memang cenderung lebih mudah terkena depresi dibandingkan dengan pria. Hal ini dikarenakan adanya fluktuasi hormonal, faktor genetik, maupun faktor yang lainnya. Meskipun wanita cenderung lebih mudah mengalami depresi. Namun untuk tingkat depresi ternyata lebih tinggi pria dibanding wanita.  

Benarkah Depresi Pria Lebih Parah?

Salah satu alasan mengapa tingkat depresi pria jauh lebih parah dibandingkan dengan pria yaitu karena pria lebih cenderung mengalami depresi secara terus-menerus atau seringkali disebut sebagai dysthymia. Sementara pada wanita lebih cenderung muncul sewaktu-waktu saja atau disebut sebagai episodic.

Baca: Kamu Alami Stres Berat?

Untuk dysthymia Menjadi gangguan yang secara terus-menerus terjadi hampir setiap harinya. Sedangkan untuk depresi episodic hanya akan terjadi  dalam waktu tertentu saja. Semakin depresi yang dialami remaja meningkat maka akan menimbulkan akibat yang fatal. Misalnya saja terjerumus dalam hal-hal negatif seperti penyalahgunaan obat terlarang atau pun bunuh diri.

Dampak Buruk yang disebabkan Depresi

Depresi dapat mempengaruhi otak remaja, baik itu pria maupun wanita pada bagian yang tidak sama. Bagi pria yang sedang mengalami depresi, maka akan mengalami penurunan pada bagian aktivitas di dalam otak kecilnya. Sedangkan wanita tidak akan mengalami hal serupa. Tidak hanya itu saja, karena didalam nya terdapat dua bagian otak yang memberikan respon berbeda pada remaja wanita maupun pria yang sedang mengalami depresi.

Berikut ini dampak buruk yang disebabkan depresi dan sebaiknya Anda mengetahuinya untuk menghindari hal buruk tersebut, diantaranya: 

  1. Kecanduan

Banyak orang yang yang mencari jalan pintas untuk bisa menghilangkan depresi yang sedang dialaminya. Misalnya dengan mengkonsumsi minuman keras, obat-obatan terlarang, judi, rokok, ataupun hal buruk yang lainnya. Jika hal ini tidak segera diobati tentunya dapat menimbulkan kecanduan. Disaat diri seseorang mengalami depresi di kemudian hari, salah satu jalan pintas yang dilakukan yaitu dengan melakukan hal-hal negatif.

  1. Bersikap Tertutup

Seseorang yang mengalami depresi sebenarnya membutuhkan teman untuk bercerita. Namun terkadang tidak semua orang bisa melakukan hal ini. Sehingga dirinya lebih memilih diam dan bersikap tertutup. Jika hal ini terjadi, tentunya dapat mengganggu hubungan dengan orang-orang yang ada disekitar. 

Sementara jiwa sosial pada diri manusia akan diatur oleh hormon serotonin. Kondisi seseorang yang mengalami depresi maka cenderung kekurangan serotonin. Sehingga hal ini dapat menimbulkan diri seseorang lebih susah untuk bersosialisasi maupun menjalin hubungan dengan orang yang terdekat. Misalnya seperti sahabat, pasangan, ataupun keluarga.

  1. Penyakit Jantung

Banyak orang yang beranggapan bahwa penyakit jantung disebabkan karena pola makan yang tidak sehat. Namun ternyata penyakit jantung tidak hanya bersumber dari pola gaya hidup saja. akan tetapi bisa juga disebabkan karena depresi yang terjadi berkepanjangan dan tidak mendapatkan pengobatan. 

Selain penyakit jantung, depresi yang tidak segera ditangani ternyata juga memicu penyakit jantung koroner sampai dengan stroke. Salah satu penyebabnya yaitu karena darah di dalam hormon tidak seimbang ketika sedang depresi. Sehingga otak akan secara terus-menerus mendapatkan sinyal ancaman. 

Awas Bahaya Kurang Tidur

Pada saat itulah otak akan melepaskan hormon stres yaitu kortisol dan adrenalin ke dalam darah. Apabila kedua kadar tersebut tinggi, maka dapat meningkatkan tekanan darah. Sehingga menjadikan detak jantung tidak teratur dan jika terjadi berkepanjangan mengakibatkan pembuluh darah rusak.

  1. Merusak Otak

Otak dapat mengalami kerusakan pada diri seseorang yang seringkali mengalami depresi. Jika tidak segera diobati, kerusakan pada otak tersebut bisa menimbulkan kelainan di bagian struktur otak. Khususnya pada bagian korteks prefrontal, hipokampus, dan anterior cingulate.

  1. Bunuh Diri

Peluang diri seseorang untuk bunuh diri semakin tinggi apabila mempunyai tingkat depresi yang tidak tertahankan. Bagi pengidap depresi, melakukan bunuh diri tentunya bukan menjadi cara yang dilakukan untuk mencari perhatian atau sebagai wujud balas dendam terhadap orang yang menyebabkan depresi. Akan tetapi hal ini dapat terjadi dikarenakan adanya faktor biologis.

  1. Otak Mengalami Peradangan

Depresi tidak hanya memicu adanya tindakan bunuh diri bagi penderitanya saja. Ternyata depresi yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan peradangan pada bagian otak. Hal ini dikarenakan untuk pasokan oksigen ke bagian otak mengalami keterbatasan. Sehingga sel tubuh dan jaringan tubuh akan mengalami kerusakan jika dibiarkan terlalu lama. Apabila pasokan oksigen ke otak berkurang, tentunya peradangan otak bisa terjadi akibat aliran darah yang tidak lancar.

Diri seseorang yang mengalami depresi tidak hanya menimbulkan gangguan pada bagian tubuh saja. Akan tetapi juga sangat berpengaruh terhadap indra perasa, cara dirinya berpikir, cara berperilaku bahkan sampai dengan fungsi otak. Kondisi depresi pada diri seseorang akan dipengaruhi oleh tiga bagian, yaitu bagian korteks, prefrontal, bagian hipokampus, dan bagian amigdala.

Categories
Makanan Tips Sehat

Dada atau Paha Ayam, Lebih Sehat yang Mana?

penirumasliusa.com – Ayam adalah salah satu menu favorit yang disukai oleh banyak orang. Berbagai menu olahan ayam pun tersedia, mulai dari fried chicken, steak ayam, skin, dan masih banyak lagi. Jika Anda pergi ke restoran pun, pasti akan ditanyai hendak memesan menu masakan ayam bagian apa, dada atau paha ayam? 

baca: Makanan yang Bagus untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ada sebagian orang yang tidak mempermasalahkan bagian dada atau ayam yang hendak disajikan, namun ada juga yang merasa keberatan sehingga memilih bagian tertentu. Nah, sebenarnya manakah bagian ayam yang lebih sehat? Yuk kita cari tahu nilai perbandingan gizi antara paha dan dada ayam berikut ini!

Perbandingan Gizi Antara Paha dan Dada Ayam

Jika Anda ditawari hendak makan dada atau paha ayam, apakah yang Anda pertimbangkan? Umumnya, paha ayam lebih disukai orang karena lebih murah dan lebih mudah diolah daripada dada ayam. Namun, disisi lain, dada ayam lebih ekonomis karena bisa mendapatkan lebih banyak daging dan sedikit kulit. Lalu, bagaimanakah jika ditinjau dari sisi kesehatan? Yuk kita kupas satu per satu pada ulasan berikut.

Protein

Dada dan paha ayam merupakan makanan dengan sumber protein hewani yang baik. Dalam satu potong paha ayam panggang dengan berat 85 gram, kandungan proteinnya sebesar 21 gram. Sementara itu, dalam dada ayam yang dengan ukuran serupa, jumlah protein yang dikandungnya lebih tinggi yaitu 25 gram. Itu artinya, kandungan protein dada ayam lebih banyak daripada kandungan protein di paha ayam. 

Perhatikan pula kebutuhan protein tiap harinya. Asupan protein bagi wanita adalah 46 gram per hari, sedangkan bagi pria adalah 56 gram tiap hari. Artinya, Anda bisa memperhitungkan sendiri manakah yang akan Anda pilih antara dada atau paha ayam dan seberapa banyak yang harus dikonsumsi. Asupan protein yang cukup ini penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh, pertumbuhan sel, dan pembentukan massa otot.

Lemak 

Perbandingan yang paling jelas bisa Anda lihat pada kandungan lemak antara paha dan dada ayam. Ya, ternyata dada ayam mengandung lemak lebih rendah daripada paha ayam. Hal ini ditunjukkan pada tiap 85 gram dada ayam panggang yang mengandung 7 gram lemak total dan 2 gram lemak jenuh. Jika dikalkulasi, jumlah ini 10 persen dan 9 persen asupan harian lemak yang disarankan. Berbeda dengan paha ayam dengan porsi yang sama mengandung 13 gram lemak total dan 3.5 gram lemak jenuh. Jika dihitung, jumlah tersebut setara dengan 20 persen asupan harian lemak total dan 18 persen lemak jenuh yang disarankan. 

Dengan kata lain, Anda bisa mengonsumsi dada ayam dengan lemak yang rendah dalam jumlah yang lebih banyak daripada paha ayam. Meski demikian, Anda bisa menyingkirkan bagian kulit pada dada dan paha ayam sebelum dikonsumsi untuk menurunkan kandungan lemaknya.

Kalori

Ditinjau dari kandungan kalori, perbedaan antara dada ayam dan paha ayam cukup timpang. Hal ini ditunjukkan per 85 gram dada ayam mentah yang mengandung 170 kalori, sedangkan pada paha ayam mengandung 210 kalori pada ukuran yang sama. Dari data tersebut, dapat terlihat bahwa paha ayam mengandung paha ayam dengan jumlah kalori yang lebih tinggi daripada dada ayam.

Kolesterol

Perbedaan kolesterol antara dada dan paha ayam tergolong sedang. Setiap 85 gram dada ayam, kandungan kolesterolnya 70 miligram atau 24 persen dari asupan kolesterol harian yang disarankan. Sedangkan dengan porsi yang sama, kandungan kolesterol pada paha ayam adalah 80 miligram atau 26 persen asupan harian yang disarankan.

Terlalu banyak mengonsumsi kolesterol dan lemak jenuh tidak baik bagi kesehatan karena mampu meningkatkan risiko penumpukan plak di pembuluh darah sehingga menimbulkan penyakit jantung. Untuk itu, disarankan untuk membatasi asupan kolesterol harian sebanyak 200 miligram, terutama bagi penderita jantung koroner.

Perhatikan Cara Pengolahan yang Memengaruhi Nilai Gizinya

Angka perkiraan nilai gizi di atas dilihat dari daging mentahnya. Teknik memasak dan penambahan bumbu tertentu akan mengubah nilai gizi, terlepas dari bagian ayam mana yang Anda pilih. Baik dada ayam maupun paha ayam tidak mengandung karbohidrat. Namun, apabila ditambahkan saus barbeque, tepung, madu, maka karbohidrat akan bertambah. Jika Anda tidak ingin mengonsumsi karbohidrat, sebaiknya hindari tambahan saus maupun lapisan tepung. Begitupula dengan kulit ayam yang bisa meningkatkan kalori dan lemak.

Simak: Banyak Masalah? Pertimbangkan Cuti Dulu

Teknik memasak dengan menggoreng dan ungkep bisa menambah nilai kalori dari makanan. Maka dari itu, disarankan untuk mengolahnya dengan cara memanggang, mengukus, dan merebus supaya lebih sehat dan mengurangi jumlah kalori maupun lemak. Sebelum diolah, pastikan untuk membersihkannya terlebih dulu untuk mengurangi perpindahan bakteri dari daging ayam mentah. Cuci tangan dengan sabun juga penting baik sebelum maupun sesudah mengolah daging ayam.

Categories
Tips Sehat

Stress Berat? Pertimbangkan untuk Cuti Kerja Dulu dengan Alasan Ini

Sekitar 6 persen masyarakat Indonesia mengalami gejala depresi dan kecemasan serta ada 400.000 penderita skizofrenia. Tentu saja, sebanyak 6 persen masyarakat Indonesia tersebut tidak semuanya mendapatkan perawatan intensif dari rumah sakit jiwa sebagai pasien. Bahkan, fakta menunjukkan bahwa ada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih terlihat beraktivitas rutin selayaknya orang normal lainnya, termasuk bekerja. Bekerja memberikan peran penting yang harus dipertahankan karena mampu memulihkan kondisi dengan menyediakan rutinitas sehari-hari, memberikan makna, serta tujuan hidup. Bahkan, dengan bekerja pula, segala dukungan sosial dan kestabilan finansial bisa terpenuhi. 

Baca: Hati-Hati Bahaya Kurang Tidur

Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan ketika bekerja yaitu kondisi badan dan pikiran harus fit. Seperti halnya ketika seorang karyawan sakit flu atau masuk angin yang dianjurkan istirahat di rumah, maka apabila ada karyawan yang memiliki masalah kesehatan mental berupa depresi, juga harus mendapatkan fasilitas cuti sakit. Seberapa pentingkah cuti sakit bagi karyawan yang sedang stress berat? Yuk simak ulasan selengkapnya dibawah ini!

Alasan Pentingnya Cuti Sakit bagi Karyawan yang Mengalami Gangguan Psikologis

Karyawan yang mengambil cuti kerja karena masalah kesehatan mental, biasanya dipicu oleh stres pekerjaan, kegelisahan deadline, dan depresi. Tahukah Anda, masalah kesehatan mental ini bisa memengaruhi cara berpikir seseorang, merasakan, hingga berperilaku. Bahkan, seseorang yang depresi seperti gangguan kecemasan, serangan panik, atau bipolar mudah mengalami beberapa hal berikut ini yaitu kelelahan, penurunan kepercayaan diri dan konsentrasi, berkurangnya minat bekerja dan beraktivitas, dan nafsu makan yang berkurang. Jadi, bisa dibayangkan bukan, bagaimana jadinya jika Anda sedang depresi, namun tetap memaksakan diri untuk berangkat bekerja?

Parahnya, gejala depresi dapat memakan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu tanpa menunjukkan gejala fisik yang berarti. Inilah yang mengakibatkan penderita gangguan mental sering mengabaikan tanda-tanda peringatan dan gejala sakit mental, hingga akhirnya penderita tersebut benar-benar sakit. Jadi, perlu dipertimbangkan dengan baik kondisi mental Anda supaya tidak bertambah parah dan memengaruhi performa fisik Anda.

Tahukah Anda, stres dan depresi rupanya juga berkaitan dengan sakit jantung lho? Sudah ada dua penelitian yang menunjukkan bahwa depresi meningkatkan potensi seseorang mengalami serangan jantung. Dengan kata lain, gangguan depresi ini secara lebih lanjut tidak hanya menghambat dirinya sendiri saja, namun secara tidak langsung juga mengganggu kehidupan lingkungan kerja, terutama saat fase depresifnya muncul. Seorang pengacara sekaligus editor hukum di XpertHR, Melisa Burdorf, mengungkapkan bahwa stress memengaruhi performa karyawannya saat bekerja dan menjadi awal mula munculnya masalah didalam maupun diluar kantor yang lebih besar. 

Disisi lain, untuk dapat hidup normal dan bekerja lebih efisien serta produktif, karyawan harus merasa sejahtera terlebih dulu, baik secara fisik maupun mentalnya. Maka dari itu, penting untuk cuti sakit ketika depresi demi memperbaiki kesehatan mental. Dengan demikian, karyawan tersebut bisa lebih optimal dalam mengisi ulang tenaga, menyegarkan, dan mengatur ulang perspektif, serta membiarkan tubuh dan pikiran Anda istirahat sejenak.

baca: Efek Jika Melakukan O*nani

Berbeda ketika Anda merasa lelah, maka ada kemungkinan akan hilang kesabaran dalam menghadapi masalah maupun cara pandang yang logis, sehingga menyebabkan kinerja dan komunikasi yang buruk. Dalam dunia kerja, apabila kedua hal ini terganggu, maka akan merugikan karir pekerja sebagai indivivual maupun bisnis kantor. 

Atas dasar itulah, maka Burdorf menyarankan pada para atasan maupun organisasi untuk memperbolehkan karyawannya yang rentan mengalami stres atau depresi supaya cuti sakit dan beristirahat di rumah supaya lebih handal dan kuat ketika kembali bekerja. 

Apa yang Harus Dilakukan Karyawan Ketika Ingin Cuti demi Memulihkan Kesehatan Mentalnya?

Jika Anda diperbolehkan untuk cuti sakit karena stress, maka Anda termasuk salah satu karyawan yang beruntung. Pasalnya, minta cuti sakit karena stress masih sulit dilakukan di Indonesia. Hal ini karena Indonesia belum memiliki aturan spesifik terkait diperbolehkkannya karyawan meninggalkan kantor untuk mendapatkan pengobatan mental. Di negara sekelas Inggris pun, hanya 7 dari 10 bos dan supervisor yang percaya bahwa stress bukanlah alasan yang tepat untuk cuti sakit.

Beruntungnya, di Indonesia terdapat peraturan pemerintah yang mengizinkan pekerja cuti sakit selama 1 hingga 14 hari dengan syarat harus melampirkan surat keterangan dokter. Dengan demikian, Anda bisa konsultasi ke dokter demi mendapatkan perawatan sekaligus surat keterangan harus istirahat di rumah. Kalaupun Anda tidak menyadari bahwa memiliki gangguan jiwa dan tidak berobat ke fasilitas kesehatan, sebaiknya gunakan alasan pribadi pada surat cuti Anda. Hanya saja, pastikan tidak menggunakan alasan pribadi secara berulang supaya tidak dicap buruk oleh bos. Sampaikan kepada bos dan atasan, alasan cuti Anda dengan cara yang baik dan tidak memicu perdebatan atau pertanyaan. 

baca: Tips Tepat Cuci Tangan

Ingat, jangan sampai berbohong jika Anda benar-benar membutuhkan waktu untuk cuti sakit demi kondisi fisik dan mental yang terjaga.

Categories
Tips Sehat

Pentingnya Mencuci Tangan Setelah Keluar dari Toilet

Apakah Anda termasuk orang yang selalu mencuci tangan setelah keluar dari toilet? Jika iya, apakah Anda yakin sudah mencuci tangan dengan benar? Dilansir dari situs populer, hampir 60 persen masyarakat tidak mencuci tangan setelah keluar dari kamar mandi atau toilet. Sementara itu, 40 persen sisanya mencuci tangan, namun hanya 10-15 persennya saja yang menggunakan sabun. Padahal, mencuci tangan dengan benar setelah keluar dari kamar mandi atau toilet sangat penting bagi kesehatan.Apalagi langkah mencuci tangan adalah upaya paling efektif supaya Anda terhindar dari berbagai penyakit menular. 

Baca Tips Sehat Lainnya

Biar lebih jelas, yuk kita simak pentingnya mencuci tangan usai dari kamar mandi atau toilet pada ulasan berikut!

Fungsi Mencuci Tangan Setelah Keluar dari Toilet untuk Mencegah Penyebaran Penyakit

Penularan penyakit bisa terjadi melalui berbagai cara. Salah satunya yang paling mudah adalah melalui sentuhan. Padahal, tangan merupakan rumah ternyaman bagi bakteri bahkan virus yang menyebabkan penyakit menular. Tahukah Anda, ada sekitar lima ribu bakteri yang menghuni kedua tangan Anda setiap waktu. Maka, apabila Anda melakukan sentuhan tangan, baik secara langsung dengan kulit orang lain ataupun menyentuh benda, menjadi salah satu sarana penyebaran bakteri baik dari maupun ke tubuh Anda.

Sarana penyebaran bakteri menular juga bisa terjadi ketika Anda tidak mencuci tangan setelah keluar dari kamar mandi. Sayangnya, kebiasaan ini sering tidak disadari oleh kebanyakan orang. Coba perhatikan ilustrasinya berikut ini. Misalnya saja Anda mengidap penyakit diare, lalu buang air besar di toilet. Setelah itu, Anda tidak mencuci tangan setelah keluar dari toilet. Selanjutnya, Anda bersalaman dengan orang lain. Kemudian, orang tersebut secara tak sengaja mengucek kedua mata ataupun makan menggunakan tangan tanpa mencuci tangan terlebih dulu. Jika sudah demikian, maka besar kemungkinan orang yang Anda ajak salaman tersebut mengalami infeksi yang sama ataupun infeksi di bagian lain akibat perpindahan bakteri dari Anda melalui sentuhan tangan.

Tahukah Anda, feses (kotoran) manusia atau hewan merupakan ladang dari bakteri berbahaya? Ya, di dalam feses tersebut terdapat bakteri berbahaya seperti Salmonella, E. Coli, dan norovirus yang menyebabkan diare. Tidak hanya itu saja, feses manusia juga bisa menyebarkan beberapa infeksi pada sistem pernapasan seperti adenovirus dan penyakit tangan-kaki-mulut. Saking berbahayanya, ada banyak patogen lain yang bisa ditularkan melalui tangan yang tidak dicuci setelah keluar dari toilet, misalnya hepatitis A, flu, bronkiolitis, dan meningitis.

Apabila digambarkan, dalam satu gram kotoran manusia berisi satu triliun bakteri. Nah, bisa dibayangkan bukan, berapakah bakteri tersebut dapat merambat ke tangan setelah Anda bersih-bersih popok bayi ataupun usai buang air besar? Sudah pasti, ada banyak bakteri yang akan bergabung dengan bakteri lain pada tangan Anda. Selain menjijikkan, hal ini sangat berbahaya lho!

Orang-orang sekitar akan berisiko mengalami penularan penyakit hanya karena Anda enggan mencuci tangan setelah keluar dari toilet. Mekanisme penularannya pun bisa melalui cara tidak langsung. Sebagai contoh, Anda menyentuh beberapa benda di kamar mandi atau toilet seperti gagang pintu kamar mandi, bilik toilet, gagang flush, tutup kloset, selang, dan kran wastafel. Jika tidak segera mencuci tangan setelah keluar kamar mandi, Anda berisiko tertular penyakit ataupun menularkan penyakit. Pasalnya, benda-benda tersebut sudah lebih dulu disentuh oleh orang lain yang mungkin sedang sakit sehingga membawa bakteri atau virus di tangannya.

Masa Hidup Bakteri Dapat Bertahan Lama di Permukaan Benda Sekitar

Beberapa jenis bakteri dan virus yang ada di kamar mandi memiliki masa hidup yang berbeda-beda. Salah satunya, ada yang dapat hidup hingga dua jam di permukaan benda yang mereka hinggapi. Jadi, meskipun Anda dalam kondisi sehat sekalipun, apabila orang sebelum Anda yang menggunakan kamar mandi sakit, dapat meninggalkan bakteri penyakitnya dan kemungkinan ditangkap oleh Anda. Apalagi, makhluk berupa bakteri dan virus tersebut termasuk mikroskopis alias tidak bisa dilihat secara kasat mata. Oleh karena itu, Anda tetap tidak bisa tahu siapa saja yang sedang sakit dan membawa bakteri berbahaya atau tidak.

Berdasarkan penjelasan di atas, penyakit dapat menyebar di satu area tertutup apabila penghuninya tidak rajin mencuci tangan setelah menggunakan toilet ataupun setelah bersin dan batuk. Ditambah lagi, suatu bakteri dan virus dapat berkembang biak dengan pesat apabila berada di lingkungan lembab dan minim sirkulasi udara. Nah, kamar mandi adalah lingkungan yang cocok untuk bakteri tersebut.

Kapan Saja Waktu yang Tepat untuk Mencuci Tangan?

Tidak hanya setelah keluar dari kamar mandi, Anda dianjurkan untuk mencuci tangan sebelum makan, setelah beraktivitas di luar rumah, setelah memegang hewan peliharaan, sebelum dan setelah mengunjungi orang sakit, serta setelah batuk dan bersin supaya tidak menularkannya ke orang lain.

Lakukan cara mencuci tangan yang benar supaya bakteri dan virus yang menempel di tangan benar-benar hilang ya!

referensi:

https://www.cdc.gov/handwashing/when-how-handwashing.html
https://ngovee.com/gaya-hidup/coronavirus-cara-cuci-tangan-yang-baik-dan-benar/
https://www.nhs.uk/live-well/healthy-body/best-way-to-wash-your-hands/

Categories
Tips Sehat

Waspadai Tanda-tanda Kurang Tidur dan Bahayanya

penirumasliusa com – Tidur adalah salah satu aktivitas yang menyenangkan. Coba saja perhatikan apa saja yang Anda lakukan selama liburan, pasti kebanyakan tiduran di kamar hingga terlelap bukan? Bahkan, ada juga yang mencoba melampiaskan permasalahannya dengan tidur supaya lupa, meski sebenarnya tidaklah demikian. 

Tahukah Anda, apakah yang terjadi selama tidur? Ya, selama Anda tertidur, korteks (bagian otak yang berfungsi menyimpan memori pikiran/ bahasa/ dan lain-lain) akan melepaskan diri dari indra, kemudian masuk pada mode pemulihan. Jadi, tak heran jika setelah tidur, tubuh Anda akan kembali berenergi untuk menjalankan aktivitas kembali. Maka dari itu, setiap orang disarankan untuk tidur yang cukup supaya tubuh dan pikiran bisa di-refresh sehingga bisa melakukan fungsi terbaiknya setelahnya.

Setiap orang memiliki waktu efektif tidur yang berbeda-beda berdasarkan usianya. Pada orang dewasa, umumnya membutuhkan waktu tidur selama 7 hingga 8 jam per hari. Jika Anda berhasil memenuhi kebutuhan waktu tidur tersebut, maka tubuh tidak akan bermasalah. Namun, faktanya seringkali seseorang, mungkin termasuk Anda, mengorbankan waktu tidur efektif demi menyelesaikan tugas atau pekerjaan, bahkan hanya sekedar bermain smartphone untuk menjelajah dunia maya atau gaming. Padahal, apabila waktu tidur kurang atau tidak terpenuhi, akan berdampak pada kesehatan tubuh.

Berdasarkan hasil studi yang meneliti tentang waktu tidur yang tidak terpenuhi akan menyebabkan terjadinya tekanan psikologis dan risiko penyakit jantung/diabetes tipe 2 lebih besar. Biar lebih jelas, yuk kita cermati apa saja tanda-tanda seseorang yang kurang tidur berikut ini!

Mudah Lupa 

Tahukah Anda, tidur yang cukup akan mampu mengembalikan energi Anda sekaligus berperan dalam proses belajar. Nah, apabila Anda kurang tidur, akan berpengaruh terhadap kemampuan kognitif, termasuk proses belajar, berpikir, dan memecahkan masalah. Tak heran, ketika seseorang kurang tidur akan mengalami kesulitan dalam belajar secara efektif. Bahkan, waktu tidur yang tidak cukup akan menyebabkan seseorang mengalami kesulitan dalam mengingat sesuatu yang sudah dipelajari. Jadi, jangan harap Anda lembur belajar supaya bisa menguasai materi apabila waktu tidur tidak terpenuhi, malah sebaliknya.

Berat Badan Bertambah

Efek lain yang terjadi apabila waktu tidur Anda tidak terpenuhi adalah bertambahnya berat badan. Bagaimana bisa? Secara ilmiah, ketika Anda kurang tidur, maka tubuh akan cenderung memproduksi hormon ghrelin lebih banyak, yaitu hormon yang berfungsi menimbulkan rasa lapar. Disisi lain, hormon leptin yang dihasilkan justru sedikit, yaitu hormon yang berfungsi menimbulkan rasa kenyang.

Kurang tidur juga akan menyebabkan Anda merasa lelah. Akibatnya, ketika tubuh Anda lelah, kecenderungan seseorang tidak memerhatikan apa yang dimakan. Apapun akan dimakan supaya perut kembali kenyang dan beraktivitas seperti sedia kala. Inilah faktor lain yang memicu naiknya berat badan ketika seseorang kurang tidur.

Bahayanya, kurang tidur tidak hanya membuat Anda terus lapar, tetapi keinginan untuk makan makanan yang tinggi lemak dan karbohidrat. Hasil studi pun menunjukkan bahwa seseorang tidur kurang dari 6 jam per hari, akan lebih berisiko mengalami obesitas dibandingkan mereka yang tidur lebih dari 6 jam per harinya.

Lebih Mudah Terjangkit Penyakit

Tidur yang cukup disarankan bagi setiap orang karena memang baik bagi tubuh dan pikiran. Salah satunya memicu sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi sitokinin, yaitu protein yang membantu melindungi tubuh dari infeksi. Namun, apabila waktu tidur seseorang kurang, akan berdampak buruk pada sistem kekebalan tubuh terutama produksi sitokinin tersebut. Jadi, seseorang yang kurang tidur cenderung lebih mudah mengalami sakit.

Pernyataan di atas didukung oleh hasil studi yang menemukan bahwa seseorang yang tidur kurang dari 7 jam  per hari, memiliki risiko mengalami demam atau flu tiga kali lebih besar, dibandingkan seseorang yang tidur lebih dari 8 jam per harinya.

Risiko Stress, Emosi, dan Depresi

Bahaya kurang tidur dan tandanya juga ditunjukkan dari kecenderungan seseorang yang mudah stress, emosi, dan depresi. Hal ini pun sesuai dengan hasil studi yang menemukan bahwa seseorang yang kurang tidur lebih mudah stress dan emosi secara tidak terkendali. Emosi yang tidak terkendali seringkali membuat seseorang bertindak tanpa pikir panjang dan dikhawatirkan akan melakukan sesuatu yang buruk tanpa bermaksud melakukannya. Selain itu, kesulitan tidur yang diakibatkan oleh depresi dan dampak kurang tidur membuat Anda lebih mudah depresi adalah dua hal yang saling berkaitan. Jadi, berusahalah untuk mengatasi waktu tidur Anda yang kurang efektif dan penyebabnya.

Kulit Nampak Lebih Kusam dan Berjerawat

Tanda lain dari kurang tidur adalah kulit yang nampak lebih kusam dan berjerawat. Perlu Anda tahu, waktu tidur yang efektif akan membuat kulit melakukan regenerasi secara optimal. Maka, dampak kesehatan kulit akan terganggu apabila waktu tidur kurang seperti mata yang terlihat lelah, munculnya jerawat pada kulit, bahkan kulit Anda yang mudah keriput dan terlihat lebih tua.

Baca juga: Apa Saja Gejala Psoriosis?

Jadi, usahakan untuk penuhi waktu tidur efektif Anda per harinya supaya terhindar dari hal-hal buruk di atas ya! Cek juga ya Ciri Kulit Sensitif.