Categories
Penyakit

Gejala TBC dan Cara Terbaik untuk Mengatasinya

TBC merupakan penyakit yang bisa berisiko bahaya bagi organ lainnya bahkan bisa berujung kematian. Penyebab utamanya bisa terkena penyakit TBC adalah tertular dari si penderitanya. Berikut gejala TBC dan cara terbaik untuk mengatasinya.

Gejala Penyakit TBC

1. Batuk Berlangsung Lama

Gejala yang dialami saat terkena TBC adalah batuk berlangsung lama lebih dari 21 hari secara terus menerus. Batuknya bisa mengandung dahak atau pun tidak. Gejala lebih buruk lagi saat Anda mengalami batuk berdarah yang terasa sakit dan tidak nyaman.

2. Demam

Tubuh yang terinfeksi TBC bisa mengalami demam secara tiba-tiba. Anda yang awalnya sehat-sehat saja mendadak demam dan ini cenderung terasa saat malam hari. Saat demam, Anda akan sekaligus merasa kedinginan dengan menggigil padahal cuaca sedang tidak dingin. Ini menjadi gejala yang jelas dan harus segera ditangani.

3. Berat Badan Menurun

Gejala lainnya yang akan diketahui dengan berat badan menurun terus menerus karena Anda merasa tidak selera untuk makan. Ini menandakan ada bakteri yang berkembang di dalam tubuh. Rasa mual membuat Anda semakin tidak ingin makan. Akibatnya tubuh terasa lemas dan tidak bisa beraktivitas sebagaimana mestinya yang terlihat dengan mudah kecapekkan.

4. Urine Kemerahan

Sering sekali warna urine menjadi salah satu cara untuk mengontrol kondisi tubuh. Anda bisa memperhatikannya dengan mudah dari segi warna. Jika tidak bening atau tidak berwarna kekuningan berarti ada masalah dengan tubuh. Gejala TBC membuat Anda mengeluarkan urine yang warnanya kemerahan atau kerus.

5. Nyeri di Paru-paru

Gejala lainnya akan terasa nyeri di paru-paru karena organ ini yang paling rentan terkena pengaruh dari TBC. Rasa nyeri ini semakin hari akan semakin terasa sakit saat Anda bernapas. Jangan dianggap sepele, Anda harus segera menanganinya sebelum semakin parah.  

6. Mengalami Infeksi

Seringnya saat kondisi sudah semakin parah baru Anda menyadari terkena TBC. Gejala yang akan dialami adalah terinfeksi di bagian organ lainnya. Misalnya Anda terkena infeksi organ hati, ginjal, atau pada bagian mata.

Pengobatan TBC

1. Konsumsi Obat

Pengobatan TBC dimulai dengan pemberian obat yang jangka waktunya berlangsung selama 6 bulan dan tak boleh ada obat yang terlewatkan. Obat yang diminum berdasarkan jenis TBC-nya. Jika Anda terkena TBC aten hanya satu jenis obat yang harus dikonsumsi.

Berbeda jika Anda mengalami TBC aktif maka jenis obatnya juga banyak untuk bisa membuat virus tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Jenis obat yang biasanya diberikan yaitu isoniazid, rifampisin (Rifadin, Rimactane), etambutol (Myambutol), dan pirazinamid. Anda harus mematuhi semua obat yang sudah diresepkan oleh dokter.

2. Pemeriksaan Lanjutan

Cara pengobatan TBC bisa dengan melakukan pemeriksaan lanjutan dari pemeriksaan dahaknya atau melakukan Rontgen dada, tes darah, atau tes kulit. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi sudah sejauh apa TBC menyerang organ di dalam tubuh.

3. Tindakan Pencegahan

Selama melakukan pengobatan TBC Anda harus menerapkan tindakan pencegahan agar TBC bisa segera sembut. Tindakan yang bisa dilakukan dengan mengenakan masker saat bepergian atau aktivitas di luar rumah. Jaga jarak saat sedang berbicara agar jika yang bersangkutan bersim atau batuk tidak menularkan virus dan bakteri ke Anda.

Saat Anda sudah merasakan mengalami gejala TBC maka segera lakukan pemeriksaan ke dokte agar tidak semakin parah. Ingin tahu tips dan trik seputar kesehatan lainnya? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store untuk mendapatkan rekomendasi suplemen. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *