Categories
Penyakit

Kenali Penyebab Penyakit Peyronie

Penyakit peyronie adalah sebuah kondisi penyakit yang dialami oleh seorang pria yang memiliki jaringan fibrotik pada alat vitalnya. Sekilas penyakit ini terlihat tak memberikan dampak yang besar bagi seorang pria. Namun kenyataannya banyak penyebab penyakit peyronie yang kemudian membuat seorang pria alami disfungsi seksual dan mengganggu kehidupan seksualnya secara keseluruhan. Lalu apa saja penyebab terjadinya penyakit peyronie ini?

Mengenali Beberapa Penyebab Penyakit Peyronie Pada Pria

Mengenai penyebab dari munculnya penyakit peyronie ini menurut beberapa ahli kesehatan memang masih belum bisa dipastikan dengan benar. Namun ada beberapa faktor yang diketahui memiliki kaitan yang sangat erat dengan munculnya penyakit ini. Berikut beberapa penyebab dari munculnya penyakit peyronie pada seorang pria.

1.     Cedera saat hubungan seksual

Penyakit peyronie bisa dialami jika Anda mengalami cedera yang terjadi pada saat Anda melakukan hubungan seksual bersama dengan pasangan. Untuk penyebab yang satu ini memungkinkan penyakit peyronie bisa sembuh dan hilang dengan sendirinya. Hal itu dikarenakan pada umumnya cedera yang terjadi mungkin saja hanya bersifat sementara.

2.     Aktivitas atletik

Untuk penyebab penyakit peyronie yang kedua bisa terjadi pada Anda yang memiliki profesi sebagai seorang atlet yang memiliki aktivitas olahraga yang beresiko untuk terjadi cedera. Pada seorang atlet pria, cedera yang terjadi bisa dialami pada bagian alat vital yang kemudian beresiko untuk terjadinya penyakit peyronie.

3.     Kecelakaan

Kemudian faktor penyebab yang ketiga adalah karena faktor kecelakaan. Dalam hal ini jenis kecelakaan yang terjadi bisa karena kecelakaan kendaraan atau kecelakaan lainnya yang kemudian berakibat pada munculnya penyakit peyronie yang berdampak besar pada kehidupan seksual seorang pria.

Cara Mendiagnosa Penyakit Peyronie Pada Seorang Pria

Untuk bisa mendiagnosa kondisi penyakit peyronie adalah dengan melakukan wawancara medis dan melakukan pemeriksaan fisik yang dilakukan secara langsung. Pemeriksaan fisik dilakukan dengan mengamati dan menganalisis kondisi penis yang mengalami peyronie saat tidak ereksi yang dilakukan untuk mengetahui lokasi dan jumlah jaringan parut yang ada. Dari situ dokter juga akan mengukur panjang alat vital yang tentunya juga bermanfaat untuk pemeriksaan kondisi yang lebih lanjut.

Kemudian akan dilakukan juga pemeriksaan lanjutan untuk menunjang pemeriksaan fisik yang dilakukan di awal tadi. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan biasanya meliputi ultrasonografi, serta beberapa pemeriksaan lainnya yang dilakukan untuk memeriksa kondisi alat vital saat sedang mengalami ereksi.

Sebenarnya dengan melihat penyebab penyakit peyronie bisa diketahui apakah kondisi penyakit yang dialami beresiko semakin parah atau tidak. Dari hal itu pula bisa ditentukan bahwa penyakit tersebut perlu mendapatkan penanganan atau tidak.

Penyakit ini terhitung ringan jika setelah dilakukan pemeriksaan dan pemantauan secara intensif tak terjadi adanya gejala yang menunjukkan kondisi penyakit yang semakin parah, tak terdapat gangguan ereksi dan juga tak terdapat rasa nyeri saat alat vital mengalami ereksi. Dalam kondisi tersebut maka yang dilakukan hanyalah pemantauan secara berkala untuk mengetahui perkembangannya saja.

Sedangkan jika setelah diperiksa dan dipantau ternyata kondisi alat vital mengalami gejala yang semakin memburuk maka dokter biasanya akan memberikan saran untuk melakukan pengobatan atau pembedahan pada alat vital untuk cara penanganan yang lebih tepat dan cepat. Sekian informasi singkat tentang beberapa penyebab penyakit peyronie.

Ingin tahu apakah makanan yang Anda konsumsi sudah memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda? Download layanan aplikasi Ngovee sekarang juga. Dengan aplikasi Ngovee Anda bisa mendapatkan referensi kesehatan sesuai dengan kebutuhan personalmu. Dapatkan informasi paling akurat hanya dari Ngovee.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *