Categories
Obat

Metronidazole Obat Apa Saja? Temukan Jawabannya di Sini

metronidazole obat apa

Metronidazole merupakan salah satu antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi. Obat ini akan bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri dan parasit. Namun, obat ini tidak dapat digunakan untuk menangani infeksi virus seperti batuk pilek atau flu. Nah, kira-kira metronidazole obat apa saja? Berikut informasi lengkapnya!

Kegunaan Metronidazole

Antibiotik ini digunakan untuk mengatasi masalah vaginosis bakteri (penyakit yang disebabkan oleh bakteri), pengobatan gingivitis ulseratif nekrotikans (infeksi gusi), amoebiasis, trikomoniasis (penyakit menular seksual yang disebabkan oleh serangan protozoa trichomonas vaginalis). giardiasis. profilaksis (infeksi bakteri pasca operasi), bisul kaki dan luka tekan, dan infeksi bakteri anaerob.

Dosis Metronidazole

Metronidazole bisa Anda konsumsi dengan menggunakan susu atau bersama makan untuk menghindari mual. Biasanya dokter akan memberikan dosis sesuai dengan kondisi serta respon tubuh pasien dalam merespon  pengobatan. Metronidazole akan bekerja maksimal jika Anda minum secara teratur pada jam yang sama setiap harinya.

Pada orang dewasa usia 18 sampai 64 tahun, pengobatan bakteri menggunakan metronidazole membutuhkan metronidazole 500 mg untuk 7 sampai 10 hari. Maksimal dosis yang digunakan dalam sehari adalah 4 gram. Namun, jika ada pada kondisi tertentu maka pengobatan bisa lebih lama.

Sedangkan untuk pengobatan amuba dengan metronidazole biasanya dosis yang diberikan adalah 500 mg sampai 750 mg diminum 3 kali sehari dalam 5 hingga 10 hari. Pada infeksi vagina atau trikomoniasis diberikan 2 gram sekali minum atau 2 kali minum. Bisa juga 250 gram diminum 3 kali sehari dalam 7 hari.

Pada anak-anak usia 0 sampai 17 tahun, biasanya diberikan 30 sampai 50 gram per kg berat badan per hari. Diberikan dalam jumlah 3 dosis per minum, diminum selama 10 hari. Jika anak-anak harus mengonsumsi metronidazole, pastikan dosis yang diberikan harus benar-benar memperhatikan anjuran dokter. 

Bagaimana Cara Kerja Metronidazole

Metronidazole bekerja dengan cara berdifusi ke dalam organisme, kemudian akan menghambat sintesis protein dan berinteraksi dengan DNA yang nantinya akan menyebabkan hilangnya struktur DNA pada bakteri. Hal ini dapat menyebabkan kematian sel pada bakteri pada penyakit.

Cara Konsumsi Metronidazole

Antibiotik metronidazole hanya bisa Anda peroleh dengan menggunakan resep dokter. Biasanya dokter akan meresepkan untuk 5 sampai 10 hari berturut-turut. Jika Anda harus mengonsumsi metronidazole pastikan Anda mengikuti anjuran dokter, dan jangan mengonsumsi obat ini dengan dosis yang berlebihan atau malah kurang dosis.

Minumlah obat metronidazole yang sudah diresepkan sampai habis. Meskipun kondisi sudah membaik, metronidazole tetap harus dikonsumsi sampai habis. Minumlah metronidazole pada waktu sama yang setiap harinya agar obat bekerja secara maksimal.

Jika dokter meresepkan metronidazole sirup, pastikan Anda mengocoknya sebelum meminumnya. Pastikan juga bahwa dosisnya tepat dengan menggunakan sendok khusus obat. Nah, apabila obat metronidazole harus Anda konsumsi untuk pengobatan vagina, maka pasangan Anda juga harus meminumnya. 

Efek Samping Metronidazole

Setiap obat biasanya memiliki efek samping, begitu juga dengan metronidazole. Efek samping yang biasanya terjadi antara lain sakit kepala, mual, muntah, diare, maag, kram perut, sembelit dan ada rasa logam pada mulut. Biasanya efek samping akan hilang beberapa hari setelah Anda mengonsumsi metronidazole.

Metronidazole juga memiliki efek samping yang serius seperti kejang dan ensefalopati. Obat ini juga dapat menyebabkan urine berubah warna menjadi lebih gelap. Meskipun jarang terjadi, obat ini juga dapat menimbulkan reaksi alergi. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut segera hentikan pengobatan dan sebaiknya Anda berkonsultasi pada dokter. 

Interaksi Metronidazole dengan Obat Lain

Mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan dapat menimbulkan interaksi obat, begitu juga dengan metronidazole. Nah, interaksi metronidazole obat apa saja? Sebaiknya Anda tidak mengonsumsi metronidazole bersama dengan disulfiram karena akan menghasilkan reaksi psikotik, mempotensiasi efek antikoagulan oral dan meningkatkan risiko toksisitas. 

Metronidazole yang dikonsumsi bersama dengan fenobarbital dan fenitoin juga dapat menyebabkan penurunan konsentrasi serum. Maka dari itu, saat mengonsumsi metronidazole Anda harus sesuai dengan anjuran dokter dan jangan mengonsumsi metronidazole bersama dengan alkohol.

Kini Anda sudah mengetahui informasi tentang metronidazole obat apa. Maka dari itu Anda harus mengonsumsi obat ini sesuai dengan anjuran dokter. Minumalah metronidazole sampai habis agar tidak menimbulkan resistensi antibiotik.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *