Categories
Penyakit

Apakah Down Syndrome Menular?

Beberapa orang tua suka melarang anaknya untuk bergaul dengan anak yang mengidap down syndrome karena takut tertular. Padahal pemahaman ini adalah 100 persen salah, penyakit down syndrome tidak menular tapi bisa diturunkan. Jika anak pertama down syndrome maka anak kedua dan selanjutnya akan memiliki peluang yang sama mendapatkan penyakit ini. Orang yang sudah memiliki anak dengan penyakit down syndrome biasanya sudah tahu jika mereka memiliki anak maka memiliki potensi yang sama.

Namun sangat tidak mustahil jika anak kedua dan selanjutnya bisa normal atau tidak mengalami down syndrome. Jika ada masyarakat yang masih menganggap bahwa down syndrome adalah penyakit yang menular maka anggapan tersebut adalah anggapan yang benar-benar salah. Orang tersebut bisa dibilang kurang edukasi mengenai masalah down syndrome.

Bisakah Down Syndrome Dideteksi?

Ya, penyakit down syndrome adalah penyakit yang bisa dideteksi ketika kehamilan masuk usia 11-14 minggu. Ada cara khusus yang dilakukan dokter agar down syndrome bisa dideteksi secara dini, berikut caranya ;

  • Nuchal Translucency Scan

Metode pertama yang biasa dilakukan adalah dengan metode nuchal translucency scan. Dokter akan memeriksa cairan yang ada di bagian belakang leher janin. Metode ini cukup akurat untuk mendeteksi down syndrome pada janin yang dikandung.

  • Pemeriksaan Darah

Jika anak pertama down syndrome maka ibu hamil perlu untuk mendeteksi kehamilan yang kedua. Apakah anak kedua tersebut mengalami down syndrome atau tidak. Caranya adalah dengan melakukan pemeriksaan darah pada trimester pertama kehamilan. Pemeriksaan darah bertujuan untuk mengambil cairan biomarker maternal seperti pregnancy-associated plasma protein A (PAPP-A) dan human chorionic gonadotropin (HCG). Dan selanjutnya pemeriksaan dilanjutkan pada trimester kedua untuk mengecek kadar alpha-fetoprotein (AFP) dan lainnya. 

  • Amniosentesis

Pada pemeriksaan ini dokter akan mengambil sampel ketuban pada ibu hamil. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan pada sampel tersebut untuk mengetahui ada tidaknya kelainan yang terjadi pada janin.

  • Pemeriksaan Sampel Plasenta

Ketika kehamilan yang beresiko mengalami down syndrome, pemeriksaan sampel plasenta bisa dilakukan ketika kehamilan mencapai 10-13 minggu. Plasenta ini bisa dijadikan prediksi apakah anak mengalami down syndrome.

Cara Menangani Anak Down Syndrome

Jika anak pertama down syndrome tentu hal tersebut akan menjadi sesuatu hal yang baru dan banyak orang tua belum tahu bagaimana cara menangani anak tersebut. Berikut adalah cara menangani anak down syndrome dengan tepat ;

  • Memberikan Dukungan Perkembangan Anak

Anak yang mengalami down syndrome memiliki kebutuhan atau perawatan khusus karena jika tidak maka anak tidak akan mampu untuk melakukan semua hal secara mandiri. Di tahap awal anda bisa memberikan beberapa terapi untuk membantunya berkembang. Terapi berjalan jika memang belum bisa berjalan, terapi berbicara, bahasa, fisioterapi dan masih banyak hal lain yang bisa anda lakukan untuk membantu perkembangan anak dengan down syndrome.

  • Rutin Memeriksakan Kesehatan

Anak dengan down syndrome berpotensi mengalami masalah kesehatan seperti jantung, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan dan beberapa masalah kesehatan lain. Agar hal ini bisa dicegah maka anda harus rutin memeriksakan kondisi kesehatan anak anda.

  • Berikan Bimbingan Khusus

Anda harus bisa bekerja sama dengan banyak ahli untuk bisa membuat anak pertama down syndrome anda bisa mandiri. Bimbingan khusus dari ahli sangat dibutuhkan agar anak penderita down syndrome bisa belajar mandiri dalam melakukan semua hal.

Konsultasi dengan dokter umum untuk mendapatkan bimbingan merawat anak down syndrome dan beli obat rutin. Download aplikasi Lifepack di Playstore dan Appstore, apotek online untuk tebus resep obat. Solusi berobat bebas antri.